Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 16. Berkunjung


__ADS_3

Seperti yang seharusnya hari ini sepulang sekolah seperti yang terencana aku akan ke rumah Kevin untuk bertemu mamanya.


Kami berjalan bersama Yanti, Sari dan Reza menuju parkiran.


"kita duluan ya Ray Vin, assalamualaikum" pamit Sari bersama Yanti


"ok, hati hati waalaikumsalam " jawabku lalu mereka berlalu dengan sepeda motornya


"aku juga duluan Vin, Ray" pamit Reza kemudian


"iya, hati hati bro" jawab Kevin sedang aku hanya menganggukkan kepala


Setelah yang lain pergi aku pun segera naik ke motornya.


"sudah siap Ray?" tanya Kevin


"sudah, ayo jalan" jawabku


Motor Kevin mulai keluar dari halaman sekolah. Sepanjang jalan aku berpikir mau bawa apa ke rumah Kevin. Waktu ketemu pertama kali aja mamanya baik banget sama aku. Nggak enak juga kalau ke sana dengan tangan kosong.


"Vin, mampir toko kue ya kalau lewat" pintaku saat terpikir bawa kue lebih simpel


"mau beli apa Ray?" tanyanya


"di mana mana kalau ke toko kue ya beli kue masa mau beli bunga, aneh kamu itu" ucapku seraya memukul pundaknya pelan


"hehehe iya, depan sana ada toko kue enak kita ke sana saja ya" jawabnya


"ok" jawabku


Tak berapa lama kami tiba di depan toko kue yang lumayan terkenal juga sih soalnya rame banget. Akhirnya etelah membeli kue kami kembali melajukan perjalanan, 10 menit kemudian motor Kevin memasuki halaman rumah yang terbilang mewah.


"ayo masuk Ray" ajaknya dan aku mengikutinya dari belakang


"assalamualaikum ma, mama ini ada tamu nih" salam Kevin dan memanggil mamanya


"waalaikumsalam, ehhh sayang ayo masuk tante senang sekali kamu mau ke sini" ucap mamanya Kevin sambil memelukku


"apa kabar tante, ini ada sedikit kue buat tante " ucapku sambil balas memeluknya


"tante baik sayang, aduhh kenapa repot- repot sih?... Ayo- ayo tante sudah masak banyak hari ini khusus untuk kamu, pasti sudah pada lapar pulang sekolah" balasnya sambil menuntunku langsung ke ruang makan.


Aku di bawanya ke ruang makan meninggalkan Kevin sendiri di ruang tamu,


"mama sebenarnya yang anak mama itu aku apa Raya sih kok aku malah di cuekin" ucap Kevin manja


"Kevin gak malu sama Raya, udah gede masih aja manja ganti baju dulu sana" perintah mamanya Kevin


"Ray aku naik dulu ya, kamu di sini sama mama, ma aku titip pacarku ya jangan di marahin" pamit Kevin


"mana mungkin mama marahin calon mantu mama yang cantik ini" ucap mama Kevin


Aku hanya melihat pembicaraan ibu dan anak ini sambil tersenyum, Kini tinggal aku dan tante Diana di meja makan.


"sayang mau makan sekarang atau mau nunggu Kevin?" tanya tante Diana sambil menata kue yang aku bawa ke piring


"nunggu Kevin saja tante" jawabku


"sayang tante bahagia banget kamu akhirnya bisa sama sama Kevin, terimakasih sudah mau terima Kevin ya sayang" kata tante Diana sambil menggenggam tanganku kemudian.


"iya tante, saya juga bahagia bisa bersama Kevin tante dan tante juga menerima saya dengan segala kekurangan saya" balasku


"nggak ada manusia yang sempurna sayang, bagaimana kita saling melengkapi kekurangan masing masing itu yang utama" balasnya menghiburku


"iya tante" jawabku tersenyum


"lagi pada ngomongin apa nih kelihatannya seru banget bicaranya" tanya Kevin yang tiba tiba sudah duduk di sebelahku


"kamu tuh lama banget di tungguin Raya buat makan siang"


"maaf ma tadi mandi sebentar biar ganteng di depan Raya hehehe" ucapnya


"ya udah ayo makan Ray" lanjutnya


"iya sayang ayo makan yang banyak ya tante masak khusus buat kamu ini semua" ucap tante Diana sambil mengambilkanku nasi


"iya tante, biar saya ambil sendiri tante terimakasih" ucapku mengambil alih centong nasi


Keheningan di mulai saat memulai makan, setelah selesai aku membantu tante Diana membereskan meja makan.


