Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 39. Insiden 2


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Brukkk


"Awww aww" tiba tiba dia menabrak ku dan aku merasa sesuatu yang tajam menusuk perutku


"Ka..mu sii..apa?" Tanyaku menahan sakit


#################################


"Kamu harus mati" balasnya hendak menusukku lagi tapi di urungkan ketika mendengar banyak langkah kaki yang mendekat. kemudian dia pergi dengan cepat meninggalkanku sendiri.


Mataku terpejam menahan rasa sakit yang melanda,


"to.. Long.." ucapku lirih


langkah kaki semakin terdengar semakin dekat dan kini ramai orang terdengar di sekitarku. namun aku tak bisa melihat dengan jelas, mataku memburam dan nafasku mulai tersengal.


"Tuhan apa aku akan mati sekarang?" Pikirku


"cepat telpon ambulance, cepat" perintah seseorang


"Rayaaaa, bangun Ray. Jangan tutup mata Ray bertahan" itu suara Sari menangis sambil memukul mukul pipiku


"Sari cepat hubungi Kevin pakai ponsel Raya" perintah Yanti yang masih ku dengar


"Keviin" gumamku lirih sebelum benar benar jatuh dalam kegelapan


#skip


Aku mengerjapkan mata menyesuaikan cahaya yang masuk dalam penglihatan ku.


"aku masih hidup" pikirku


Kini aku dapat merasakan genggaman erat di tanganku yang membuatku menoleh. Kevin, dia terlihat begitu berantakan dengan rambut yang acak acakan dan penampilan yang kacau bersandar di kursi sambil menggenggam tanganku.


'Dia pasti mengkhawatirkan ku' pikirku


"Ke..vin" panggilku lirih


Aku melihatnya membuka mata dan menatapku sambil mengerjap.


"Sayang kamu sudah sadar? Jangan kayak gini lagi kamu bisa buat aku gila jika terjadi apa apa sama kamu Ray" ucapnya sambil menciumi wajahku


"Aku takut" jawabku pelan dan menangis


"ssstt.. Jangan takut sayang, aku di sini. gak akan terjadi apa apa sama kamu oke. Tenang ya" tenangnya mengusap rambutku sayang


"semua akan baik baik saja" lanjutnya tegas tapi aku tau dia bahkan lebih khawatir dari diriku sendiri


Tok tok tok


Ceklek


"Selamat sore" ucap seorang dokter yang masuk setelah Kevin memencet tombol dan kemudian memeriksa lukaku


"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Kevin mengamati


"Beruntung Lukanya tidak terlalu dalam dan tidak menenai titik vital pasien jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Dalam beberapa hari jika sudah membaik bisa istirahat di rumah"


Jelasnya ramah


"Syukurlah terimakasih dok" balas Kevin


"Ya sama sama, kalau begitu saya permisi dulu dan jangan banyak bergerak dulu" pamit dokter itu


"Iya dok" jawab Kevin dan aku hanya mengangguk


"Sayang haus" pintaku


"Sebentar" ucapnya mengambilkan ku minum dan membantuku

__ADS_1


"Kamu istirahat ya, aku sudah hubungin keluarga kita kalau kamu sudah siuman nanti mereka akan ke sini" perintah Kevin yang ku balas anggukan


"Aku mencintaimu Ray, aku takut saat melihat kamu menutup mata seperti ini" ucapnya mencium keningku


"maaf udah buat kamu khawatir" jawabku lirih


"mulai sekarang kalau mau pergi pergi harus sama aku, saat aku menerima telpon dari yanti tentang kamu rasanya duniaku runtuh Ray, aku sanggup membayangkan apa yang terjadi padaku jika kamu kenapa napa. Saat kamu pergi aku masih menunggu karena aku yakin kamu pasti kembali. Tapi-" ujarnya menggenggam tanganku erat


"ssttt... Aku gpp oke" sekarang aku menenangkannya.


"em.. Sekarang kamu istirahat dulu" ujarnya kemudian dan menaikkan selimutku


ku balas dengan anggukan karena jujur aku masih lemah untuk berbicara.


Aku menutup mataku kembali dan tertidur setelah beberapa saat.


#skip


"Bagaimana apa kamu sudah dapat pelakunya?" Tanya seorang laki laki yang ku hafal suaranya terdengar samar olehku


"Sudah yah, pelakunya sudah ada di markas Kevin" jawab Kevin


"Bagus, jika kamu tak bertindak maka saya sendiri yang akan menghancurkan mereka ke akarnya" balas ayah


'Siapa sebenarnya orangnya?' Pikirku


Aku membuka mata kala tak lagi ada pembicaraan di antara mereka.


