
Hari ini sabtu dan sesuai jadwal ayah dan bunda akan pulang ke indonesia.
Aku dan kak Gilang berencana menjemput mereka ke bandara setelah aku pulang sekolah karena pesawatnya nyampe jam 13.20.
Seperti biasa Kevin menjemputku pagi ini, tapi hari ini dia menggunakan mobil.
"udah siap sayang?" tanyanya
"sudah ayo, bang aku berangkat dulu ya assalamualaikum" salamku
"waalaikumsalam, hati hati bawa mobilnya Vin" tutur kak Gilang
"iya kak, beres pokoknya di jamin gak bakal lecet tuan putriku" godanya
"lebay dehh, dah ayo" ajakku
Mobil yang ditumpangi Kevin melaju dengan kecepatan sedang.
"Sayang nanti pulang sekolah aku gak bisa antar pulang gpp, soalnya mama minta anterin belanja" kata Kevin memecah keheningan
"gpp kok Vin, nanti aku biar di jemput kak Gilang" jawabku
"maaf banget ya sayng, besok minggu kita jalan ya sebagai gantinya gimana?" tanyanya
"eemmbb boleh deh" jawabku
"ya udah jam 10 aku jemput besok siap sipa dandan yang cantik ya" ucapnya
"siap bosque"
Kami telah tiba di sekolah, Kevin segera memarkirkan mobilnya. Kami melangkah menuju kelas dan seperti biasa banyak yang mencibirku dan aku hanya cuek.
Hari ini pelajaran lumayan cepat dan sekarang kami berlima sedang duduk di kantin.
"sayang kamu gak pesan makan?" tanya Kevin
"samain kayak kamu aja" jawabku
"ok tuan putri" balasnya
"ekhemm dunia milik berdua kayaknya" goda Sari dan aku hanya tersenyum malu menanggapinya
Aku melihat Hp Kevin yang tergeletak di meja bergetar tanda panggilan masuk dan disitu tertera nama Yasmin.
Siapa???
Aku berniat mengangkatnya tapi ku lihat Kevin telah kembali jadi aku mengurungkannya.
"ini sayang" ucapnya memberi sepiring nasgor padaku
"makasih, oh iya Vin tadi Hp kamu ada panggilan masuk" ucapku
"ohh mungkin dari temanku, biarin aja" balasnya
Kami makan dengan tenang dan saling bercanda tapi ku lihat Kevin sesekali membalas pesan masuk entah siapa kelihatanya serius.
Sampai bel masuk mengharuskan kami kembali ke kelas. Selama pelajaran berlangsung aku selalu memperhatikan Kevin dari belakang yang lagi lagi berbalas pesan.
Aku mencoba positif thinking karena memang selama ini dia tak pernah macam macam.
Bel pulang membuat kami segera mempersiapkan diri untuk pulang, aku sudah mengirim pesan pada kak Gilang untuk menjemput ku.
"sayang aku duluan gpp ya, maaf banget aku gak bisa nganterin kamu pulang" ucapnya
"gpp Vin, kak Gilang udah OTW sini kok" balasku tersenyum
"katanya mau antar mama kamu, udah buruan nanti telat loh" lanjut ku
"gpp aku tinggal?"
"gpp sayang " jawabku
"ya udah aku pulang dulu ya sayang" ucapnya kemudian mendekat dan mencium keningku
"iya hati hati salam buat mama kamu ya"
__ADS_1
" iya, aku sayang kamu Ray" ucapnya sambil mengusap rambutku
"aku juga sayang kamu Vin" balasku dan menatapnya melajukan motor
Kevin telah pergi 5 menit yang lalu dan ku lihat mobil kak Gilang menghampiriku.
