Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 32. Amarah Kevin


__ADS_3

Hari ini sesuai rencana aku akan pergi ke rumah Kevin untuk bertemu orang tuanya.


Aku telah bersiap dan segera turun untuk menemui Kevin yang telah sampai dari tadi.


"Hai Vin, maaf lama" sapaku


"Gpp kok sayang, orang tua kamu mana?" Tanyanya


"Mereka sedang ke tempat kak Gilang pagi pagi sekali soalnya kak Gilang ke luar kota, istri kak Gilang kan lagi hamil jadi perlu di temenin " jawabku


"ohhh.. Mau berangkat sekarang?" Tanyanya


"Boleh, ayo" jawabku seraya mengajaknya pergi


Perjalanan cukup lancar ke rumah Kevin.


"Ayo masuk Ray" ajak Kevin


Kami berjalan beriringan dengan dia menggenggam tanganku mesra.


"Assalamualaikum ma" salam Kevin


"Kamu duduk dulu Ray, aku panggil mama dulu mungkin di dapur" kata Kevin mempersilahkan aku duduk


"Iya" jawabku


Aku melihat tak ada yang berubah dari rumah Kevin dari dulu pertama kali aku kesini. Tiba tiba aku di kejutkan suara panggilan dari seseorang.


"Raya, kamu apa kabar sayang?" Kata tante Diana memelukku


"Raya baik tante, tante gimana kabarnya?" Tanyaku balik


"Tante juga baik sayang, tante kangen banget sama kamu Ray, kemana saja kamu selama ini?" Tanyanya lagi


"Raya juga kangen sama tante dan maaf Raya sudah pergi tanpa pamit" ucapku menunduk


"Gpp sayang yang penting kamu sudah kembali" jawabnya sambil memelukku


"Iya tante" jawabku


"Ayo sayang kita makan dulu" ajak tante Diana


"Ekhem, mama gak lupa kan kalau anaknya di sini juga?" Tanya Kevin yang sedari tadi kami abaikan


"Mama tuh lagi senang sekarang menantu mama sudah kembali dan kamu ganggu saja" jawabnya


"Mama aku kan juga kangen sama Raya ma" balas Kevin manja


"Sejak kapan seorang Kevin yang tak pernah tersenyum jadi manja seperti ini?" Tanya tante diana


"Sana kamu pergi ke kantor saja" usir tante Diana


"Mama kok malah ngusir aku sih, aku hari ini tidak ke kantor ma semua sudah aku serahin Ardi" jawab Kevin


"Ada yang mau aku dan Raya bicarakan sama mama dan papa tentang hubungan kami?" Lanjut Kevin


"Apa? Emm jangan jangan kalian mau menikah ya?" Tebak Tante Diana


"Emmbb tunggu papa saja ma, papa mana?" Tanya Kevin


"Papa ada perjalanan bisnis tadi pagi ke kota M nanti malam pulangnya, kamu sih mama bangunin gak bangun bangun dasar tukang tidur" omel mamanya


Aku hanya tersenyum menyaksikan perdebatan mereka.


"Emmb kalau begitu aku dan Raya jalan jalan dulu ma, sambil menikmati waktu berdua" kata Kevin


"Tapi mama masih kangen sama Raya Vin" kata tante Diana menahan ku


"Mama sayang nanti kita pulang sebelum malam jadi mama bisa ngobrol sepuasnya sama Raya, sekarang ijinkan anakmu yang tampan ini mengajaknya jalan jalan dulu" kata Kevin

__ADS_1


"Ya sudah deh jangan sore sore pulangnya, nanti mama masak spesial buat kalian untuk makan malam" balas mamanya mengizinkan


"Makasih ma, kami pergi dulu" pamit Kevin


"Saya pergi dulu tante" pamit ku


"Hati hati sayang, kalau Kevin nyakitin kamu pukul aja biar kapok" peringat mamanya


"Mama, mana mungkin Kevin nyakitin orang yang Kevin sayang " ucapnya sambil menatapku


Blushh


Aku menunduk mendengar ucapannya, entah kenapa setiap dia bilang sayang rasanya hatiku menghangat dan itu membuatku salah tingkah.


