ATHERIO PARK [SUDAH TERBIT]

ATHERIO PARK [SUDAH TERBIT]
The Leader of The Gangsta


__ADS_3

"Jika hari ini adalah akhir dari segalanya, apa yang kau inginkan sebagai permintaan terakhir?"


•••


◆◇◆


Penjagaan di kediaman Park di perketat, terlihat beberapa orang berbadan kekar berdiri di setiap sudut di depan rumah. Mereka semua adalah anak buah Park yang dipimpin oleh Gun Seok.


Sementara itu, Atherina sibuk dengan komputer di ruang kerja Park. Di sampingnya ada Carlos,  sedari tadi dia memperhatikan apa yang di lakukan Atherina.


Di layar telihat peta yang menunjukkan wilayah kekuasaan Park. "Apa wilayah ini sudah di perbaharui?" Tanya Atherina.


"Iya, Nona. Anda tidak perlu khawatir tentang itu."


Sementara itu, Atherio mengerjakan PR-nya dengan serius. Sesekali dia mengetik kalkulator kecil untuk mencari jawaban.


Atherio mendengar suara mobil terhenti di pelataran rumah. Dia menoleh kearah jendela kamarnya. Buku pelajaran dan alat tulis segera dikemas. Atherio segera menghampiri jendela dan melihat siapa yang datang.


Ternyata bukan hanya satu mobil, ada 3 mobil memasuki pelataran rumah Park. Beberapa orang berjas dan berkacamata hitam keluar dari dalam mobil. Mereka semua terlihat seperti orang jahat di mata Atherio.


Atherio terlihat cemas, dia segera keluar dari kamar untuk mencari Atherina. Ketika membuka pintu, Atherio berpapasan dengan Ji Hoo dan Min Hyuk.


"Aku melihat ada 3 mobil berhenti di depan, sepertinya mereka orang jahat." Ji Hoo dan Min Hyuk saling pandang mendengar ucapan Atherio.


"Mereka sama dengan kami, bedanya kami ada di pihak Tuan Park," jawaban Ji Hoo membuat Atherio terkejut dalam diam.


Ji Hoo terkekeh, "Tidak perlu panik, Tuan muda, nona Atherina sudah bilang pada kami bahwa Tuan muda sudah mengetahui semuanya."


Atherio tidak tertarik dengan ucapan Ji Hoo. "Lalu bagaimana orang-orang jahat itu?" Tanya Atherio.


"Mereka tamu kita," jawab Min Hyuk. Atherio masih terlihat cemas, dia melangkahkan kakinya ke pagar tangga. Laki-laki itu melihat ke bawah yang merupakan ruang tamu. Terlihat Atherina duduk berhadapan dengan seorang pria yang usianya tidak jauh beda dengan Park.


Beberapa anak buah pria itu berdiri di belakangnya. Wajah mereka semua tampak menyeramkan meskipun memakai kacamata hitam.


Begitu pun dengan anak buah Park yang setia berada di dekat Atherina. Ada Carlos dan Gun Seok yang berdiri di samping Atherina.


Di lantai atas, Ji Hoo dan Min Hyuk berdiri di samping Atherio, membuat Atherio di apit oleh kedua anak buah ayahnya itu.


Pria yang bertamu itu menyapa Atherina, "Selamat malam, Nona Park, maaf telah mengganggu waktumu."


Atherina tersenyum ramah dan bersikap lebih dewasa dari usianya, "Selamat malam, Tuan Kang Hoo, aku tidak sedang sibuk, PR-ku sudah selesai."


Min Hyuk melihat pada Atherio yang serius memperhatikan orang-orang di lantai bawah. Dia pun mulai bercerita, "Kang Hoo adalah rekan kita dari Busan. Tuan Park bekerja sama dengannya dalam urusan kantor saja. Mereka juga saling mengenal di dunia gangster, tapi tuan Park tidak berminat bekerja sama dengannya di dunia gangster."


Atherio menatap Min Hyuk, "Kenapa ayah tidak mau bekerja sama dengan orang itu?" Tanya Atherio.


"Dia seorang penipu, di dunia gelap, penipu di anggap orang yang tidak menyenangkan." Atherio mengangguk mengerti mendengar jawaban Min Hyuk.


