
Setelah kejadian salah paham kemaren di cafe, saat pulang aku mendiami kak Vio sampai rumah.
"Kevin tunggu, kakak minta maaf oke, jangan marah" ucapnya saat memasuki rumah dan aku meninggalkannya begitu saja tanpa membalas
aku tak melihat ada papa dan mama di ruang keluarga yang memperhatikan kami. Sehingga aku langsung menaiki tangga menuju kamar dengan kesal.
"Kevin, kembali turun" kata papa tegas menghentikan ku membuatku berbalik
Aku mendudukkan diriku di samping kak Vio di depan papa
"cerita kenapa kalian bertengkar, gak biasanya juga" kata mama
Kami hanya diam saja tak menyahut.
"kalian mau cerita apa papa potong uang jajan kalian 80%" kata papa tegas
Aku menghela nafas kasar dan mulai menjelaskan apa yang terjadi pada kami.
"ha.. Haha... Kalian ini kayak anak kecil aja pakai permainan kayak gitu, kevin kalau suka ya bilang jangan pengecut jadi laki- laki, di tolak ya tinggal usaha lagi, gitu aja kok ribet anak jaman sekarang, yan kan ma" kata papa menertawakan kami
"iya, lagian ada ada saja kalian ini" jawab mama
"sekarang saling minta maaf" lanjut mama
Akhirnya malam itu berakhir dengan kami saling minta maaf dan kembali berbaikan. Setelah beres aku pamit ke kamar untuk istirahat meskipun pasti susah karena terpikirkan Raya. Aku telp berkali kali gak bisa di hubungi. Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 tapi mataku tak kunjung lelap.
"ahhh... semoga besok baik-baik saja" gumamku lalu mencoba tidur
#skip
Seperti dugaanku Raya semakin menjauhi ku di sekolah dan aku gak suka itu. Setiap aku datang dia pergi, setiap aku ingin bicara dia selalu menolak. Aku ingin memaksanya tapi aku takut nanti dia malah tambah jauh karena aku paksa. Biarlah beberapa hari ini dia tenang dulu.
Tak terasa sudah 3 hari Raya menghindar dariku.
Hari ini kami sekeluarga berencana jalan jalan ke mall dan kini kami tengah makan di salah satu resto dalam mall. Saat kami makan mataku sempat melihat Raya dan kedua temannya juga sedang makan
Mata kami saling pandang sesekali waktu dan itu membuat mama memperhatikanku , mamaku ini orangnya antusis kalau aku bercerita tentang Raya dan sekarang bertemu langsung dengan orangnya mama segera menghampirinya. Entah apa yang dibicarakan kemudian mama memintaku ikut ke meja Raya.
"Hai" sapaku
"hai juga" jawab mereka bertiga terlihat shock
"Kevin panggil papa kamu kesini, kita gabung sama calon mantu mama" ucap mama membuatku terkejut
"mama apa apaan sih malu tau" ucapku
"ngapain malu sih ya kan Raya sayang"
"eh iya tante silahkan" ujar Raya
Aku segera pergi memanggil papa untuk bergabung dengan kamu.
"mama kok pindah kesini kenapa?" tanya papa
"papa kenalin ini calon mantu kita pa, cantik kan?" ucap mama
"Saya raya Om, dan ini kedua teman saya Yanti dan Sari" ucapnya memperkenalkan diri
"halo saya papanya Kevin, salam kenal ya" balas papa ramah
Setelah itu kami duduk kembali.
