Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 45. Akhirnya


__ADS_3

Setelah Kevin mengubungi ku malam itu dia tak pernah lagi menghubungiku. Sudah 3 hari berlalu tapi satu pesan pun tak ku dapatkan itu membuatku semakin uring uringan sediri.


Suasana hatiku mudah berubah dan itu berdampak pada pola makanku yang tidak teratur dan sering melamun. Seperti saat ini aku tengah sarapan bersama kedua orang tuaku tapi pikiranku hanya tertuju padanya.


Orang tuaku sudah tau jika Kevin pergi ke amerika.


"sayang, di makan nasinya jangan di aduk terus seperti itu" kata bunda membuatku tersadar kembali


"iya bun" jawabku memakan kembali makananku


"ekhm, Raya kenapa kamu jadi seperti ini. Ayah perhatikan kamu tidak pernah fokus saat melakukan sesuatu hal" tegur ayah membuatku terdiam


"maaf yah, Raya salah" jawabku menunduk


"Raya hanya kepikiran Kevin yah" lanjut ku


"kalau rindu ya temui dia lah" kata ayah membuatku menatapnya bingung


'dia kan jauh' pikirku


"pergi temui dia, bantu dia mengerjakan proyeknya di sana. Dia bekerja keras untuk kamu jadi kamu bisa membantunya. Dia juga pasti sangat merindukanmu sayang" jawab bunda menjelaskan membuatku mengerti lalu tanpa kata segera berlari menuju tangga ke kamarku dengan bahagia


"hati hati sayang jangan lari" ucap bunda


"iya bun" balasku tak sadar teriak


Aku mengemas beberapa baju yang di perlukan dengan cepat, lalu segera turun ke bawah sambil menggeret koper di tanganku.


Aku menuju ayah dan bunda dengan perasaan senang. Kemudian memeluk mereka satu per satu


"Raya sayang ayah" aku memeluk ayah erah lalu mencium pipinya lalu beralih ke bunda


"Raya juga sayang bunda" kataku dan menciumnya juga


"kamu mau kemana?" tanya ayah seakan belum tau


"katanya suruh nyusul Kevin yah, Raya mau pergi dong" jawabku bingung


"sudah beli tiketnya memang" tanya ayah santai sambil memakan sarapannya sedang bunda terkikik di sebelahnya menatapku


"aduh, Raya lupa" ucapku segera duduk dan mengeluarkan hp lalu mencari tiket pesawat


"huaaa.. Tiketnya penuh semua" ucapku menangis untuk 1 minggu ke depan sudah full semua


"ayah hiks.. tiketnya abis hiks.. Hiks.." aduku menangis sambil menatapnya


"habis ya gak usah pergi sayang, berarti memang kamu gak boleh ke sana" jawab bunda malah membuatku menangis


"ayaahh... Hiks Raya mau pergi susul Kevin" pintaku memelas


"aduh yah, kasih aja sih tiketnya gak kasihan apa lihat anaknya nangis gini" ucap bunda yang berdiri dan memelukku


"bener bunda ada tiketnya" tanyaku memastikan


"tanya ayah" jawab bunda

__ADS_1


"yahh.. Pokoknya Raya ngambek sama ayah kalau gak mau kasih tiketnya" ucapku menatapnya


"huffftt... Ribet kalau musuhnya orang merindu ya bun, makan gak enak tidur pun tak nyenyak" jawab ayah malah menggodaku


"bundaaaa ayah tuh jahat" rengek ku


"yah, kasih aja kenapa sih" omel bunda


"iya iya, ini nih tiketnya. Janji dulu jaga kesehatan di sana dan jangan merepotkan Kevin" kata ayah sebelum memberikan tiketnya


"Raya janji yah" jawabku mantap lalu menerima tiketnya


"ya sudah sekarang sarapan dulu habis itu kami antar ke bandara" kata ayah membuatku mengangguk senang


Aku gak sabar kasih kejutan ke Kevin, pasti dia senang aku ke sana.


Nanti aku tinggal telp kak Ardi buat tanya lokasi apartemen mereka.


#skip


Saat ini aku tengah berada di pesawat menuju tempat Kevin berada. Aku bahagia hingga lupa mengabari sahabatku jika akan pergi.


" Nanti saja deh saat sudah sampai" pikirku


#skip


Perjalan ini terlama yang pernah aku lakukan, rasanya capek dan capek. Aku turun dari pesawat dan segera menghubungi kak Ardi untuk bertanya alamatnya. Sebenarnya dia ingin menjemput ku tapi aku menolak karena aku ingin memberi Kevin kejutan.


Aku segera menaiki taksi dan mengatakan alamat yang ku tuju. Tak butuh waktu lama taksi berhenti di depan sebuah bangunan apartemen yang lumayan mewah.


Aku melangkah masuk kemudian menaiki lift menuju unit Kevin.