Kang Hoo tersenyum, "Aku datang kemari untuk mengajak anda berbisnis. Bisnis ini adalah bisnis baru kelompok kami, ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan."


Carlos berbisik pada Atherina, Kang Hoo mendelik tidak suka pada Carlos.


Atherio masih memperhatikan mereka dari lantai atas. Dia mendengarkan apa yang sedang mereka bicarakan.


"Tuan Park tidak pernah sembarangan dalam memilih rekan bisnis. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari Tuan Park. Terutama kami sebagai orang penting di sisinya," ucap Ji Hoo.


"Kami perlu belasan atau puluhan tahun untuk mendapatkan posisi ini," Min Hyuk menambahkan. Atherio melihat Ji Hoo dan Min Hyuk bergantian.


"Apa yang ayah lakukan pada seorang pengkhianat?" Tanya Atherio. "Membunuhnya secara perlahan dan menyakitkan," jawab Ji Hoo dan Min Hyuk bersamaan. Atherio bergidik membayangkan betapa kejamnya Park.


"Apakah ayah seorang pemimpin yang suka marah?" Tanya Atherio. Tidak ada satu pun dari Ji Hoo dan Min Hyuk yang menjawab pertanyaan Atherio. Lagi-lagi Atherio melihat kepada Ji Hoo dan Min Hyuk bergantian.


"Sebenarnya kemarahan tuan itu berdasarkan suasana hatinya. Ketika orang kepercayaannya bicara lancang, kadang tuan Park tidak marah." Itu jawaban dari Ji Hoo.

__ADS_1


Mendengar ucapan Carlos, Atherina menganggukkan kepalanya. Gadis kecil itu mengeluarkan suaranya, "Aku sangat menghargai ajakan anda, tapi aku tidak bisa bekerja sama dengan anda. Saat ini pemimpin kelompok kami sedang memfokuskan diri pada hal lain."


Kang Hoo menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu secepat itu menerima ajakan kami, anda perlu memikirkannya terlebih dahulu."


"Keputusan tidak bisa di ganggu gugat, ini hak kami untuk menolak," ucap Gun Seok dengan sarkas. Atherina memberikan kode agar Gun Seok tidak bicara lebih jauh lagi.


Atherio sedari tadi memperhatikan kakaknya, muncul perasaan kagum dengan sosok Atherina yang sangat hebat di matanya. "Dia hebat, seperti ayah. Dia pantas menjadi pengganti ayah," ucap Atherio.


Ji Hoo dan Min Hyuk menoleh ke arah Atherio karena mendengar ucapannya. "Sebenarnya tuan Park sudah memutuskan untuk menjadikan Tuan Atherio sebagai pemimpin kami yang sesungguhnya. Nona Atherina di jadikan pemimpin sementara sebelum Tuan Atherio benar-benar siap menjadi seorang pemimpin."


Mendengar ucapan Min Hyuk, Atherio segera menatapnya. "Aku tidak sekuat kakak," gumam Atherio.


"Ini bisnis yang sangat menguntungkan, modalnya tidak perlu besar. Hanya perlu mencari orang untuk menjadi relawan," ucap Kang Hoo yang tampaknya berupaya agar Atherina mau menerima kerja sama itu. Atherio tidak menyukai nada bicara Kang Hoo yang terdengar begitu memaksa.


Carlos angkat bicara, "Maaf, waktunya Nona Park untuk tidur, besok dia harus sekolah." Atherina beranjak dari tempat duduk lalu melangkahkan kakinya. Kang Hoo juga bangkit dari sofa dan menghalangi Atherina.


Kang Hoo kembali berbicara, "Anda memiliki orang-orang yang kuat, kami hanya memerlukan itu.. bisnis penjualan organ tubuh sangat menjamin kas gangster."


Mendengar ucapan Kang Hoo, Atherina tampak terkejut. Bukan hanya Atherina, Carlos, Gun Seok dan ketiga orang di lantai 2 juga tercengang mendengar itu.


"Apa kau bilang?" Tanya Atherina sambil berbalik menatap tajam kearah Kang Hoo.


