Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 25. Salah Paham


__ADS_3

#Kevin POV


Hari ini aku akan ke mengantarkan Raya pulang, meski dengan motor yang berbeda.


Aku sedikit terheran dengan Raya, dia anak orang kaya tapi seolah dia anak orang gak punya.Dia sederhana dan tidak sombong, itu menjadi poin tersendiri untuknya.


Aku di perkenalkan dengan seseorang yang waktu itu bertemu di taman, dan ternyata dia adalah kakaknya. Malu aku sudah salah paham, ternyata kisah kita hampir sama dia salah paham dengan kak Vio sedang aku dengan kak Gilang kakaknya.


"aku janji kak aku akan membahagiakan Raya, dan aku akan menjaganya dengan nyawaku, karena aku mencintainya kak sangat mencintainya" ujarku kala kak Gilang mempercayakan Raya padaku


Jangankan menyakitinya aku tak ada niatan sedikitpun meninggalkannya, aku ingin membuatnya bahagia bersamaku.


Malam itu aku mengirim pesan padanya karena tak kunjung di balas akhirnya aku nekat pergi ke rumahnya. Entah ide dari mana aku bisa manjat pagar samping rumahnya kemudian memanjat pipa paralon untuk naik ke atas kamarnya.


Aku bingung yang mana kamarnya, setelah mengamati setiap jendela hanya ada satu jendela dengan korden terbuka, akhirnya ku putuskan ke sana.


Tepat sekali tebakanku aku melihatnya tengah berbaring di ranjang. Aku mengirim pesan lagi padanya agar membuka pintu balkon. Dia keluar dan aku menyuruhnya melihat langit lalu aku memeluknya dari belakang.


"lebih indah kalau melihatnya dengan orang tersayang" ujarku berbisik


"Kevin" pekiknya sedikit keras


"ssstttt, jangan keras keras nanti ada yang dengar" ujarku tetap memelukku


"diam dan lihat aja langitnya sayang" lanjutku sambil menopangkan dagunya di pundaknya


Lama kami di luar kemudian aku mengajaknya masuk, aku meminta air dingin dan selagi dia mengambilkan air aku tiduran di sofa. Entah karena capek manjat atau memang ngantuk aku jadi tertidur. Aku mendengar dia membangunkan ku dan menyuruhku pulang.


"iya iya sayng aku pulang, makasih udah pinjamin sofanya buat tidur dan suatu hari nanti semoga pinjam ranjangnya juga" godaku


Aku melihat wajahnya yang merona membuatku semakin gemas ingin memeluknya tapi kemudian aku memintanya berjanji sesuatu padaku.


"mau janji sesuatu gak sama aku?" tanyaku serius


"janji apa?" tanyanya


"janji jika suatu hari nanti ada masalah di antara kita maka kita akan membicarakannya, janji untuk selalu percaya kepada pasangan, janji jika hubungan ini akan menuju ke jenjang yang lebih serius suatu saat nanti, dan janji jika kelak kamu yang akan mendampingiku dan aku akan mendampingi mu" jelas ku


"Aku gak bisa tau apa yang akan terjadi ke depan nanti tapi aku berjanji akan selalu menepati apa yang kamu ucapkan tadi dan aku juga berharap kita memang berjodoh nanti" jawabku


Aku bahagia dia mau berjanji untukku, karena aku takut "DIA" tiba tiba datang dan mengacaukan segalanya. Aku mencintainya, sangat mencintainya aku takut dia meninggalkanku saat dia tau sesuatu tentangku nanti. Aku berharap semoga janji itu bisa mengikatnya jika ada kesalahpahaman nanti dia akan mendengarkan penjelasanku.


#Skip


Hari ini sepulang sekolah aku mengajak Raya ke rumahku untuk bertemu mama. Dia membeli kue sebagai bawaan, sekitar 20 menit kami telah sampai di rumahku. Aku melihat mama dan Raya sudah sangat akrab sekali.


"mama sebenarnya yang anak mama itu aku apa Raya sih kok aku malah di cuekin" ucapku manja


"Kevin gak malu sama Raya, udah gede masih aja manja ganti baju dulu sana" perintah mama


"Ray aku naik dulu ya, kamu di sini sama mama, ma aku titip pacarku ya jangan di marahin" pamit ku


Setelah berganti pakaian dan makan aku mengajak Raya untuk istirahat ke kamar ku. Dia memintaku untuk merekamnya bernyanyi sebagai tugas sekolah.


Ditengah kebersamaan kami ponselku berdering tanda panggilan masuk. Aku melihat namanya ternyata "DIA" aku meminta ijin untuk mengangkatnya dan aku beranjak ke balkon.


"Hallo ada apa?" tanyaku

__ADS_1


"Sayang aku mau ke Surabaya besok jemput aku di bandara ya?" suara di seberang


"berhenti memanggilku sayang, gak bisa aku sibuk" jawabku


"ya udah kalau kamu gak mau aku bakal sebarin foto kita wak-"


"ok ok aku jemput kamu" potongku cepat lalu mematikan telpon dan kembali ke Raya


"udah selesai tellponnya?" tanyanya


"sudah kok, gimana udah dikirim belom videonya" tanyaku


"sudah, telpon siapa sih tadi kok pakek ke balkon segala?" tanyanya


"itu teman aku dari jakarta, udah gak usah di bahas lagi sekarang kamu istirahat aja sana tidur di kasur nati jam 4 aku antar pulang" bohongku dan mengalihkan pembicaraan


"maafin aku Ray belum saatnya kamu tau, aku sedang mencari cara membuktikan aku tidak bersalah dan jika itu terbukti aku akan mengatakan segalanya ke kamu" pikirku


Dia menolak dan ingin pulang, setelah berpamitan dengan mama aku segera mengantarnya pulang dengan mobilku.


