
Pagi harinya, seperti biasa bersiap - siap berangkat ke sekolah. Aku berjalan menuruni tangga dan ku lihat kak Gilang sudah duduk di meja makan.
"selamat pagi kak" sapaku sambil duduk di sebelahnya
"pagi juga dek, udah nggak kesiangan lagi?" goda kak Gilang
"ishh.. Apa sih kak" jawabku salting
"hari ini berangkat sendiri apa bareng kakak" tanyanya
"iya kak, hari ini Kevin yang mau jemput aku" jawabku
"oh ya kak ayah sama bunda kapan pulang? aku udah kangen" lanjutku
"besok lusa dek, kata ayah mau bulan madu sama bunda" kata kak Gilang
"dihh ayah gak inget kalau anaknya udah pada gede masih aja bulan madu" cibirku
"Ya kan biar tambah romantis dek sampe tua" tutur kak Gilang
"hehehe iya sih kak, seneng lihat ayah dan bunda selalu romantis dan harmonis sampe tua" jawabku
Kini kami larut dalam sarapan pagi, tapi kemudian terdengar bel rumahku berbunyi. kak Gilang hendak bangkit tapi aku mencegahnya
"Biar aku aja kak,mungkin Kevin" ucapku seraya bangkit
"ohhh.. iya dek" jawabnya
Aku melangkah menuju pintu dan membukanya, ternyata benar Kevin ya g datang.
"asaalamualaikum sayang" salamnya
"waalaikumsalam Vin, ayo masuk dulu aku lagi sarapan" ajakku
Aku membawanya menuju meja makan, dan mempersilahkan duduk
"duduk Vin ayo sarapan dulu" ajakku
"iya Ray, pagi kak" sapanya pada kak Gilang
"pagi juga Vin, dwk kakak ada kelas pagi jadi kakak berangkat sekarang ya, kamu ati ati kalau berangkat dan jaga adekku Vin" ujar kak Gilang
"iya kak" jawabku
"siap kak di jamin aman kalau sama aku" ucap kevin
"ya sudah kakak berangkat dulu ya dek, Vin asslamualaikum" pamit kak Gilang
"waalaikumsalam" jawabku dan Kevin bersamaan
Setelah kepergian kak Gilang kami masih dalam mode hening. Aku melirikkan mataku ke arahnya dan ternyata dia sedang menatapki.
"kenapa lihat lihat gitu sih?" tanyaku
"emang gak boleh lihatin pacar sendiri?" tanyanya balik
"bukan gak boleh VinĀ tapi kan malu di lihatin terus kayak gitu" jawabku
"aku hanya sedang berpikir, bahwa aku sudah menantikan bisa bersama kamu berangkat dan pulang sekolah dan kini terjadi juga, itu membuatku bahagia" jelasnya
"iissshh so sweettt, hehehe" ucapku dengan cengiran
"ya udah cepat habiskan sarapanya, nanti telat"ucapnya
"aku sudah selesai kok, ayo berangkat" ajakku
Kami berjalan keluar menuju motornya di parkir, saat sampai di samping motornya dia mengambil helm dan memakaikan di kepalaku. Sikap yang romantis ini menjadi kebahagiaan tersendiri untukku.
"pakai ini biar bisa duduk dengan nyaman" ucapnya sambil memakaikan jaketnya di pinggangku
"seperti saat pertama kali aku naik motor ini ke bioskop" pikirku
__ADS_1
Setelah memakai jaket, aku segera naik ke atas motornya. Kalau dulu aku sempat takut naik motor sportnya tapi sekarang aku sudah bisa menyesuaikan.
"pegangan sayang" pintanya
"iya" sahutku
aku memberanikan diri memeluknya dari belakang tak peduli lagi dengan lemak di perut, yang ada hanya satu kata, nyaman. Motornya mulai melaju meninggalkan halaman rumahku. Aku terus memeluknya erat seakan menunjukkan bahwa dia adalah milikku.
Lampu merah kami berhenti, ada beberapa pengendara cewek sekolah lain yang melihatku dengan tatapan sinis. Seakan tau apa yang aku rasakan Kevin menggenggam tanganku yang melingkar di perutnya.
"gak usah di pikirin, mereka hanya iri pada kamu sayang" ujar Kevin
"iya" jawabku pelan
Motor kembali melaju dan kini memasuki parkiran motor. Aku segera turun ketika motor telah berhenti. Kevin membukakan helmku dan merapikan rambutku yang kusut kena helm.
"ayo" ajaknya yang ku balas dengan anggukan
Sepanjang jalan tanganku di genggamnya tak memperdulikan tatapan sinis, dan mencemooh dari sekeliling.
"lihat tuh si gajah dapat pangeran"
"sombong banget tuh cewek gendut"
"Kevin kok mau sih sama cewek jelek kayak dia"
"udah miskin, jelek dan sekarang sok mimpi jadi cinderella"
Aku mendengar mereka, aku mendengar dengan jelas setiap kata yang terlontar dari mulut mereka. Genggaman tangan yang semakin erat seakan memberikan aku kekuatan agar aku menulikan telingaku.
