
Setelah kejadian kemarin aku merasakan dia sedikit menjauhiku, seperti hari ini saat biasanya dia akan selalu bergabung dengan temannya malah nggak ada.
"kemana Raya? Bukannya tadi ke toilet bareng?" tanyaku ke dua sahabatnya yang duduk di depanku dan Reza.
"katanya mau ke perpus, pinjam buku. Gak tau sih tumben- tumbenan ke perpus" jawab Sari
"yoi.. Biasanya kan kalau ke perpus kalau ada tugas yang gak ada di buku" timbal Yanti
Temannya bilang dia sedang di perpustakaan jadi aku memutuskan segera melihatnya,
"aku ke kelas dulu ya, ada yang ketinggalan soalnya" pamit ku dan mencari alasan.
"nanti balik nggak?" tanya Reza
"nggak nanti aku tunggu di kelas aja" jawabku lalu pergi setelah mereka mengiyakan
Aku berjalan memasuki perpustakaan untuk pertama kali, aku mencari di setiap sudut dan akhirnya aku menemukan dia yang sedang duduk di bangku pojok sambil memakan roti. Aku hanya melihatnya dan tidak menghampirinya.
"lagi makan aja buat jantung deg deg an" pikir ku
aku duduk memilih duduk tak jauh dari tempatnya sambil mengawasinya sambil sesekali mengambil fotonya secara diam- diam dan menjadikannya wallpaper hp ku.
"gak sabar buat dia jadi milikku" khayalku lagi
Bel masuk berbunyi,
Kulihat dia bergegas berdiri dan mengembalikan buku yang di bacanya lalu bergegas keluar dan aku mengikutinya dari belakang. Saat dia berbelok ke arah toilet aku segera berjalan menuju kelas.
"dari mana? Katanya di kelas tadi aku cari gak ada" tanya Reza penasaran
"biasalah apel dulu, kayak gak tau aja orang pacaran" jawabku asal
"buset dah, mentang- mentang punya pacar apel terooss" balas Reza dan aku hanya tersenyum
Sesaat kemudian Raya masuk dan berjalan ke bangkunya yang di belakangku, aku menatapnya intens sedang dia seolah - olah tidak memandangku padahal aku tau mata kami sempat bertemu beberapa detik.
"lihatlah mukanya yang merah itu, pasti lagi malu" pikirku senang
Skip
Bel pulang berbunyi, aku yang memang sudah ada janji dengan Kak Vio segera menemuinya. Dan memulai rencana di parkiran untuk memperlihatkan ke Raya hubungan kami.
Saat ini aku tengah menunggu di parkiran dengan kak Vio, dari kejauhan aku melihat Raya mendekat area parkir.
"tuh, Raya udah lihat kita tadi, ayo pulang" kata kak Vio
"bentar kak, tunggu Raya biar pulang dulu" ujarku tolakku
"haiiiss kalau suka itu ya bilang jangan main petak umpet" cibir kak Vio dan aku hanya mengabaikannya karena fokusku hanya pada Raya.
Aku melihat ada gerombolan cewek yang waktu itu di kantin yang mendorongnya hampir terjatuh, aku hampir berlari menghampirinya tapi kak Vio menahan ku.
"mau kemana? kita lihat saja dulu, biar dia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri" ujar kak Vio
Aku mengurungkan niatku dan hanya melihat dari jauh, entah apa yang mereka bicarakan kelihatannya serius.
Saat sebuah tangan hampir melayang ke wajahnya aku segera berlari aku memperdulikan siapapun, fokusku hanya satu melindunginya.
"Jangan pernah nyentuh dia sedikitpun, kalau sampai dia lecet sedikit karena ulah kalian aku gak bakal tinggal diam, ngerti!!" Bentak ku emosi menghempaskan tangannya
"Sekarang pergi dari sini sebelum gue tambah kasar sama loe" lanjut ku
"awas loe" jawab cewek itu sebelum berlalu pergi
__ADS_1
"Kamu gpp kan Ray? Dia lukain kamu gak?" Tanyaku memeriksa tubuhnya
"Aku gpp Vin, makasih udah nolongin aku" jawabnya tapi sambil melihat arah lain
"Jahat banget sih tuh nenek lampir, maaf ya Ray kita gk bantuin tadi kita pikir dia gak senekat itu" timpal Yanti
"Ya gpp Yan, lagian udah ada Kevin yang bantuin aku, eh Vin tuh kasian kak Vio nungguin" jawabnya melihat kak Vio berjalan ke arah kami
Aku melihat kak Vio dan memberi isyarat supaya menjelaskan.
