
Saat ini aku tengah melajukan mobilku meninggalkan rumah Raya, dengan pikiran yang berkecamuk aku menepikan mobilku di depan minimarket 24 jam. Aku turun dan memasuki minimarket tersebut untuk membeli beberapa minuman dingin.
Aku kembali ke mobil setelah membayar di kasir, duduk terdiam di dalam mobil sambil memikirkan ucapan Raya yang menolak pernikahan kami di percepat. Aku tak ingin memaksanya dan menghargai keputusannya itu. Sekarang bagaimana caranya aku harus melindungi dia.
Musuh kali ini ternyata di luar dugaanku. Dia lebih berkuasa dari pada aku membuatku berpikir untuk memperluas perusahaan ku agar bisa sebanding atau melebihi kekuasaannya.
Setelah berpikir beberapa saat akhirnya aku memutuskan menghubungi Ardi.
"halo Ardi, tempatkan beberapa orang untuk selalu menjaga Raya dari kejauhan. Pastikan cari orang yang benar benar bisa di andalkan" perintahku
"baik tuan, bagaimana rencana tuan selanjutnya?" tanya Ardi tau jika masalah ini tidak bisa di anggap remeh
"malam ini siapkan berkas yang kita butuhkan, kita berangkat ke amerika sesuai rencana yang sebelumnya. Kita harus bekerja keras Ardi sampai kita bisa melampaui mereka atau paling tidak seimbang" jelas ku
"baik tuan, semua akan saya siapkan" ucap Ardi tanpa membantah ucapan tuannya
"aku akan ke rumah terlebih dulu kamu tunggu di bandara" ucapku lalu menutup telp tanpa menunggu balasannya dan mulai menjalankan mobil menuju rumah
"malam pa , ma tumben belum tidur" sapaku saat melihat orang tuaku di ruang tamu
"apa rencana kamu sekarang Vin, orang yang kamu hadapi sedikit punya kuasa di banding kita" kata papa ternyata sudah tau
"jangan melakukan tindakan gegabah sayang, mama gak mau kamu terluka" jelas mama khawatir
"Aku sudah ada rencana pa, ma. Tenang saja selama mereka tidak bertindak terlalu jauh Kevin tidak akan menggunakan kekerasan. Dan untuk rencana, malam ini Kevin akan pergi ke amerika untuk mengurus bisnis di sana pa" jelas ku
"baiklah jika itu keputusanmu kami selalu mendukungmu selama itu yang terbaik" jawab papa saat tau jalan pikiranku
"aku ke kamar dulu untuk mengemasi barang ku pa ma" pamit ku yang di balas anggukan oleh mereka dan aku mulai melangkah pergi
#skip
"jaga kesehatan sayang jangan terlalu di paksakan kamu sudah berusaha yang terbaik untuk Raya" kata mama sambil memelukku
"pasti ma, Kevin berangkat dulu pa ma. Kevin titip Raya, jaga dia untuk Kevin ya assalamualaikum" salamku
"waalaikumsalam" jawab mereka lalu aku memasuki mobil.
Dapat ku lihat mama menangis dalam pelukan papa. Maafin Kevin ma, Kevin harus pergi untuk melindungi Raya.
#skip
Saat ini aku dan Ardi sedang di dalam pesawat menuju amerika serikat setelah. Urusan perusahaan aku wakilkan pada papa dan Maya.
Mataku terpejam dan bayang bayang wajah Raya membuatku tenang sesaat. Aku tak berpamitan dengannya karena pasti aku tak akan bisa menolak jika dia menyuruhku tinggal.
Musuh kali ini adalah pesaing bisnisku yang memang seringkali melakukan hal hal yang di luar akal. Aku yakin dia akan menargetkan Raya saat aku di dekatnya. Mungkin dengan aku menjauh dan membentuk kekuasaan baru dia tak akan bisa berkutik lagi.
Dibutuhkan sekitar 17 jam 25 menit untuk sampai ke Bandara Internasional John F. Kennedy (NYC).
#skip
Kami sampai pukul 11.50 siang berarti di indonesia tengah malam saat ini. Aku mengurungkan niatku untuk menghubungi Raya. Aku mengistirahatkan tubuhku sebentar sebelum memulai kesibukanku. Aku terbangun ternyata aku ketiduran terlalu lama saat ini sudah pukul 9 malam.
