Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 34. Nenek Lampir


__ADS_3

Maaf ya para readers semua...


Author baru bisa upload sekarang karena kesibukannya author yang tidak bisa ditinggal😁😁


Semoga para readers bisa mengerti dan selamat membaca...😊


################################


Aku tengah bersiap untuk makan malam bersama keluarga Kevin. Setelah tadi aku tertidur dan terbangun saat mendapati Kevin tak lagi di sampingku, aku memutuskan mandi dan memakai salah satu pakaian yang telah di siapkan Kevin yang katanya untukku nanti setelah menikah.


"Sangat pas" gumamku saat melihat diriku di cermin


Entah tau dari mana ukuran semua baju ini sehingga bisa pas dan nyaman di kenakan. Lagian nikah masih lama sudah di siapin kayak gini.


Tok tok tok


Aku mendengar seseorang mengetuk pintu dan aku berjalan membukanya.


Ceklek


"Sayang ayo turun" ajak Kevin yang berdiri di depan pintu


"Ayo aku juga sudah siap kok" jawabku sambil menutup pintu kamar


"tunggu sebentar kayaknya ada yang kurang?" ucapnya sambil membawaku kembali masuk


"apa sih, sudah pas semua kok, sudah di tunggu loh di bawah. Gak enak nanti sama yang lain" jawabku mencoba menghentikannya


tapi dia tak mendengarkan tetap menarik ku masuk dan membuatku berdiri di depan cermin sedangkan dia di belakangku.


"kamu cantik dan aku suka, tapi.." ucapnya berbisik di telingaku dan membuatku geli


"tapi?" tanyaku


"tapi lebih cantik kalau pakai ini" lanjutnya sambil memasangkan sebuah kalung cantik dengan liontin berlian yang indah


"Kevin, ini.." aku tak bisa berkata kata sambil menyentuhnya


"kamu suka?" tanyanya sambil menyingkirkan rambutku yang tergerai ke samping


"suka, terima kasih" ucapku sambil memperhatikannya yang kini sedang memelukku dari belakang


darahku berdesir saat merasakan bibirnya menyusuri leherku dari belakang membuatku secara otomatis memiringkan kepalaku.


"Kevin stop, kita sudah di tunggu" ucapku menyadarkannya


Dia tak merespon dan terus mencumbu leher dan telingaku sambil sesekali di gigit kecil yang sedikit lagi membuatku mendesah.


"Kevin, ayo turun" sebuah teriakan tante Diana menghentikannya


"aku gak bisa nunggu lama lagi Ray" gumamnya sambil menempelkan dahinya ke dahiku


Cup


Dia mencium bibirku dan ********** sebentar dan melepasnya dengan tidak rela. Aku hanya menggelengkan kepala melihatnya.

__ADS_1


"dasar kamu, ayo turun" kataku sambil memukul dadanya pelan lalu menggandengnya keluar kamar


"Kamu cantik" bisiknya saat kami menuruni anak tangga


Blusshh


Aku merasakan pipiku memanas saat dia menggodaku. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Saat aku tiba di meja makan ternyata sudah ada papa dan mamanya Kevin.


"Mana nenek lampir?" Pikirku mencarinya


"Selamat malam om tante, maaf menunggu" salamku pada mereka


"Malam sayang, gpp kok kami juga baru saja duduk" jawab tante Diana


"ayo duduk" perintah om Sandi


Kevin menarik kursi untukku tapi belom sempat duduk sudah di serobot sama nenek lampir. Aku hanya menghela nafas melihatnya.


"Tiara jaga sopan santun mu" tegur tante Diana dan dia hanya acuh


"Gpp tante saya akan duduk di tempat lain" jawabku mengalah padahal hatiku kesel melihatnya


"Dasar nenek lampir, ngajak perang dia" gumamku sambil menatapnya sinis


"Ara pindah sebelah mama sana" perintah Kevin


"Gak mau kak Kevin, aku mau dekat kakak seperti dulu" jawabnya merengek


"Isshh minta di bejek bejek nih orang, pakai acara merengek segala" gumamku dalam hati


Aku melihatnya menahan kesal tapi kemudian berpindah tempat di sebelah tante Diana.


"Yess, aku menang" pikirku sambil tersenyum kepadanya


Akhirnya aku mendudukkan diriku di sebelah Kevin berhadapan dengan nenek lampir itu dan tante Diana.