"Cieee, pasangan baru gandengan aja nih?" goda Sari saat kami memasuki kelas
"tambah anget nih kayaknya bro" timpal Reza
"apaan sih kalian ini, Yanti kemana kok gak ada?" tanyaku menduduki bangkuku dan melupakan kejadian tadi seakan tidak pernah terjadi
"dia gak masuk hari ini, katanya sih mau ke luar kota 2 hari neneknya meninggal" jelas Sari
"udah kasih tau Ray tapi katanya nomor kamu gak bisa di hubungi"
"aku belum cek hp pagi ini, jadi aku duduk sendiri?" ucapku lesu
"biar aku pindah situ sementara" ucap Kevin seraya pindah ke sampingku
"Reza gpp ta sendirian?" tanyaku
"dia kan cowok lagian kan emang kenapa kalau sendiri? atau kamu mau duduk sama Reza aja?" tuduhnya
"isshh apaan sih aku kan cuma tanya Vin" jawabku
"ekhem ada yang cemburu nih, aduh aku gak ikut campur Ray" kata Reza
Bel masuk berbunyi kami pun mulai fokus dengan pelajaran. Pak Rahmat telah memasuki kelas, ya hari ini pelajaran seni budaya.
"selamat pagi anak anak"
"selamat pagi pak"
"materi hari ini adalah menyanyi dan melukis, teorinya kalian bisa buka buku paket kalian halaman 56"
"anak anak hari ini kita akan praktek menyanyi dan minggu depan baru melukis, jadi minggu depan kalian siapkan peralatan yang bapak tulis ini" lanjut Pak Rahmat
"baik pak" jawab kami serempak
"pak lagunya bebas atau di tentukan pak?" tanya salah satu temanku
"untuk lagunya bebas, bisa lagu nasional, internasional, Pop, rock , keroncong dll bapak kasih waktu 30 menit untuk latihan dan yang sudah siap silahkan maju ke depan" terang pak Rahmat
Kami mulai latihan menyanyi masing masing.
"Vin, mau nyanyi lagu apa??" tanyaku
__ADS_1
"ada deh spesial buat kamu nanti" jawabnya
"dih bisa nyanyi emang?" tanyaku
"bisa dong, pacarmu ini serbaguna Ray" jawabnya
" emang tepung, serbaguna" cibirku
Tiga puluh menit berlalu, ku lihat anak anak sudah mulai maju satu per satu untuk menyanyi terhitung sudah 10 anak yang maju. Ada yang menyanyi biasa dan ada yang sambil memetik gitar.
"sekarang lihat aku Ray" ucap Kevin seraya menuju depan kelas
Ku lihat dia mengambil sebuah gitar untuk mengiringinya bernyanyi.
"lagu ini untuk kamu yang akan menjadi masa depanku" ucapnya
"cieeeeeee" sorak ramai anak anak
Di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu
Aku yang pernah terluka kembali mengenal cinta Hati ini kembali temukan senyum yang hilang Semua itu karena dia
Dia memandangku dengan cinta, suara yang indah membuat semua hanya terfokus padanya.
Oh Tuhan, kucinta dia Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia Utuhkanlah rasa cinta di hatiku Hanya padanya Untuk dia
Syu du-du-du-du du-du-du
Jauh waktu berjalan kita lalui bersama Betapa di setiap hari kujatuh cinta padanya Dicintai oleh dia 'ku merasa sempurna Semua itu karena dia
Oh Tuhan, kucinta dia Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia Utuhkanlah rasa cinta di hatiku Hanya padanya Untuk dia
Oh Tuhan, kucinta dia Kusayang dia, rindu dia, inginkan dia Utuhkanlah rasa cinta di hatiku Hanya padanya Untuk dia Hanya padanya Untuk dia
...............
(by : Anji)
prok prok prook
Suara tepuk tangan menyadarkanku dari keterpukauan pada Kevin. Dia kembali duduk di sebelahku sambil terus tersenyum padaku.
"bagus bagus, kenapa gak ikut band sekolah saja? bapak akan merekomendasikan kamu kalau mau" tawar Pak Rahmat
"terimakasih pak akan saya pertimbangkan" jawab Kevin
"baik anak anak pelajaran hari ini selesai dan yang belum tampil bisa membuat video nyanyian kalian dan di kirim ke wa bapak ya" perintahnya
"baik pak" jawab kami serentak
pelajaran selesai di lanjutkan dengan pelajaran berikutnya.
"gimana suaraku tadi? bagus kan? kamu aja sampai gak bisa berhenti melihatku" godanya
"ukhukk ukhuk apaan sih siapa juga yang melihatmu aku hanya suka lagunya" jawabku
" suka lagunya apa suka orangnya?" godanya lagi
"Emmbb dua duanya hehe" jawabku
" nanti pulang ikut aku ke rumah mama ya, tadi pagi mama pesan buat ajak kamu ke rumah" ajaknya
"iya deh terserah" jawabku
**kebahagiaan yang sesungguhnya itu kala melihatnya tersenyum karena kita bukan orang lain
~Raya Putri**~
##################################
Bersambung...
__ADS_1