Ayah Aku Rindu

Ayah Aku Rindu
Kepedulian Sahabatku


__ADS_3

"Hai semuanya," vita menyapa kami.


Aku, neno dan margot sama - sama menoleh ke arah suara itu muncul.


"Kenapa kalian seperti teletabis?" Tanya aby cengar cengir.


"Stttt... kalian jangan berisik dong, ayahnya lila lagi istirahat." Neno mengingatkan aby dan vita.


"Sorry sorry," vita meminta maaf.


"Lila mana oleh - olehnya dong?" Tanya aby.


"Maaf ya oleh - olehnya tidak ada." Jawabku lesuh.


"Pasti kamu sudah habiskan ya?" Tanya atan usil.


"Ngawur kamu, ayahnya lila bukan baru pulang dari luar kota tapi baru pulang dari rumah sakit," kata margot dengan penuh kekesalan.


"Apa?" Mereka bertiga sama-sama terkejut.


"Maafkan kami lila," aby mewakili atan dan vita untuk meminta maaf.


"Tidak apa - apa kok, bukan salah kalian. Kan kalian tidak tahu kalau ayahku dari rumah sakit, sama seperti aku." Kataku sedih.


Air mataku menetes membasahi pipiku lagi dan lagi. Tak ku sadari semua sahabatku ikut larut dalam tangisku.


"Eeee...ada kalian rupanya, kok sepi sih? Biasanya hebo dan ramai," kata ibu menyapa sahabat - sahabatku.


Mendengar suara ibu ku, kami berlima cepat - cepat mengusap air mata kami.


"Maaf tanta! Kami tidak menyapa tanta tadi," margot menjawab ibuku.


"Tidak apa - apa ko, aman." Kata ibu.


"Maaf tanta, apa kami boleh menjenguk om?" Tanya atan penuh keragu - raguan.


"Boleh tapi jangan lama - lama ya, karena om butuh istirahaat. Biar om lekas sembuh," lanjut ibuku.


"Baik tanta," jawab mereka kompak.


Aku membuka pintu kamar ayah secara berlahan, agar ayah tidak kaget. Ku memperingatkan sahabat - sahabatku agar tidak berisik.


"Lila," panggil ayah.


"Iya ayah, maaf mengganggu ayah istirahat." Kataku.


"Ayah sudah bangun kok, eee...ada sahabat - sahabatnya lila!


"Soreh om," mereka menyapa ayahku secara bergantian dan tak lupa mencium tangan.


"Bagaima keadaan om?" Tanya neno.


"Sudah agak mendingan," jawab ayahku.


"Terima kasih ya sudah mau datang menjenguk om," lanjut ayah.


Mereka tersenyum kepada ayah dan membuat ayah tertawa karena neno dan atan bergantian bercerita tentang kekonyolan kami di sekolah. Ku melihat raut wajah ayah tampak bahagia. Tapi aku harus menyudahi obrolan mereka karena ayah harus beristirahat.


"Yah...ayah...istirahat ya!" Kataku.


"Sedikit lagi ya sayang, ayah bosan tiap hari tidur. Eeee...salah bukan tiap hari tapi tiap jam, biarkan ayah mengobrol dengan sahabat-sahabatmu."

__ADS_1


"Baik lah yah...tapi cukup setengah jam ya." Pintaku.


Ayah melanjutkan obrolannya bersama sahabat - sahabatku. Ku lihat di wajah ayah tersirat kebahagiaan. Akupun tersenyum melihat ayah begitu bahagia.


"Om...kami pamit dulu ya," kata neno.


"Loh...kalian mau balik ya?" Tanya ayah.


"Belum om. Kami mau pamit ke ruang tengah om. Mau kerja tugas om," lanjut vita.


"Oooo, kirain." Lanjut ayah.


Kami semua tertawa tertawa terbahak - bahak.


"Ayah istirahat ya, biar lekas sembuh," kata ku sambil menutupi ayah dengan selimut.


"Iya sayang, ayah juga pingin cepat sembuh. Ayah sudah bosan di tempat tidur terus."