"Ayo sayang di makan" perintah tante Diana padaku


"Iya tante" jawabku


"Gak usah banyak banyak nanti meletus" sindir Tiara


Aku menatapnya dengan sinis dan tak menghiraukan ucapannya. Aku merasakan Kevin menggenggam tanganku di bawah meja dan aku menatapnya. Dia tersenyum sambil menggelengkan kepala seolah memintaku tak menanggapinya yang ku balas dengan anggukan kepala.


"Ini makan yang banyak ya sayang, tante masak ini khusus buat kamu" ujar tante Diana sambil mengambilkan ku lauk pauk


"Iya tante terimakasih nanti saya ambil sendiri" jawabku tak enak


Kami makan dalam diam tapi hanya satu orang yang dari tadi bertingkah. Siapa lagi kalau bukan nenek lampir yang menawarkan ini itu ke Kevin tapi selalu di tolak. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman kemenangan.


Setelah makan kami beranjak menuju ruang keluarga. Aku duduk di sebelah Kevin tapi lagi lagi Tiara ikut duduk di sebelah Kevin, jadilah Kevin di tengah di antara kami.


"Sayang aku ambil ponsel dulu ya" pamit Kevin padaku yang ku balas anggukan


"Ma Pa Kevin ke atas sebentar" pamitnya

__ADS_1


"Iya sayang" jawab mamanya


"Raya bagaimana kabar kamu selama ini? Kamu menghilang hingga membuat Kevin yang bandel itu berubah jadi baik tapi dengan sifat dinginnya itu yang semakin bertambah" tanya om Sandi


"Kabar saya baik om, kemarin memang terjadi kesalahpahaman di antara kami, saya minta maaf om tante atas apa yang terjadi pada Kevin di masa lalu. Karena kepergian saya Kevin jadi seperti itu" jawabku meminta maaf


"Sayang geser dong" perintah Kevin yang baru datang


Aku mengerti maksudnya dan segera menggeser dudukku ke sebelah Tiara dan dia di pinggir.


"Kak kok pindah sih?" Tanya Tiara


"Sudahlah Tiara biar Kevin duduk di manapun terserah dia" jawab mamanya Kevin


"om sama tante juga minta maaf atas apa yang Kevin lakukan pada kamu dulu, mungkin jika dia berani berterus terang di awal semua itu tak akan terjadi" balas om Sandi menjawab ku


" dalam sebuah hubungan harus saling terbuka dan percaya karena setia saja itu juga nggak cukup. Selalu bicarakan apabila ada masalah yang terjadi. Karena saat masalah kecil tidak di selesaikan maka akan timbul masalah yang lebih besar nantinya" lanjutnya memberi nasehat


"iya pa, Kevin akan selalu mengingat nasehat papa" jawab Kevin dan aku hanya mengangguk


Aku melihat wajah Tiara sudah cemberut, sepertinya tante Diana juga tidak terlalu suka dengannya.


"Pa Ma, Kevin sama Raya sudah memutuskan bahwa kami akan membawa hubungan kami ke jenjang pernikahan, Kevin sudah bicara sama om Andre bahwa Kevin akan melamar Raya secepatnya" terang Kevin pada kedua orang tuanya


"Mama setuju, kalau perlu secepatnya kalian menikah ya sayang biar kamu jadi menantu mama" ujar tante Diana antusias


"Kalau papa terserah kalian saja, kan yang menjalani nanti kalian berdua papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian" jawab om Sandi


"Makasih pa ma, jadi kapan kira kira papa gak sibuk bisa melamar kan Raya untukku?" Tanya Kevin


"Bagaimana kalau minggu besok kita kesana?" Jawab om Sandi


"Mama akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk acaranya" jawab tante Diana tersenyum


"Tante tidak perlu acara yang mewah hanya keluarga inti saja tante biar lebih kekeluargaan" jawabku menimpali


"Jangan tante lagi sayang, mulai sekarang panggilnya mama seperti Kevin" balas tante Dianya


"Dan untuk acaranya terserah kalian deh maunya gimana" lanjutnya


"Saya tidak setuju" ucap seseorang yang tiba tiba menyela pembicaraan kami


siapa hayooo??? coba tebak..


a. Tiara


b. Viona


c. Orang ketiga


Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..


Jangang lupa VOTE ya biar author semakin semangat dalam update nya..


##############################

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2