"Ya sudah hati hati" kata tante Diana


"Ya ma assalamualaikum " salam Kevin mencium tangan mamanya


"Kami berangkat dulu tante, assalamualaikum" salamku dan mencium tangan mamanya juga


Kami melangkah menuju mobil Kevin, Kevin melajukan mobilnya menuju ke salah satu mall terbesar di kota ini.


Mobil kami memasuki parkiran dan segera Kevin memarkirkan mobilnya. Kami berjalan melewati stan stan sambil melihat lihat. Aku melirik Kevin yang sedari tadi menjadi pusat perhatian tapi dia biasa saja dan terkesan cuek.


"Sayang mau beli apa?" Tanyanya


"Emmbb lihat lihat dulu aja Vin nanti kalau ada yang cocok ya beli" jawabku


Tiba tiba ada perempuan dengan baju **** yang menghampiri kami, lebih tepatnya ke Kevin.


"Kamu Kevin ya? Kenalin aku Bianca anak dari rekan bisnis kamu" ucapnya sambil mengulurkan tangan


Aku melihat Kevin hanya diam tanpa membalas uluran tangannya. Aku menghela nafas kasar dan menyenggol lengannya. Dia menatapku dan aku memberi isyarat untuk membalas uluran tangannya.


"Ya aku Kevin, kalau mau bicara masalah pekerjaan di kantor saja dan maaf saya sedang sibuk menemani calon istri saya belanja. Ayo sayang" ajaknya menarik tanganku pergi


"Maaf kami permisi dulu" ucapku pada wanita itu


"Pilihlah sayang aku ke toilet sebentar nanti aku ke sini lagi" ucap Kevin


"Iya jangan lama lama" jawabku


Setelah melihat Kevin pergi aku memasuki stand tersebut. Saat aku sedang asyik melihat lihat tiba tiba aku seperti di dorong seseorang.


"Uppss sorry, ehh ternyata ada mantan cewek gendut di sini, habis menghilang tambah cakep aja, operasi ya neng?.sok sok an mau beli tas disini Memangnya mampu ? Di sini itu gak cocok buat cewek miskin kayak loe" ucapnya menghina


"siapa ya?" pikirku


setelah lama aku perhatikan ternyata kak Risa yang dulu sering cari masalah sama aku karena kak Gilang


"Maaf ya kak ini kan tempat umum jadi siapa pun bebas dong mau ke sini" jawabku berani akhirnya setelah tau orangnya


"Tempat ini tuh gak cocok sama cewek miskin kayak loe atau jangan jangan loe mau mencuri ya?" Tuduhnya dengan sinis


"Jangan sembarangan kalau ngomong kak bahkan kalau aku mau aku bisa membeli semua tas di sini" jawabku tak mau kalah


"Mbak panggil manager anda ke sini sepertinya ada pencuri di sini" kata kak Risa pada salah satu pegawai


"Maksud kamu apa panggil manager segala?" Tanyaku tak terima


"Ada apa ini nona?" Tanya seorang lelaki pada kak Raya


"Ini nih gadis miskin ini mau mencuri di sini lagian ganggu pemandangan aja sih jadi males mau belanja ke sini lagi" ucap kak Risa pada lelaki itu yang ku tebak adalah manager toko ini


"Maaf atas ketidaknyamanan nona, silahkan berbelanja saya akan menyuruhnya pergi" kata manager itu pada kak Risa


"Tunggu pak, saya di sini mau beli dan saya punya uang" jawabku


"Maaf nona, nona Risa ini adalah pelanggan VIP kami jadi mohon untuk tidak membuat keributan dengan dia" jelas manager itu

__ADS_1


"Cih, sudah sana pergi dasar miskin sok belagu kaya" kata kak Risa mendorongku


Brukk


Aku terjatuh karena tak siap dengan dorongannya yang tiba tiba. Aku melihat sekeliling orang orang menertawakan ku dan ada pula yang hina ku


"Dasar miskin tapi sok kaya"


"Hahahaha lihat dia jatuh, untung gak hancur ini toko"


"Kasihan banget sih dia, kalau aku jadi dia pasti malu banget"


Terdengar berbagai macam hinaan yang aku terima. Aku hanya menunduk entah kenapa aku tak bisa seberani dulu yang selalu cuek dengan segala hinaan yang orang lain berikan.


