
Maaf ya para readers semua...
Author baru bisa upload sekarang karena kesibukannya author yang tidak bisa ditinggal😁😁
Semoga para readers bisa mengerti dan selamat membaca...😊
#################################
Mobil yang di kendarai Kevin melaju dengan pelan, sambil menikmati suasana malam dengan hati kami yang bahagia.
"bagaimana perasaan kamu?" tanya Kevin memecah keheningan
"aku bahagia dong pastinya, kamu gimana?" tanyaku balik padahal nggak perlu ditanya lagi dari wajahnya yang terus tersenyum itu sudah terlihat kalau dia lagi bahagia
"kalau aku bahagia pakai banget" jawabnya sesuai prediksi
"aku sayang banget sama kamu Ray" lanjutnya
"aku juga sayang kamu Vin" jawabku sambil menatapnya yang fokus berkendara
Kevin memencet klakson setelah sampai di depan gerbang lalu di buka sama mang udin.
kami turun dari mobil dan aku langsung mengajaknya masuk setelah mengucapkan salam.
"sepertinya ayah sama bunda di rumah kak Gilang deh malam ini" ucapku sambil mendudukkan diri di sofa dan dia mengikuti duduk di sebelahku
"iya kayaknya, coba kamu telpon dulu" perintahnya
Namun belum sempat aku telpon ayah audah wa duluan dan benar saja mereka menginap di sana.
"nginap di sana katanya, ini baru wa" tunjuk ku pada Kevin
"ada bibi kan di rumah?" tanyanya
"ada dong, mungkin lagi istirahat sekarang" jawabku
"Lagian mana berani aku di rumah segede ini sendirian" pikirku
Tak ada obrolan di antara kami, hanya posisi duduk kami yang sudah berubah dengan dia meletakkan kepalanya di pahaku dan menyusupkan wajahnya di perutku. sedang tanganku aktif mengelus rambutnya.
"sayang, aku pulang dulu ya dan kamu istirahat" katanya lalu bangkit dan duduk kembali di sebelahku
"iya deh, udah malam juga ini. Besok kan kamu kerja" jawabku
"cium dulu dong" ucapnya sambil menunjuk pipinya
Aku menggeleng kepala melihatnya, lalu memajukan wajahku.
Cup
Mataku terbelalak saat dia memalingkan wajah menghadap ku sehingga ciumanku tepat di bibirnya.
"isshh.. Kesempatan ya?" cubit ku gemas di pinggangnya
"ampun sayang, kan biar full lagi energinya" jawabnya memelas
"dasar kamu, ayo aku antar ke depan" ucapku sambil menarik tangannya
"oke oke aku pulang" bangkitnya lalu berjalan bersama menuju mobilnya
"selamat malam sayang, mimpi indah ya. Aku pulang dulu assalamualaikum" pamitnya setelah memasuki mobil
"waalaikumsalam, hati hati jangan ngebut" balasku sambil melambaikan tangan
Aku menatap mobilnya meninggalkan rumahku dengan perasaan bahagia.
#skipp.
Pagi ini rasanya malas untuk bangun, ku buka perlahan mataku untuk menyesuaikan cahaya matahari yang telah menerobos melalui jendela kamarku.
Aku memandang langit langit kamar mengingat jika kemarin aku telah resmi bertunangan dengan Kevin. Lelaki yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama dan membuatku merasa paling di cintai di dunia ini. Aku tersenyum membayangkan wajahnya kemarin yang cemberut karena kak Gilang tak membiarkannya mendekatiku.
"Kevin" gumamku lirih sambil tersenyum
Drrrt drrrtt drrttt
Getar telpon menyandarkan ku, kulihat nama si penelpon seketika bibirku tersenyum lebar.
'Hallo, assalamualaikum'
'Waalaikumsalam calon istri' ujarnya di seberang sana
'Ada apa Vin?'