"berarti di sana masih pagi" pikirku lalu menghubungi Raya
"assalamualaikum sayang" sapaku padanya saat panggilan di angkat
"waalaikumsalam Vin" jawabnya
"maaf sayang baru kasih kabar, aku sedang di amerika sekarang untuk memperluas bisnis di sini. Aku mungkin akan lama di sini sekitar 1 bulan, karena banyak hal yang harus di lakukan" jelas ku tak memberi tahu alasan yang sesungguhnya karena takut dia khawatir
__ADS_1
"kamu tega ninggalin aku selama itu Vin, kamu gak sedang marah kan tentang penolakan ku tadi malam?" tanyanya
"Aku nggak marah kok sayang, hanya sedikit kecewa. Tapi itu bukan masalah, apapun keinginan kamu pasti akan aku kabulkan" jelas ku
"kenapa nggak pamit dulu? Kenapa harus mendadak?" tanyanya membuatku terdiam sebentar
"kalau aku pamit kamu, aku gak akan bisa pergi Ray karena ingin selalu dekat kamu. Langkahku akan semakin berat saat membayangkan harus jauh dari kamu saat waktu yang lama, sebenarnya nggak mendadak, rencana ini memang sudah aku pikirkan dari dulu dans sekarang baru terlaksana"
'benar, kamu kelemahanku Ray' pikirku
"kamu hati hati di situ, jangan keluar malam sendirian ya Ray. Jaga kesehatan baik baik dan tunggu aku balik Ray" lanjut ku menasehatinya
"aku pasti bakal rindu banget sama kamu Vin, kamu juga hati hati di sana, jangan kecapean dan cepat kembali" jawabnya menangis
'jangan menangis Ray, itu akan membuatku ingin kembali dan mendekap mu erat' jawabku dalam hati
"aku akan berusaha secepatnya cepat kembali, jangan menangis Ray, itu akan membuatku jadi sedih di sini, jangan sampai aku pulang air matamu sudah habis Ray, pokoknya nanti saat pulang aku akan bawakan oleh oleh yang banyak untuk nyonya Kevin" hibur ku
"aku gak pengen oleh oleh apapun itu, aku hanya ingin kamu pulang dengan selamat itu saja cukup" balasnya
"baiklah nyonya Kevin, calon suamimu ini akan selalu mengingat nasehatmu ini. ada satu hal lagi yang harua aku kasih tau" balasku
"apa?" tanyanya
"mungkin aku gak bisa hubungin kamu terus menerus, aku akan banyak fokus pada perusahaan di sini dulu jadi maaf jika saat kamu menghubungiku aku gak bisa langsung mengangkat atau membalas pesan langsung" terang ku dan membuatnya kembali menangis
"baiklah kalau begitu, sekarang kamu istirahat dan cepat sembuh sayang, dan jangan mikir macam macam ya, aku kerja buat kamu" lanjutnya tanpa membiarkannya membalas ucapanku aku segera mengakhiri panggilan ini jika tidak aku takut akan nekat dan kembali
"iya Vin" katanya seperti tak rela
'maaf sayang' batinku
"waalaikumsalam" jawabnya lirih
Telp terputus aku menghela nafas kasar dan mengusap rambutku kuat.
" Jika kamu mau mempercepat pernikahan ini aku gak akan ninggalin kamu Ray, tapi aku juga gak mau maksa kamu. Aku akan berupaya untuk selalu melindungi kamu dengan cara apapun" gumamku dengan tangan terkepal
Aku berjalan untuk membersihkan diri setelah itu aku melihat berkas berkas yang akan aku gunakan untuk memperluas bisnisku besok.
#skip
Saat matahari terbit aku masih berkutat di depan komputer untuk laporan semalam. Ardi sudah datang dan kini bersamaku untuk memulai rencana kami.
Aku mulai mengurus ini itu dengan secepat mungkin, aku berharap semua cepat selesai dan aku bisa segera kembali ke indonesia.
Malam berganti siang tak terasa sudah 4 hari aku di sini. Dan selama itu aku hanya tidur satu atau dua jam sehari demi menyelesaikan masalah ini. Tak ku pedulikan keadaanku yang berantakan dan lingkaran hitam yang timbul akibat kurang tidur.