" Pa gimana? Cocok kan jadi mantu kita?" tanya mama
"papa selalu setuju siapapun yang anak- anak suka ma, tapi apa mau orangnya sama Kevin yang bandel ini" jawab papa sambil menggodaku membuatku malu
"papa, aku gak bandel" ujarku menyangkal, bisa -bisa turun pamor depan Raya nih
"sudah sudah kalian gak malu sama calon mantu mama ini" ujar mamanya Kevin
"tante, om mau pesan sesuatu" tanyanya pada mama dan papa
"memang calon menantu yang baik " pikirku sambil tersenyum ke arahnya
"akhirnya bisa dengar suaranya juga, meskipun gak sengaja tapi biar semuanya jelas sekarang" lanjut ku dalam hati
"nggak usah sayang kami sudah makan tadi, kami cuma mau ketemu sama calon mantu tante" jawab mama menggodanya
"mama jangan gitu lihat calon mantu kita malu" ujar papa menimpali
"lihatlah, pipinya memerah membuatku gemass" pikirku melihatnya
"mama papa pindah kok gak ajak ajak Vio sih" ujar kak vio tiba - tiba sambil mendudukkan tubuhnya di sebelahku
"maaf sayang tadi mama antusias banget mau ketemu adik ipar kamu" ujar mama
kulihat Raya menatapku setelah mendengar perkataan mama pada kak Vio dan aku menganggukkan kepala dan tersenyum padanya.
"lihat kamu salah paham sayang" kataku dalam hati
"kalian semua satu sekolah kan" tanya papa kemudian
" iya om" jawab mereka
"jadi Kevin ini adiknya kak Vio ya om?" tanya Sari akhirnya bersuara
"loh kalian belum tau status mereka?" tanya mama pura- pura gak tau
"belum tante" jawab mereka kompak dan menggeleng
"ya ampun.. Kevin dan Vio itu kakak adik sayang jangan pikiran macem - macem ya" jelas mama seolah menjelaskan kesalahpahaman mereka dan aku hanya tersenyum melihatnya
"Kevin ajak Raya main ke rumah, sama teman temannya juga kalau mau" ujar mama
"mama aku itu gak ada apa apa sama Raya" kataku pura- pura gak mau padahal dalam hati siap laksanakan
"lho bukannya kamu bilang kalau suka Raya kenapa nggak jadian aja sih?, dari tadi kamu mandangin dia terus dari sana" jelas mama terus terang
"ukhuk ukhuk ukhuk" dia langsung tersedak mendengarnya
"aduh maaaa, jangan di bilang langsung juga" kesal ku dalam hati
"mama jangan ngomong gitu mereka malu" ujar kak Vio
__ADS_1
"ma memangnya mau orangnya sama Kevin yang bandel ini" kata papa menimpali
"papa, aku gak bandel" ujarku kesal
"sudah sudah kalian gak malu sama calon mantu mama ini" ujar mama
" mama aku benar benar malu sekarang" pikirku
"Kalian sudah makan?" tanya mama
"sudah tante" jawab Raya
"sayang maaf ya tante tak bisa menemani lebih lama, soalnya tante masih ada urusan sayang"
"iya tante gpp, kami mengerti"
"om sama tante pergi dulu ya dan makanannya sudah om bayar, ayo Vio, Kevin kita sudah ditunggu" ucap papa
" terimakasih om" ucap mereka
"tante pergi dulu ya syang" pamit mama
"iya tante hati hati" ucapnya
Aku ikut bangkit bersama keluargaku karena kami memang ada acara sebentar lagi tapi sebelum sampai pintu keluar aku menengok ke arah Raya lagi seraya tersenyum dan mengerlingkan mata membuatnya tersipu.
"Aku bahagia hari ini dan aku suka" pikirku
Malam hari setelah acara selesai aku sudah tak sabar untuk mengutarakan cintaku akhirnya aku kirim pesan padanya
Me
malam Ray, maaf soal di resto tadi ya
Raya
Iya Vin gpp, tapi aku ****boleh**** tanya sesuatu?
Me
boleh
Raya
bukannya kamu sama kak Vio pacaran ya kok bisa jadi kakak adik??
Raya
maaf Ray aku cuma mau buat kamu cemburu tapi aku gak bisa lihat kamu cuekin aku terus.
Raya
kenapa
me
becouse I LOVE U
Lama aku menunggu tak kunjung di balas, apa dia tak mencintaiku? Akhirnya ku putuskan untuk mengirim pesan lagi
Me
Raya
jawab apa?
