
Setelah 10 menit menunggu akhirnya ku lihat Kevin masuk dan mencari keberadaan ku, segera ku lambaikan tanganku ke arahnya sehingga dia berjalan mendekat.
"Maaf ya Ray nunggu lama soalnya tadi agak macet" katanya sambil menarik kursi dan duduk di depanku
"iya gpp, mau pesan minum dulu atau langsung aja nih?" tawarku
"pesan minum dulu deh" jawabnya
"mbak" memanggil pelayan
" saya pesan jus jambunya 1, kamu gak mau pesan camilan Ray"
"Nggak Vin minum ini aja" jawabku
"Ya sudah itu saja dulu mbk" kata Kevin ke pelayan
"maaf ya Ray aku ngerepotin kamu"
"gpp Vin santai aja, soal yg mana sih yg belum bisa" tanyaku to the poin
"nomor 4, 7, 8 ,9 dan 10 Ray" jelasnya
"Yang nomor 4 itu gini caranya" aku
menerangkan cara mengerjakannya
"Permisi ini minumnya" tiba tiba pelayan datang
"makasih mbk" jawan Kevin
Kami melanjutkan belajar hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 18.30.
"Urusan belajar sudah selesai saatnya pulang" pikirku
Kulihat Kevin sudah membereskan peralatan belajarnya, kalau dilihat dari sedekat ini memang di sempurna.
"Gak usah lihatin gitu Ray, aku memang ganteng kok" tuturnya menyadarkan lamunanku
"eh nggak kok siapa yang lihatin kamu, a aku emm aku tadi lagi ngelamun aja" jawabku gugup
"Ya sudah terserah deh yang penting jangan lama lama ngelihatnya nanti jatuh cinta" godanya
"nggak...ngak mungkin lah aku jatuh cinta sama kamu" jawabku cepat
"kenapa? apa karena cowok yang tadi pagi? dia siapa kamu Ray kok panggil sayang?" kulihat mimik wajahnya berubah sendu
"hehehe,ya bukanlah Vin yang tadi pagi itu tetanggaku dan aku udah anggap seperti kakakku sendiri" jelas ku
"benarkah? syukurlah kalau begitu" jawabnya
"Iya , ngomong ngomong apa kak Vio tau kalau kita ketemuan di sini, aku gak mau lah nanti disebut pelakor" kataku
"kalau tentang itu kamu gak perlu takut, kak Vio itu baik dan pengertian" jelasnya tanpa beban seakan kak Vio gak akan pernah cemburu
"Kita pesan makan dulu ya Ray" ajaknya
"boleh deh ini juga sudah malam" balasku
"mbak" panggilnya ke pelayan
"mau makan apa Ray" tanyanya
"samain aja Vin, aku ke toilet sebentar ya" pamit ku kemudian melangkah pergi
"iya Ray, kalau gitu saya pesan Gurami asam manis 1, ayam telur asin 1, nasinya 2 sama air mineral botol 2"
"mohon ditunggu ya mas" jawab pelayannya
sepuluh menit aku kembali kulihat dari jauh Kevin sedang duduk sama perempuan yang membelakangi arahku. Mereka tampak berbicara serius
"Kevin sama siapa itu?" gumamku
Ku hampiri mereka dan aku begitu terkejut ternyata perempuan itu kak Vio.
"maaf nunggu lama, eh ada kak Vio kenalin aku Raya kak" aku pun duduk di sebelah kak Vio dan mengulurkan tanganku
"Iya kamu Raya ya, aku udah tau sedikit tentang kamu dari Kevin" jawabnya sambil menerima uluran ku
ukhuk uukhukk
__ADS_1
"hati hati Vin makanya" ucap kak Vio memberi minum Kevin
Kulihat Kevin menatap tajam kak Vio.
"ada apa?" pikirku
"Kak Vio ada perlu sama Kevin?" tanyaku
"nggak"
"iya" jawab mereka bersamaan kemudian saling pandang
"emm... begini tadi aku gak sengaja ke sini dan ku lihat Kevin sendirian jadi aku samperin tapi ternyata dia sama kamu ya" jelasnya
"maaf kak kami hanya belajar bersama kok jadi kakak gak perlu khawatir, iya kan Vin?" ujarku meminta persetujuan Kevin
"iya kami hanya belajar" jawabnya
Tiba tiba terdengar suara mc live music berseru bagi siapa yang mau nyumbang lagu bisa ke panggung.
"Kevin nyanyi lagu donk buat aku"pinta kak Vio
"aku gak bisa nyanyi, suaraku jelek" jawab Kevin
"jelek apanya, gak ingat kamu sering nyanyiin aku pokoknya kamu harus mau, kalau gak mau aku bakal bilang kalau kamu sebenarnya suk-"
"iya iya aku nyanyi, puas!! " ucap Kevin lalu berdiri melangkah ke panggung
Aku hanya melihat saja pertengkaran mereka sendu.
