
Kini kami telah sampai di depan pintu bioskop.
"Aduuhh.., telat deh kita" katanya sambil cemberut
"Gpp, ayo masuk aja" ajak ku sebelum khilaf dan menyerangnya di depan umum hehehehe
Saat masuk kami langsung melihat lambaian tangan dari temannya, aku tetap menggandeng tangannya menuju kursi kami, beruntungnya aku bahwa kursi kami berdampingan.
Film di mulai.
Filmnya ternyata horor dan seringkali dia memegang lengan ku atau menyembunyikan mukanya di balik punggungku. Benar- benar lucu dan menggemaskan tingkahnya, aku belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya, mulai dari debaran jantung, rasa ingin melindungi, rasa ingin tetap dekat dengannya , semua itu membuatku tak pernah bisa berkonsentrasi saat melakukan sesuatu.
Aku tidak keberatan dengan apapun yang dia lakukan kepadaku saat ini, hal itu malah aku senang bisa berguna untuk dia.
"Tenang aja ada aku di sini, kalau kamu takut tutup mata aja " ujarku menenangkan
"Terimakasih Vin, aku tutup mata ya soalnya aku takut . Ku pikir filmnya romantis gak taunya horor" jawabnya
"Iya cepet tutup mata" perintahku
Aku melihatnya menutup mata pada jarak sedekat ini benar benar terlihat cantik. Aku memberanikan diri menggenggam tangannya, dia melihatku yang ku balas dengan senyuman meski sebenarnya aku gugup.
Tuhan terimakasih atas rasa ini, seandainya bukan sekarang aku bertemu dengannya kapanpun itu aku akan tetap jatuh cinta padanya untuk sekian kalinya.
"Sudah tutup mata aja" perintahku lagi
Dia benar benar menutup mata lagi hingga aku merasakan nafasnya yang teratur pertanda dia tertidur, saat ini film telah usai tapi dia tak kunjung bangun.
"eh.. Tidur" tanya Sari
"iya takut film horor tadi, aku suruh tutup mata eh taunya malah tidur" jelas ku
"Ray.. Ray.. Bangun Ray" ucap Yanti mencoba membangunkannya tapi ku lihat dia hanya bergumam tidak jelas lalu tidur lagi
"Dasar tukang molor" pikirku
"untung sayang" lanjut ku
"Vin kami bisa titip Raya nggak? soalnya aku dapat pesan penting jadi harus pulang sekarang" ucap Sari setelah melihat tak ada respon dari Raya
"eemm.. Ok gpp, ya udah kalian pulang aja" balasku setenang mungkin padahal dalam hati udah joget joget bahagia bisa modus sebentar hehehe
Ku lihat temannya beranjak dari kursi setelah menerima pesan dan berpamitan padaku untuk pulang duluan.
Setelah mereka tak terlihat lagi aku mencoba membangunkannya lagi.
"Ray, ayo bangun filmnya udah selesai" ucapku selembut mungkin agar tak membuatnya terkejut dan pusing saat bangun nanti dan kasian harus tidur sambil duduk terlalu lama bisa sakit nanti badannya
"Ray.. Ray.. Raya.." panggilku berulangkali kali ini aku tepuk pipinya yang gembul dan halus
"tahan Vin, ini pipi orang bukan bakpao" gumamku pelan
"Lima menit lagi bun, Raya masih ngantuk" ujarnya tanpa sadar dan menggeliat lalu membuka mata pelan- pelan
"Hahahahaha...."
Akhirnya aku tak sanggup juga menahan tawaku melihat kelakuannya,
"Raya eike Kevin bukan bukan bunda kamu" aku menjawab sambil tertawa mendengar panggilannya dan wajahnya yang lucu baru bangun tidur.
__ADS_1
"Aaaaaa... Kevin. Ngapain kamu di kamarku" teriaknya kencang tak sadar posisi
"Hahahaha.. sadar Ray ini masih di bioskop loh" ujarku sambil tertawa terbahak-bahak.
"Hehehe maaf Vin, aku lupa" ucapnya sambil menunduk.
"loh.. Loh.. Loh.. Kemana yang lain kok sepi?" tanyanya baru sadar saat melihat sekeliling kosong
"kita keluar dulu ya, nanti aku jelasin di luar Ok. sekarang kita keluar aja dulu" jawabku menahan tawa karena tak tega melihatnya
Sampai di luar ruangan dia melihat sekeliling, belum sempat menelpon ponselnya sudah berdering dan dia segera mengangkatnya.
Tak dapat terdengar jelas apa yang di bicarakan di seberang sana yang jelas dia hanya diam saja mendengar.
