
Setelah kejadian tadi pagi rencananya aku ingin mengajak **Raya** jalan agar bergerak cepat ,tapi aku bingung alasannya apa biar dia gak bisa nolak pikirku.
****Me****:
assalamualaikum Ray, lagi apa?
Raya:
waalaikumsalam Vin, ini lagi ngerjain tugas buat besok
Me:
emmm aku ganggu gak nih?
Raya:
nggak kok, ini sudah hampir selesai. Ada apa memang?
Me:
boleh ke rumah kamu gak Ray? soalnya ada soal yang belum bisa kerjain
Raya:
maaf Vin, di rumahku lagi gak ada orang kalau kamu kesini takutnya orang berpikir macam2 gimana kalau ketemu dimana gitu biar nanti aku ajarin
Me:
Ok Ray, kita ketemu di cafe xx ya jam 2 nanti
Aku:
Ok sampai ketemu di sana
Aku segera bersiap siap untuk mandi, kini tinggal ganti baju aku harus kelihatan ganteng di depan Raya. Ku obrak abrik satu lemari hingga aku menemukan yang cocok.
"waduh sudah jam 11.55 dan aku belom siap, bakal telat nih" ucapku
Akhirnya aku cepat cepat bersiap dan ku ambil kunci motor lalu bergegas pergi.
"sial, macet lagi. Udah ngajak malah molor waktu, pasti dia udah nunggu lama" pikirku sambil melihat jam di tangan
"Akhirnya sampai juga meskipun telat" pikirku sambil berjalan ke arahnya
"Maaf ya Ray nunggu lama soalnya tadi agak macet" kataku sambil menarik kursi dan duduk di depannya
"iya gpp, mau pesan minum dulu atau langsung aja nih?" tawarnya
"pesan minum dulu deh" jawabku
"mbak" memanggil pelayan
" saya pesan jus jambunya 1, kamu gak mau pesan camilan Ray" tawarku
"Nggak Vin minum ini aja"
"Ya sudah itu saja dulu mbk" kataku ke pelayan
"maaf ya Ray aku ngerepotin kamu" lanjut ku penuh sesal padahal senang
"gpp Vin santai aja, soal yg mana sih yg belum bisa" tanyanya sambil membuka buku
"nomor 4, 7, 8 ,9 dan 10 Ray" jawabku asal setelah melihat soal
"Yang nomor 4 itu gini caranya" dia menerangkan
"Permisi ini minumnya" tiba tiba pelayan datang
"makasih mbk" kataku
Kami melanjutkan belajar hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30. Dia sudah berencana untuk pulang tapi aku harus membuatnya bertahan sebentar lagi aku pengen tau tentang cowok tadi pagi.
"Gak usah lihatin gitu Ray, aku memang ganteng kok" tutur ku yang sedari tadi meliriknya memperhatikanku
"eh nggak kok siapa yang lihatin kamu, a aku emm aku tadi lagi ngelamun aja" jawabnya gugup
"Ya sudah terserah deh yang penting jangan lama lama ngelihatnya nanti jatuh cinta" godaku dengan tersenyum
"nggak...ngak mungkin lah aku jatuh cinta sama kamu" jawabnya
"kenapa? apa karena cowok yang tadi pagi? dia siapa kamu Ray kok panggil sayang?" tanyaku sendu karena dia bilang gak mungkin jatuh cinta padaku
"hehehe ,ya bukanlah Vin yang tadi pagi itu tetanggaku dan aku udah anggap seperti kakakku sendiri" jelasnya
__ADS_1
"benarkah? syukurlah kalau begitu" jawabku bahagia
"Iya , ngomong ngomong apa kak Vio tau kalau kita ketemuan di sini,aku gak mau lah nanti disebut pelakor" tiba tiba dia bahas kak Vio
"kalau tentang itu kamu gak perlu takut, kak Vio itu baik dan pengertian"
"Kita pesan makan dulu ya Ray" lanjut ku mengalihkan pembicaraan
"boleh deh ini juga sudah malam" balasnya
"mbak" panggilku ke pelayan
"mau makan apa Ray" tanyaku
"samain aja Vin, aku ke toilet sebentar ya" pamitnya
"iya Ray, kalau gitu saya pesan Gurami asam manis 1, ayam telur asin 1, nasinya 2 sama air mineral botol 2" pesanku
"mohon ditunggu ya mas" jawab pelayannya
Saat Raya ke kamar mandi tiba tiba kak Vio datang mengejutkanku, dia bilang tak sengaja lihat aku juga makan disini dan nyamperin karena pacarnya ada urusan jadi mau nebeng aku, ganggu aja dia.