Ceklek


Ruangan ini sepi dan rapi seakan tak ada penghuninya. Kevin dan kak Ardi sedan di kantor saat ini. Hanya ada dua kamar di sini satu untuk kak Ardi dan satu untuk Kevin. Aku memasuki kamar Kevin, seketika aroma parfum yang ku rindukan masuk ke dalam indra penciumanku.


Aku melangkah menuju kasurnya dan mendudukkan diri di sana. Aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu dan menunggunya pulang.


Selesai mandi aku kembali untuk tiduran sebentar di kasur Kevin. Aku melihat sudah pukul 10 malam tapi mereka belum juga pulang.


"apa mereka selalu pulang larut malam seperti ini?" gumamku sambil menidurkan diri di kasur


Tak butuh waktu lama mata ini langsung terpejam jatuh ke alam mimpi yang indah.


#skip


Entah berapa lama aku tertidur. Aku merasakan bibirku sedang di lum*t membuatku membuka mata. Mataku langsung bertatapan dengan mata yang beberapa waktu ini ku rindukan.


Di menatapku sambil terus menyes*p bibirku dengan raku seakan takut kehilangan. Aku menikmati setiap ciumannya membuatku tanpa sadar mengalungkan tanganku ke lehernya. Melampiaskan rindu yang selama ini terpendam di antara kami.


"i love u Ray" ucapnya setelah melepaskan tautan bibir kami dan menatapku


"i love u too sayang" balasku lalu memeluknya yang kini berbaring di sebelahku


Keheningan menerpa kami, hanya deru nafas kami yang terdengar serta detak jantung Kevin yang terdengar cepat di telingaku saat ini.

__ADS_1


Setelah terdiam beberapa saat dia kembali menindih ku di bawahnya dan kembali mencium ku. Kali ini dengan lembut dan tanpa ada nafsu yang menyertai. Aku kembali membalas ciumannya dan memejamkan mata.


"aku ingin menggodanya" batin ku


Lalu aku mulai ******* bibirnya sedikit rakus dan menyusupkan lid*hku ke dalam mulutnya membuat tubuhnya menegang sebentar kemudian membalas ciumanku dengan ganas.


'aku memancing singa tidur' pikirku


Sekarang dia menc*mbu leherku membuatku mendongak, dia menggigit kecil dan sesekali menghisap kuat area leherku membuatku melenguh tanpa sadar.


"enggh.. Vin" lenguh ku tertahan


Dia terus menc*mbu leherku dan kini turun kebawah. Degan sekali sentakan baju yang ku kenakan sudah robek memperlihatkan tubuh atas ku yang hanya terbalut pakaian dalam.


Dia menatapku dengan mata yang bergai**h, dan kembali mencium bi*irku dengan panas.


Suara decapan lid*h kami terdengar menambah kesan er*tis di ruangan ini. Ciumannya kembali turun ke leherku dengan tangan yang merem*as payu****ku lembut.


"ughh.. Vin" aku melenguh merasakan sensasi baru yang pertama kali ku rasakan


Seperti orang tuli dia tak menghiraukan panggilanku dan terus menc*mbu dadaku. Di tariknya Br* ku ke atas tanpa membukanya membuat bu*h dadaku terekspos di depannya. Tanpa menunggu aku berbicara dia langsung mengh**ap put**ngku membuatku kembali mendesah.


"ahh.. Vin.. Emmmhh" desahku dan tanganku meremas rambutnya yang sedang asik dengan kegiatannya


"uhhh" lenguhku saat dia kembali mengh***p kuat dan mere***s yang sebelahnya


Nafasku terengah engah menikmati cumb**nnya di dadaku.


'aku harus menghentikannya' pikirku kembali pada logika


"Kevin, sto..pphh" tegur ku sambil menepuk punggungnya membuatnya melepaskan his*pannya


Dia menatapku sayu, lalu kembali merebahkan tubuhnya disamping ku dengan nafas memburu.


"aku menginginkanmu Ray" ujarnya serak dan menatapku


"sabar ya sayang, nanti kalau sudah menikah kamu bebas melakukan apapun, sekarang tidur ya sudah malam" balasku menatapnya dengan mengatur nafas


"tapi aku ingin ini" jawabnya sambil merem*s dad*ku membuatku kembali ingin melenguh


"boleh, tapi tidur ya" putus ku


"iya sayang" balasnya antusias dan langsung memasukkan kembali put**g ku ke dalam mulutnya dan mengh***pnya dengan mata terpejam


Aku mengelus rambutnya sayang, sambil ikut memejamkan mata menikmati sensasi yang di lakukan bayi besar ku ini.


Aku mulai kembali terlelap membiarkannya dengan segala aktifitasnya di dadaku karena sudah mengantuk.


Akhirnya jarak tak lagi memisahkan kami.


***Terimakasih sudah membaca ceritaku...


Jangan lupa Like, komen dan Vote ya..


Biar penulis lebih semangat update nya***

__ADS_1


##################################


Bersambung...


__ADS_2