Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 13. bahagia


__ADS_3

Setelah kembali mengikuti pelajaran yang tersisa hari ini akhirnya bel pulang telah berbunyi, saat ini kami tengah mengemasi perlengkapan belajar kami.


"Ray hari ini ada acara ke mana?" tanya Sari


"kayaknya gak kemana-mana deh, di rumah aja mengerjakan tugas" jawabku


"kenapa?" lanjutku


"emmm... Kita kerumahmu ya Ray " tanyanya


"oke lah,, lagian aku senang kalau kalian main kerumah aku kan jadi rame, bunda dan ayah belom pulang, kak Gilang pasti masih d kampus" jawabku antusias


"Ray jangan pulang dulu tunggu aku, aku sama Reza mau ke toilet sebentar nanti aku anterin pulangnya" kata Kevin berbalik badan menatapku


"aduh.. Lupa deh kalau udah punya pacar" pikirku


"oke aku tunggu di parkiran Vin" jawabku


"oke" jawabnya kemudian pergi dengan Reza


" ampun deh yang punya pacar, kemana- mana pamit ayang" goda Yanti


" ishhh... Apaan sih ayo kita ke parkiran" ajakku


Kami bertiga melangkah menuju parkiran, sepanjang koridor sebagian masih ada anak yang belum pulang.


"ehh lihat deh, itu si gendut sok kecakepan sama anak baru yang di kantin pakek suap- suapin lagi, pasti tu anak baru terpaksa sama dia karena taku kegencet badannya ha.. Ha.. Ha.." kata mereka yang masih bisa ku dengar meskipun sedang bisik- bisik


"tapi bukannya anak baru itu pacarnya kakak tingkat yang cantik itu ya, kok bisa dia jadi sama gajah, apa gak takut oleng? Ha.. Ha.. Ha.. " balas yang lain dan terus berbisik- bisik sambil tertawa meskipun kami sudah melewati mereka


"Lagi- lagi seperti ini" ucapku sambil berjalan menunduk membuat Yanti dan Sari melihatku


"hellllo.. Ngapain kamu dengerin mereka Ray, biasanya Raya yang kita kenal bodo amat sama gituan kenapa sekarang mellow gini" hibur Sari


"biar aja kali Ray mereka mau ngomong apa, anj**g emang kalau udah menggonggong berisik" timpal Yanti


"hari pertama jadian jangan sedih dong nanti dikira Kevin kamu gak bahagia bareng dia" lanjutnya


" makasih ya teman- teman kalian yang terbaik, iya juga ya ngapain aku jadi mellow gini kan lagi bahagia ceritanya" ucapku cengengesan


"ishh.. Dasar kamu" dumel Sari


Sampai di parkiran suasana sudah sepi hanya satu dua murid yang masih nongkrong di atas motornya.


"kita tunggu cowok-cowok itu dulu di sini" kata Sari


"iya" balasku singkat sambil berbalas pesan dengan kak Gilang kalau aku teman- temanku mau ke rumah


Lima menit kami menunggu Kevin dengan duduk di atas motor tak lama ku lihat dia berjalan beriringan dengan Reza.


"maaf ya , aku agak lama tadi" kata Kevin begitu sampai di depan kami


"gpp kok ayo pulang sekarang" ajak ku


"ekhem aku ikut kalian bisa?" sahut Reza tiba tiba


"boleh dong makin rame makin seru" ucapku


"cusss... Lest go..." ajak sari langsung melajukan motornya bersama Yanti meninggalkan aku dan Kevin


Belum sempat menghidupkan motor, Kevin mencubit pipiku gemas

__ADS_1


"issh Kevin sakit tau jangan cubit cubit" kesal ku


"maaf maaf abisnya kamu gemesin banget mukanya, sekarang kamu jalan duluan nanti aku ikutin kamu dari belakang " jelasnya


"ohh gitu ok ayo" jawabku seraya menstater motorku


"hati hati jangan ngebut" peringatnya yang ku jawab dengan anggukan kepala


Aku mulai mengendarai motorku dengan kecepatan standar, sesekali ku lihat kaca spion di mana Kevin mengikuti ku dari belakang. Dia terlihat sangat keren dengan motornya.


Aku sangat beruntung bisa dicintai oleh seorang Kevin. Tiba di lampu merah motor kami berhenti dia tepat berada di sebelahku dan ku lihat di sebelahnya ada sepeda motor yang di kendarai dua cewek dari sekolah lain yang terus menatapnya kagum.


"Kak, boleh minta wa nya ngk?" ku dengar cewek itu berbicara pada Kevin


Aku langsung melihat ke arah Kevin di sebelahku, dia menoleh ke arahku lalu menggenggam tanganku di stir motor.


"maaf gak bisa soalnya aku takut cewekku cemburu nanti" jawab Kevin yang langsung membuat senyumku mengembang di balik masker yang ku kenakan


"Fokus ke depan bentar lagi hijau" lanjutnya


Lampu telah berganti hijau pertanda perjalanan di mulai kembali dan ku lajukan kembali motorku ke rumahku. Sampai di depan rumah ternyata teman - temanku udah pada sampai duluan dan sedang mengobrol dengan satpamku.