"apa aku harus mundur, kelihatannya hubungan mareka benar karena yang aku tau selama disekolah kak Vio ngk pernah dekat sama cowok seperti sekarang "pikirku
Hmm... Jadi sekarang ceritanya aku jadi obat nyamuk di sini. Makannya belum di sentuh juga ini kasihan banget dikacangin kayak aku.
"Lagu ini untuk kamu yang duduk di sana" ucap seseorang yang ku tau itu Kevin
Aku dan kak Vio melihat dimana Kevin berdiri. Sebuah gitar bertengger di bahunya.
Kau begitu sempurna
Di Mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan s'lalu memujamu
Ku Kan s'lalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
__ADS_1
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna, Sempurna...
Suara tepuk tangan menggema menyadarkan aku dari keterpukauan suara Kevin. Satu kata untuknya "SEMPURNA" sesuai lagu yang di bawakannya. Sepersekian detik mata kami saling memandang dari jauh seakan mengatakan kalau lagu ini adalah tentang kita.
"Wahhhh hebat" pekikan kak Vio mengagetkanku
Kulihat Kevin berjalan menghampiri kami dan duduk di tempatnya.
"Makasih ya Vin sudah nyanyi buat aku" ucap kak Vio sambil mengedipkan mata ke Kevin
"Rasanya sesak hatiku" kataku dalam hati
"hemm, ya" jawab Kevin sambil mulai memakan makanannya Kevin tidak menyangkal hal itu, berarti lagu itu memang untuk kak Vio bukan untukku. Mungkin memang perasaanku yang terlalu berharap dan berlebihan padanya.
"Yeyyy kamu memang yang terbaik, makin sayang deh sama kamu" ucap kak Vio lagi dan sekarang sambil mencium pipi Kevin
Mataku membulat melihat hal itu.
Ukhuk ukhuk
"Kevin pelan pelan makannya" kata kak Vio memberi minum
Aku hanya melihat mereka berdua dengan tatapan sendu.
"kenapa menciumku di depan umum? malu tau di lihat orang" tanya Kevin sedikit kasar
"Kenapa ? gak ada yang ngelarang kan? kan cuma ada Raya, gak perlu malu gitu kan sudah biasa" jawab kak Vio cemberut
"Sepertinya aku yang terlalu berlebihan menanggapi sikap kevin. Lebih baik aku pergi saja dari pada tambah ngenes" pikirku
"emmm maaf ya Vin kak Vio aku pulang duluan ya soalnya sudah malam" ucapku menengahi pertengkaran mereka
"nggak bisa Ray, kamu harus makan dulu aku sudah pesanin ini buat kamu" kata Kevin
"ngk perlu Vin, biar kalian berdua saja yang makan lagian aku sudah kenyang tadi minum banyak dan ini sudah malam tadi aku pamit cuma sebentar tadi sama bunda" ujarku
"Kalau gitu aku antar aja, ayo" ajak Kevin
"eh Gak perlu Vin aku bawa motor kok, lagian nanti kak Vio sendirian pulangnya, aku pulang dulu ya Vin dan Kak Vio aku duluan ya" pamitku dan langsung buru buru keluar.
Aku melangkah cepat ke tempat parkir, tapi belum sampai ke tempat motorku aku merasakan tanganku di cekal oleh seseorang dan dengan cepat ku toleh kebelakang dan ternyata Kevin.
"Ray" panggilnya sambil menahan tanganku
"ada apa Vin? kok kamu di sini apa ada yang ketinggalan barangku?" tanyaku
"gak ada yang tertinggal Ray, aku cuma pengen bilang lupain kejadian tadi anggap aja gak pernah terjadi dan kamu lihat" ungkap Kevin
"maksud kamu kejadian yang mana?" tanyaku bingung
"itu soal ciuman tadi tolong kamu lupain aja anggap gak pernah terjadi" jelasnya
"jadi dia gak mau orang lain tau soal ciuman tadi dan aku harus tutup mulut, rasanya benar benar sakit" ucapku dalam hati
"kamu tenang aja Vin aku gak bakal ember kok, tenang aja kamu gak perlu khawatir aku jamin gak bakal ada yang tau kok privasi kalian berdua" jelasku
"bukan gitu Ray maksudku jadi-"
"sudah aku ngerti kok Vin, kamu tenang aja. Aku pergi dulu ya assalamualaikum" potongku cepat lalu bergegas pergi ketempat motorku
"Ray tunggu" teriaknya
Tak ku dengar teriakkannya memanggilku segera ku lajukan motorku dengan cepat meninggalkan cafe.
Sampai rumah aku langsung membersihkan diri dan bergegas tidur. Pikiranku melayang akan kejadian tadi di cafe.
"Aku harus benar benar melupakan perasaanku ke Kevin, perasaan ini gak boleh terus berkembang atau aku sendiri yang akan sakit hati nanti" gumanku sendiri
Melihatnya bahagia dengan orang lain itu lebih baik dari pada melihatnya menderita bersamaku
~Raya Putri~
__ADS_1
##################################
Bersambung...