Me
I LOVE YOU RAYA PUTRI A
Lagi lagi tak dibalas pesanku, biar besok pagi saja aku akan bilang langsung padanya.
Memang jodoh, lagi lagi aku bertemu dengannya di jalan tanpa di rencanakan.
Tin tin tin
Klakson Ku kala melihat motor Raya di depanku dan dia hanya melihat lewat spion motornya terlihat dari kepalanya sempat nengok kiri namun dengan tetap melaju menuju sekolah.
Selamat pagi Ray, tumben baru dateng" sapaku dengan senyum cerah
"pagi juga, iya tadi kesiangan" jawabnya malu-malu
"aku tadi mau jemput kamu tapi gak tau rumahmu di mana dan aku telp kamu nggak angkat " kataku
"kenapa jemput?, aku bawa motor kok" jawabnya
"gpp pengen bareng kamu aja" jawabku santai
"kamu belum jawab pertanyaanku semalam Ray" lanjut ku
"pertanyaan yang mana Vin" tanyanya pura pura lupa apa gimana nih
"semalam kan aku bilang I LO-"
tetttttt... Tettttt tettttt
"maaf Vin aku harus ke kelas dulu nanti saja ya kita bicara" potongnya cepat
Kenapa ke potong sih? Aku kan mau tau isi hatinya dan sekarang malah di tinggal di sini. Dasar bel gak berperipertemanan.
Aku segera menyusulnya ke kelas dan bersikap biasa saja sampai Sari bertanya padaku.
"eh Kevin belom nembak Raya ya katanya cinta?" tanyanya
Aku segera menoleh ke arahnya
"Sari, apa apaan sih tanya kayak gitu malu tau di dengerin orang orang" tuturnya
"Sudah kok, Raya saja yang tak mau menjawab" jawabku apa adanya
"Kamu Ray, katanya suka giliran di tembak malah gak jawab gimana sih?" gerutu Yanti
"Suka??? jadi dia juga menyukaiku?" girang ku dalam hati
__ADS_1
"Siapa yang di tembak?" tanya Reza yang baru datang
"Tuh si Raya sama Kevin" jawab Sari
"wahh garcep bro, kapan nembaknya" tanya Reza
""tadi di parkiran" jawabku santai
"WHAT" teriak Reza Yanti dan Sari barengan
"Kenapa?" pikirku bingung
"Gimana mau dijawab, orang nembak aja di parkiran sepeda" kata Sari
"gak kreatif banget sih bro" seru Reza
"dasar Kevin" cibir Yanti
"udah udah tuh Bu Lisa udah dateng" kata Raya
"oohh jadi dia gak mau jawab karena tempatnya salah, baiklah nanti aku akan mencoba romantis nembaknya" pikirku
"tunggu Ray aku mau bicara berdua" kataku saat dia mau pergi
"cie ciiee yang mau berduaan, ya udah yuk kita pergi aja Za, Sar " kata Yanti
"isshh apaan sih, sana sana" usirnya
" cieee ngusir nih ceritanya" goda Sari
"bukan gitu mksdku ak-"
"udah udah kami pergi dulu, semoga ada kabar baik ya " potong Yanti sambil melangkah pergi
"kita ke atap yuk Ray" ajakku kemudian
"emmm.. Ngapain? Disini aja ya " jawabnya menolak
"sebentar aja kok" balasku lalu menariknya pergi tanpa menunggu jawabannya
Kami melangkahkan kaki menuju tangga ke atap sekolah ,dan aku terus menggandengnya.
sesampainya di atap kami duduk di bangku yang memang tersedia.
"Ray lihat aku" kataku
"tunggu-tunggu, aku atur nafas dulu" katanya membuatku tertawa kecil
Aku biarkan dia mengambil nafas sebentar, lalu aku menggenggam tangannya lembut.
