Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 46. Alasan


__ADS_3

Pagi menyambut membuatku mengerjapkan mata saat cahaya matahari menerpa wajahku. Aku melihat ke arah Kevin yang terlelap tanpa melepaskan put**g ku semalam membuatku bersemu merah mengingatnya.


Aku memperhatikan wajahnya yang terlelap seperti bayi di sampingku, sangat tampan. Laki laki ini lah yang membuat hariku kacau balau karena merindunya. Aku mengulurkan tanganku untuk membelai wajahnya yang terlihat sedikit kurus dari terakhir kali kami bertemu.


"eggghhh" dia mengerang lalu mengerjapkan matanya dan menatapku yang sedang tersenyum menatapnya


"pagi sayang" sapaku padanya


"emmm.." jawabnya lalu kembali mengh***p put**g ku membuatku mencubitnya


"aisshh sakit sayang" manjanya dan menghentikan kegiatannya


"habisnya kamu gak mau berhenti dari semalam sih, sudah mandi sana" perintahku sambil merapikan bajuku


"gak mau, aku mau itu. Masih kangen" jawabnya sambil menunjuk dad* ku


"mau berhenti sekarang atau gak akan ada lain kali lagi" ancam ku padanya


"oke oke baiklah" jawabnya pasrah tapi kemudian mencium ku


"morning kiss sayang" katanya lalu menarik ku dalam pelukannya


"kamu kok bisa di sini? Ayah sama bunda tau ngak?" tanyanya


"bisa dong , ayah yang belikan tiket jadi ya pasti tau" jawabku sambil melepaskan pelukannya lalu turun dari tempat tidur untuk membuka jendela


"lagian aku tuh nggak kepikiran buat nyamperin kamu di sini, kalau bukan ayah dan bunda yang kasih ide mungkin aku masih galau galau merindukan kamu" lanjut ku lalu mendudukkan diri di sofa kamar tidurnya


"trus kok bisa masuk sini? Pasti Ardi ya" jawabnya sambil beranjak lalu duduk di sampingku


"iya kak Ardi yang kasih tau, he hehe" jelas ku


"makasih sudah nyamperin ke sini, aku jadi bisa lebih semangat kerja kalau gitu" balasnya sambil memelukku


"tapi ngomong ngomong kamu kok tambah kurus sih sayang" tanya ku setelah tersadar kembali


"hanya terlalu lelah dan kurang tidur aja kok, gak perlu khawatir" jawabnya menenangkan


"sebenarnya ada masalah apa sih Vin, sampai kamu harus seperti ini" tanyaku


"kamu gak perlu tau sayang, yang penting semua akan baik baik saja dan kamu ada di sini bersamaku" jawabnya sambil mengecup bibirku singkat


"jawab jujur atau aku akan marah sama kamu" ancam ku sambil mendengus kesal


"baiklah dengarkan " dia menghela nafas kasar lalu melanjutkan

__ADS_1


"insiden yang menyebabkan kamu tertusuk kemarin itu dalangnya salah satu pesaing bisnis ku, namun dia sedikit lebih berkuasa dari pada aku. Jadi aku berencana memperbesar bisnisku juga, di mulai dari sini lalu akan aku kembangkan juga di berbagai negara lainnya. Saat semua sudah berjalan lancar mudah bagiku untuk mengakuisi perusahaan lawan" jelasnya


"aku gak bisa berbuat apa apa saat yang kita hadapi orang yang lebih berkuasa dari kita Ray. Hari itu dia berani melakukan hal sekeji itu pada kamu lalu bagaimana nanti selanjutnya jika tidak segera musnahkan" lanjutnya dengan tangan terkepal


"lalu kenapa memilih di sini? Kenapa nggak dari negara yang lebih dekat misalnya? Biar nggak terlalu jauh" tanya ku mengalihkan pembicaraan


'maafin aku dan terimakasih' kata hatiku sedih


"hem... Di sini sudah ada perusahaannya, dulu aku juga mau ngembangin di sini namun nggak sempat ke urus karena aku harus ngurus perusahaan yang ada di jakarta karena ada masalah. Pokoknya ceritanya panjang sayang. Dan kenapa milih di sini karena prospek berkembangnya sebuah perusahaan itu tinggi"


"terus sekarang gimana perkembangannya selama kamu di sini?" aku kembali bertanya


