Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 14. Janji kita


__ADS_3

ting ting ting


Bunyi pesan wa berkali kali terdengar tapi tak ku hiraukan karena aku masih fokus pada tugas besok. Karena tadi sore aku bermain dengan teman- temanku jadi sekarang waktunya belajar.


Satu jam telah terlewat dan kini jam menunjukkan pukul 19.00 dan tugas telah selesai ku kerjakan.


Aku melangkah mengambil ponselku yang tergeletak di ranjang.


Kevin,


Selamat malam sayang, besok aku jemput ke sekolah tunggu aku


Kevin,


Kok gak bales


Kevin,


Sayang


Sari,


Raya maaf ya aku baru chat soalnya tadi pulang langsung tidur hehe, mau ngerjain tugas ini susah


Aku melihat chat masuk dari Kevin dengan geleng geleng kepala. Segera ku balas chat dari Sari dulu


to Sari


Me,


Iya Sar gpp, aku juga baru selesai ngerjain tugas


setelah Sari kini giliran Kevin


to Kevin


Me,


selamat malam juga Vin, maaf ya aku baru selesai mengerjakan tugas buat besok


Kevin


buka pintu balkon kamar kamu


"hahhh buka jendela apa maksudnya ini orang" gumamku


Kevin


udah buka aja gak perlu bingung


"Apa sih pikirnya ini orang, tau dari mana aku bingung lagian udah malam juga suruh buka pintu" pikirku


Aku melangkah membuka pintu balkon dan aku langsung melangkah keluar melihat ke bawah.


**to Kevin


aku udah di luar ini Vin


Kevin


iya aku udah tau, lihat ke atas**


"maksudnya apa coba suruh lihat ke atas, ada - ada aja ?" kataku kesal


Aku memandang ke atas terlihat bulan purnama dengan bintang yang bertaburan di langit yang cerah malam ini.


"waahhh indah banget" kagumku


grep

__ADS_1


Ku rasakan tubuhku di rengkuh dari belakang


"lebih indah kalau melihatnya dengan orang tersayang" ujarnya berbisik


"Kevin" pekikku sedikit keras


"ssstttt, jangan keras keras nanti ada yang dengar" ujarnya tetap memelukku


"diam dan lihat aja langitnya sayang" lanjutnya sambil menopangkan dagunya di pundakku


Aku merasakan hembusan nafasnya yang hangat di leherku membuatku merinding dan ku rasakan pelukannya semakin erat


"Vin kamu kok bisa di sini sih? naiknya pakek apa?" tanyaku


"manjat hehehe, habisnya kamu aku wa gak di balas jadi aku ke sini aja" jawabnya cengengesan


"aku kan lagi belajar Vin, emangnya kamu sudah ngerjain tugas buat besok?" tanyaku


"sudah dong, kamu kan tau kekasihmu ini pintar" bangganya


"ish bangganya, emmmb ngomong ngomong kamu ke sini naik apa kok motornya gak ada?" tanyaku


"ada tapi aku titipin di warkop depan gang hehehe" jelasnya


"jadi ke sininya jalan?" tanyaku


"iya jalan capek banget, duh rasanya pengen tidur" ucapnya sambil berjalan masuk dan tidur di ranjangku


"Kevin, kalau capek ya pulang dong kok malah tidur di sini, lagian siapa suruh bertamu kayak maling, coba lewat depan kan gak capek jalan" jelasku


"hemm kan niatnya mau ngapelin pacar hehe, sayang aku minta minum donk haus nih" pintanya


"hemm ada ada aja kamu ini, udah malem ini habis minum pulang ya"


"kok gitu kan masih kangen kamu Ray" jawabnya


"Kevin besok kan kita masih ketemu lagi"


"ok tunggu sebentar awas jangan bongkar bongkar barangku"


"hehe gak janji" ucapnya


Aku melangkah menuju dapur, ku ambilkan segelas air dingin dan camilan untuknya. Saat aku tiba di kamar ku lihat dia tertidur di sofa.


"huuff katanya minta minum gak taunya numpang tidur" gumamku pelan


Aku membiarkannya tidur sejenak mungkin memang kecapean, entah apa yang dilakukannya sampe kecapean seperti ini.


Sambil menunggunya aku tiduran di kasurku.


