
Hari - hari berlalu, tak terasa sudah tiga hari ayah di rumah sakit. Ayah mulai menunjukan kemajuan yang siknifikan.
Dan sekarang ayah tidak dirawat di ruangan ICU, melainkan di bangsal Bogenvil. Bangsal khusus pria.
Aku dan ibu sangat bahagia karena usaha kami tak sia - sia.
Doa kami benar - benar terjawab.
Karena melihat ayah semakin membaik, dokter memutuskan bahwa ayah tidak perlu di rujuk ke rumah sakit yang lebih besar.
Memang keajaiban itu ada, dan kembali lagi ke diri kita masing - masing mau percaya atau tidak.
Hari ini aku melangkah pasti menuju rumah sakit, tak ada lagi gunda dan gelisa dalam hati ku. Aku merasa bahagia karena akan segera bertemu ayah.
"Selamat siang ayah, selamat siang Bu." Sapa ku.
Ayah tersenyum sebelum membalas sapaan ku.
"Selamat siang sayang,"
"Selamat siang."
Ibu dan ayah membalas sapaan ku.
"Sudah pulang sekolah ya?" Tanya ayah.
"Sudah yah, dan lila langsung ke sini."
"Sudah makan?" Tanya ibu.
"Sudah bu, tadi lila makan di kantin sekolah." Jawab ku.
"Bersih tidak kantinnya?" Tanya ibu.
"Bersih bu, kantin sekolah kami itu paling bersih kok."
"Jadi ibu tak perluh kuatir." Kata ku sambil tersenyum.
IBU LILA POV
Ibunya lila begitu manis dan berkulit sawo matang seperti lila.
Ibu lila memiliki sifat yang tegas dan penyayang. Selain itu ibu lila memiliki sifat over protektif dan sangat mencintai kebersihan.
Ibu lila tak akan membiarkan secuil debu dan sampah menempel pada lantai dan pekarangan rumah nya. Ibu lila akan segera mungkin membersihkan nya.
Dan ibu lila tidak suka makan di luar, karena beliau takut masakannya tidak akan sebersih masakannya.
Ibu lila hobi memasak dan bereksperimen dengan resep - resep baru. Dijamin deh masakan ibu lila akan menggugah selerah.
Selain hobi memasak, ibu lila juga hobi memelihara tanaman. Baik itu tanaman sayur - sayuran, buah - buahan, maupun bunga.
Maka itu halaman rumah mereka sangat teduh dan asri. Membuat betah sapa saja yang datang berkunjung ke rumah mereka.
Caranya mendidik lila selalu bertolak belakang dari ayah lila. Ibunya menganggap bahwa cara didik ayah lila tidak membuat lila menjadi gadis dewasa dan mandiri.
Back To Stories
__ADS_1
" Ayah dan ibu sudah makan?" Tanya ku
"Kalau ayah sudah sedangkan ibu mu belum," jawab ayah.
"Mengapa ibu belum makan?" Tanya ku.
"Tahukan ibu," ayah melemparkan senyuman kepada ku.
"Ibu...di sini makanannya enak dan bersih loh. ini kan rumah sakit jadi mereka akan menjaga kebersihan. Tidak mungkin mereka asal - asal menjual makanan. Dokter dan perawat di sini semuanya makan di kantin ini ko bu."
Ibu makan dulu nanti ayah lila yang jaga."
Awalnya ibu masih ragu - ragu, tapi setelah mendapat penjelasan dari perawat RS, ibu pun pergi ke kantin.
"Hmmm...baik lah."
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
"Ini obat ayah, diminum ya biar penyakit ayah jauh - jauh deh. Biar penyakit ayah takut mendekati ayah lagi."
"Thanks sayang, iya deh ayah pasti meminumnya. Ayah tidak akan melewatinya kok. Ayah juga bosan keluar masuk rumah sakit terus."
"Okidoki ayah. Begitu dong itu baru ayah lila."
Kami berduapun tertawa.
"Besok ayah sudah bisa pulang loh!"
"Apa? Asyik dong yah...kita bisa jalan - jalan lagi ni." Kata ku bahagia.
