
Di sinilah kami sekarang, sebuah pantai yang indah. Ku lihat Kevin melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya membuatnya semakin tampan.
"Ayo" ajaknya menggenggam tanganku
Kami berjalan di bibir pantai sambil menikmati ombak yang menggulung kaki kami. Bermain air layaknya seorang anak kecil dan saling berkejaran juga tertawa bersama.
"Apa kamu bahagia sayang?" Tanyanya menatapku sambil tersenyum
"Aku bahagia sangat bahagia" jawabku tersenyum
"Aku bahagia bisa membuatmu tersenyum seperti ini, sayang apa kamu masih ingat dengan janji yang dulu ku minta?" Tanyanya membuatku berpikir
"Janji yang mana ya?" Pikirku
"Ahh aku ingat, janji jika suatu hari nanti ada masalah di antara kita maka kita akan membicarakannya, janji untuk selalu percaya kepada pasangan, janji jika hubungan ini akan menuju ke jenjang yang lebih serius suatu saat nanti, dan janji jika kelak kamu yang akan mendampingiku dan aku akan mendampingi mu" jawabku
"Benar dan untuk janji yang pertama dan ke dua kamu harus selalu ingat Ray agar tidak ada kesalahpahaman lagi dalam hubungan kita ini" pintanya
"Benar yang di katakan Kevin, aku melupakan janji itu saat ada masalah dulu. Tanpa mendengar penjelasannya aku pergi meninggalkannya" pikirku
"Dan untuk janji yang ke tiga" lanjutnya sambil berlutut dan mengeluarkan sebuah cincin
"Will You Merry Me?" Tanyanya membuatku shock sekaligus bahagia
"Kevin jangan main main, apa kamu sudah yakin dengan pilihan kamu sekarang? Apa ini tidak terburu buru?" Tanyaku
"Ray, aku sudah menunggu momen ini selama tujuh tahun. Aku tak bisa lagi menunggu lebih lama Ray, aku ingin segera memiliki kamu seutuhnya dan menjadi milikku selamanya" jelasnya sungguh - sungguh
"Sesuai janji kita hubungan ini akan menuju jenjang yang lebih serius, Jadi maukah kamu menikah denganku Ray? Menjadi pelabuhan terakhir cintaku dan menjadi ibu dari anak anakku yang akan mendampingiku hingga maut memisahkan kita" lanjutnya bertanya
Aku terharu dengan kesungguhannya, cintanya yang tulus dan penantiannya membuatku tak punya alasan untuk menjawab tidak.
"Ya aku bersedia" jawabku mantap
Dia tersenyum lebar dan memasangkan cincin di jari manisku. Cincin yang sangat indah, tapi kapan dia membelinya? Entahlah sekarang aku bahagia.
"Terimakasih sayang" ucapnya sambil memelukku erat
"Sama sama sayang " jawabku membalas pelukannya
"Aku mencintaimu Raya Putri Atmaja" ucapnya lalu mencium keningku
"Aku juga mencintaimu Kevin Satya Permana" balasku
Hari ini kami benar benar bahagia terlihat dari senyum yang terus mengembang di bibir kami seakan kebahagiaan itu tak akan pernah hilang.
"Ayo duduk di sana " ajaknya menuju bawah pohon yang rindang
"Sebentar kamu tunggu sini dulu aku beli minum dulu ya sayang" ucap Kevin saat kami sudah duduk
"Iya jangan lama lama ya" jawabku
"Gak mungkin lama sayang, tunggu " perintahnya dan kemudian pergi membeli minum
Aku masih tidak menyangka seorang Kevin yang dulu hanya khayalan bisa bersamanya sekarang telah melamar ku. Aku memperhatikan cincin yang melingkar manis di jariku.
"tunggu dulu, dari mana dia dapat cincin cantik ini" pikirku setelah sadar
"Untung muat, kalau tidak bisa merusak suasana romantis tadi heehehe" gumamku sambil terkekeh geli
Aku melihat Kevin menghampiriku dengan dua buah kelapa muda. Dia mendudukkan diri di sebelahku.