"Ya Tuhan kenapa aku punya teman yang cereweett banget kayak kamu Yan Yanti. Kalau telpon salam dulu kek ini main ngomong aja. Pusing aku dengarnya, iya gpp kalau begitu aku juga mau pulang ini, salam buat ibu ya ... " ucapnya terdengar seperti gerutuan yang panjang
"Huufffffft dasar Yanti, main matiin aja " dia menggerutu pelan yang masih ku dengar
" mereka udah pulang Ray, tadi juga sudah bilang aku mereka. Gimana kalau Kita makan dulu apa mau langsung pulang sekarang ?" Kataku setelah dia memasukkan ponselnya
"Eh terserah kamu aja deh Vin" jawabnya
"terserah ya?" pikirku
"Kalau terserah berarti kita makan dulu aja ya?" tawarku yang sebenarnya modus pengen makan bareng,
"anggap aja percobaan kencan" pikirku mulai berkhayal
"Ok ayo" jawabnya langsung membuatku tersenyum
"yes.. Yess" gumamku lirih
"Mau makan apa Ray?" Tanyaku menyodorkan menu
"Emmm aku nasi goreng seafood sama jus sirsak " jawabnya
"Kalau saya nasi goreng biasa aja mbak sama jus jeruk " kataku memilih menu yang simpel juga
Setelah pelayan itu pergi aku sibuk dengan ponselku. Aku menyadari jika Raya terus memperhatikanku sesekali.
"stop Ray, aku jadi salting nanti" pikirku mencoba tenang
"Gak usah lihatin terus Ray nanti naksir" godaku akhirnya
"Ehh ngk kok, cuma lagi mikir aja kamu gak malu jalan sama aku" katanya
Dahiku mengernyit mendengar ucapannya
"Kenapa harus malu?" tanyaku heran dan bingung
"Ya secara kan aku gk secantik cewek pada umumnya, takutnya kamu gk nyaman sama aku" jawabnya sambil menunduk
huuftt aku menghela nafas mendengarnya yang selalu kurang PD
"Ray, dengar ya... cantik itu menurutku relatif, aku gak pernah mandang seseorang dari fisiknya Ray .. selama dia baik dan aku nyaman sama dia aku gak masalah kok" tutur ku mencoba menjelaskan
"dan kamu cantik Ray, aku suka" lanjut ku tentu saja dalam hati
Makanan telah sampai dan kami makan dengan tenang
__ADS_1
"Vin, kenapa kok kamu pindah kesini" tanyanya membuka suara setelah makan
"Karena papaku tinggal disini Ray sama kakakku, sedangkan aku selama ini sama mama di jakarta tapi karena papa menginginkan kami tinggal bersama akhirnya aku dan mama kembali kesini" jelas ku singkat karena tak mungkin aku menjelaskan alasannya nanti di bosen denger aku cerita
"Ohh gitu... berarti sebelumnya kamu juga tinggal disini?" Balasnya
"Iya .. tapi pindah ke jakarta waktu umur 8 tahun" jawabnya
Lama kami mengobrol tak terasa sudah malam, aku berniat mengantarkannya pulang tapi dia bersikeras menolaknya. Aku akhirnya menuruti permintaannya meskipun gak tega. Setelah memastikan taksi yang di tumpanginya pergi, Aku segera mengendarai motorku pulang.
sampai di rumah aku melihat mama masih di ruang keluarga.
"assalamualaikum ma" salamku
"waalaikumsalam sayang kok baru pulang habis kemana??" tanya mama
"habis nonton ma sama teman baru" ucapku mendudukkan diri di samping mama
"temen cowok apa cewek nih? tumben mau nonton, di Jakarta dulu gak pernah mau di ajak pergi temanmu" goda mama
"mama tau aja, sebenarnya kita rame rame ma tapi ada satu cewek yang membuat ku tertarik dia lucu dengan pipinya yang gembul, entah kenapa saat aku dengannya jantungku jadi berdetak kencang, tapi aku suka debaran itu " jelas ku sambil membayangkan Raya
"anak mama sudah jatuh cinta ternyata, siapa namanya Vin? Mama jadi penasaran gadis seperti apa yang bisa buat anak mama ini jatuh cinta" tanya mama penasaran
"apa jantung berdebar itu tanda jatuh cinta ma? namanya Raya ma" tanyaku meskipun tahu artinya tapi aku ingin memastikannya langsung
"iya sayang tandanya kamu jatuh cinta padanya, ya sudah sana mandi dan istirahat" kata mama
"iya ma ini Kevin juga sudah lelah, selamat malam ma" jawabku
Aku berjalan menuju kamarku di lantai dua. Aku bergegas mandi untuk membersihkan tubuhku. lima belas menit aku keluar dengan tubuh yang fresh.
"sedang apa dia? apa aku mengiriminya pesan saja?" pikirku
aku segera mengambil ponselku dan mulai mengirim pesan
Me,
Selamat malam Ray mimpi indah
Begitu terkirim aku menunggu balasan darinya dan tak perlu waktu lama dia membalas
Raya,
malam jg Vin.. mimpi indah juga
Hanya itu yang ku kirim dan tak lagi membalas lagi, aku bingung harus bicara apa.
Semoga rasa ini tak pernah salah memilih, aku mencintainya dan aku akan memperjuangkannya. Membayangkan menggenggam tangannya dan menjemputnya kala berangkat dan pulang sekolah membuatku tersenyum.
Semoga dia memiliki rasa yang sama padaku, dan mulai sekarang aku harus sedikit menunjukkan perhatianku padanya agar dia bisa merasakan perasaanku.
Semoga DIA tak lagi datang di kehidupanku dan mengacaukan semuanya. Aku harus berbuat sesuatu agar dia tak menggangguku lagi. Buktiku belum terlalu kuat sekarang, mungkin aku bisa minta seseorang untuk menemukan bukti lain.
I Love U Ray...
ucapku sebelum benar benar tertidur
################################
__ADS_1
Bersambung....