Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
bab 7. Janjian


__ADS_3

Mobil yang di kendarai kak Gilang memasuki halaman rumah kami. Setelah turun kami bersama memasuki rumah, terlihat ayah dan bunda sedang duduk duduk di ruang keluarga.


"assalamualaikum" salam kami


"waalaikumsalam, kalian sudah pulang ternyata , sana mandi dulu habis itu kesini ada yang mau bunda sama ayah bicarakan" jawab bunda


"iya bunda aku bersih bersih dulu" kataku


Ku Langkahkan kakiku menuju kamar, setelah mandi ku rebahkan tubuhku di ranjang. Angan anganku melayang pada kejadian di taman tadi, cowok pertama selain keluargaku yang begitu baik dan perhatian.


"Sadar Ray, dia sudah punya pasangan dan mungkin dia hanya menganggap mu teman jadi wajar dia baik denganmu, jangan terlalu main perasaan" pikiranku berargumen sendiri


Aku memang belum pernah jatuh cinta, jadi saat ada cowok yang baik dan perhatian padaku aku langsung jatuh cinta meskipun aku gak tau niatnya apa. Jatuh cinta itu bukan sebuah kesalahan jadi wajar saja kan?, dan gimana gak jatuh cinta lihat tatapan mata indahnya udah klepek klepek, genggaman tangannya, belum lagi perhatiannya ini itu dan ciumannya di dahiku. Semua itu yang membuatku jatuh cinta mana ada berteman sampai seperti itu.


Tok tok tok


"Dek dipanggil bunda suruh turun, kakak tunggu di bawah ya" kata kak Gilang yang langsung berlalu pergi


"aduh aku sampai lupa tadi bunda nyuruh turun" gerutuku sambil bergegas turun


Di ruang keluarga ku lihat semua sudah berkumpul dan berbincang. Ku dudukkan tubuhku di sebelah bunda dan memeluknya.


"Ada apa ini anak bunda dateng dateng langsung peluk" tanya bunda sambil mengelus rambutku


"gpp bun, pengen manja aja sekali kali sama bunda" ucapku manja


"iihh udah punya pacar juga masih aja manja kamu dek" cibir kak Gilang


"eh adik udah punya pacar? kok ayah gak tau?" tanya ayah


"iihhh... apaan sih kakak itu ngarang aja, nggak yah adik gak punya pacar kok bener deh" ucapku sambil membuat huruf V di tangan


"kalau bukan pacar terus siapa yang tadi makan bareng trus pakai senyum senyum sendiri juga pas jalan pulang tadi" kata kak Gilang


"dia itu temanku kak kan tadi udah aku kenalin ke kakak kan? dan siapa juga yang senyum senyum sendiri" ujarku cemberut


"eehh sudah sudah jangan bertengkar, adik coba ceritakan pada ayah" perintah ayah


"jadi dia itu namanya ****Kevin**** ayah, dia murid baru di sekolah yah tapi sudah akrab sama aku, Yanti dan Sari. Tadi waktu di taman kami gak sengaja bertemu yah dan kami mengobrol terus dia dengar perutku bunyi dan dia nawarin makan, awalnya aku menolak tapi karena dia narik narik tanganku jadi aku ya terpaksa ikut makan terus kak Gilang dateng main bilang sayang sayang lagi yah" jelas ku panjang lebar pada ayah


"ohh jadi takut dia salah paham gitu kalau kakak panggil kamu sayang" goda kak Gilang


"eh ya nggak lah kak" jawabku cepat

__ADS_1


"cieeee gugup" godanya lagi


"Ayah lihat kak Gilang godain terus" manjaku pada ayah


"Udah lah kak kasihan adiknya di goda terus" tegur bunda


"ayah gak melarang adik atau kakak pacaran tapi harus bisa jaga diri baik baik dan jangan melewati batasan yang ada, itu pesan ayah" nasehat ayah


