
Setelah membereskan dan merapikan semua perabotan, akupun beristirahat sambil menunggu kedatangan sahabat sahabat ku.
Ku rebahkan tubuh ku di tempat tidur ku, ku menutup mata ku sejenak dan akupun terlelap.
Akupun masuk ke alam mimpi.
Ku berada di taman yang sama seperti mimpi mimpi ku sebelumnya, banyak bunga warna warni menghiasi taman itu. Tapi, tanpa ayah dan ibu.
Aku sendiri mengintari taman itu, berjalan - jalan menikmati indahnya pemandangan.
Ku melihat dari jauh ada seseorang yang datang menghampiri ku membawakan ku sebuket bunga.
Tapi wajahnya tak terlihat jelas.
Mimpi itu terasa nyata dan aku tersadar ketika mendengar suara ketukan.
"Tok...tok...tok..."
Pintu kamar ku di ketuk.
Ku mendengar samar - samar suara vita memanggil ku.
"Lila...lila...bangun dong, katanya tak boleh ngaret!"
Ku buka mata ku, dan mengumpulkan kembali nyawa ku yang hilang sesaat.
"Lila...lila, ayo bangun dong! Jangan bilang kamu pingsan!"
Ku beranjak dari tempat tidur ku dan ku bukakan pintu untuk vita.
"Enak aja, pingin aku pingsan ya?"
Vita tertawa terpingkal pingkal karena ekspresi ku yang menurut dia begitu lucu.
"Ayo sini, yang lain sudah menunggu mu." Vita menarik tangan ku.
"Eeee...sabar dong, aku mandi dulu."
"Biar kamu tidak mandi, tetap cantik kok!"
"Vita, sabar ya! biar aku berbenah dulu biar tidak kelihatan baru bangun tidur. Pleasssseeee...!"
"Ok deh...lima menit ya!"
"Apa?"
Vitapun tertawa terbahak bahak karena melihat ekspresi ku dan dia pun meninggalkan ku. Memberikan ku ruang untuk diri ku berbenah.
Akupun bergegas ke kamar mandi, ku basuh wajah ku dan mengosok gigi, biar tampak segar.
Ku rapikan rambut ku yang berantakan, dan setelah ku selesai, ku menghampiri sahabat - sahabat ku yang sudah menunggu ku di ruang tamu.
"Maaf ya! Aku ketiduran."
"Iya, kami maklum kok," kata margot.
"Ayo kita mulai," ajak aby.
VITA POV
Vita sahabat karib ku, dia gadis cantik dan mungil, tipenya pendengar dan pemberi nasehat.
ia selalu periang.
ita tempat ku mencurahkan segala kegundaan hati ku.
ia begitu pengertian.
Vita berasal dari keluarga yang terpandang, ayahnya seorang dokter dan ibunya manager di perusahaan terkenal di kota kami.
Tipenya begitu cuek jika ada yang berbicara buruk tentanya, dan penampilannya begitu berkelas.
Back To Stories
"Ini minum dulu," ibu ku membawakan kami minuman dan cemilan penyemangat.
"Terima kasih tanta," kata neno manja.
Ibu ku tersenyum melihat neno yang begitu manjanya.
"Selamat sore semuanya," sapa ayah.
__ADS_1
"Selamat sore om."
"Sore om..."
"Sore..."
Jawab sahabat sahabat ku bergantian.
"Maaf ya kalau om mengganggu,"
"Tidak kok om," jawab atan.
"Sedang apa ni? Serius amat!" Ayah bertanya lagi.
"Lagi kerja soal matematika ni om, karena besok kami ujian matematika." Jawab aby
"Oooo...lanjut ya, om ke kamar dulu."
"Iya om." Jawab kami hamoir bersamaan.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Bel berbunyi semua siswa siswi SMA Negri 01 berkumpul di lapangan untuk berdoa bersama.
Setelah selesai berdoa, semua siswa siswi kembali ke kelasnya masing masing untuk mengikuti kegiatan sebagai mana mestinya.
Hari ini adalah hari ke dua ujian, ujian matematika.
Matematika yang biasanya terasa sukar, kini begitu mudah karena apa yang kami pelajari semuanya diujikan.
Sama seperti kemarin ujiannya berjalan dengan aman dan tertib. Tak ada kecurangan sama sekali. Karena kami menghargai kerja keras kami.
Tiba - tiba dalam keheningan, saat kami semua subuk mengerjakan soal ujian.
Vita menarik lengan baju ku.
"Lila...aku puuuussssiiiinnnngggg," kata vita terbata - bata.
Wajahnya nampak pucat pasi.
Akupun panik.
"Bu...ibu... tolong vita," panggil ku kepada guru pegawas kami.
Aku sangat terkejut dan segera memeluknya agar kepalanya tidak terbentur dengan lantai.
