
Setelah tahu bahwa ternyata kak Vio dan Kevin itu kakak adik dan pernyataan cinta Kevin, semalam aku tidak bisa tidur nyenyak karena terus melihat chat Kevin di Hp Ku.
"apa ini artinya cintaku nggak bertepuk sebelah tangan" aku berpikir sambil senyum-senyum sendiri
Setelah larut dalam pikiran penuh halu aku akhirnya terlelap dengan perasaan yang bahagia.
Pagi menyapa dengan sinar mentari yang menerobos jendela kamarku membuatku segera terbangun dengan tergesa-gesa.
"aduhh.. Kesiangan gara-gara kebanyakan halu semalam, bunda nggak ada lagi buat bangunin" aku bermonolog sambil terburu-buru mandi
Aku menuruni tangga dengan tergesa-gesa, sampai di bawah kulihat kak Gilang sedang sarapan.
"loh dek kakak pikir sudah berangkat tadi" kata kak Gilang
"aku kesiangan kak.. Aku duluan ya kak, assalamualaikum" pamit ku sambil mencium tangannya
"pasti mikirin ayang ya, sampe bangun kesiangan, ya udah hati - hati dek. Waalaikumsalam" jawab kak Gilang sambil meledekku.
Kendarai motorku dengan ngebut menyusuri jalan ke sekolah.
Tin tin tin
"duh siapa sih yang berisik aku udah minggir juga, gak tau apa kalau aku ini lagi buru-buru" gerutuku dari balik helm
ku lihat kaca spionku, terlihat seseorang di belakangku.
"Kevin" gumamku
"baru juga semalam dipikirin sampe gak bisa tidur alhasil kesiangan, eehh paginya udah ketemu aja, emang jodoh kali ya" gumamku lagi
Tapi Tetap ku lajukan motorku dengan terburu-buru meski ada Kevin di belakang hingga saat akan memasuki halaman sekolah untung belum ditutup sempurna.
Saat menuju parkiran aku memelankan laju motorku dan dia melaju pelan di sebelahku.
"akhirnya sampai juga, untung nggak telat" gumamku sambil turun dari motor dan melepaskan helm
Kulihat Kevin pun mengikuti ku memarkirkan motornya di sebelahku.
"Selamat pagi Ray, tumben baru dateng" sapanya dengan senyum yang mampu merontokkan gigiku hahahaha
"pagi juga, iya tadi kesiangan" jawabku malu-malu
"aku tadi mau jemput kamu tapi gak tau rumahmu di mana dan aku telp kamu nggak angkat " katanya
"kenapa jemput?, aku bawa motor kok" jawabku santai padahal hatiku lagi disko
"gpp pengen bareng kamu aja" jawabnya
"kamu belum jawab pertanyaanku semalam Ray" lanjutnya
"pertanyaan yang mana Vin" kataku pura pura lupa padahal hatiku sudah deg deg an
"semalam kan aku bilang I LO-"
Tetttt... Teeettttt... Tettt
"maaf Vin aku harus ke kelas dulu nanti saja ya kita bicara" potongku cepat saat bel berbunyi
"aduh... Aku berharap tapi bukan mendadak gini, aku kan belom siap" gumamku sambil berjalan cepat
Aku segera berjalan cepat meninggalkan Kevin di parkiran. Aku gak peduli sekarang aku perlu menormalkan debaran jantungku.
Sampai di kelas segera ku dudukkan diriku di sebelah Yanti.
"kenapa Ray, kayak di kejar setan aja ngos ngosan gitu" tanya Yanti
"nggak kok takut telat aja makanya buru buru" jawabku
Tak lama ku lihat Kevin memasuki kelas, dia berjalan menuju mejanya seperti biasa tapi matanya itu loh bikin aku tambah salah tingkah saat menatapku.