"sudah 80% rampung di sini, hanya beberapa perusahaan yang belum deal. Tapi akan rampung dalam 1 minggu kalau nggak ada kendala lain" jelasnya membuatku bangga sekaligus kasihan, pasti dia bekerja terlalu keras selama ini


"aku bisa bantu kamu mengerjakan beberapa hal yang kamu butuhkan di perusahaan" usulku


"tidak perlu sayang, kamu cukup di sini jqga apartemen dan memasak untukku serta menyambut ku saat aku pulang kerja" tolaknya


"ishh.. Udah kayak istri aja tungguin suaminya pulang kerja. Aku ke sini karena di suruh ayah bantuin pekerjaan kamu" dengusku sebal sambil menatap ke arah lain


"sayang dengerin hey" panggilnya sambil membuatku kembali menatapnya


"bukan aku gak mau, tapi aku nanti malah nggak bisa fokus kalau ada kamu di sampingku. Pengennya manja manjaan terus, aku kan nggak bisa tahan lihat kamu" alasannya membuatku tertawa kecil dan memukulnya pelan


"dasar kamu ini, cepat mandi aku keluar dulu buatin makan buat kamu dan ardi" perintahku


"jangan aneh aneh Kevin, cepat pergi mandi" ucapku salah tingkah kemudian langsung berjalan cepat keluar, dapat aku dengar suara tawarnya


#skip


Saat ini aku tengah meletakkan hasil masakanku yang sederhana, karena hanya nasi goreng dan ayam goreng ke atas meja. Aku kembali masuk ke kamar dan ku lihat Kevin telah siap dengan pakaian kantornya.


"aku mandi sebentar, tunggu aku di meja makan ya" kataku langsung masuk ke kamar mandi tanpa menunggu balasannya


#skip


Saat ini kami tengah sarapan pagi bersama dengan kak Ardi juga. Kami makan dengan tenang, namun setelah aku perhatikan ternyata kak Ardi lebih mengenaskan dari Kevin.


Mata panda nya sangat terlihat jelas di wajahnya yang putih. Aku bandingkan Kevin tidak terlalu terlihat meski wajahnya sedikit tirus.


"kak Ardi nggak pernah tidur ya di sini?" tanyaku setelah kami selesai makan


"saya tidur nona tapi hanya 1 jam sehari" jawabnya membuatku membulat


"trus kamu Vin, sehari tidur berapa jam?" tanyaku penasaran

__ADS_1


"kalau aku 2 sampai 3 jam sehari mungkin" jawabnya


Pantas kak Ardi lebih parah.


"hari ini libur dulu ya sehari" pintaku


"kenapa?" tanya Kevin


"kamu gak kasihan apa sama kak Ardi dengan keadaan seperti itu. Biar kak Ardi istirahat saja ya hari ini, biar besok bisa segar kembali. Lagian kalau kak Ardi sakit di sini kamu juga yang kesusahan nanti handel perusahaan sendiri" usulku


"Ardi, kamu mau istirahat hari ini" tanya Kevin membuatku mengernyit heran


"tidak perlu tuan sa-"


"Kevin bukan begitu ngomongnya, harusnya kamu bisa istirahat hari ini. Bukan malah bertanya padanya" potongku cepat sebelum kak Ardi meneruskan ucapannya


"ekhem... Kamu bisa istirahat hari ini. Kita cuti." jawab Kevin sambil menatap Ardi datar


'nona terimakasih, akhirnya bisa tidur seharian hahaha' senang Ardi dalam hati


"baik tuan" jawab kak Ardi membuatku tersenyum tenang lalu bangkit untuk membersihkan piring kotor


"biar ku bantu sayang" tawar Kevin padaku


"gak perlu Vin, mending kamu ganti baju dulu sana" tolak ku


"baiklah, Ardi bawa tas kerja ku ke kamarmu" perintah Kevin sebelum menghilang di balik pintu


"baik tuan, saya permisi nona" jawab kak Ardi lemas dan pamit padaku lalu berjalan lemas ke arah kamar


'bukan istirahat ini, hanya pindah kerja jadi di kamar' poor Ardi


"iya kak" jawabku


"kenapa dengan kak Ardi, apa dia nggak suka libur?" pikirku saat melihatnya nggak semangat memasuki kamar


aku hanya mengangkat bahu tidak mengerti jalan pikiran kak Ardi.


***Terimakasih sudah membaca ceritaku...


Jangan lupa Like, Komen dan Vote ya


biar penulis makin semangat update nya***


##################################

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2