#Skip


Seperti biasa aku menjemputnya pagi ini, tapi hari ini aku menggunakan mobil karena akan menjemput "DIA" di bandara. Semoga dia cepat kembali ke Jakarta dan tidak membuat ke kacauan.


"Sayang nanti pulang sekolah aku gak bisa antar pulang gpp, soalnya mama minta anterin belanja" bohongku


"maafin aku Ray" ucapku dalam hati


"gpp kok Vin, nanti aku biar di jemput kak Gilang" jawabnya


"eemmbb boleh deh" jawabnya


"ya udah jam 10 aku jemput besok siap siap dandan yang cantik ya" ucapku memandangnya


"siap bosque"


#Skip


Aku kembali dari memesan makan dan minuman untuk Raya.


"makasih, oh iya Vin tadi Hp kamu ada panggilan masuk" ucapnya


"ohh mungkin dari temanku, biarin aja" balasku


"Apa lagi sih maunya cewek ini, semoga Raya gak curiga" pikirku


#Skip


Saat ini aku tengah bersama Raya menunggu jemputan. Aku gak tega jika harus meninggalkannya sendirian tapi aku harus pergi jika tidak aku takut DIA akan bertindak di luar kendali.


"sayang aku duluan gpp ya, maaf banget aku gak bisa nganterin kamu pulang" ucapku


"gpp Vin, kak Gilang udah OTW sini kok" balasnya


"katanya mau antar mama kamu, udah buruan nanti telat loh" lanjutnya lagi


"gpp aku tinggal?" tanyaku

__ADS_1


"maaf sayang aku berbohong" kataku dalam hati


"gpp sayang " jawabnya


"ya udah aku pulang dulu ya sayang" pamitku kemudian mendekat dan mencium keningnya


"Aku mencintaimu Ray apapun yang terjadi percayalah aku mencintaimu" pikirku


Setelah berpamitan aku segera mengendarai mobilku menuju bandara. Aku malas bertemu DIA tapi aku harus berpura pura agar dia tidak curiga.


Setelah menunggu beberapa saat aku melihatnya berjalan ke arahku. Dia adalah YASMIN cewek yang membuatku terpaksa menjadi pacarnya. Aku berusaha tersenyum meskipun hatiku emosi dia memelukku di depan umum. Jika Raya yang melakukannya aku akan dengan senang hati menyambutnya.


Aku segera mengajaknya pergi dari bandara dan dia meminta mampir ke resto. Aku membelokkan mobilku ke sebuah resto yang lumayan rame.


"Yas, kamu ke sini berapa hari?" tanyaku membuka suara


"Sampai besok sore sayang, soalnya senin kan aku sekolah juga, kamu sih pindah ke surabaya segala" ucap Yasmin


"cih sayang? aku muak mendengar kata itu keluar dari mulutnya" pikirku


"besok temanin aku jalan jalan ya sayang" lanjut Yasmin


"maaf aku gak bisa Yas, aku sudah ada janji besok" ucapku karena aku telah berjanji mengajak Raya jalan besok


"Kevin aku itu jauh jauh dari jakarta mau ketemu kamu tapi kamu malah lebih mentingin janji kamu itu" ujarnya emosi


"hemmm ya sudah besok aku temenin sebentar tapi aku gak bisa lama dan nanti besok ke bandara kamu naik taxi" ucapku mengalah dari pada repot


"makasih sayang, aku makin sayang sama kamu" ku lihat Yasmin itu berdiri dan mengecup pipiku membuatku terkejut


"main cium aja nih cewek, gak ada malu malunya di depan umum" gerutuku dalam hati


"sayang pindah sini dong, aku mau selfi sama kamu teman teman kita pada gak percaya aku sama kamu" ucap Yasmin


"apa lagi sih maunya cewek satu ini?" pikirku sambil berpindah duduk di sebelahnya


"Ayo sayang senyum lihat kamera ya" ucap cewek itu sambil mencium pipi Kevin lagi dan Kevin tersenyum ke arah kamera


Deg deg deg


"Raya?" gumamku pelan


Mataku terpaku melihat Raya ada di duduk depanku dengan air mata mengalir di pipinya.


"Jadi dia ada di sini dari tadi dan melihat semua, Ya Tuhan aku telah menyakitinya pasti dia salah paham dengan semua ini" ucapku dalam hati


Aku hendak bangkit menghampirinya, tapi cewek satu ini menahanku.


"mau kemana sih sayang satu lagi ya fotonya" dia lagi lagi mencium pipi dan memotretnya


"Betapa bre*****nya aku membuatnya menangis seperti itu, hatiku sakit melihatnya semoga Raya bisa percaya dengan penjelasanku nanti" pikirku sambil menatapnya sendu


Dari tatapan matanya terlihat dia begitu kecewa padaku, aku janji padamu Ray setelah ini aku akan menjelaskan segalanya padamu.


################################


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2