Asmara Gadis Gendut

Asmara Gadis Gendut
Bab 26. Menyesal


__ADS_3

Aku tak lagi memperdulikan Yasmin di sebelahku karena yang terpenting sekarang adalah Raya. Tatapan mata yang terluka dan emosi itu membuatku ingin memeluknya jika tak ada orang tuanya dan kak Gilang yang menatapku emosi dari tadi.


Aku harus bertindak aku gak mau Raya meninggalkanku, aku mencintainya aku gak mau kehilangan dia. Aku memberanikan diri menghampiri mejanya.


" permisi om tante" sapaku pada orang tuanya Raya


"ya ada apa? kamu siapa?" tanya ayahnya


"perkenalkan saya Kevin dan saya pa-"


"dia teman kelasku yah, ada apa Vin?" ucapan Raya memotong kataku yang membuatku bagai di sambar petir


Aku menatapnya sendu, jika tak ada orang lain mungkin air mataku sudah menetes sejak dia mengucapkan kata teman untukku.


"Apa kamu gak mau mendengarkan penjelasanku dulu Ray?" tanyaku dalam hati sambil menatapnya


"ohh temannya Raya, silahkan duduk nak Kevin" ucap bundanya


"iya tante terimakasih" ucapku duduk di depannya


"itu kekasihnya gak di ajak gabung, sini gabung sekalian nak" ajak bundanya Raya yang membuatku shock


"saya yasmin tante om, saya pacarnya Kevin dari jakarta" ucapan Yasmin membuatku semakin tertunduk


"bagaimana sekarang aku menjelaskannya pada Raya jika seperti ini, aku harus mengajaknya berbicara berdua sebelum semuanya semakin rumit" pikirku


"maaf om tante apa boleh saya berbicara dengan Raya berdua, ada hal yang mau saya sampaikan" ucapku meminta ijin


"gak bisa dan gak boleh, kalau mau bicara di sini jika tidak gak usah bicara sama adek gue" ucap kak Gilang dengan nada tegas membuatku menghela nafas frustasi


"emmb maaf nak Kevin mungkin lain kali saja ya bicara sama Raya, sepertinya kakaknya tidak mengijinkan, maklum Raya itu belum pernah dekat sama cowok jadi kakaknya agak posesif " jelas bunda Raya memberi pengertian


"iya tante" jawabku tak bersemangat


"Lihat aku sayang aku ingin menjelaskan segalanya" pikirku sambil menatapnya


"maaf nak Kevin kami permisi pulang dulu ya, dan makannya sudah saya bayar sekalian " ucap ayahnya Raya membuatku semakin kehilangan kesempatan


"iya om terimakasih" ucapku pelan


"ayo Raya , Gilang kita pulang" ucap ayahnya


"Ray, dengarin penjelasan aku dulu pliss" pintaku kala Raya hendak pergi


Bukk


satu pukulan mendarat di pipiku


Aku pantas mendapatkannya aku memang breng***.


"jangan pernah sentuh adek gue lagi jika loe masih mau hidup, dan jangan pernah temuin adek gue" ucap kak Gilang emosi

__ADS_1


"Kak sudah, ayo kita pergi jangan buat keributan" ajaknya pada kak Gilang


"dan untuk kamu Vin, terimakasih untuk cinta dan luka ini, semoga kamu bahagia dengan dia ya" ucapnya dengan air mata mengalir


Duuaarr


"nggak Ray, aku sayang samu Ray plisss dengerin aku dulu Ray" ucapku memohon tapi dia meninggalkanku begitu saja


"Rayaaaa, arrrggghhhh" aku berteriak frustasi memanggilnya


Air mataku sudah jatuh aku tak peduli dengan sekitar apalagi Yasmin, ini semua gara gara dia jika dia tidak ada mungkin ini semua tidak akan terjadi.


"Puas kamu menghancurkan hidupku, aku peringatkan kamu jangan pernah temui aku lagi jika tidak kamu akan terima akibatnya dan satu lagi mulai sekarang kita bukan siapa siapa terserah dengan foto foto itu tapi aku pastikan jika foto itu sampai tersebar maka aku pastikan kamu akan berakhir hari itu juga" ancam ku lalu meninggalkannya tak ku pedulikan lagi dia berteriak memanggil namaku


Di pikiranku saat ini hanya ada satu Raya, Aku harus menemuinya dan menjelaskannya sekarang juga. Ku lajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumah Raya hingga aku kehilangan kendali dan menabrak trotoar dan setelah itu aku tak mendengar apapun.


