
#POV Raya
Aku berjalan menyeret koper ke ruang tunggu bandara di mana kak Gilang akan menjemput ku. Akhirnya aku kembali lagi ke kota ini, tempat kelahiranku sekaligus tempatku mengenal dia.
Aku pergi ke luar negeri bersama ayah dan bunda, awalnya aku tak nyaman dengan lingkungan sekitar tapi setelah beberapa bulan tinggal akhirnya aku bisa menyesuaikan diri. Tak banyak berubah dari diriku hanya tinggi yang bertambah sekian senti membuatku di bilang sexy oleh sebagian orang.
Satu hal lagi yang tak pernah berubah yaitu cintaku pada Kevin. Seberapa besar rasa sakit yang dia berikan ternyata tak mampu menghapus namanya dari hatiku. Meski aku di sini tapi pikiranku selalu tertuju pada dia tapi terlalu malu untuk mengakuinya. Entah bagaimana dia sekarang? Apa dia melupakanku? Atau jangan jangan dia telah menikah, Entahlah.
dan di sinilah aku setelah tujuh tahun berlalu. Tempat yang paling aku rindukan.
"Bunda Raya rindu" ucapku memeluk bunda yang sampai menungguku di halaman rumah
"Bunda juga rindu sayang, ayo masuk" ajak bunda
Aku melangkah mengikuti bunda tapi sebelum masuk aku menoleh ke gerbang melihat mobil yang terparkir di sana,
Kevin
Tiba- tiba nama itu terucap lirih dari mulutku dan membuat jantungku berdetak kencang, tapi tak lama kemudian aku melihat mobil itu pergi. Entah kenapa aku kecewa, lalu masuk ke dalam.
"Mungkin hanya orang lewat" gumamku pelan
Aku memasuki rumah yang tujuh tahun ini ku tinggalkan semua masih sama dengan terakhir kali aku pergi.
"Sayang ayo sini cepat kita makan dulu" panggil bunda
"Ya bunda" jawabku menghampirinya
"Semuanya Gilang pulang dulu ya soalnya gak bisa tinggalin Dina lama lama " pamit kak Gilang
"Iya deh kak salam buat kak Dina ya kak nanti aku bakal main ke rumah kakak" jawabku
"Iya dek" jawabnya
"Gilang bawa ini bunda udah masakin buat Dina, jangan boleh kecapean kalau ada apa apa segera telpon bunda" kata bunda sambil memberikan rantang berisi makanan
"Makasih bunda, Gilang pulang dulu bunda , ayah " pamitnya
"Hati hati Gilang " kata ayah
"Iya yah assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab kami
Setelah kepergian kak Gilang kami melanjutkan makan, tak pernah berubah tak ada pembicaraan saat makan.
"Raya, setelah ini mau bekerja di kantor ayah atau mau buka usaha sendiri?" Tanya ayah saat kami telah selesai makan
"Raya mau ke kantor ayah dulu bantu bantu kak Gilang tapi nanti seandainya ada keinginan buka usaha Raya bakal berhenti yah" jawabku
"Ya sudah jika itu mau kamu besok ikut ayah ke kantor" kata ayah
"Ayah biarkan Raya istirahat dirumah dulu jangan langsung di suruh kerja" kata bunda
"Gpp bunda Raya juga pengen lihat lihat kantor ayah" jawabku
"Tuhh kan Raya aja gpp bunda, besok bakal ayah kenalin ke seluruh karyawan kantor anak kita ini yang tak pernah go publik " kata ayah
"Ayah gak perlu berlebihan begitu, Raya gak mau orang orang manfaatin Raya karena Raya anak ayah" kataku
"Hemmm ya sudah terserah kamu sayang, kamu istirahat dulu saja pasti lelah habis perjalanan jauh" kata ayah
"Ya ayah Raya ke kamar dulu, bunda Raya ke atas dulu" pamit ku
"Ya sayang istirahatlah" jawab bunda
Aku melangkahkan kakiku menaiki tangga menuju kamarku, aku merebahkan diri di kasur yang sudah lama ku rindukan.
