Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 37. Jalan


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Aku memang cakep sayang" ujarnya sambil merebahkan kepalanya di pangkuanku dan refleks aku mengusap rambutnya dengan lembut


"Sayang boleh aku bilang sesuatu" tanyanya serius


"Apa?" Tanyaku


#################################


"Aku mau bilang kalau aku sangat mencintaimu" ujarnya tersenyum menatapku


"Isshh aku pikir mau bilang apa kok serius amat" ujarku sambil memukulnya pelan


"Aduh duh .. maaf sayang I love u" ujarnya sambil menarik tengkukku dan mencium keningku lama.


"I love u too sayang" jawabku tersenyum


Sepertinya dia lelah, lihatlah matanya mulai tertutup begitu aku mengelus rambutnya.


Aku sudah terbiasa dengan Kevin di sampingku, dan segala tindakannya. Dulu saat saat seperti ini yang selalu aku khayalkan, dan kini menjadi kenyataan. Jantungku selalu berdetak kencang saat berada di dekatnya entah itu dulu atau sekarang.


Aku memandangnya yang kini terlelap di pangkuanku, posisi yang paling dia sukai saat bersamaku, dia menutup mata damai dalam tidurnya. Aku memandangnya hangat, menikmati setiap jengkal kesempurnaan yang Tuhan berikan padanya. Memang tiada yang tau akan seperti apa cobaan dalam hubungan kami kelak, tapi kami yakin semua itu pasti ada jalan keluarnya.


setelah memastikan dia nyenyak dalam tidurnya perlahan aku menggeser kepalanya pada bantal sofa, aku berdiri perlahan dan berjalan ke arah balkon ruang tamunya. Aku memandang langit yang mulai sore, angin semilir membuatku memejamkan mata menikmati terpaan nya.


"Eh" aku terkejut kala sebuah tangan melingkar di pinggangku


"Sedang apa hemm" tanyanya sambil menyenderkan kelapanya di bahuku


"Lagi nikmatin angin aja, kok sudah bangun" tanyaku


"Kamu pergi jadi tidurku tidak nyenyak, ayo tidur lagi" ajaknya


"Eeh gak mau, aku mau jalan jalan aja ayo pergi" tolak ku membalikkan badan menatapnya


"Kemana?" Tanyanya sambil menyelipkan rambut di telingaku


"Bagaimana kalau kita ke nonton aja, kayak orang pacaran gitu, kita kan belum pernah nonton berdua" usulku


"Apapun keinginanmu sayang, ayo kita melakukan apapun yang kamu suka. Sekarang kamu mandi dulu biar segar soalnya sudah sore dan juga nanti pasti malam pulangnya" kata Kevin


"Boleh deh aku mandi dulu tapi bajunya ada ngak?" Tanyaku


"Ada di lemari kamar, kamu mandi di kamar aku dan aku akan mandi di kamar satunya "


"Ok aku mandi dulu" ujarku seraya melepas tangannya dan pergi ke kamarnya.


#Skip


Saat ini kami telah duduk di dalam gedung untuk menonton film bergenre romantis membuatku senyum senyum sendiri karena baper. Tiba tiba ada sebuah tangan menutup mataku.


"Isshh kenapa?" Tanyaku berbisik


"Jangan melihat cowok lain sambil senyum senyum begitu aku cemburu" jawabnya masih menutup mataku


"Sayang itu hanya film" jelas ku

__ADS_1


"Tetap saja aku cemburu, jangan senyum senyum begitu aku gak suka, aku lebih tampan dari aktor itu, lihat aku aja" ujarnya narsis


"ha.. Haa..ha, narsis" aku tertawa mendengarnya


"Huuff iya deh gak senyum lagi, tapi singkirkan tanganmu sayang"


"Hemm" jawabnya menyingkirkan tangannya


Film terus berputar dan akhirnya selesai dan lampu telah di nyalakan.


"Hai, Raya?" Sapa seseorang di belakangku


"Ohh hai, David" balasku


"Kamu nonton juga, gak nyangka ya kita ketemu di sini kamu sama siapa?" Tanyanya


Aku tersenyum menanggapinya lalu menjawab


"Aku sam-"


"Kevin , calon suaminya Raya" jawab Kevin memotong ucapanku


'Bakal cemburu lagi ini' pikirku


"Ohh, aku David rekan bisnis ayahnya Raya dan ini kekasihku Andin" balas David memperkenalkan cewek di sebelahnya


Kami saling berjabat tangan dan memperkenalkan diri. Setelah itu kami berpisah di pintu keluar bioskop.