"Aarrgghhh" ringisku memegang kepalaku yang sakit


"sayang kamu sudah sadar? sebentar mama panggil dokter dulu" ucap mama pergi


"apa yang terjadi? Raya? aku harus ketempat Raya aku harus menjelaskan semuanya" gumamku seraya bangkit


"sayang kamu mau kemana? biar di periksa dokter dulu" kata mama


Dokter mulai memeriksaku dengan teliti


"keadaan pasien sudah baik bu, tidak ada yang perlu di perhatikan hanya sedikit benturan di kepalanya tapi sekarang istirahat dulu besok baru bisa pulang" jelas dokter


"ada yang mau kamu jelaskan ke mama Kevin?" kata mama setelah dokter pergi


"Raya ma, dia gak mau dengerin penjelasanku dia sudah salah paham" lirihku


"salah paham gimana maksud kamu sayang?" tanya mama


Aku pun menceritakan tentang Yasmin dan pertemuan dengan Raya di resto yang berujung Raya memutuskan hubungan kami. Aku pun menjelaskan ancaman Yasmin tentang foto aku dan Yasmin yang tidur bersama. Semua bukti yang aku kumpulkan meskipun belum lengkap yang membuktikan aku tidak bersalah dan hanya di jebak.


"kenapa kamu tidak pernah cerita ke mama dan papa sayang? kalau kamu cerita papa pasti akan melakukan sesuatu untuk membuktikannya" tanya mama kecewa


"aku takut mama dan papa akan kecewa padaku ma, dan sekarang aku harus bagaimana ma? Raya gak mau dengerin penjelasanku" tanyaku


"besok kita kesana sama sama dan menjelaskan apa yang terjadi, sekarang kamu istirahat dulu ya biar cepet pulih" perintah mama


"iya ma" jawabku


Aku berbaring kembali mencoba menutup mata, tapi tak bisa. Hatiku tak tenang pikiranku kacau karena raya tak dapat di hubungi.


"maafkan aku Ray, aku gak bermaksud menyakiti kamu, aku sayang kamu Ray. Jangan tinggalin aku" gumamku tanpa sadar menangis


#Skipp


Hari ini aku telah keluar dari rumah sakit, mama dan papa menjemput ku. Papa kecewa denganku dari kemarin mendiamkan diriku.

__ADS_1


Aku hanya menundukkan kepala selama perjalanan dan mencoba menghubungi Raya tapi nihil.


pikiranku semakin kalut membayangkan hal terburuk pada hubungan kami. Tanganku berkeringat dingin meskipun AC menyala.


Sesuai rencana aku akan langsung ke rumah Raya untuk menjelaskan segalanya. Perjalanan sedikit lama karena kemacetan pagi ini.


"Jadi Raya itu anak keluarga Atmaja Vin?" tanya papa akhirnya berbicara


"iya pa, aku juga baru tau saat pertama kali aku mengantarnya pulang" jawabku


"Apa itu akan berengaruh untuk perusahaan kita pa?" tanya mama


"tidak ma, pak Atmaja tidak pernah mencampurkan urusan pribadi dan bisnis" jawab papa


"semoga Raya mau memaafkan ku" pikirku


Kini mobilku telah sampai di gerbang rumah Raya dan satpam rumahnya menghampiri mobil kami.


"maaf pak di rumah sedang tidak ada orang sekarang, kemungkinan nanti sore den Gilang datang" ujar satpam memberitahu papa


"Kami ingin bertemu Raya pak" jawabku seraya turun


"ohh den Kevin, non Raya tidak ada den, tadi pagi pagi sekali di antar ibu dan bapak tidak tau kemana" jawabnya


Deg


"Maksud bapak apa? Raya pergi? mau kemana?" tanyaku beruntun


"saya kurang tau den mau ke mana tapi kemaren sore non Raya pulang nangis nangis waktu jemput ibu dan bapak ke bandara lalu paginya mereka langsung pergi lagi bawa koper" jelasnya


"Ya Tuhan kamu kemana Ray? Aaaarrrrgggghhh" teriakku frustasi dan terduduk lemas


"Kevin tenang sayang, jangan seperti ini" kata mama membangunkan ku


"pa tolong Kevin pa, tolong temuin Raya pa, Kevin gak bisa tanpa Raya pa" ucapku menangis tersedu


"nanti kita cari Raya sama sama Vin, papa akan utus seseorang untuk melacak keberadaan Raya sekarang kita pulang" ajak papa


"ayo sayang" ajak mama sambil menangis menuntunku


"terimakasih pak saya permisi" ujar papa pada pak satpam


"Maafkan aku Raya, jangan tinggalin aku Ray jangan hukum aku seperti ini Ray. Aku gak sanggup tanpa kamu" pikirku


Aku menyesal tak mengatakan dari awal tentang Yasmin dan foto itu. Aku berpikir selama aku mencintainya semua akan baik baik saja tapi aku lupa sebuah hubungan bukan hanya soal cinta tapi juga kepercayaan.


Sekarang Raya telah pergi tak tau kemana, semoga dia hanya menenangkan diri sebentar dan segera kembali. Apapun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu Raya dan aku akan selalu berusaha mendapatkan mu kembali.


################################


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2