"ayo kak kita jemput ayah dan bunda" ucapku saat sudah di dalam mobil
"ok, gak mau makan dulu nih?" tawar kak gilang
"gak sekarang kak nanti sama ayah dan bunda aja, biar gratisan" jawabku
"kamu itu dek selalu cari gratisan" cibir Kak Gilang
Hening tak ada pembicaraan di antara kami hingga sampai di bandara kak gilang memarkirkan mobilnya. saat parkir aku sempat melihat seperti mobil Kevin juga terparkir tadi, tapi aku segera menepis karena kan Kevin bilang mau nganterin tante Diana belanja masa iya di bandara.
Aku dan kak Gilang berada di ruang tunggu, mataku melihat lihat sekitar sampai terfokus pada seorang pemuda berseragam sekolah sepertiku tengah duduk di antara orang orang. Aku bisa melihat dengan jelas.
"Kevin??, ngapain dia ada di sini? bukannya mau anterin belanja mamanya kok di bandara" pikirku
Setelah lama memperhatikan aku melihat ada seorang cewek cantik menghampirinya. Dari yang terlihat Kevin seperti bahagia dan mereka saling berpelukan.
Deg
Hatiku terasa sesak melihatnya.
"kenapa dia harus berbohong? dan siapa perempuan itu?" pikirku
"aku gak boleh salah sangka siapa tau itu saudaranya, jangan sampai salah paham seperti dengan kak Vio kemarin" pikirku lagi
Aku sempat memotret mereka dengan ponselku, mungkin nanti akan aku tanyakan ke Kevin. Ku lihat mereka telah pergi dan bergandengan tangan mesra.
Aku terus melihat mereka sampai tak terlihat lagi.
"dek ngelamun apa sih, itu ayah dan bunda udah dateng gak di sambut" ucap kak Gilang menyadarkan ku
"aahhh bundaaa adek kangeennn " ucapku manja pada bunda dan memeluknya
" bunda juga kangen sayang" ucap bunda memelukku
" adek juga kangen sama ayah" aku memeluk ayah erat
"sudah ayo kita pulang, nanti kangen kangen nya di rumah aja" kata kak Gilang
Mobil Kami berjalan keluar dari bandara.
" bunda ayo kita makan dulu" ajak ku
" mau makan apa sih dek?" tanya ayah
"terserah yah yang penting enak, yok bang cari resto yang paling enak" ucapku
"siap bos, kakak selalu setuju kalau soal makan hehehe" ucap kak Gilang ketawa
Ayah dan bunda hanya geleng geleng kepala.
Mobil kak Gilang memasuki slah satu resto yang lumayan rame. Kami turun memasuki resto dan mencari tempat duduk.
Deg
Kevin??
kenapa dari sekian banyak resto harus di tempat yang sama sih. Aku menggenggam tangan kak Gilang seolah meminta kekuatan, kak Gilang mengikuti arah pandangku melihat Kevin sedang saling menyuapi dengan cewek di bandara tadi. Aku merasakan genggaman tangan kak Gilang semakin erat.
"Ayo dek kak kok berhenti kita duduk di sana" tunjuk bunda pada meja yang tepat di belakang Kevin
"ayo dek" ajak kak gilang sambil menguatkan genggamannya padaku
Aku berjalan dan duduk tepat menghadap Kevin yang memunggungi ku. Di saat bunda dan ayah memesan makanan aku sibuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Yas, kamu ke sini berapa hari?" itu suara Kevin
"apa dia Yasmin" pikirku
"Sampai besok sore sayang, soalnya senin kan aku sekolah juga, kamu sih pindah ke surabaya segala" ucap Yasmin
__ADS_1
Deg
Sayang????
Kurasakan kak Gilang menggenggam tanganku di bawah meja.
"besok temenin aku jalan jalan ya sayang" lanjut Yasmin
"maaf aku gak bisa Yas, aku sudah ada janji besok" ucap Kevin
Memang dia berjanji ngajakin aku jalan besok.