Guru pengawas kami berlari menuju vita.
Kamipun membawanya ke ruang UKS.
Bel istirahat berbunyi tapi vita belum siuman juga.
Ku pegang erat tanganya, dan ku panggil namanya.
"Vita...vita...vita..."
Tapi vita tak bergeming sama sekali.
"Bu...sudah setengah jam vita pingsan, sebaiknya kita telpon kedua orang tuanya." Usul ku.
"Iya, kamu punya nomor hp kedua orang tuanya?" Tanya ibu guru.
"Ada bu!"
Ku mengambil hp ku dan ku membuka kontak, Dr. Dony ayah vita tertera kontak di hp ku.
Ku segera menekan tombol memanggil.
*Aku : "Hallo om, selamat siang! ini dengan lila om."
Ayahnya vita : "Bagaimana lila?"
Aku : "Vita...vita pingsan om, sudah setengah jam vita belum sadarkan diri*."
Tampa mengucapkan kata perpisahan, ayahnya vita langsung mematikan sambungan telpon dan bergegas ke sekolah.
Ayahnya langsung meminta ijin untuj membawa vita ke rumah sakit dan akupun turut serta menemani vita.
Dalam ambulance ku pegang erat tangan sahabat ku itu, dia belum juga membuka matanya.
"Om...vita kenapa? Kok belum sadarkan diri juga?" Tanya ku.
"Vita terkena Hiperventilasi." Kata ayah vita sambil memeriksa vita menggunakan stetoskop
__ADS_1
Hiperventilasi adalah kondisi saat seseorang mulai bernapas terlalu cepat. Hal ini menyebabkan kadar oksigen dan karbon dioksida di dalam tubuh menjadi tidak seimbang. Saat seseorang mengalami hiperventilasi, kadar karbon dioksida di dalam tubuhnya akan menurun.
Setelah beberapa waktu, rendahnya kadar karbon dioksida ini akan memicu penyempitan pembuluh darah yang menyuplai darah ke otak dan akhirnya menyebabkan pingsan. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang merasa panik atau cemas.
"Kok bisa om?" Tanya ku lagi.
"Mungkin vita terlalu cemas atau panik."
Tak lama kemudian, vitapun siuman.
Dia merasa kebingungan karena melihat dia berada dalam ambulance dan bersama ayahnya.
"Aku kenapa yah?" Tanya vita, suaranya masih terdengar lemah.
"Kamu tadi pingsan di sekolah, hampir setenga jam." Kata ku.
"Iya sayang, dan lila yang menelpon ayah." Ayahnya vita menjelaskan secara singkat kronologinya.
Hp ku berdering.
Margot memanggil...
*Aku : "Hallo,"
Margot : "Hallo lila, kamu dan vita di mana?"
Aku : "Lagi di rumah sakit nih!"
Margot : "Buat apa di rumah sakit?"
Aku : Vita tadi pingsan, karena terlalu kelamaan pingsan makanya vita di larikan ke rumah sakit.
Margot : "Tapi vita tidak apa apakan?"
Aku : "Iya, dia butuh istrahat saja."
Margot : "Kami nyusul ya?"
Aku : " Tidak usah, selesai observasi vita sudah bisa pulang kok."
Margot : "Ok deh...bilang vita lekas sembuh ya."
Aku : " Ok deh*!"
Margot pun menutup telponnya.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Selesai ujian, ketika jam istirahat seperti biasanya kami berenam berkumpul di kantin.
Perinsip kami, makan ngak makan yang pentingnya ngumpul.
"Vita...kamu kemarin kok bisa pingsan sih?" Tanya aby.
"Aku terlalu panik aby."
"Panik? Kok bisa?" Tanya margot.
"Biasa...lagi fokus ujian, eeee...tahu tahunya tamu bulanan berkunjung. Mana aku tak ada persiapan lagi."
"Ya ampun vita, kok hanya itu kamu panik sih," lanjut neno yang suka kepo sama urusan para cewek.
"Ya iya lah, kamu kan cowok jadi tak akan tahu rasanya."
"Aku setuju sama kamu vita," lanjut margot.
"Sudah...sudah...ayo pesan makan, aku yang traktir." Kata atan.
Kami memesan enam mangkok bakso dan beberapa kerupuk.
Kami menyantapnya begitu lahap, karena bakso di kantin kami terkenal begitu enak.
Bel berbunyi, menandakan waktu istirahat telah selesai, kami berenam berpencar ke kelas kami masing - masing untuk mengikuti ujian selanjutnya.
**Note :
Terima kasih buat dukungan para readers.
Jangan bosan - bosan ya untuk terus mendukung author.😊😊
Selalu memberikan like, coment yang membangun, vote dan rate ya!😁😁
__ADS_1
Biar author semakin semangat nulisnya**.