"oohhh jadi itu setannya Ray, setan ganteng Ray jangan takut" goda Sari
"apaan sih Sar" jawabku salah tingkah
" gimana gimana udah jadian belum?" tanya Yanti ikut menggodaku
"husssst didengerin orang, siapa yang jadian sih kita temenan kok" jawabku
"yaahhh ku pikir jadian" kata Sari kecewa
"eh Kevin belom nembak Raya ya katanya cinta?" lanjut Sari membuatku langsung membungkam mulutnya dengan tanganku
__ADS_1
Ku lihat dia menoleh melihatku, sumpah aku malu banget. Dasar teman laknat mereka ini
"Sari, apa apaan sih tanya kayak gitu malu tau di dengerin orang orang" tutur ku tak berani menatap depan
"Sudah kok, Raya saja yang tak mau menjawab" jawab Kevin terus terang tambah membuatku seperti kepiting rebus
"Kamu Ray, katanya suka giliran di tembak malah gak jawab gimana sih?" gerutu Yanti
"Siapa yang di tembak?" tanya Reza yang baru datang
"Tuh si Raya sama Kevin" jawab Sari
"wahh garcep bro, kapan nembaknya" tanya Reza
""tadi di parkiran"jawab Kevin santai
"WHAT" teriak Reza Yanti dan Sari barengan
"Gimana mau dijawab, orang nembak aja di parkiran sepeda" kata Sari
"gak kreatif banget sih bro" seru Reza
"dasar Kevin" cibir Yanti
"udah udah tuh Bu Lisa udah dateng" kataku
Pelajaran di mulai dengan baik, kami fokus materi yang disampaikan hingga pergantian pelajaran berlanjut dan bel istirahat berbunyi.
"Kantin yuk" ajak Sari
"Ayo" kataku
"tunggu Ray aku mau bicara berdua" kata Kevin
"cie ciiee yang mau berduaan, ya udah yuk kita pergi aja Za, Sar " kata Yanti
"isshh apaan sih, sana sana" usirku
" cieee ngusir nih ceritanya" godanya
"bukan gitu mksdku ak-"
"udah udah kami pergi dulu, semoga ada kabar baik ya " potong Yanti sambil melangkah pergi
"kita ke atap yuk Ray" ajaknya
"emmm.. Ngapain? Disini aja ya " jawabku menolak
"sebentar aja kok" balasnya lalu menarikku pergi tanpa menunggu jawabanku
Kami melangkahkan kaki menuju tangga ke atap sekolah ,dia menggandeng tanganku menaiki tangga.
Aku merasa dag dig dug seakan tau apa yang akan terjadi beberapa waktu ke depan tapi aku tetap berusaha untuk tenang.
sesampainya di atap kami duduk di bangku yang memang tersedia.
"Ray lihat aku" kata Kevin
"tunggu-tunggu, aku atur nafas dulu"
Huf..hufff..hufff aku mengatur nafasku pelan -pelan
setelah normal kutolehkan kepalaku padanya, ku lihat matanya yang bening menenangkan, bulu mata lentik, hidung mancung dan bibirnya tipis merah menggoda.
deg deg deg
Jantungku sudah berdetak kencang lagi mengetahui apa yang akan di ucapkan kevin.
"dasar Kevin udah tau orang gemuk gini diajak naik tangga pula" gerutuku dalam hati
Tiba - tiba dia menggenggam tanganku dengan lembut membuatku tersentak.
"Ray, mungkin kamu sudah tau apa yang akan aku katakan sekarang tapi aku ingin kamu tau aku sudah jatuh cinta padamu pada pandangan pertama saat aku menjadi murid baru, entah kenapa jantungku berdetak kencang saat aku melihatmu dari depan kelas. Melihat kamu tertawa aku bahagia melihat kamu disakiti orang lain aku ingin marah dan menghajar siapapun yang menyakiti kamu. Semakin hari rasa ini semakin tumbuh, aku bingung bagaimana mengungkapkannya. Akhirnya aku meminta bantuan kakak ku untuk pura pura jadian denganku untuk mengetahui perasaanmu, tapi saat kamu menjauh aku sedih tapi aku yakin itu membuktikan kalau kamu juga memiliki rasa yang sama denganku. Aku mencintaimu , sangat mencintaimu. Apa kamu mau menjadi bagian dari hidupku dan menerima cintaku Ray?"
Blushhh
aku gak bisa membayangkan gimana muka ku sekarang, antara sedih karena sudah terlalu berpikiran buruk tentang dia dan bahagia bisa dicintai cowok seperti dia tapi yang jelas aku bahagia.
Aku memejamkan mata sebentar lalu menjawab pernyataannya.