"Gpp Ray santai aja kok, yang penting kamu gpp" jawab kak Vio
"Kami pulang dulu ya kak Vio, Vin sekali lagi makasih ya, kami duluan " jawabnya
"kok buru buru banget, apa mungkin dia ada yang sakit?" pikirku
"Iya Ray, hati-hati jangan ngebut aku ikuti dari belakang ya" jawabku akhirnya
"Eh gak usah Vin aku sama mereka mau ke toko buku, iyakan Sar ?" dia menolak
"Eh iya Vin kami sudah janji ke toko buku" tambah sari seperti bingung dan aku tau itu hanya alasannya untuk menolak ku
"Kami pergi dulu ya, assalamualaikum" dia sudah ngacir pergi sebelum aku menjawab dan hanya menatapnya pergi
#skip
Hari ini libur dan aku berencana lari pagi ke taman kota, cuaca yang begitu mendukung membuatku semakin bersemangat. Ku lajukan motorku dengan santai sambil menikmati udara pagi.
Taman kota begitu ramai orang berolahraga. Setelah mendapatkan parkir aku segera lari berkeliling, hingga pandanganku melihat seseorang yang membuatku tersenyum sedang asyik duduk sambil bermain ponsel.
"jodoh memang gak kemana" pikirku senang sambil menghampirinya
"Eekhhemm" aku mencoba membuatnya menyadari ku
"apa sih yang dilihatnya sampai asyik banget?" pikirku
"asik banget main ponselnya Ray" sapaku akhirnya
"Kevin, kok bisa di sini?" tanyanya spontan dan kaget
"jadi dia benar gak tau itu aku tadi?" pikirku tepuk jidat
"Ya bisa lah Ray ini kan tempat umum, kamu aja yang asyik banget sampai gak sadar aku sudah di sebelahmu dari tadi" jawabku
"hehehe maaf Vin , kamu mau olahraga?" tanyanya sambil memperhatikan pakaianku lama
"Ray..Ray.. helloo kok malah ngelamun sih" ucapku menyadarkannya
"eh i iya a ada apa Vin" jawabnya tergagap
"aku tanya Ray kamu disini sama siapa?" katanya
"aku sendiri, ya aku sendiri disini" jawabnya
"kamu mau olahraga Vin?" lanjut ku
"aku sudah selesai, ini habis beli minum" jawabku
Kruuyuuuukk
Terdengar suara perut berbunyi nyaring, spontan aku melihat ke arahnya dan terkekeh geli.
"kamu lapar Ray" tanyaku sambil terkekeh
__ADS_1
"hehehe " dia hanya tersenyum cengengesan
"Ayo makan dulu" ajakku sambil berdiri menarik tangannya
"Ngak perlu Vin aku mau pulang kok ini, nanti aku akan makan dirumah aja" tolaknya
"Udah gak usah nolak, ayolah Ray" paksaku
Aku membawanya ke warung bakso Jumbo.
"Tunggu disini aku pesan dulu" ucapku
"Ini Ray, ayo di makan" ucapku sambil menyodorkan 1 porsi bakso berukuran jumbo dan sebotol air mineral padanya
"Terimakasih" ucapnya
Saat kami sedang enak enak makan tiba tiba ada cowok yang datang nyamperin kami.
"Rayaa, aku cariin muter muter ternyata kamu disini enak enakkan makan bakso" ujarnya sewot
"Maaf kak tadi aku di ajak Kevin, eh kenalin kak ini Kevin dan Vin ini kak Gilang" ujarnya memperkenalkan
"Kevin" ucapku
"Gilang"
"sini duduk kak" ajaknya
Aku memperhatikan mereka yang tengah berbisik bisik, rahangku mengeras menyaksikan kedekatan mereka berdua
"eekhem" aku berdehem keras
"kenapa kalian berbisik bisik" tanyaku to the poin
"hehehe Gpp kok Vin" jawab Raya
"Wah enak ni bakso bagi dong sayang" ucap cowok itu membuatku tersedak
"Ukhukk ukkhuk "
"Kamu gpp Vin?, minum dulu" Raya memberikan minum padaku
"hmmmm aku gpp Ray makasih" balasku
"sayang? apa dia pacarnya?" pikirku
"ayo pulang, sekarang" kata cowok itu sambil menarik Raya
"Sudah Ray kamu pulang aja gpp" kataku karena ku lihat dia memaksa Raya
"Tuh kan sayang ayo kita pulang, kita pulang dulu ya bro makasih traktirannya" katanya
"eh kak jangan tarik tarik aku, Kevin makasih ya udah traktir aku gak usah di tanggepin kelakuan dia emang gitu orangnya" ucap Raya
" iya Ray santai aja, hati hati di jalan" balasku meski dalam hari ingin sekali menonjok cowok itu karena berani narik- narik Rayaku.
Aku hanya memandangnya menjauh, aku harus benar benar mulai menunjukkan rasaku.
Aku gak peduli dengan cowok itu dan apapun nanti hasilnya aku akan terima.
##################################
Bersambung...
__ADS_1