"Ayah" panggilku lirih


"Sayang bagaimana keadaanmu" tanya ayah


"Aku baik ayah, mana bunda?" Tanyaku karena tak melihat bunda


"Hemm, bunda juga sakit sayang dia lagi istirahat di rumah. Saat tau kamu di tusuk bunda langsung pingsan dan kondisinya drop" jelas ayah membuatku menitikkan air mata


"Maafin Raya yah, Raya sudah buat bunda sakit" kataku menangis


"Kamu istirahat dan cepat sembuh ya sayang" lanjutnya sambil membelaiku sayang


"Ya ayah, aku sayang ayah" ucapku tulus


"Ayah juga sayang kamu nak" jawab ayah


"Emmb sekarang makan dulu ya Ray" ucap Kevin


"Iya" balasku


"Ya sudah kamu makan dulu ayah pulang ya sayang, besok ayah ke sini sama bunda yang nurut sama Kevin dan cepat sembuh ya" pamit ayah padaku lalu mencium keningku sayang


"Ya yah hati hati" balasku


"Vin, ayah titip putri ayah ya jaga baik baik" ucap ayah pada Kevin


"Baik ayah, saya akan menjaga Raya" balas Kevin


"Baiklah assalamualaikum" salam ayah


"Waalaikumsalam" jawab kami serempak


"Sekarang makan dulu ya sayang" ucap Kevin


"Tapi aku gak mau bubur sayang" balasku jujur karena tak suka sesuatu yang lembek


"Sayang malam ini makan bubur dulu besok kalau sudah sembuh aku akan belikan apa yang kamu mau" bujuk Kevin


"please" lanjutnya


"Iya" jawabku lalu menerima suapannya


Akhirnya selesai juga makan bubur itu, meski mual saat masuk ke perut tapi aku tahan karena melihat Kevin yang dengan semangat menyuapiku.

__ADS_1


" sudah Vin" kataku menolak suapannya


"sayang baru 3 sendok loh, sedikit lagi ya?" pintanya


"gak mau, perutku mual" jawabku


"ya sudah, nanti di makan lagi ya" akhirnya dia setuju dan aku hanya mengangguk.


Setelah memberiku minum dia bangkit dan berjalan ke kamar mandi.


Aku penasaran dengan orang yang di maksud Kevin saat berbicara dengan ayah tadi. aku gak pernah berinteraksi dengan banyak orang selama ini. Hanya sebagian kecil itupun tak membuat keributan kecuali dengan kak Risa.


Apa mungkin dia? Pikirku


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka membuatku menoleh, terlihat Kevin keluar dengan wajah yang lebih segar dari tadi. Aku menatapnya kagum hingga tak menyadari kini dia sudah ada di depanku.


"tampan banget sih pacarnya aku" pikirku


"terpesona hem?" tanyanya membuatku tersadar


"wajah tampan ini milikmu sayang, jadi kamu bebas melihatnya sesuka hati" ujarnya menggoda yang membuatku semakin salah tingkah karena kepergok menatapnya kagum


Cup


Belum sempat aku menjawab bibirku sudah lebih dulu di ciumnya, yang namanya Kevin tak mungkin hanya kecupan dan terbukti kini sudah ******* bibirku pelan.


Suara decap*n yang terdengar di ruangan sunyi ini. nafasku hampir habis hingga aku memukul dadanya pelan agar melepaskan ciumannya.


Hah.. Hah.. Hahh


nafasku terdengar saat di melepaskan tautan bibir kami, dia menatapku hangat sedangkan aku menatapnya nyalang.


"dasar, orang lagi sakit masih sempat sempatnya cari kesempatan" ucapku sinis dan dia hanya terkekeh melihatku marah


"habisnya aku gak tahan lihat kamu gemesin sambil natap aku kayak tadi" jawabnya sambil tertawa


Aku kembali menatapnya sinis, kalau saja tak sakit sudah ku lempar dia pakai bantal yang kini melihatnya berjalan menuju sofa.


"Emmm Vin boleh aku tanya" tanyaku kemudian


"Boleh sayang mau tanya apa?" Jawabnya sambil menatapku dari sofa


"Siapa orang yang kamu maksud tadi saat berbicara dengan ayah?" Tanyaku


"Orang yang menusuk mu sayang, sekarang masih di markas ku. Dan saat orangku melakukan penyelidikan ternyata dia WNA bukan orang indo" jelasnya


"Kenapa nggak langsung memenjarakannya?" Tanyaku


"dia hanya alat sayang, dalang yang sebenarnya belum terlihat. Karena itu aku menahannya di markas untuk di interogasi " jelasnya lagi


"Sudah kamu gak perlu pikirin itu sekarang istirahat agar cepat sembuh" lanjutnya


"Aku masih penasaran sayang" jawabku


"Nanti kamu juga akan tau sayang siapa orangnya setelah cukup bukti untuk menyeretnya ke penjara" jawab Kevin tersenyum misterius


Aku tak lagi membalas ucapan Kevin dan mulai memejamkan mataku percuma juga aku bertanya dia tidak akan memberitahuku.


Entahlah semoga masalah ini cepat berlalu.


Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..


sekarang aku bakal rajin update ya .. jadi tunggu kelanjutannya


Jangan lupa VOTE ,LIKE dan KOMEN ya biar author semakin semangat dalam update nya..


#################################


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2