
Tak ada lagi pembicaraan di antara kami, aku menutup mata dan menyenderkan kepala ke sandaran kursi. Kejadian hari ini membuatku sedikit terkejut, ternyata masih saja banyak yang membenciku meski sudah lama waktu berlalu.
Aku melirik Kevin yang sedang fokus menyetir. "Vin" panggilku pelan
"ya Ray, kenapa hmm?" tanyanya menoleh
"apa gpp kamu membatalkan kerja sama dengan perusahaan kak Risa?" tanyaku
"gak masalah sayang, lagian prospek kerjasamanya tidak terlalu menguntungkan jangan terlalu khawatir oke" jawabnya sambil mengelus rambutku dan aku hanya mengangguk
Mobil yang di kendarai Kevin kini telah sampai di rumahnya, dia keluar dan aku mengikutinya masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamualaikum" salam kami bersamaan
"Waalaikumsalam sayang" jawab tante Diana
"Kak Kevin Ara rindu" ucap seorang gadis yang tiba tiba datang dan memeluk Kevin
"Ara kapan kamu sampai di sini?" Tanya Kevin namun tak membalas pelukannya karena tangannya masih setia menggandeng tanganku
"Aku sampai dari tadi tapi kak Kevin pergi kata tante" jawabnya manja
Aku hanya memperhatikan dua orang di depanku yang saling berpelukan. Siapa dia? Bukannya dia tak begitu suka dengan wanita yang menempel padanya?
"Tiara jangan seperti itu kak Kevin sedang bersama kekasihnya" tegur tante Diana
"Tapi aku kan kangen sama kak Kevin tante" jawabnya merajuk
"sayang, kenalin ini Tiara sepupu aku. Jangan salah paham ya" jelas Kevin memperkenalkan kami setelah mendengar ucapan mamanya
Aku memberinya uluran tangan dan dia menyambutnya dengan sinis.
"halo aku Raya" sapaku
"Tiara" ketusnya dan aku hanya menggelengkan kepala melihatnya
"Kenapa dia? Seperti tidak suka padaku?" Tanyaku dalam hati
"Sayang gimana jalan jalannya?" Tanya tante Diana padaku sambil menuntunku duduk
"Emmbb lancar tante" jawabku berbohong agar beliau tak khawatir
"Kevin ajak Raya ke kamar kamu istirahat sambil menunggu papa pulang" suruh tante Diana
"Iya ma, ayo sayang" ajaknya seraya berdiri dan aku mengikutinya
"Saya ke kamar Kevin dulu tante" pamit ku
"Ya sayang istirahatlah" balas tante Diana
"Aku ikut kak" ujar Tiara pada Kevin
"Nggak kamu di sini saja, jangan ganggu mereka beristirahat" kata tante Diana melarang Tiara
"Tapi-"
"Kamu di sini saja" kata Kevin melarangnya
Aku melihat wajah Tiara yang menahan amarah dan menatapku sinis.
"Kenapa dengan dia?" Pikirku
"Ayo sayang" ajak Kevin menarik ku ke kamarnya
__ADS_1
Aku melangkah menuju kamarnya yang dulu pernah ku masuki. Ternyata tak ada yang berbeda hanya bertambah sebuah lemari dan meja rias.
"Kok ada lemarinya ada dua Vin? Dan ini meja riasnya siapa?" Tanyaku seraya duduk di sofa kamarnya
"Itu nanti buat kamu sayang dan di dalam lemari itu sudah ada baju baju baru buat kamu yang aku siapin" jawabnya seraya duduk di sebelahku
"Kenapa terburu buru beli sih" tanyaku heran
"Biarin, aku bahagia nyiapin ini semua biar kamu cepat cepat jadi istri aku" ucapnya seraya merebahkan kepalanya di pangkuanku
"Ishh dasar manja" ucapku seraya mengusap rambutnya sayang
"Sama calon istri sendiri masa gak boleh" tanyanya sambil menutup mata
"Boleh sayang,Vin aku boleh tanya sesuatu?" Tanyaku
"Tanya saja sayang, semua pertanyaanmu pasti akan aku jawab dengan jujur" jawabnya masih sambil menutup mata
"Emm... Aku merasa Tiara tidak suka padaku, pandangan matanya menyiratkan kebencian tapi kenapa? Padahal kan aku baru ketemu tadi" tanyaku yang sedari tadi penasaran
Aku melihatnya membuka mata dan memandangku.
"Sayang kamu percaya kan sama aku?" Tanyanya yang ku balas dengan anggukan
"Begini, dulu aku dan Tiara itu dekat saat kecil, dia selalu nempel kemanapun aku pergi dan selalu ingin bersamaku. Dia tidak suka saat aku bermain dengan orang lain dan sampai suatu saat dia menyatakan cintanya ke aku padahal waktu itu kalau gak salah masih SMP tapi aku menolaknya. Dia gak menyerah sampai aku cerita ke mama dan mama bilang ke orang tuanya sehingga dia di ajak orang tuanya ke luar negeri" jelasnya
"Terus menurutmu dia masih mencintaimu sampai sekarang?dan dia tidak suka aku dekat sama kamu?" Tanyaku
"Iya, jadi kamu harus hati hati sama dia jangan sampai ada masalah di antara kita" peringat Kevin
"Iya sayang, aku mau ambil minum dulu ya nanti aku ke sini lagi" kataku
"Kenapa gak suruh bibi aja sih sayang dari pada kamu capek nanti naik turun" katanya
"Gpp sayang sekalian olahraga " ucapku sambil nyengir
"Iya" ucapku seraya bangkit
Aku melangkahkan kakiku menuruni tangga rumah Kevin dan menuju dapur. Ternyata tak ada orang sepi sekali. Aku melihat dalam lemari es ternyata ada buah jambu, aku berpikir akan membuat jus jambu saja kelihatannya segar.