"maaf nunggu lama, eh ada kak Vio kenalin aku Raya kak" kata Raya
"Iya kamu Raya ya, aku udah tau sedikit tentang kamu dari Kevin"
ukhuk uukhukk
"hati hati Vin makanya" ucap kak Vio memberi ku minum
"awas kamu kak" pikirku sambil memelototinya
"Kak Vio ada perlu sama Kevin?" tanya Raya kemudian
"nggak" jawabku
"iya" jawaban kak Vio membuatku kembali menatapnya tajam
"emmb begini tadi aku gak sengaja ke sini dan ku lihat Kevin sendirian jadi aku samperin tapi ternyata dia sama kamu ya" jelasnya
"maaf kak kami hanya belajar bersama kok jadi kakak gak perlu khawatir, iya kan Vin?" Tanya Raya
"iya kami hanya belajar" jawabku
"aku gak bisa nyanyi, suaraku jelek" jawabku
"kak awas ya nanti kamu di rumah, sekarang mau ngerjain aku" pikirku
"jelek apanya, gak ingat kamu sering nyanyiin aku pokoknya kamu harus mau, kalau gak mau aku bakal bilang kalau kamu sebenarnya suk-"
"iya iya aku nyanyi, puas!! " ucapku bangkit malas meladeni ocehannya sampai nanti gak selesai kalau gak di turuti
"Lagu ini untuk kamu yang duduk di sana" ucapku sambil memandang Raya
Kau begitu sempurna
Di Mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu
Di Setiap langkahku
Ku Kan s'lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
__ADS_1
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Saat bernyanyi mata ini tak pernah lepas memandangnya, seandainya aku mampu dan berani mengungkapkan rasa ini mungkin aku adalah pria paling bahagia bisa mendapatkan orang yang ku cintai.
"Makasih ya Vin sudah nyanyi buat aku" ucap kak Vio kala aku duduk kembali
"hemm, ya" jawabku tak sadar dengan ucapannya
"Yeyyy kamu memang yang terbaik, makin sayang deh sama kamu" ucap kak Vio lagi dan sekarang sambil mencium pipiku
"ukhukk uukhuukk apa apaan sih kakak ini, mau bikin Raya salah paham apa?" pikirku sambil menatapnya tajam
"Kevin pelan pelan makannya" kata kak Vio memberi minum
"kenapa mencium ku di depan umum? malu tau di lihat orang" tanyaku tajam karena gak mau Raya salah paham
"Kenapa ? gak ada yang melarang kan? kan cuma ada Raya, gak perlu malu gitu kan sudah biasa" jawab kak Vio cemberut
"sudah biasa kalau di rumah kak ini itu ada Raya dan apa tadi cuma? arrggghhh Raya pasti salah paham ini" pikirku frustasi
"emmm maaf ya Vin kak Vio aku pulang duluan ya soalnya sudah malam" pamit Raya
"tuh kan benar dia salah paham" frustasi ku
"nggak bisa Ray, kamu harus makan dulu aku sudah pesanin ini buat kamu" kataku mencegahnya
"ngk perlu Vin, biar kalian berdua saja yang makan lagian aku sudah kenyang tadi minum banyak dan ini sudah malam tadi aku pamit cuma sebentar tadi sama bunda" tolaknya
"Kalau gitu aku antar aja, ayo" tawar ku
"eh Gak perlu Vin aku bawa motor kok, lagian nanti kak Vio sendirian pulangnya, aku pulang dulu ya Vin dan Kak Vio aku duluan ya" pamitnya buru buru keluar
"ini semua gara gara kakak mengacaukan segalanya, kan Raya jadi salah paham kak" kataku saat melihat Raya pergi
"kamu juga gak mau jujur sama dia, sana susul dia jelasin hubungan kita sebenarnya" perintah kak Vio
"Ray" Panggilku berlari menyusulnya
"ada apa Vin? kok kamu di sini apa ada yang ketinggalan barang ku?" tanyanya
"gak ada yang tertinggal Ray, aku cuma pengen bilang lupain kejadian tadi anggap aja gak pernah terjadi dan kamu lihat" ungkap ku agar dia gak salah paham
"maksud kamu kejadian yang mana?" tanyanya bingung
"itu soal ciuman tadi tolong kamu lupain aja anggap gak pernah terjadi" jelas ku
"kamu tenang aja Vin aku gak bakal ember kok, tenang aja kamu gak perlu khawatir aku jamin gak bakal ada yang tau kok privasi kalian berdua" jelasnya
"bukan gitu Ray maksudku jadi-"
"sudah aku ngerti kok Vin, kamu tenang aja. Aku pergi dulu ya assalamualaikum" potongnya cepat lalu bergegas pergi
"Ray tunggu" teriakku
"aaarrggghh dia tambah salah paham, maksudku kamu lupain kejadian tadi Ray karena itu gak seperti yang kamu pikirkan aku gak mau kamu marah" ucapku pelan memandangnya pergi
"Karena aku mencintaimu" lirihku
#################################
Bersambung...
__ADS_1