'Sayang aku kangen, kemarin gak bisa berduaan' ujarnya manja
'Ishh apaan sih, gak baik tau berduaan mulu'
'Sayang ayo ke kantorku nanti aku jemput, kamu siap siap'
'Tapi Vin aku mau ke kantor ayah'
__ADS_1
'Yahhhh aku gak ada vitaminnya dong hari ini'
'Nanti siang kita makan bersama ya aku ke kantor kamu '
'Benar?'
'**Iya sayang' jawabku**
'Ya sudah aku mandi dulu kamu juga siap siap dan jangan lupa nanti siang aku tunggu, assalamualaikum calon istriku'
'Waalaikumsalan Vin' jawabku
Setelah panggilan mati aku memegang dadaku yang sedari tadi berdetak kencang mendengarnya menyebut calon istri.
"Aaaa Kevin buatku deg deg an" gerutuku sambil berjalan ke kamar mandi
Setelah menyelesaikan ritu mandi dan bersiap siap aku segera menuruni tangga ke meja makan.
"Selamat pagi bunda"
"Pagi juga sayang, tumben baru bangun"
"Iya bunda aku kesiangan hehehe" ujarku tersenyum
"Ya udah sarapan dulu" jawab bunda
Setelah menghabiskan sepiring nasi aku segera berpamitan pada bunda.
"Bunda Raya berangkat ya, asslamualaikum" salamku sambil mencium tangan bunda
"Waalaikumsalam hati hati sayang" jawab bunda
Aku melajukan mobilku ke kantor ayah, setelah sampai aku segera memarkirkan dan berjalan memasuki kantor.
"Selamat pagi ayah" sapaku yang langsung masuk
"Upppss sorry saya tidak tau" ucapku meminta maaf pada orang yang kini menjadi tamu ayah
"Masuk sayang" aku menghampiri ayah dan berdiri di sebelahya
"David perkenalkan ini Raya anak saya, dan Raya ini David pemilik perusahaan xx" lanjut ayah memperkenalkan kami
"Hai David" ucapnya mengulurkan tangan seraya tersenyum manis
"Raya" kusambut uluran tangannya
"Emmm kalau begitu saya permisi ke meja saya dulu, mari pak David. Ayah Raya keluar dulu" pamitku
"Iya sayang" jawab ayah dan di angguki oleh David
Drrt drrt drrt
Kevin :
Sayang jangan lupa makan siang bersama
Me:
Ya sayang aku tidak lupa nanti aku ke sana
Kevin:
Ok aku tunggu, hati hati sayang kalau bawa mobil
Me:
Iya sayang
Setelah membalas pesan Kevin aku segera membereskan pekerjaanku dan bersiap ke kantor Kevin. Aku mengendarai mobilku dengan santai sambil sesekali menyanyikan lagu kesukaanku. Mobilku perlahan memasuki kantor Kevin ku lihat dia menungguku di depan pintu masuk.
"Dasar tidak sabaran, ngapain nunggu di luar kayak orang gak ada kerjaan" gumamku menggelengkan kepala
Aku menghentikan mobilku di depannya dan keluar menghampirinya.
"Kevin kok nunggu di sini?" Tanyaku
"Habisnya kamu lama, aku nunggu dari tadi sayang" ujarnya manja
'Aduhh kenapa jadi manja gini Kevin' pikirku
"Tadi aku pelan pelan bawa mobilnya, ayo kita pergi mau pakai mobilku apa gimana?" Tanyaku
"Pakai mobil kamu aja sayang, sini kuncinya biar aku yang nyetir" ujarnya
"Nih, ayo" jawabku
Kami segera memasuki mobil dan Kevin segera membawaku ke sebuah resto yang lumayan terkenal tapi makanannya enak banget.
Kami berjalan beriringan memasuki resto, dan memilih tempat duduk. Setelah memesan kami pun kembali mengobrol.
"Sayang aku mau buka cafe yang temanya anak muda gitu bareng sama Yanti dan Sari menurut kamu gimana?" Tanyaku
__ADS_1
"Emmb.. terserah kamu sayang tapi jangan terlalu capek nanti aku gak mau kamu sakit" ujarnya sambil mengusap rambutku
"Aku bagian modal in aja sih yang mengelola nanti Sari sama Yanti, tapi ya sekali kali aku ikut bantuin di sana" jawabku
"Terserah kamu saja sayang, butuh bantuan modal kah?" Tanyanya
"Nggak usah sayang aku masih ada kok" jawabku
"Ya udah ayo makan dulu nanti kita lanjut lagi" ajaknya yang ku balas dengan anggukan suara seseorang mengganggu ketenangan kami.