__ADS_1
"Apa kabar Sari dan Yanti? Aku rindu mereka" gumamku pelan
Aku mengingat jika aku pernah menulis nomor mereka di buku teleponku. Aku bangkit dan mencari buku telpon itu. Laci demi laci ku buka tapi tak ada.
"Di mana aku menaruhnya ya?" Pikirku
Aku melihat buku pelajaran yang masih tertata rapi seperti saat aku tinggal. Aku melihat satu persatu buku itu.
"Ini dia, mudah mudahan mereka tak mengganti nomor" ucapku
Aku mencoba menghubungi nomor Yanti dan tersambung.
Tutt tutt tutt
"Hallo ini siapa?" Suara di seberang sana. Itu suara Yanti
"Apa kabar?" Ucapku senang
"Raya? Ini benar Raya?? Ya ampun Raya kamu tega ninggalin aku dan Sari tanpa pesan sedikitpun, kamu gak anggap kita sahabat lagi? " ucap Yanti terdengar seperti menangis
"Maafkan aku Yan, aku pergi karena ada alasannya. Aku tetap anggap kalian sahabatku dan aku selalu merindukan kalian berdua" jawabku dengan air mata mengalir
"Kami juga merindukanmu Ray, kamu sekarang dimana? Ada banyak hal yang harus kamu ketahui Ray" kata Yanti
"Aku di rumah Yan baru sampai tadi, hal apa yang harus aku ketahui?" Tanyaku
"Tentang Kevin" jawabnya
Deg
"Kevin? Kenapa dengan dia?" Pikirku
"Kevin? Jangan bahas dia lagi Yan, aku udah berusaha lupain semuanya selama ini meskipun tak bisa" jawabku pelan
"Aku gak bisa lupain dia bahkan aku masih mencintainya" ucapku dalam hati
"Kamu sudah salah paham sama Kevin Ray, dia itu benar cinta sama kamu Ray" jelas Yanti
"Gini aja ayo kita ketemuan di cafe xx nanti malam jam 7 gimana? Nanti aku jelasin semua lagian aku juga kangen sama kamu"
"Ok kita ketemu di sana, ajak Sari juga ya" pintaku
"Aduh aku belum bilang ya kalau Sari pindah sama orang tuanya ke kota M soalnya disini usaha orang tuanya gulung tikar" jelasnya
"Ya Tuhan kasihan sekali Sari, nanti kita bahas lagi kalau ketemu nanti malam"
"Ok aku tutup dulu ya Ray, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawabku lalu mematikan telpon
"Ternyata begitu banyak yang terjadi selama aku pergi, andai aku tau keadaan Sari mungkin aku akan membantunya" gumamku
Ada apa dengan Kevin?
Setelah mengakhiri panggilan aku tertidur karena memang badanku terasa capek.
#Skip
Aku melajukan mobilku ke cafe xx sesuai tempat janjian dengan Yanti. Aku memarkirkan mobilku dan berjalan turun dan memasuki cafe. Aku mengedarkan pandanganku mencari sosok Yanti yang katanya sudah datang.