"Target kita adalah orang yang punya banyak hutang, gelandangan, dan anak yatim. Mereka sangat mudah di perdaya, harga satu organ tubuh mencapai harga satu buah mobil sport." Atherina semakin muak mendengar Kang Hoo yang terus berbicara tanpa merasa bersalah dengan ucapannya.


Gun Seok menarik kerah baju Kang Hoo, membuat anak buah pria itu bergerak mendekat. Begitu pun dengan anak buah Park. Kang Hoo memberikan kode agar tidak bertindak gegabah.


"Beraninya kau mengatakan itu! Bisnis keji yang tidak seharusnya kau jelaskan secara rinci kepada Nona kami! Berengsek kau!" Hardik Gun Seok.


Atherina melanjutkan langkahnya sambil berkata, "Paman Gun Seok, suruh dia pergi." Carlos menarik Gun Seok agar tidak melukai Kang Hoo, atau mereka dalam masalah.


Ekspresi Atherio berubah geram, tangannya mengepal memukul pagar tangga.


"Sombong sekali kau anak kecil! Kau hanya wakilnya tuan Park, tapi kau berani menolak kerja sama ini!" Bentak Kang Hoo yang akan mendekat, tapi di halangi oleh anak buah Park.


Atherina menghentikan langkahnya, dia berbalik menatap tajam ke arah Kang Hoo. Pria itu tampak merinding melihat tatapan Atherina yang seperti seorang psikopat.


"Bocah sialan!" Kang Hoo berteriak sambil menghentakkan kakinya kesal. "Kita hidup di dunia gelap yang kejam! Kau bicara seolah dirimu suci.. berapa orang yang telah kau bunuh!"


"Paman Carlos, bilang pada ayahku untuk tidak perlu bekerja sama dengan dia di bidang apa pun!" Ucap Atherina geram.


Carlos mengangguk hormat.


Anak buah Park menggiring mereka semua keluar dari rumah itu.


Atherio menghela napas panjang setelah melihat kejadian itu. "Apa ini sering terjadi?" Tanya Atherio.


"Bisa di bilang ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sebelumnya banyak kejadian yang lebih buruk dari ini." Atherio mengangguk paham mendengar jawaban Min Hyuk.


"Aku akan menemui kakak," ucap Atherio. Ji Hoo dan Min Hyuk membungkukkan badan kemudian berlalu meninggalkan Atherio.


Sejenak Atherio menarik napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya secara perlahan. Dia melangkahkan kakinya menuju ruang kerja ayahnya untuk menemui Atherina.


Di depan ruangan tersebut ada Carlos dan Gun Seok. Mereka berdua menoleh pada Atherio. "Tuan muda," mereka membungkukkan badan hormat.


"Kakak masih di dalam?" Tanya Atherio. Carlos dan Gun Seok menganggukkan kepala bersamaan.


Atherio mengetuk pintu ruangan tersebut, tidak ada jawaban. Dia menarik knop pintu lalu membuka pintunya perlahan. Yang pertama dia lihat adalah sosok Atherina tengah duduk dengan kepala terlelap pada kedua tangannya.


Atherio menutup pintu kemudian menghampiri kakaknya. Kini dia tepat berdiri di belakang Atherina, Atherio bergerak memeluk tubuh kakaknya dari belakang.


Tubuh Atherina bergetar, itu membuat Atherio terkejut dan mendekatkan wajahnya melihat wajah Atherina, "Kakak menangis?"


Atherina mengangkat wajahnya, terlihat jelas kedua pipinya basah karena air mata. Kedua matanya yang kecil juga tampak sembab. Atherio melepaskan pelukannya, dia duduk berhadapan dengan Atherina. Kedua tangannya mengusap air mata kakaknya yang tak hentinya mengalir.

__ADS_1


"Kenapa dunia ini kejam?" Tanya Atherina dengan suara bergetar. Atherio menatap kakaknya, hatinya sedih melihat Atherina menangis seperti itu. Setelah sekian lama, rasanya baru kali ini lagi dia melihat gadis itu menangis.


"Jika Kakak keberatan berada di dunia gelap, Kakak bilang saja pada ayah, ayah pasti mengerti."