"terimakasih sayang sudah bantuin tante" kata tante Diana


"sama sama tante, oh ya tante Kak Vio kok gak kelihatan?" tanyaku


"Vio lagi bimbel sayang kalau pulang sekolah kan dia sudah kelas XII dan sebentar lagi ujian kelulusan, Kevin ajak Raya istirahat di kamar kamu sana nanti sorean aja pulangnya" suruh tante Diana


"iya ma, ayo Ray naik" ajak Kevin


"iya, saya permisi dulu ya tante" pamitku


"iya sayang"

__ADS_1


aku mengikuti Kevin ke kamarnya, dia membuka pintu dan tampaklah kamar yang lebih besar dari kamarku dengan cat dominan abu abu, meja belajar, lemari, dan sebuah sofa panjang tertata rapi dilengkapi dengan kamar mandi dalam.


"duduk Ray" ajaknya


"iya, hmmm rapi juga kamar kamu Vin" pujiku


"hehehe gak ada waktu buat berantakin sayang, lagi pula kalau berantakan mama bisa bisa marah besar" ucapnya


"oh ya Vin soal tugas membuat video menyanyi tadi, bisa minta tolong videoin aku"


"bisa dong sayang, tapi kamu gak mau istirahat dulu?" tawarnya


"ngerjain ini dulu, baru nanti istirahat" jawabku


"ok deh, aku iringin pakek gitar aja biar enak jadi nanti Hpnya di taruh atas meja aja" tawarnya


"emmmb... boleh juga" jawabku


"ya sudah aku ambil gitar dulu kamu tata kameranya ya" pinta Kevin


"ok bos" jawabku


Setelah mempersiapkan semua sekarang saatnya mulai menyanyi.


"udah siap Ray? mau bawain lagu apa?" tanya Kevin


"lagunya rossa kamu yang ku tunggu" ucapku


Petikan gitarnya terdengar dan aku mulai menyanyi


Telah kutemukan


Yang aku impikan


Kamu yang sempurna


aku menatap Kevin dan dia pun sebaliknya


Ho, segala kekurangan


Semua kelemahan


Kau jadikan cinta


Tanpamu


Aku tak bisa berjalan


Mencari cinta sejati


Darimu


Aku bisa merasakan


Kesungguhan hati


Cinta yang sejati


Karnamu


Dikirim Tuhan


Untuk melengkapiku


Tuk jaga hatiku


Karnamu


Hasrat terindah


Untuk cintaku


Takkan cemas


Ku percaya kamu


Karena kau jaga


Tulus cintamu


Ternyata


Kamu yang kutunggu


Du du-du-duu du-du duu


Segala kekurangan


Semua kelemahan


Kau jadikan cinta

__ADS_1


Tanpamu


Aku tak bisa berjalan


Mencari cinta sejati


Tak ku temukan


Darimu


Aku bisa merasakan


Kesungguhan hati


Cinta yang sejati


Karnamu


Dikirim Tuhan


Untuk melengkapiku


Tuk jaga hatiku


Karnamu


Hasrat terindah


Untuk cintaku


Takkan cemas


Ku percaya kamu


Karena kau jaga


Tulus cintamu


Ternyata


Ternyata


(Ooh ternyata)


Ternyata


Kamu yang kutunggu


Du du-du-duu du-du duu


(By : Rossa)


Lagu telah berakhir dan petikan gitar Kevin pun telah berhenti. Kami masih saling memandang hingga dering ponsel Kevin mengagetkan kami dia pun pergi ke balkon untuk mengangkat telpon.


segera ku matikan rekamannya,setelah ku teliti aku segera ku kirim ke pak Rahmat.


"udah selesai telponnya?" tanyaku


"sudah kok, gimana udah dikirim belom videonya" tanyanya


"sudah, telpon siapa sih tadi kok pakek ke balkon segala?" tanyaku


"itu teman aku dari jakarta, udah gak usah di bahas lagi sekarang kamu istirahat aja sana tidur di kasur nati jam 4 aku antar pulang" suruhnya


"gak ah Vin aku pulang aja sekarang ya, lagian kan aku tadi gak ijin kak Gilang" tolakku


"beneran mau pulang, masih panas ini sayang" bilangnya


"iya gpp kan ada jaket kamu, ayo anterin pulang" ajakku


"ya udah ayo" ucapnya seraya bangkit dan aku mengikutinya keluar dan berpamitan dengan mamanya


" tante maaf saya mau pulang tante soalnya takut di cariin abang" pamitku


"iya sayang lain kali ke sini lagi ya dan hati hati di jalan sayang" ucapnya


"iya tante, assalamuaaikum" salamku


"waalaikumsalam, Vin hati hati bawa mobilnya jangan ngebut" ucap mamanya


"iya ma, ayo Ray" ajaknya keluar


"tumben pakek mobil?" tanyaku


"aku gak mau pacarku yang cantik ini kepanasan" ucapnya


"dihh ada ada aja kamu" jawabku


**kepercayaan dan kejujuran adalah pondasi sebuah hubungan yang sedang terjalin


~Raya Putri**~

__ADS_1


##################################


Bersambung...


__ADS_2