"Ray, mungkin kamu sudah tau apa yang akan aku katakan sekarang tapi aku ingin kamu tau aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama saat aku menjadi murid baru, entah kenapa jantungku berdetak kencang saat aku melihatmu dari depan kelas. Melihat kamu tertawa aku bahagia melihat kamu disakiti orang lain aku ingin marah dan menghajar siapapun yang menyakiti kamu. Semakin hari rasa ini semakin tumbuh, aku bingung bagaimana mengungkapkannya. Akhirnya aku meminta bantuan kakak ku untuk pura pura jadian denganku untuk mengetahui perasaanmu, tapi saat kamu menjauh aku sedih tapi aku yakin itu membuktikan kalau kamu juga memiliki rasa yang sama denganku. Aku mencintaimu , sangat mencintaimu. Apa kamu mau menjadi bagian dari hidupku dan menerima cintaku Ray?" ungkap ku padanya
"Jujur Vin aku juga mencintaimu, melihat kamu dengan kak Vio kemarin membuatku cemburu dan membuatku berkecil hati dengan diriku sendiri, tapi apa kamu yakin dengan memilih aku Vin? Karena di luar sana ada banyak orang yang jauh lebih baik dariku Vin, kamu tau kondisi aku seperti apa, anak-anak di sekolah banyak mencelaku, aku takut kamu malu nanti saat jalan sama aku karena aku seperti ini. Aku gendut dan gak cantik banyak yang tak menyukaiku karena kekuranganku apa kamu gak menyesal mencintaiku?" jawabnya setelah sekian lama
"Raya dengar aku, aku mencintai kamu dan aku juga mencintai kekuranganmu, biar dunia ini membencimu aku tetap mencintaimu. Aku mencintaimu tulus Ray dan kamu pantas untukku karena cinta itu tak melihat pantaskah yang kita cintai tapi memantaskan apa yang ingin kita jalani maka cinta itu akan pantas dengan sendirinya. Aku mencintaimu Ray, kita akan melewati ini sama-sama?" balaku meyakinkan
"Aku juga mencintaimu Vin" jawabnya mengangguk akhirnya
Aku tersenyum lebar, bahagia aku benar benar bahagia sampai tak sadar telah memeluknya erat.
Ukhuk
"Vin lepas nanti ada yang lihat" katanya
" hehe maaf Ray, habisnya aku bahagia" jawabku
Setelah di rooftop selesai aku mengajaknya ke kantin dengan saling bergandengan mengabaikan setiap pasang mata yang melihat.
"Cieee PJ nih " goda Yanti
"Wajahnya cerah amat bro" goda Reza padaku
"Kalian pesan aku yang bayar" kataku mentraktir mereka
"Yesss, makan gratis " seru Reza
"kamu mau makan apa sayang" tanyaku
"cuit cuit panggilannya udah ganti aja nih" goda Sari
"Husst jangan keras keras malu tau" jawabnya malu
"emmb aku bakso gak pakai mie sama air mineral" lanjutnya
"baiklah tunggu di sini biar aku pesankan" kataku
Aku segera membelikan pesanan pacar baruku ini.
"ini makanlah Ray, sebentar lagi bel masuk" kataku
"makasih Vin, kamu gak pesan" tanyanya
"Nggak Ray aku nggak lapar, kamu makan aja yang banyak biar ada tenaga buat mikirin aku" godaku padanya
Ukhuk ukhuk
"ishh kamu apa apaan sih gombal gitu malu tau sama mereka" kesalnya sambil mencubit ku
"aawwww aww sakit sayang" rengek ku manja
"dihhh manja tau nggak" cibirnya
"biarin aja kan sama pacar sendiri, suapin aku Ray aaaaaa...." pintaku
"kok manja banget sih pacarku ini, mana sikap cool nya selama ini, ya udah ini " sindirnya sambil menyuapiku pentolku
"ekheemm serasa dunia milik berdua ya Yan Sar, kita mah apa cuma debu kecil yang tak terlihat dan di anggap" ucap Reza menyadarkan kami
"hehehehe maaf" ucapnya
"udah makan dulu sayang nanti baru bicara" kataku takut dia tersedak
Hari ini aku menemukan kebahagiaanku yaitu bersamanya
__ADS_1
################################
Bersambung...