Aku merindukannya, sangat sangat rindu ingin ku menelponnya tapi akan sangat membuatku ingin terbang pulang jika melihatnya. Aku berusaha menyelesaikan pekerjaan ini agar bisa pulang dan memeluknya sepanjang waktu.
"aish.. Memikirkannya saja membuatku frustasi. Ayo semangat Kevin ini semua untuk Raya" gumamku sendiri
#skip
Aku tak menyangka semuanya akan berjalan dengan lancar, hingga tak butuh waktu lama semuanya sudah berjalan seperti yang aku impikan.
"Ardi hari ini kamu bisa istirahat, kamu sudah bekerja keras selama seminggu ini" perintahku pada Ardi yang kini terlihat seperti zombi dengan mata panda nya
"baik tuan, tuan juga harus istirahat" jawab Ardi
'anda seperti monster yang gila kerja tuan' batin Ardi
__ADS_1
"aku akan menyelesaikan ini dulu baru istirahat, pergilah" perintahku lagi kemudian dia pamit pergi
Kini tinggal aku sendiri berkutat dengan berkas terakhir hari ini.
"ahhh.. Aku sudah tak sabar untuk menghubungi Raya, maafin aku ya sayang calon suamimu ini tak memberi kabar selama seminggu ini" gumamku pelan
"ayo semangat Vin sebentar lagi" semangatku
Waktu terus berlalu sekarang masih pukul 10.20 pagi berarti di sana malam.
Aku mengambil hp ku dan melihat apa Raya masih online apa sudah off.
"syukurlah dia masih online, biar aku videocall saja" senang ku sambil menelponnya tak menghiraukan tubuhku yang benar benar lelah
"assalamualaikum sayang" sapaku semangat tak menghiraukan mataku yang sebenarnya sangat mengantuk
"waalaikumsalam Vin, gimana kabar kamu?" jawabnya
"aku baik sayang, hanya sedikit lelah. Kamu apa kabar? Udah sembuh kan?" tanyaku menghawatirkan keadaannya ya meskipun aku selalu mendapatkan laporan kegiatan Raya selama ini dari orang suruhanku itu tak membuatku tenang
"aku rindu" ucapnya lirih membuatku tersentak
"sabar ya sayang, doain di sini lancar biar aku bisa secepatnya pulang" ucapku menghibur
"sampai kapan?" tanyanya menangis membuat hatiku seperti di remas saat melihatnya seperti ini
Aku memandang wajah cantiknya yang kini berlinang air mata. Aku tak bisa menghapusnya sekarang. Bertepatan itu Ardi kembali masuk dengan beberapa berkas di tangannya tapi aku memintanya diam dan meletakkannya di meja.
"paling cepat 1 bulan lagi sayang, kamu baik baik di situ dan jangan lupa minum obatnya ya" kataku berusaha menimbang waktu tercepat yang aku bisa meski harus mengorbankan seluruh waktu istirahatku asal bisa cepat kembali
"sudah dulu ya sayang aku masih harus menyelesaikan berkas ini dulu, nanti aku hubungi lagi ya" ucapku agar segera bisa bekerja lagi padahal tadi aku ingin istirahat sebentar tapi ini harus cepat selesai
"ya sudah selamat bekerja, jangan lupa makan ya aku gak mau kamu sakit nanti dan jangan terlalu lelah. Aku mencintaimu Vin. Assalamualaikum" salamnya sendu
"baik sayang, aku juga sangat sangat sangat mencintaimu Ray, waalaikumsalam" jawabku menutup video
'aku juga tak rela Ray menutup panggilan ini, aku masih rindu sangat rindu tapi ini semua demi kamu' batinku sambil menatap nanar ponselku
"Ardi" panggilku
"ya tuan" jawabnya masuk ke ruanganku
"bukannya tadi aku menyuruhmu istirahat kenapa masih bekerja?" tanyaku sambil mengamati berkas di depanku
"saya tidak mungkin meninggalkan anda bekerja sendirian tuan" jawabnya membuat hatiku hangat
"bagus nanti saat sampai di Indonesia, kamu saya kasih cuti 1 minggu dan 3 kali gaji bulan ini" balasku
"siap tuan" jawabnya semangat lalu permisi pergi
"tunggu aku Ray, aku janji nggak akan lama" batinku semangat
***Terimakasih sudah membaca ceritaku...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya..
biar penulis lebih semangat update nya***
##################################
Bersambung...
__ADS_1