"Akhirnya selesai" gumamku saat jus buatanku sudah jadi
Aku segera membersihkan barang barang yang ku gunakan dan aku cuci kembali.
Saat aku sedang mencuci ada yang mengejutkanku dari belakang.
"Ekhem ternyata ada pembantu baru di sini" sindirnya padaku
Aku hanya diam tak menanggapinya.
"Heh kamu buatkan aku jus jeruk donk haus nih" perintahnya padaku
"Buat saja sendiri dasar manja" cibirku
"Kamu ya jangan mentang mentang kak Kevin mau sama situ jadi sombong. Asal kamu tau ya kak Kevin itu sukanya sama aku" ucapnya sinis
"Kalau dia suka sama kamu kenapa yang di ajak menikah aku dan bukan kamu?" Jawabku tak kalah sinis sambil menatapnya
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan di pilih sama kak Kevin, kamu atau aku" peringat nya
"Oke siapa takut" jawabku seraya pergi meninggalkannya di dapur dan kembali ke kamar Kevin
"jelas aku lah, dia aja menungguku selama itu untuk bisa sama aku" pikirku PD
__ADS_1
Saat aku kembali aku melihat Kevin sedang bertelepon dengan asistennya karena aku mendengar dia memanggilnya Ardi. Aku mendudukkan diriku di sofa tadi sambil menikmati minuman yang ku buat.
"Sayang sudah selesai buat minumnya? Kok cuma satu aku mana?" Tanyanya
"Ini buat berdua Kevin, lagian gelasnya besar gini" jawabku
"Emmb ya sudah, kalau mau istirahat di ranjang saja sayang biar gak capek duduk terus" tawar Kevin
"Iya deh nanti kalau capek" jawabku
"Aku mandi dulu ya sayang gerah udah sore juga nanti habis itu baru kamu" ucapnya
"Ya sudah sana mandi" balasku
Kemudian dia mengecup keningku sebelum masuk ke kamar mandi. Perlakuannya membuatku tersenyum sendiri.
"Semoga Tiara tak berbuat aneh aneh" pikirku
Aku merebahkan diriku di sofanya, belum sempat mataku tertutup pintu kamar Kevin tiba tiba di buka dengan kasar membuatku terkejut.
"Kak Kevin dimana?" Tanya Tiara yang langsung duduk di kasur Kevin
"Sedang mandi, kalau mau masuk itu ketuk pintu dulu jangan asal dobrak aja" tegur ku
Dia tak menjawab hanya menatapku sinis dan merebahkan tubuhnya di ranjang Kevin. Aku yang sudah mengantuk tak menghiraukannya lagi. Aku segera memejamkan mataku dan tertidur di sofanya Kevin.
Aku menggeliat merasakan tubuhku di peluk erat dari belakang. Aku membuka mataku perlahan melihat sekeliling dan ternyata aku ada di ranjangnya Kevin.
"Bukannya tadi aku tidur di sofa kok sekarang di ranjang? Di mana Tiara? Seingat ku sebelum aku tidur dia ada di sini dan Kevin sedang mandi" pikirku
Aku membalikkan tubuhku menghadap Kevin yang memelukku. Ternyata dia tidur dan pasti dia yang menggendongku ke ranjangnya. Aku tersenyum membayangkannya pasti dia keberatan mengangkat ku tadi. Sepertinya dia nyenyak sekali tidurnya, aku mendekatkan diriku ke pelukannya dan membenamkan kepalaku di dadanya dan menutup mata kembali. Rasanya nyaman sekali tidur di pelukan orang yang kita cintai.
Aku mencoba memejamkan mata tapi tak kunjung bisa. Aku mendongakkan wajahku menatap wajahnya. Dari jarak sedekat ini aku bisa merasakan nafasnya menerpa wajahku dan bibirnya sungguh menggoda.
"Sadar Ray, apa yang kamu pikirkan" pikirku dengan wajah yang memerah
Cup
Mataku melotot Kevin mencium bibirku singkat.
"Jangan memperhatikanku sayang, aku sudah menahannya dari tadi " ucapnya masih dengan menutup mata
Bushh
"Si siapa juga memperhatikanmu" jawabku berbohong
"Benar gak memperhatikanku?" Ucapnya kini sambil membuka mata dan mendekatkan wajahnya ke arahku
"Vin, apa yang mau kamu la-"
Ucapanku terpotong karena dia mencium bibirku. Sangat lembut dia me*****nya dan sesekali meng*****. Aku memejamkan mata menikmati ciuman kami. Tidak menuntut tapi dengan penuh kelembutan. Setelah kami kehabisan nafas Kevin segera melepaskan ciuman kami.
Wajahku kini mungkin benar benar merona. Kevin mengusap bibirku lembut dengan jemari tangannya. Dia tersenyum memandangku dan kemudian mencium keningku lama sebelum merengkuhku dalam pelukannya.
"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang" ucapnya dan ku balas dengan anggukan kepala
"Apapun yang terjadi aku akan selalu memilih kamu menjadi pendamping hidupku" ucapnya
"Aku pun tak akan membiarkan siapapun merebut mu dariku Vin, aku akan selalu menjaga cinta kita" ucapku dalam hati sambil memejamkan mata dalam pelukannya
Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..
Jangan lupa VOTE ya biar author semakin semangat dalam update nya..
__ADS_1
##################################
Bersambung....