"Udah gak usah ngambek gitu orang dia juga ada pacarnya kok" ujarku pada Kevin yang dari tadi manyun


"Hemm" jawabnya


"Kalau masih cuek aku tinggal pergi nih ya?" Ancam Ku


"Jangan dong sayang, iya aku gak marah kok, ayo kita keliling" ajaknya


"Ayo aku mau beli sepatu" ajak ku semangat kapan lagi bisa porotin uang ayang hehe


Kami berkeliling dari satu toko ke toko yang lain, kami menenteng berbagai macam belanjaan keperluanku dan Kevin.


Siapa yang bayar?


Ya tentu Kevin, bahkan dia senang aku menghabiskan uangnya


Brukk


"Sayang kamu gpp?" Tanya Kevin membantuku yang hampir terjatuh saat tak sengaja tertabrak seseorang


"Maaf maaf mbak mas saya gak sengaja, tadi sedang buru buru" ujar seorang cowok yang menabrak ku


"Bisa jalan gak sih loh, jalan tuh pake mata" ujar Kevin langsung emosi


"Vin, udah q gpp kok" lerai ku karena kami menjadi pusat perhatian karena suara Kevin yang keras


"Maaf mbk sekali lagi saya minta maaf, saya buru buru soalnya" ujar cowok itu lagi meminta maaf


"gpp mas, saya juga minta maaf menghalangi jalan" ucapku

__ADS_1


"Pergi loe, awas kalau sampai gue lihat loe lagi" ancam Kevin dan cowok itu segera pergi


"Kevin, udah jangan marah lagi aku gpp kok, lain kali jangan emosi dulu, bicara baik baik oke" tegur ku


"Bener kamu gpp sayang" tanya Kevin seraya menatapku lekat dan ku balas dengan tersenyum dan menganggukkan kepala


Entah perasaanku atau bukan tapi sepertinya itu laki laki yang ada di sebelahku saat di bioskop tadi. Aku sempat melihat sekilas wajahnya saat film mulai di putar.


"Mungkin hanya kebetulan" pikirku


"Ayo pulang, jangan melamun sayang" ajaknya yang ku balas anggukkan


Kami berjalan beriringan menuju mobil, tak ada pembicaraan yang terjadi saat mobil telah berjalan. Kevin fokus pada jalanan yang macet sedang aku memilih memejamkan mata menghilangkan penat. Sesekali ku rasakan tangan Kevin membelai rambutku lembut atau sekedar mengusap sayang pada pipiku.


Aku membiarkannya karena aku merasa nyaman, entah sudah berapa lama aku tertidur dan saat membuka mata tepat mobil tengah memasuki gerbang rumahku. Aku mengumpulkan kesadaranku sejenak dan menikmati belaian di rambutku.


"Sudah bangun sayang? capek ya? Sampai ketiduran gitu" tanyanya lembut


"Emmm, maaf aku ketiduran" jawabku tersenyum


"Masuk gih lalu istirahat" perintah Kevin


"Kamu gak masuk?" Tanyaku


"Enggak, aku langsung pulang saja ke apartemen soalnya ada kerjaan yang belum selesai tadi siang sayang" jelasnya


"Ya sudah aku masuk dulu, hati hati pulangnya ya sayang"


Cup


Kevin mencium keningku lama hingga aku menutup mata.


"Aku mencintaimu Ray, jangan pernah tinggalkan aku lagi ya" ucapnya sambil menatapku dalam


"Aku juga mencintaimu Vin, hanya Tuhan yang tau apa yang terjadi kedepannya tapi aku akan berusaha untuk selalu di sisimu" balasku tersenyum


Dia merengkuhku dalam pelukannya.


"Besok aku jemput pagi, kita ke butik buat coba gaun pengantinnya" ucapnya melepaskan pelukan kami


"Emmm iya aku tunggu, aku masuk dulu ya sayang selamat malam" pamit ku


"Selamat malam sayang, assalamualaikum calon istriku" ucapnya tersenyum memandangku


"Waalaikumsalam" jawabku juga tersenyum


Ku lihat mobilnya keluar pintu gerbangku, dia selalu bisa membuatku berdebar debar dengan kata katanya.


'Calon istri ya?' Pikirku


Aku tersenyum sendiri memikirkannya. Ku langkahkan kakiku memasuki rumah dan melanjutkan tidur. Melupakan segala yang terjadi hari ini yang mungkin akan mempengaruhi masa depan.


Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..


sekarang aku bakal rajin update ya .. jadi tunggu kelanjutannya


Jangan lupa VOTE ,LIKE dan KOMEN ya biar author semakin semangat dalam update nya..

__ADS_1


#################################


Bersambung....


__ADS_2