"Kak Kevin makan disini juga" ujar seseorang yang langsung duduk di samping Kevin
"Nggak nyangka ya kak kita ketemu di sini, dirumah ketemu di sini pun ketemu jangan jangan jodoh hehehe" ujarnya cengengesan
Tak
Suara sendok diletakkan dengan kasar membuatku terkejut. Aku mendongak menatap Kevin yang rahangnya sudah mengeras.
"Gawat bakal ngamuk nih" pikirku
"Kamu kalau gak bisa diam pergi dari sini" ujar Kevin kasar
"Kak Kevin kan aku cuma senang bisa ketemu kak Kevin di sini" ujarnya sok sedih
"Kalau mau tetap di sini lebih baik diam" jawab Kevin
Aku hanya diam melanjutkan makanku yang belum habis.
"Sayang mau pesan apa lagi?" Tanya Kevin
"Aku mau pesan sama kayak kak Kevin aja ya" jawabnya mendahuluiku yang ingin menjawab
Aku menatapnya aneh, apa maksudnya nenek lampir ini menjawab pertanyaan Kevin. Ya kalian tau kan siapa dia?? Tiara.
"Aku bertanya pada calon istriku bukan padamu ara" jawab Kevin membuatku menahan tawa
"Emmbb.. nggak kok ini aja belum habis" jawabku
"Iya lah jangan makan banyak banyak badan udah pernah melar gitu masih makan aja, nggak ada yang muat tuh nanti bajunya kalau melar lagi" sindirnya padaku
"Maksud kamu apa?" Tanyaku mulai emosi
"Aduh udah lemot bod*h lagi , ud-"
Brakk
"Cukup Tiara, jaga ucapanmu yang gak bermutu itu. Sekali lagi aku dengar kamu menghina Raya ku pastikan kamu akan kembali ke luar negeri saat itu juga" bentaknya pada Tiara
"Ayo sayang kita pergi" ajak Kevin sambil menarik tanganku pergi
Saat ini kami tengah duduk di dalam mobil tapi belum jalan.
"Sayang jangan marah marah kayak tadi aku takut" ujarku mencoba menenangkannya yang masih terlihat emosi
"Maaf, aku udah buat kamu takut" ujarnya menatapku dan mengelus rambutku sayang
"Iya, jangan marah marah gitu ya. biarin aja aku masih bisa atasi dia" jawabku
"Ayo kembali" lanjut ku
"Kita ke apartemen aja" ajak Kevin
"Iya terserah kamu" jawabku
#skipp
Ceklek
Bunyi pintu apartemen Kevin terbuka. Kami segera masuk dan aku mendudukkan diriku di sofa sedang Kevin ke kamarnya. Aku menyalakan TV dan mulai mengikuti alur.
"Mau minum apa sayang" tanya Kevin yang tiba tiba datang telah berganti baju dengan pakaian santai
'Ganteng banget ciptaanmu ini Tuhan, benar benar sempurna' aku menatapnya tanpa berkedip
"Ray.. Rayaa hello" ucap Kevin melambaikan tangannya di depan wajahku membuatku tersadar dan malu
"Aku tau kalau aku ini tampan jadi jangan terlalu memandangku seperti itu sayang" ucapnya
"Isshh sok cakep" ujarku mencibir
"Aku memang cakep sayang" ujarnya sambil merebahkan kepalanya di pankuanku dan refleks aku mengusap rambutnya dengan lembut
"Sayang boleh aku bilang sesuatu" tanyanya serius
"Apa?" Tanyaku
Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..
sekarang aku bakal rajin update ya .. jadi tunggu kelanjutannya
Jangang lupa VOTE ya biar author semakin semangat dalam update nya..
__ADS_1
#################################
Bersambung....