"Raya sini" aku menoleh ke asal suara itu
Aku berjalan menghampirinya dia berdiri dan memelukku
"Ya ampun Ray makin cantik aja sih kamu, pantesan Kevin cinta mati dulu" ucapnya
"Cinta mati tapi bohong" ucapku cemberut
__ADS_1
"Gini Ray aku mau jelasin sesuatu ke kamu tentang Kevin tapi kamu mau percaya atau tidak itu terserah kamu" ucapnya
"Jelasin apa?" Tanyaku penasaran
"Saat kamu gak masuk Kevin pun juga gak masuk hari itu dan kami tau dari guru kalau kamu pindah sekolah tapi selama satu minggu Kevin juga gak pernah masuk hingga aku, Reza dan Sari memutuskan untuk menjenguknya ke rumahnya" dia menghela nafas
"Kami sampai di sana dan di sambut dengan ramah oleh mamanya. Mamanya membawa kami menuju kamar Kevin, kamu tau Ray apa yang kami lihat?" Tanya Yanti menghela nafas berat
"Apa?" Tanyaku balik
"Kevin sedang terbaring dengan tangan dan kaki terikat di atas ranjangnya" jawabnya sendu
Deg
Tanpa terasa air mataku menetes membayangkannya
"Apa yang terjadi dengan Kevin? Kenapa tangannya terikat?" Tanyaku lagi terisak
"Dia melukai dirinya sendiri Ray, dia terus bilang kalau kamu pergi karenanya dan semua itu salahnya dia tidak bisa memaafkan diri sendiri" jelasnya iba
"Lalu? "Tanyaku lagi
"Dia sangat kehilanganmu Ray, dia hancur Ray" jelasnya menangis
"Mamanya menceritakan jika waktu di Jakarta sebelum pindah teman teman Kevin mengadakan perpisahan lalu Yasmin menjebaknya dengan meminta tolong temannya memasukkan obat tidur ke minuman Kevin, saat Kevin minum tiba tiba mengantuk lalu tak sadarkan diri dan saat terbangun dia sudah ada di atas ranjang dengan Yasmin tanpa mengenakan pakaian. Yasmin juga mengancam Kevin akan memberitahukan orang tua Kevin jika dia tidak mau menuruti permintaannya" Lanjutnya
"Jadi Kevin?" Ucapku tak percaya
"Iya Ray Kevin benar benar cinta sama kamu Ray, dia melakukan itu karena terpaksa Ray. Mamanya juga baru tau saat Kevin kecelakaan saat mengejar mu keluar dari resto dekat bandara waktu itu Ray dan di sana dia menjelaskan segalanya termasuk kepergianmu Ray" lanjutnya lagi
"ya Tuhan, betapa bodohnya aku selama ini, hanya karena takut terluka, aku justru menyebabkan luka bagi orang lain" renung ku sedih
"Jadi aku telah salah paham Yan selama ini? Lalu sekarang Kevin dan Yasmin bagaimana?" Tanyaku dengan air mata yang tak bisa berhenti
"Yasmin di masukkan penjara oleh papanya Kevin beserta temannya yang membantunya lalu Kevin sekarang dia sudah sembuh berkat bujukan dari mamanya bahwa kamu pasti kembali Ray" jelasnya lega
"Apa yang telah aku lakukan pada Kevin hingga membuatnya sampai seperti itu ya Tuhan maafkan aku Vin andai aku tidak salah paham waktu itu" pikirku menyesal
"Ray sekarang kamu sudah kembali pasti Kevin bahagia banget Ray" ucap Yanti
"Tapi apa dia masih mencintaiku Yan? Karena aku yang membuatnya jatuh terpuruk" jawabku lesu
"aku egois telah meninggalkan dia sendirian tanpa memberinya kesempatan, ternyata waktu banyak terbuang karena aku dan bukan Kevin" pikirku
"Coba kamu ke kantornya Ray dia sekarang sukses namanya PC Grup. Dia adalah pengusaha muda yang tampan dan terkenal sekarang Ray tapi dia bersikap dingin pada semua wanita yang berusaha mendekatinya dan dari saat kamu pergi hingga sekarang dia masih sendiri Ray karena tak ada yang bisa menggantikan mu" jelasnya
"Ya mungkin besok aku akan ke sana untuk menemuinya dan menyelesaikan kesalahpahaman ini" jawabku
"aku harus minta maaf pada Kevin atas kekacauan hidupnya dan maaf telah ingkar janji" tekat ku dalam hati
"Oh iya masalah Sari kapan kapan kita ke sana ya aku juga mau mengajak kalian berdua bekerja sama membuka usaha tapi tunggu masalahku dengan Kevin selesai dulu. Entah dia masih mencintaiku atau tidak itu gak penting, aku hanya ingin meminta maaf padanya" lanjut ku lagi
"Iya Ray, sekarang mau pesan makan gak nih?" Tanyanya
"Makan dong, ayo pesan aku yang traktir deh" kataku
"Yess, terimakasih Ray" ucapnya
"Nanti pulang aku antar aja ya kamu naik taksi kan?" Tanyaku
"Hehe iya " jawabnya
Makanan yang kami pesan pun datang dan kami menikmati dengan asyik bercerita apa pun tentang kita selama ini.
Penjelasan adalah kunci utama dari sebuah permasalan
~Raya Putri~
__ADS_1
##################################
Bersambung...