Air mataku sudah jatuh meski tak terlihat karena aku menunduk. Tiba tiba aku merasakan seseorang memegang bahuku dan membantuku berdiri. Aku menatapnya, dia Kevin dengan raut muka yang menahan amarah dia menghapus jejak air mata di pipiku. Dia menggenggam tanganku erat.


"Bukankah dia pemilik PC Group"


"Waahh gantengnya dia pengusaha kaya raya itu"


Suara mereka yang terdengar jelas di telingaku.


"Siapa yang telah membuat calon istriku menangis??" tanyanya dengan nada tegas penuh amarah


Semua diam tak ada yang menjawabnya, hanya kasak kusuk yang terdengar.


"Jawab!!!" Teriak Kevin lagi sambil mendekapku


"Ma maaf tuan Kevin yang mendorong nona ini itu nona Risa?" Kata manager itu tergagap


"Kenapa kamu mendorong Raya?" Tanya Kevin lagi


"Dia itu tidak pantas di sini Vin, dia itu cewek miskin dan apa tadi kamu bilang calon istri? Awas jangan jangan kamu udah kemakan rayuannya dan juga dia gak level sama kamu" jelas kak Risa


"Asal kamu tau Risa, dia yang kamu hina itu jauh lebih diatas kamu. Asal kamu tau dia ini menjadi calon istriku bukan karena rayuannya tapi karena aku yang mengejarnya dan aku tidak akan melepaskan orang yang telah membuatnya menangis" ancam Kevin kemudian menelpon seseorang


"Ardi putuskan kerjasama dengan RSA Group dan buat mereka bangkrut" ucap Kevin tegas lalu mematikan telpon membuatku terkejut


"Kevin, maafin aku Vin aku janji gak akan ganggu Raya lagi, Ray tolong beritahu Kevin Ray aku minta maaf" ucap kak Risa memohon


"Itu balasan buat kamu sudah buat wanitaku menangis dan tak ada kata memaafkan dalam kamus seorang Kevin" ucap Kevin sambil menarik ku pergi meninggalkan ka Risa yang menangis


Dia membawaku ke mobilnya, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membuatku takut tapi aku hanya diam tak berani berbicara padanya melihat raut wajahnya yang masih marah.


Aku menutup mata mengurangi rasa takutku dan berpegangan pada tasku.


Air mataku kembali menetes melihat Kevin yang di kuasai amarah. Aku melirik Kevin dan aku memberanikan diri memegang tangannya. Dia melihatku yang tengah menangis mengurangi kecepatan mobilnya lalu menepikannya di pinggir jalan.


"Sayang kamu kenapa nangis?" Tanyanya lembut mengusap air mataku


"Aku takut kamu bawa mobilnya kencang banget Vin hiks.. hiks....hiks" jawabku sesenggukan


"Maafin aku sayang aku telah membuatmu takut, aku hanya emosi pada diriku sendiri yang tak bisa menjagamu tadi" ucapnya lalu menarik ku dalam pelukannya


"Jangan nangis lagi ya" lanjutnya


"Janji kamu gak akan bawa mobil ugal ugalan kayak tadi?" Pintaku


"Iya aku janji sayang" jawabnya sambil mengecup keningku


Kami melanjutkan perjalanan kembali ke rumah Kevin. Ternyata jalan jalan ini tak semulus yang di harapkan . Semoga hubunganku dengan Kevin akan selalu berjalan dengan baik. Dia menggenggam tanganku erat sambil menyetir dan sesekali menciumnya sayang.


"Aku mencintaimu Ray " ucapnya


"Aku juga mencintaimu Vin" jawabku tersenyum


Terimakasih buat pembaca sekalian yang sudah mampir ke cerita aku..


Jangan lupa VOTE ya biar author semakin semangat dalam update nya..

__ADS_1


##################################


Bersambung....


__ADS_2