Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 40. Dipercepat?


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Aku tak lagi membalas ucapan Kevin dan mulai memejamkan mataku percuma juga aku bertanya dia tidak akan memberitahuku.


Entahlah semoga masalah ini cepat berlalu.


##################################


Seperti apa yang di ucapkan ayah, besoknya ia datang bersama bunda dan kak Dina sedang kakakku masih ada di luar kota karena urusan yang tak bisa di tinggal.


Saat masuk bunda langsung memelukku dan menangis.


"gimana keadaan kamu sayang?" tanya bunda sambil mengusap rambutku sayang


"udah mendingan bun, bunda sendiri gimana kondisinya? Kalau belum membaik harusnya tidak perlu ke sini bund. Kesehatan bunda lebih penting dati apapun" jawabku yang khawatir tentang kondisinya


"bunda hanya shock sayang, sudah gpp setelah mendengar kamu baik baik saja" jawab bunda


"iya dek tenang saja bunda sama kakak jadi kamu cepat pulih ya" timpal kak Dina


"iya kak, gimana keponakan aku sehat kan?" tanyaku menatap perutnya


"alhamdulillah sehat dek, tapi ya gitu agak rewel kalau pagi pasti muntah muntah dan lemas" jawabnya


"sayang sudah makan? Tapi Kevin mana?" tanya ayah yang sedari tadi memperhatikan kami mengobrol


"tadi sudah makan yah, kalau Kevin keluar bentar yah, katanya mau beli sesuatu" jawabku


Setelah itu suasana ramai mengisi ruang rawat ku. Bunda dan ayah yang terus menasehati ku dan kak Dina yang sedari tadi makan buah yang ada sambil sesekali menimpali obrolan.


"assalamualaikum" ucap Kevin membuatku menoleh ke arah pintu


"waalaikumsalam" jawab kami


Kevin melangkah masuk dan menyalami ayah dan bunda serta kak Dina, setelah meletakkan barang bawaannya.


"sudah lama yah, bun?" tanyanya


"em, lumayan. Kamu dari mana nak?" tanya bunda


"Kevin habis beli bubur ayam bun buat Raya, soalnya bubur rumah sakit dia nggak suka" jawabnya sambil menunjuk barang bawaannya di meja


"mari makan yah bun, Kevin juga beli makanan tadi buat kita saat tadi ayah mengabarkan akan datang" ajak Kevin lalu membuka bungkusan itu dan meletakkannya di atas meja.


"ya sudah ayo makan dulu semua, terimakasih Vin" jawab ayah


"makasih loh Vin, tau aja kalau orang hamil ini suka lapar" jawab kak Dina sambil tersenyum


"sama sama yah, kak" jawabnya lalu berjalan ke arahku yang sedari tadi memperhatikannya sibuk menyiapkan bubur ayam milikku


"makan dulu sayang" ucapnya lalu duduk di sebelahku


"mau di suapi?" tanyanya


"nggak ah, aku makan sendiri aja kamu juga makan bareng sama mereka sana, aku juga makan ini" jawabku


"baiklah kalau begitu" dia bangkit dan mengambil makanannya dan kembali duduk di sebelahku

__ADS_1


"ayo makan" ajaknya


"hemm" jawabku melirik menu makanan yang di bawanya ternyata nasi padang


"mau nasi padang" pikirku sambil menatap bubur ayam sendu


Setelah makan kami kembali mengobrol dan tak berapa lama aku merasakan kantuk menyerang. Sambil mendengarkan mereka bercengkrama aku menutup mataku lalu terlelap.


#skip


Setelah beberapa hari di rumah sakit kini aku mulai bosan karena belum di perbolehkan pulang, Kevin ? Calon suamiku itu selalu menemaniku saat aku berada di rumah sakit. Pekerjaannya selalu di kerjakan di rumah sakit sampai aku merasa kasihan melihatnya harus membagi waktu dengan menjagaku, orang tuanya pun selalu menemaniku kadang bergantian dengan ayah dan bunda. Sahabatku yang sesekali datang menjenguk.


Aku beruntung di kelilingi orang orang yang menyayangiku. Calon suami yang mencintaiku, calon mertua yang seperti orang tuaku sendiri dan sahabat yang selalu ada untukku.


"Dok apa saya sudah boleh pulang?" Tanyaku ketika dokter memeriksa lukaku


"Hari ini sudah boleh pulang kok, tapi jangan kena air dulu ya lukanya. Kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu


"Terimakasih dok" jawabku dan di balas anggukan oleh dokter itu


"Tumben sih pada sepi? Kevin juga belum balik dari tadi" gumamku


Aku mencoba turun pelan pelan untuk mengganti baju. Setelah selesai aku segera bersiap untuk pulang, tapi sampai sekarang kok belum pada datang mereka.