"Ini minum dulu sayang" dia menyodorkan satu kelapa
"Terimakasih" ucapku lalu meminumnya
"Sayang nanti aku antar pulang ke rumah ya sekalian mau kenalan sama orang tua kamu, waktu dulu kan ketemunya saat yang tidak tepat" tuturnya
"Apa gak besok saja ke rumahku Vin?" Tanyaku
__ADS_1
"Sayang kalau besok kamu yang ke rumahku, soalnya mama sangat merindukanmu " jawabnya
"Baiklah, tapi jangan pulang malam malam ya biar kamu juga gk kemalaman pulangnya" kataku
"Ok kalau begitu setelah melihat matahari tenggelam kita langsung pulang biar tidak terlalu malam" ucap Kevin yang ku balas dengan anggukan
"emm.. Vin, boleh tanya? Dari mana kamu dapat cincin ini? Perasaan tadi gak bawa apa- apa" tanyaku penasaran
"cincin ini memang aku buat khusus untuk kamu Ray, aku selalu membawanya kemanapun aku pergi berharap suatu saat pemiliknya akan datang dan menggunakannya. Dan syukurlah pemiliknya telah kembali " jelasnya membuatku terharu
"terimakasih sudah menungguku" balasku lalu memeluknya
"sama- sama sayang" balasnya
Kami duduk dengan kepalaku bersandar di bahunya. Menikmati angin semilir dan melihat matahari tenggelam. Setelah dirasa matahari sudah menghilang di peraduannya kami beranjak untuk ke rumahku.
Mobil Kevin melaju cepat membela jalanan yang tidak terlalu macet. Dua puluh menit kami telah sampai di rumahku, setelah di bukakan gerbang Kevin segera memarkirkan mobilnya di halaman rumahku
"Assalamualaikum" salam kami bersama seraya memasuki rumah
"Duduk dulu Vin, mungkin ayah dan bunda ada di atas" perintahku
"Aku panggil mereka dulu" ucapku setelah memastikan Kevin duduk
"Iya sayang" jawabnya
Aku segera berlalu menuju kamar ayah dan bunda.
Tok tok tok
"Ayah bunda" panggilku
Ceklek
"Ada apa sayang? Kamu sudah pulang dari tadi? Sini masuk" tanya bunda dan mengajakku masuk
"Adek baru pulang bunda, ayah mana?" Tanyaku
"Emmbb di bawah ada yang mau ketemu bunda dan ayah" kataku takut takut karena kesan pertama orang tuaku buruk terhadap Kevin dan itu karena ku
"Siapa sayang?" Tanya ayah yang baru keluar dari kamar mandi
"Emmbb Kevin ayah" jawabku pelan
"Kevin yang mana?" Tanya bunda menimpali
"Ayah dan bunda temuin dulu nanti ayah dan bunda pasti tau" jawabku
"Ya sudah ayo kita turun kasihan tamunya menunggu lama" ajak bunda
Kami berjalan menuruni tangga menuju ruang tamu. Kevin yang melihat ayah dan bunda segera menyalami mereka.
"Kamu Kevin dari PC Grup?" Tanya ayah
"Iya om saya Kevin dari PC Grup" jawab Kevin
"Apa mau membicarakan masalah pekerjaan?" Tanya ayah
"Bukan om, saya ke sini mau membicarakan masalah pribadi" jawab Kevin tenang
Aku hanya diam mendengarkan.
"Mungkin om sudah melupakan saya, saya adalah alasan kepergian Raya tujuh tahun lalu tapi itu semua hanya kesalahpahaman dan kami sudah menyelesaikan masalah itu. Sekarang kami telah bersatu kembali dan niat saya ke sini meminta ijin dari om dan tante untuk melamar Raya sebagai istri saya om" lanjutnya dengan mantap
Ayah melihatku sekilas lalu menghela nafas dalam.
"Saya tidak mudah melepaskan putri saya yang sangat saya sayangi, tapi jika Raya bahagia bersama kamu maka saya tidak akan menghalangi kalian untuk bersama. Saya hanya minta sama kamu jangan pernah membuat putri saya menangis" pinta ayah
Aku terharu mendengar penuturan ayah.