"Anak ini di otak mu hanya ada jalan - jalan saja." kata ayah sambil menjewer telinga ku.
"Yah...rambut ayah, lila rapiin ya?"
"Boleh tuh, dari tiga hari yang lalu rambut ayah belum pernah di sisir."
Aku mengambil sisir dan menyisir rambut ayah.
"Yah...mengapa banyak rambut yang rontok" Tanyaku bingung.
"Iya sayang, pasien kanker itu, rambutnya biasa rontok. Bahkan ada yang botak." Jawab ayah tenang.
Air mata ku mulai tergenang lagi tapi ku berusaha untuk menahannya. Lagi - lagi ku tak mau terlihat sedih di depan ayah.
Ku menarik nafas panjang dan mengatur kembali emosi ku biar ayah tak menyadari kalau aku sebenarnya lagi sedih.
Ku diam sejenak memandang ayah dari belakang dan melihat betapa banyak rambut ayah yang rontok. Rambut ayah lama kelamaan semakin botak.
"Kita bahas yang lain ya, tidak usah bahas tentang penyakit - penyakit segala." Pinta ayah.
"Ohya bagaimana sekolah kamu?" Tanya ayah lagi.
"Minggu depan kami ujian kenaikan kelas XII yah."
"Wah tak sangka - sangka anak ayah mau kelas XII. Sedikit lagi kuliah."
"Kamu mau lanjut di mana sayang,"
__ADS_1
"Kalau bisa di dekat - dekat sini yah."
"Waduh...anak dan suami ku sepertinya seru nih, lagi membahas tentang apa ni?" Tanya ibu mengagetkan aku dan ayah.
"Ini loh bu, membahas tentang sekolahnya lila. Anak mu minggu depan sudah ujian. Ujian kenaikan kelas XII. Sebentar lagi dia kuliah. Jadi, ayah mau tahu lila pinginnya kuliah di mana."
"Kalau mau bahas kuliah tunggu lila lulus kelas XII dulu dong yah, dan sabar sampai ayah sembuh total."
"Iya deh," ayah pun mengalah.
"Lila kamu ke pulang dula ya, ganti pakayan seragam kamu. Sebentar baru kamu balik lagi ke sini." Kata ibu.
"Iya bu," jawab ku.
"Yah lila pulang dulu ya, sebentar lila datang temani ayah lagi."
Sebelum pulang aku mencium tangan kedua orang tua ku.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Ke esokan harinya aku ke rumah sakit, pagi - pagi sekali. Karena hari ini ayah kembali ke rumah.
"Pagi semua," Sapa ku.
"Sssssttt...pelan - pelan, ayah mu masih tidur." Kata ibu.
"Loh kok kamu pagi - pagi sudah ke sini? Kamu tidak ke sekolah?" Tanya ibu.
"Tidak bu, kemarin lila sudah ijin di wali kelas."
Ibu hanya bisa menghela nafas panjang.
Tumben kali ini ibu tidak berkomentar banyak. Mungkin takut membangunkan ayah.
"Lila...kamu tidak ke sekolah?" Tanya ayah.
"Eee...ayah, sudah bangun ya?"
"Hmmm...anak ini di tanya bukannya jawab tapi mengalihkan pembicaraan."
"Ayah ku sayang, pagi - pagi tu jangan di awali dengan emosi nanti lekas tua loh." Canda ku
"Iya ayah, hari ini lila tidak ke sekolah dan lila kemarin sudah ijin kok di wali kelas." Lanjut ku.
"Jangan terlalu meninggalkan pelajaran, kamu tidak rugi?" Tanya Ayah.
"Tidak kok yah, yang lebih ruginya tidak datang ke sini." Canda ku.
"Anak ini," ayah kehabisan kata - katanya.
Ibu hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepata kata pun.
Spesial untuk pembaca setua ku :
Terima kasih sudah membaca karya ku.
Maaf jika terjadi banyak kesalahan penulisan karena THOR masih baru dakam hal menulis novel.
__ADS_1
Jangan bosan - bosan dukung THOR ya, dengan memberi like, coment ( yang pisitif dan membangun ya), vote dan rate.