"Jujur Vin aku juga mencintaimu, melihat kamu dengan kak Vio kemarin membuatku cemburu dan membuatku berkecil hati dengan diriku sendiri, tapi apa kamu yakin dengan memilih aku Vin? Karena di luar sana ada banyak orang yang jauh lebih baik dariku Vin, kamu tau kondisi aku seperti apa, anak-anak di sekolah banyak mencelaku, aku takut kamu malu nanti saat jalan sama aku karena aku seperti ini. Aku gendut dan gak cantik banyak yang tak menyukaiku karena kekuranganku apa kamu gak menyesal mencintaiku?" tanyaku sambil menatap matanya dalam.
__ADS_1
"Raya dengar aku, aku mencintai kamu dan aku juga mencintai kekuranganmu, biar dunia ini membencimu aku tetap mencintaimu. Aku mencintaimu tulus Ray dan kamu pantas untukku karena cinta itu tak melihat pantaskah yang kita cintai tapi memantaskan apa yang ingin kita jalani maka cinta itu akan pantas dengan sendirinya. Aku mencintaimu Ray, kita akan melewati ini sama-sama?" balanya meyakinkanku
"Aku juga mencintaimu Vin" jawabku akhirnya sambil mengangguk
Ku lihat dia tersenyum lebar dan refleks memelukku erat.
Ukhuk
"Vin lepas nanti ada yang lihat" kataku
" hehe maaf sayang habisnya aku bahagia" jawabnya
Blushh
'sayang?? ' aduhh belum apa-apa udah gak kuat jantungku, gimana kalau tiap hari? Bisa serangan jantung aku hahahaha.
Tapi Satu kata yang bisa mewakili perasaanku saat ini adalah BAHAGIA.
Ingin aku berteriak kencang mengatakan pada dunia kalau aku benar benar bahagia.
Senyum merekah menghiasi bibir kami berdua dan tangan saling bertaut menyalurkan kehangatan di antara kami. Setelah itu kami memutuskan untuk menyusul teman teman di kantin. Kami berjalan beriringan meski tanpa ada tautan tangan tapi pancaran mata mengatakan kami sedang menandakan kami bahagia hehehe.
Aku mencari tempat mereka dan setelah ketemu kami segera bergabung.
"Cieee PJ nih " goda Yanti
"Wajahnya cerah amat bro" goda Reza ke Kevin
Aku cuma tersenyum menanggapi mereka, aku yakin mukaku sudah memerah.
"Kalian pesan aku yang bayar" kata Kevin mengabaikan godaan mereka
"Yesss, makan gratis " seru Reza girang
"kamu mau makan apa sayang" tanya Kevin tanya Kevin
Blusshh
"cuit cuit panggilannya udah ganti aja nih" goda Sari
"Husst jangan keras keras malu tau" jawabku malu
"emmb aku bakso gak pakai mie sama air mineral" lanjutku menjawab Kevin
"baiklah tunggu di sini biar aku pesankan" kata Kevin
Aku melihat Kevin membeli pesananku dan kembali ke tempat kami.
"mimpi apa aku bisa dapetin cowok sesempurna Kevin" lamun ku dalam hati
"ini makanlah Ray, sebentar lagi bel masuk" katanya
"makasih Vin, kamu gak pesan" tanyaku karena dia cuma bawa satu mangkok
"Nggak Ray aku nggak lapar, udah kenyang makan cinta dari kamu, kamu makan aja yang banyak biar ada tenaga buat mikirin aku" godanya
Ukhuk ukhuk
"ishh kamu apa apaan sih gombal gitu malu tau sama mereka" kesalku sambil mencubitnya
"aawwww aww sakit sayang" rengeknya
"dihhh manja tau nggak" cibirku padahal aku seneng banget
"biarin aja kan sama pacar sendiri, suapin aku Ray aaaaaa...." pintanya
"kok manja banget sih pacarku ini, mana sikap cool nya selama ini, ya udah ini " sindirku sambil menyuapinya pentolku
"ekheemm serasa dunia milik berdua ya Yan Sar, kita mah apa cuma debu kecil yang tak terlihat dan di anggap" ucap Reza menyadarkan kami
"hehehehe maaf" ucapku nyengir
"udah makan dulu sayang nanti baru bicara" kata Kevin
Kami pun kembali menikmati makanan kami dengan aku yang sesekali menyuapi pacar baruku yang manja ini. Lihatlah matanya yang selalu memperhatikanku membuatku salah tingkah.
**cinta itu tak melihat pantaskah yang kita cintai tapi memantaskan apa yang ingin kita jalani maka cinta itu akan pantas dengan sendirinya
~Raya Putri**~
##################################
__ADS_1
Bersambung...