__ADS_1
"Saya berjanji om saya akan menjaga Raya dengan nyawa saya dan saya tidak akan membuatnya menangis karena kesedihan Raya adalah kehancuran bagi saya" jelas Kevin
Aku melihat mata Kevin penuh dengan kesungguhan saat mengatakannya. Aku beruntung mendapatkan dia sebagai cintaku. Semoga tak pernah ada lagi kesalahpahaman yang lain dalam hubungan kami.
"Putri bunda sudah dewasa ternyata dan sekarang sudah mau di lamar pujaan hati" goda bunda sambil memelukku
"Bundaa, jangan godain aku begitu" pintaku manja karena malu sedari tadi Kevin memperhatikanku
"Nak Kevin Raya ini orangnya manja dan mudah marah jadi nak Kevin harus ekstra sabar menghadapinya" kata bunda tambah membuatku malu
"Saya menerima segala kekurangan dan kelebihan putri tante, jadi tak ada alasan bagi saya untuk keberatan akan hal itu" jelas Kevin sambil tersenyum manis
"Kapan kamu akan membawa orang tuamu ke sini?" Tanya ayah
"Secepatnya om, tapi besok saya mau mengajak Raya bertemu mama saya dulu" kata Kevin
"Apa nantinya keluarga nak Kevin bisa menerima Raya dengan baik?" Tanya bunda ragu
"Pasti tante karena mama saya sangat menyayangi Raya dan selalu merindukan Raya selama ini" jawab Kevin
"Apa Raya sudah pernah bertemu dengan orang tua kamu sebelumnya?" Tanya ayah
"Aduh gawat ini jika ayah tau aku pacaran diam diam" pikirku
Aku memberi kode pada Kevin berupa gelengan agar menjawab belum pernah bertemu tapi aku melihatnya tersenyum menanggapi.
"Sudah om, saat kami menjalin hubungan waktu SMA dulu saya mengajak Raya ke rumah saya om dan bertemu dengan mama saya" jelas Kevin
"Keviinnn" gumamku pelan sambil menatapnya tajam
"Adek bisa di jelaskan?" Kata ayah
"Emm jadi waktu itu ayah sama bunda sedang perjalanan bisnis jadi rencananya mau memberitahu waktu pulang tapi keburu salah paham di restoran waktu itu jadi tidak jadi, tapi kak Gilang tau kok ayah adek sudah meminta ijin kak Gilang waktu pacaran sama Kevin" jelas ku
"Hemmm ya sudah kalau begitu, sekarang kita makan malam dulu. Ayo Kevin makan malam bersama dulu " ajak ayah
"Maaf om lain kali saja, soalnya saya masih ada sedikit urusan" tolak Kevin halus
"Ya sudah terserah kamu, jangan lupa segera bawa orang tua kamu ke sini" kata ayah
"Baik om tante saya permisi dulu kalau begitu, assalamualaikum" pamit Kevin sambil menyalami ayah dan bunda
"Waalaikumsalam" jawab ayah dan bunda
"Ayah, aku antar Kevin keluar dulu" pamit ku yang di balas anggukan oleh ayah
Aku mengantarkan Kevin menuju mobilnya, dia terus menggenggam tanganku erat.
"Sayang aku pulang dulu ya, besok aku jemput jam 10 kamu siap siap" kata Kevin
"Iya siap bosque" jawabku tersenyum
"Habis makan langsung istirahat jangan keluyuran lagi" peringat nya
"Iya sayang" jawabku
"Aku bahagia bisa mendapatkan kamu Ray, aku mencintaimu" kata Kevin sambil mengelus pipiku
"Aku juga bahagia bersamamu Vin, dan aku juga sangat mencintaimu" jawabku seraya tersenyum
Cup
Dia mengecup keningku sebelum masuk ke dalam mobilnya. Aku melambaikan tanganku kala dia akan menjalankan mobilnya. Hingga mobil itu melaju keluar gerbang aku terus menatapnya.
"Aku mencintaimu Vin" gumamku lirih
Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..
Jangan lupa VOTE ya biar author semakin semangat dalam update nya..
__ADS_1
##################################
Bersambung....