"Kevin aku itu jauh jauh dari jakarta mau ketemu kamu tapi kamu malah lebih mementingkan janji kamu itu" omelnya
"hemmm ya sudah besok aku temenin sebentar tapi aku gak bisa lama dan nanti besok ke bandara kamu naik taxi" ucap Kevin seperti terpaksa
"makasih sayang, aku makin sayang sama kamu" ku lihat Yasmin itu berdiri dan mengecup pipi Kevin singkat
Deg
Air mataku sudah hampir tumpah menyaksikan pemandangan di depanku.
Aku melihat kak Gilang yang akan bangkit dari duduknya tapi aku menahannya dengan gelengan kepalaku.
"dek ayo di makan, ini makanannya sudah datang" ujar bunda menyadarkan ku
"iya bunda" ujarku sendu
Aku tak lagi nafsu makan, ingin aku berlari meninggalkan resto ini.
"kenapa kok lesu gitu sayang, gak enak ya makanannya? Atau lagi nggak enak badan?" tanya bunda beruntun dan ayah serta kak Gilang langsung menatapku khawatir
Mungkin kak Gilang tau aku kenapa, tapi dia hanya menatapku sendu dan khawatir.
"makanannya enak kok bunda dan aku gpp" jawabku mencoba tersenyum
"makan yang banyak sayang, jangan sampai sakit" kata ayah yang ku balas dengan anggukan
"hati anak ayah yang sedang sakit.. Huu... hu.. hu.. kenapa Kevin bisa sejahat ini sama aku? dia tega bohongin aku, apa yang harus aku lakukan sekarang? " pikirku
"baru beberapa hari aku bisa ngerasain cinta tapi akhirnya apa harus kandas juga" gumamku pelan
"lagian mana ada coba cowok sempurna yang mau sama cewek gendut, harusnya aku sadar diri dan tidak terlalu percaya diri yang akhirnya kecewa juga" pikirku dengan setetes air mata yang jatuh dan cepat cepat ku hapus tapi terlambat sepertinya bunda melihatnya terbukti sebuah tangan langsung mengelus pipiku seperti mencoba menguatkan meski tak tau apa yang terjadi
"sayang pindah sini dong, aku mau selfi sama kamu teman teman kita pada gak percaya aku sama kamu" ucap Yasmin terdengar jelas di telingaku
"sayang??, kata yang seharusnya hanya aku yang mengucapkan atau memang aku yang gak seharusnya mengucapkan, jika memang dia pacar Kevin dari jakarta berarti aku yang yang jadi pelakor di sini" lagi- lagi pikiranku menjawab
Aku memperhatikan Kevin yang pindah duduk dekat cewek itu dan menghadap ku tapi sepertinya dia belum menyadari jika ada aku di depannya.
"Ayo sayang senyum lihat kamera ya" ucap cewek itu sambil mencium pipi Kevin lagi dan Kevin tersenyum ke arah kamera
Tes..
Lagi air mataku jatuh bersamaan dia menyadari keberadaan ku. Mata kami bertemu cukup lama, dia tampak shock melihatku dan keluargaku ada di depannya. Seakan waktu berhenti untuk beberapa saat kami saling memandang, dengan segala pemikiran yang tersimpan dalam benak kami.
Ku lihat dia hendak bangkit tapi yang ceweknya menahan.
"mau kemana sih sayang satu lagi ya fotonya" kembali cewek itu mencium pipi Kevin dan memotretnya tapi matanya tidak lepas dariku seakan mengungkapkan sebuah penyesalan
"adek kok nangis kenapa?" tanya bunda menyadarkan ku lagi
"ehhh emmmm kepedesan bunda makanannya jadinya sampe nangis" ucapku berbohong
"ya udah gak usah di makan yang itu dek makan ini aja" ucap ayah
"iya yah" balasku pelan
Aku melirik ke arah Kevin yang tengah menatapku. Satu kata yang saat ini aku rasakan KECEWA
**rasa yang seharusnya tumbuh berubah haluan saat pondasi yang di bua**t adalah sebuah kebohongan**
~*Raya Putri*~
##################################
__ADS_1
Bersambung...