"iya ayah" jawab kami serempak


"oh iya bunda sampai lupa mau ngomong kalau besok bunda sama ayah mau ke jepang ada pekerjaan yang harus ayah tinjau langsung jadi kalian berdua dirumah jangan keluyuran terus" jelas bunda


"dan kakak jagain adiknya" lanjut bunda


"iya bunda kakak bakal laksanakan perintah" jawab kak Gilang tegas


"adek juga jaga diri baik baik pulang sekolah jangan keluyuran terus" kata ayah


"iya ayah, jam berapa pesawatnya yah?" tanyaku


"jam 8 sayang, ayo makan siang dulu bunda siapin makanannya" ajak bunda


"berangkat" jawabku dan kak Gilang serempak


"hahahaha ada ada aja kalian ini" tawa ayah dan bunda


Kevin:


assalamualaikum Ray, lagi apa?


****Me****:


waalaikumsalam Vin, ini lagi ngerjain tugas buat besok


Kevin:


emmm aku ganggu gak nih?


Me:


nggak kok, ini sudah hampir selesai. Ada apa memang?


Kevin:

__ADS_1


boleh ke rumah kamu gak Ray? soalnya ada soal yang belum bisa kerjain


"Aduhh gimana ini kalau Kevin kesini dia bakal tau semua, gak boleh ke bongkar identitasku" bingungku


Me:


maaf Vin, di rumahku lagi gak ada orang kalau kamu kesini takutnya orang berpikir macam2 gimana kalau ketemu dimana gitu biar nanti aku ajarin


Lama ku tunggu tak ada balasan, apa dia marah ya karena gak aku bolehin. Tapi tiba2 Hpku bergetar dan cepat cepat ku lihat


Kevin:


Ok Ray, kita ketemu di cafe xx ya jam 2 nanti


Me:


Ok sampai ketemu di sana


Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 13.15. Aku bergegas mandi, setelah selesai aku bingung pakai baju apa. Akhirnya putuskan pakai rok pendek dibawah lutut dan kaos hitam polos dan sebuah sweater. Tinggal terakhir untuk muka aku hanya memoles lipstik biar lebih fresh karena aku gak suka pake bedak apalagi makeup. Setelah persiapan selesai aku langsung turun dan berpamitan ke bunda.


"bunda,adek mau keluar sebentar ya kerja kelompok di cafe xx assalamualaikum" pamit ku


" iya sayang hati hati, waalaikumsalam" jawab bunda


Segera ku pacu motor kesayanganku menuju tempat janjian. Panas banget hari ini, mau pakai mobil gk mungkin, mau minta antar kak Gilang nanti resek jadinya ya gini panas panas panas. Saat di lampu merah tiba tiba aku melihat seperti kak Vio, tapi kok sama cowok dan itu bukan Kevin. Kelihatan mesra banget mereka dilihat dari kak Vio yang memeluknya dari belakang. Kalau Kevin tau bisa gawat ini.


Lampu merah telah kembali hijau tapi pikiranku masih melayang di kejadian tadi.


"apa aku memberi tahu Kevin ya soal ini, tapi nanti kalau dia gak percaya gimana kan aku gak ada bukti" pikirku


"ahh biar aja deh, biar dia tau sendiri nanti dikira aku ikut campur urusan mereka" pikirku lagi


Kulajukan terus motorku hingga tak terasa hampir terlewati cafenya, gara gara mikir tadi nih jadi gak sadar. Ku lajukan motorku menuju tempat parkir. Ku langkahkan kakiku memasuki cafe yang memang di desain untuk anak muda ini. Mataku melihat lihat siapa tau Kevin sudah datang, ternyata dia belum datang dan aku langsung mencari tempat duduk yang kosong.


"Mau pesan apa mbak" tanya pelayan


"emm jus sirsak saja 1 ya mbk" pesanku


Setelah 5 menit pesananku pun datang tapi yang ditunggu tak kunjung datang.


Biarlah waktu yang menentukan hasil akhir entah untuk cinta atau yang lain


~Raya Putri~

__ADS_1


################################


Bersambung...


__ADS_2