"lihatlah saat tidur aja tampan apa lagi saat bangun, seandainya kita berjodoh sungguh beruntungnya aku jika setiap bangun tidur akan melihat wajah tampannya" pikirku


Aku terus menunggu dia bangun tapi kunjung juga, akhirnya aku putuskan membangunkannya


"Vin, Kevin bangun" ku goyangkan tangannya tapi dia hanya menggeliat dan bergumam


"apa sih Ray" gumamnya


"Kevin bangun aku hitung sampai tiga jika gak bangun aku panggilin kak Gilang nih biar di pecat jadi kekasihku" ancamku


Dia langsung membuka mata dan terduduk di sofa, aku ketawa melihatnya yang habis bangun tidur, dia terlihat lucu.


"iya Ray aku bangun" ucapnya kemudian bangun dan meminum air yang ku bawakan tadi sebelum dia tidur


"ya sudah kalau udah bangun sekarang pulang aku mau tidur" ucapku


"iya iya sayng aku pulang, makasih udah pinjamin sofanya buat tidur dan suatu hari nanti semoga pinjam ranjangnya juga" ucapnya


Blusshh

__ADS_1


ku rasakan wajahku memanas mendengar ucapannya.


"emmb,, udah udah jangan ngomong yang aneh aneh" ujarku


"siapa yang ngomong aneh sih sayng, tapi kok kamu bluhsing ya? cieee baper ni ceritanya?" godanya


"isshhh apaan sih kok malah goda aku, sana pulang udah malam ini loh" usirku


"mau janji sesuatu gak sama aku?" tanyanya serius


Aku menatapnya yang kini berdiri di depanku dan memegang tanganku


"janji apa?" tanyaku


"janji jika suatu hari nanti ada masalah di antara kita maka kita akan membicarakannya, janji untuk selalu percaya kepada pasangan, janji jika hubungan ini akan menuju ke jenjang yang lebih serius suatu saat nanti, dan janji jika kelak kamu yang akan mendampingiku dan aku akan mendampingimu" jelasnya


"Aku gak bisa tau apa yang akan terjadi ke depan nanti tapi aku berjanji akan selalu menepati apa yang kamu ucapkan tadi dan aku juga berharap kita memang berjodoh nanti" jawabku


"aminn, yq sudah aku pulang dulu ya" pamitnya


"iya hati hati turunnya" ucapku


mengantarkannya ke balkon kamarku


Ku lihat dia akan turun tapi kemudian dia berbalik lagi padaku


"ada apa?"tanyaku


"ada yang ketinggalan" jawabnya


"apa? perasaan tadi gak bawa apa apa deh" ucapku sembari mengingat ingat ingat


"emang gak bawa apa apa kok" jawabnya


"lah trus apa yang ketinggalan?" tanyaku bingung


"yang ketinggalan itu-" dia tak melanjutkan kalimatnya tapi dia semakin mendekat ke arahku


Ku rasakan hembusan nafasnya di wajahku


Cup


Dia mengecup keningku dan refleks aku memejamkan mataku.


"tau kan yang ketinggalan?" godanya


"kamu tuh ya bikin aku jantungan tau gak sih Vin"


"dihh mukanya merah gitu" godanya lagi


"tau ah.. sana cepet pulang" ujarku mendorongnya


"iya iya sekarang aku pulang beneran, jangan lupa besok aku jemput berangkatnya"


"Ok siap Vin" jawabku


"selamat malam kekasih baruku I LOVE U" ucapnya


"selamat malam juga Vin dan I LOVE U TOO"


ku lihat dia menuruni balkon kamarku dengan merosot berpegangan paralon besar. Ku lihat dia berjalan ke pos satpam gerbang rumahku dengan santai, entah apa yang dibicarakan dengan mang udin tapi terlihat dia tertawa dan bersalaman, aku terus memperhatikannya dan sebelum pergi dia sempat melambaikan tangan padaku yang ku balas dengan senyuman. Setelah memastikan dia pergi aku masuk dan merebahkan tubuhku di ranjang.


"sejak mengenal dia hariku jadi berwarna dan penuh cinta, entah apa lagi yang akan dia perbuat esok hari" pikirku sebelum benar benar terlelap ke alam mimpi


**hanya rencana tapi bukan penentu takdir, itulah yang selalu terjadi pada masa depan hanya merencanakan tanpa bisa menentukan hasil akhir


~Raya Putri**~


##################################

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2