"Tidak, Rio. Ayah sudah memberikan kepercayaannya pada Kakak, Kakak tidak bisa membuat ayah kecewa."


"Aku akan menggantikan Kakak." Mendengar ucapan itu, Atherina terkejut dan segera menatap Atherio. Tatapannya semakin menyendu.


"Kau memang akan menjadi pemimpin kelompok gangster ini, tapi tidak sekarang. Kau perlu banyak berlatih dari orang-orang kepercayaan ayah."


"Kakak, tutuplah kedua mata Kakak," ucap Atherio. Atherina tampak bingung, namun tidak ingin banyak berpikir, dia melakukan apa yang di minta adiknya. Atherina menutup kedua matanya.


Atherio mendekatkan wajahnya melihat wajah Atherina dari jarak sedekat itu. Atherio tersenyum kemudian mengecup kelopak mata Atherina bergantian. Atherina membuka matanya menatap adiknya.


"Kecupan kasih sayang akan menyembuhkan lukanya," kata Atherio meniru apa yang selalu di katakan Atherina. Gadis itu tersenyum mendengar ucapan adiknya, dia mengusap pipi Atherio.


"Cepatlah dewasa," kata Atherina.


"Aku tidak bisa dewasa jika memiliki Kakak yang selalu memanjakanku."


Atherina memutar bola matanya, "Kalau begitu tetaplah menjadi Rio yang manis, sampai kapan pun aku akan menganggapmu anak kecil."


"Begitukah?"


"Sudah malam, kembalilah ke kamar." Atherio menganggukkan kepalanya mendengar perintah sang kakak. Dia beranjak dari tempat duduknya.


"Good night," ucap Atherio dengan senyuman. Atherina tersenyum kecil sambil mengangguk, "Good night." Atherio berlalu meninggalkan kamar Atherina.


◆◇◆


Beberapa minggu kemudian, Park kembali dari Singapura bersama Victor, Joon Ki, dan beberapa anak buahnya.


Malam itu, Park mengumpulkan semua orang-orangnya di ruang keluarga yang cukup luas. Dia membawa serta kedua anaknya yang berdiri mengapit dirinya.


Park mengeluarkan suaranya, "Seperti yang aku janjikan pada kalian. Setelah aku kembali dari Singapura, aku akan mengumumkan pembaharuan tatanan baru dalam kelompok kita.." Tangan Park terulur pada Atherina. Atherina menerima uluran tangan ayahnya, Park membawa Atherina ke sampingnya.


".. aku akan memberikan posisiku sebagai pemimpin kelompok kepada putri sulungku yang berusia 10 tahun, Atherina Park."


Semua orang bertepuk tangan, termasuk Atherio yang bersemangat. Atherina membungkukkan badannya.


"Katakan sesuatu," ucap Park pelan. Atherina mengangguk, "Aku akan berusaha semaksimal mungkin, aku harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik, mohon bantuannya." Atherina mengakhiri ucapannya dengan membungkukkan badan.


"Di sini juga ada 7 orang kepercayaanku, mereka telah belasan dan puluhan tahun bersamaku, Carlos, Ji Hoo, Victor, Gun Seok, Joon Ki, Min Hyuk, Esteban, kalian harus menjadi pelindung pemimpin baru kalian. Tugas kalian masih sama seperti dulu, aku harap kalian bisa menghormati Atherina seperti kalian menghormatiku." Ketujuh pria itu menganggukkan kepalanya hormat.


"Aku akan mulai membebaskan putraku berlatih dari sekarang dalam pengawasan Atherina dan pengawasan kalian bertujuh. Jangan ada kesalahan, dia akan menjadi pemimpin kelompok setelah Atherina."


"Baik!" Jawab ketujuh pria itu serempak. Semuanya bertepuk tangan.


Park merangkul kedua anaknya sambil menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan lega.


"Aku bisa bernapas sekarang," gumam Park.


Atherio menatap Atherina yang tampak tidak berekspresi sama sekali.


◆◇◆


 


 


1 Juli  2019


By Ucu Irna Marhamah

__ADS_1


 


 


__ADS_2