Ceklek


"Loh mau kemana sayang" tanya Kevin yang baru datang


"Kata dokter sudah boleh pulang, aku udah nunggu dari tadi gak ada yang datang" jawabku cemberut


"Maaf sayang tadi aku mampir kantor sebentar, jangan marah ya" bujuknya


"Ayoo" jawabnya seraya membantuku berjalan


#skip


"Assalamualaikum" salamku dan Kevin


"Waalaikumsalam, loh sayang sudah pulang? Bunda sama ayah baru saja mau berangkat ke rumah sakit. Ayo duduk dulu sayang" jelas bunda


"Iya bunda, kata dokternya sudah boleh pulang hari ini jadi aku langsung pulang sudah bosan dengan makanan rumah sakit" jawabku


"Makasih ya Kevin sudah jagain Raya selama ini dan terimakasih juga sudah mengantar Raya pulang, ayo di minum dulu" ucap bunda pada Kevin


"Sudah jadi kewajiban saya tante, Raya kan calon istri saya tante jadi sudah sepantasnya saya selalu ada buat dia" jelas Kevin


"Ya sudah, ayo kita sarapan dulu bunda sudah masak banyak hari ini" ajak bunda pada kami


"Iya bunda, ayah mana?" Tanyaku saat kami berjalan menuju meja makan


"Ayah tadi mandi habis olahraga, rencananya mau ke RS tadi sayang" jelas bunda


"Ayo duduk dulu jangan sungkan Kevin" ajak bunda


"Iya bun" balas Kevin


"Loh loh kok sudah pada di rumah? Gak ngabarin ayah dulu kalau mau pulang sayang" tanya ayah yang baru datang ke meja makan

__ADS_1


"Maaf ayah tadi sudah ada Kevin, jadi Raya pikir sama Kevin saja pulangnya" jelas ku


"Emmm, ya sudah kalau begitu ayo kita sarapan dulu" balas ayah


Kami mulai makan dalam diam, suara sendok dan garpu beradu dengan piring terdengar dalam keheningan kami.


"Tante, om ada yang mau Kevin bicarakan" kata Kevin yang saat ini kami berada di ruang tamu


"Apa Vin? Kok kelihatan serius" tanya ayah


"Emmbb, begini om tante saya berencana memajukan pernikahan kami satu minggu lagi" jelasnya


"Apa?!! Tapi kenapa?" Tanya ku terkejut dan penasaran


"Raya tenang dulu sayang, biar Kevin menjelaskan" tegur ayah padaku


"Begini om tante, alasan saya memajukan hari pernikahan saya dengan Raya agar saya bisa memantaunya 24 jam, dan saya bisa leluasa merawatnya jika terjadi sesuatu padanya seperti kemaren itu mohon tante dan om mengerti saya juga ingin segera menghalalkan Raya agar segera menjadi istri saya" jelas Kevin panjang lebar membuatku terdiam


"Kalau om sama tante terserah Raya saja Vin, bagaimana menurut kamu Ray?" Tanya ayah padaku


"Aku gak setuju Vin, aku ingin semuanya sesuai dengan kesepakatan awal, aku tau maksud kamu baik tapi nggak harus memajukan pernikahan. Kita masih perlu mempersiapkan banyak hal dan gak baik juga kalau terburu buru" jelas ku menolak


"kenapa Ray, bukankah lebih cepat lebih baik?" tanya Kevin tampak kecewa


"semua butuh proses Vin, lagian aku juga baru keluar dari rumah sakit. Nanti kalau terburu buru hasilnya malah gak bagus" jelas ku lagi


setelah itu keheningan menerpa kami.


"ekhem.. Ayah sama bunda ke atas dulu, kalian bicarakan baik baik sebelum mengambil keputusan, karena ini yang menjalani kalian jadi ayah sama bunda akan menerima apapun hasil akhirnya" kata ayah lalu berdiri di ikuti bunda untuk ke atas


"Kevin" panggilku akhirnya yang sedari tadi melihatnya terdiam dan menunduk


"hem" jawabnya singkat sambil menatapku dengan raut kecewa


huuffffttt.... Aku menghela nafas melihatnya seperti itu lalu bangkit dan duduk di sampingnya.


"jangan seperti ini" ucapku membawanya ke pelukanku


"kenapa terburu buru hem" tanyaku mengelus punggungnya


Aku mendengarnya menghembuskan nafas kasar lalu melepaskan pelukannya dan menatapku.


"aku takut kamu akan ninggalin aku lagi Ray, aku takut kejadian ini terjadi lagi dan aku tidak bisa melindungi kamu 24 jam" jelasnya membuatku terdiam


"sepertinya dia terlalu takut kalau aku pergi, apa kepergianku kemarin benar benar membuatnya ketakutan saat aku tidak ada di sisinya" pikirku


"semua akan baik baik saja oke, aku gak akan pernah pergi dari kamu dan akan selalu sama sama kamu terus" jawabku meyakinkannya


"tinggal beberapa bulan lagi sayang, sabar ya" lanjut ku lalu memeluknya lagi


Lihatlah diriku, betapa bahagianya bisa di cintai oleh laki laki seperti dia. Dia milikku dan akan selalu menjadi milikku.


***Terimakasih sudah membaca ceritaku..


Jangan lupa Like dan Vote ya biar penulis lebih semangat update nya***


#################################

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2