"Baru pulang neng?" sapanya


"iya mang udin" jawabku


"ayo ayo masuk dulu" ajak ku pada mereka


"Ray ini rumah kamu?" tanya Kevin


"hehe iya Vin maaf ya kamu baru tau sekarang, tapi jangan bilang anak anak ya soal ini" pintaku


"gila Raya ternyata anak orang kaya, tapi kenapa kok di sekolah kayak orang miskin sih Ray" tanya Reza menimpali


"bener tuhh.." sahut Yanti


"hemmm, berarti kamu anak dari keluarga Atmaja Ray?" tanya Kevin lagi


Belum sempat jawab pertanyaan Reza Kevin udah tanya lagi.


"iya Vin, dan kenapa aku gak cerita karena aku gak mau orang berteman denganku karena harta keluargaku dan karena kamu adalah kekasihku dan kalian teman dekat aku sekarang makanya aku memberitahu kalian" jawabku


"ku harap kalian nggak merasa di bohongi sama aku?" lanjutku


"ya nggak mungkin marah lah sayang kalau itu demi kebaikanmu" jawab Kevin mewakili mereka


"oh iya ayo masuk dulu nanti aku kenalin ke seseorang di dalam" ajakku


"ok bosque, duduk dulu ya biar aku panggilkan orangnya, oh ya mau minum apa?" lanjut ku


"terserah deh yang penting dingin" jawab Sari


"ok, bibi tolong buatkan minum buat dia ya yang penting dingin pokoknya nanti bawa ke kamarku ya bi yang 2" pintaku pada bi asih


"baik non"


"ayo cewek- cewek naik ke kamarku dulu" ajakku pada dua sahabatku


Aku segera menuju lantai atas untuk mengganti bajuku dan memanggil kak Gilang untuk bertemu Kevin.


"kalian disini aja main- main dulu soalnya aku mau nemuin kak Gilang sama Kevin dulu" pamitku pada mereka

__ADS_1


"sippp" jawab mereka kompak


tok tok tok


"kakak aku mau kenalin ke seseorang, aku tunggu di bawah jangan lama lama orangnya mau pulang soalnya" seruku saat membuka pintunya


"iya dek kakak siap siap dulu ya" sahutnya


"ok" balasku


Aku melangkah menuruni tangga menuju ruang tamu di mana Kevin dan Reza berada. Kulihat Reza sedang asik main game di laptopnya.


"maaf ya lama , tunggu sebentar orangnya sedang siap siap" kataku seraya mendudukkan tubuhku di sebelahnya


"emang siapa sih Ray yang mau dikenalin?" tanyanya Reza sambil fokus ke laptop


"ohhh jadi ini tamunya" sahut kak Gilang yang tiba tiba datang


"hehe iya kak, Kevin , Reza ini kak Gilang dia kakakku" kataku memperkenalkan dan mereka saling berjabat tangan kemudian Reza kembali fokus dengan game nya tanpa berniat mengganggu obrolan kami


"Jadi yang waktu di taman itu dia kakak kamu?" tanya Kevin


"iya aku kakaknya kenapa? kamu cemburu kan waktu itu aku panggil dia sayang" tuduh kak Gilang


"hehehe iya kak maaf waktu itu aku gak tau soalnya Raya bilang kalau Gilang itu tetangganya" jawab Kevin


"ohhh jadi kamu bilang kakakmu yang ganteng ini tetangga gitu??" tanya kak Gilang


"hehehe maaf kak, kan kakak tau selama ini gak ada yang tau kalau aku anak dari keluarga atmaja dan adik kakak" jelasku


"iya dek kakak ngerti dan sekarang kalian berdua mau bilang kalau kalian sudah jadian gitu kan?" tebak kak Gilang


"iya kak, aku dan Raya saat ini tengah menjalin hubungan" jawab Kevin


"aku udah bilang ke Raya kalau aku tidak masalah dia pacaran asal tidak mengganggu pelajaran dan kamu awas saja kalau nyakitin perasaan adekku" tutur kak Gilang


"aku janji kak aku akan membahagiakan Raya, dan aku akan menjaganya dengan nyawaku, karena aku mencintainya kak sangat mencintainya" ujar Kevin yang membuatku terharu


"aku percaya padamu Vin, dan untuk kamu dek jangan manja kalau punya pacar"


"ish kakak siapa juga yang manja" ujarku cemberut


"eemm Ray, kak, aku pamit pulang ya soalnya sudah jam 3, ayo Za" pamit Kevin


Karena ke asyikan ngobrol sampai lupa waktu dan teman teman ku di atas


" eh iya udah jam tiga, ya udah kamu pulang aja, salam buat mama kamu ya Vin" ujarku


"iya Ray nanti aku salamin, ya sudah aku pulang ya assalamualaikum" pamit mereka berdua


"waalaikumsalam" jawabku dan kak Gilang


Aku mengantarnya sampai di depan pintu, ku lihat dia memakai helm dan menyalakan motornya. Sebelum menjalankannya dia sempat melihatku dan mengedipkan sebelah matanya.


blussshh


Aku tertawa kecil melihatnya dan aku melambaikan tangan padanya. aku tersenyum melihat punggungnya yang melewati gerbang rumahku. Aku bahagia memiliki dia dan cintanya, aku berharap takdir bisa menyatukan kami selalu.


**di balik bahagia akan selalu ada duka yang mengiringi, kesabaran adalah kunci dari setiap masalah yang ada


~Raya Putri**~

__ADS_1


##################################


Bersambung...


__ADS_2