Aku dan ke lima sahabatku menuju ruang tamu untuk menyelesaikan tugas sekolah. Tak lama kemudian ibuku datang membawakan kami minunan dan cemilan.


"Silakan di minum," ibu menyapa kami.


"Terima kasih tanta, terima kasih mama," jawab kami serentak.


"Kalian rajin - rajin ke sini ya, tadi aku melihat ayahku begitu bahagia dengan kehadiran kalian. Semoga saja ini bisa mempercepat kesembuhan ayah," kataku.


"Iya lila, setiap hari kami akan ke sini," kata aby.


"Kalau aku boleh saran, ayahmu jangan terlalu di kurung dakam kamar. Sesekali ajaklah ayahmu jalan - jalan di sekeliling rumahmu. Kasihankan ayahmu, pasti beliau bosan di kamar terus." Kata atan.


"Iya lila, ayahmu jadi kelihatan pucat karena di kamar terus. Lanjut neno.


"Iya besok kita bersama - sama jalan - jalan di sekelilibg rumah kamu," sambung vita.


"Besok kamu ke sekolahkan?" Tanya margot.


"Lihat saja besok," jawabku.


"Kok lihat saja? Kamu harus ke sekolah. Kamu mau ya melihat ayahmu pikiran terus sakitnya tidak sembuh - sembuh karena kamu tidak sekolah," vita memarahi diriku seperti ibuku ya memarahiku.


"Iya iya, ibu vita terkece, besok aku pasti ke sekolah." Jawabku.


"Begitu dong! Tampamu sekolah terasa sepih, lanjut margot.


"Iya besok aku ke sekolah kok," kataku.


"Begitu dong...semangat begitu yang aku suka," kata neno.


Ku tersenyum dan merasa bahagia karena aku merasa hidupku begitu sempurna, di kelilingi oleh orang - orang yang menyayangi begitu tulusnya.


Ku melihat ayah di kamar, ayah masih tidur dengan nyenyaknya. Aku menutup pintu ke kamar secara berlahan, ku takut ayah terbangun.


"Bu...lila berangkat dulu ya," ku mencium tangan ibu ku.


"Sudah sarapan?" Tanya ibu.


"Sudah bu, sudah dari tadi. Aku berangkat dulu ya," kataku.


"Lila...lila..."


"Siapa tu lila?" Tanya ibu.

__ADS_1


"Sepertinya atan bu."


Aku menujuh ke arah pintu dan membukanya.


"Atan, tumben pagi - pagi sudah datang." Kataku.


"Aku menjemputmu lila, yuk kita barengan ke sekolah."


"Ayo," kataku sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih ya sudah mau menjemputku," kata ku.


"Aku akan menjemputmu setiap hari," kata atan.


Sesampainya di sekolah, kamipun berpisah menuju ke kelas masing - masing.


"Lila sayang, aku kira hari ini kamu tak datang." Kata vita sambil memelukku.


"Kan aku sudah janji sama kalian," kataku.


"Yuk...kita duduk," kataku mengajak vita.


Bel pulang berbunyi dan aku bergegas merapikan perlengkapan alat tulisku, aku tak sabar lagi untuk pulang dan bertemu ayah. Dan dalam benakku sudah tersirat rencana untuk jalan - jalan bersama ayah.


"Lila kamu kok buru - buru," tanya vita.


"Aku ingin jalan - jalan keliling rumah dengan ayah. Aku mengikuti saran kalian kemarin, kataku sambil membereakan perlengkapan tulisku.


"Oooo...soreh kami ke rumahmu ya. Kami juga mau jalan - jalan dengan ayahmu."


Aku merasa tersentuh dan terharu dengan sahabat - sahabatku. Mereka begitu perduli dengan diriku.


"Baiklah...aku akan menunggu kalian." Kataku bahagia.


Ketika kami keluar dari dalam kelas, margot, aby, atan dan neno sudah menunggu kami di dekat gerbang sekolah.


"Lila sebentar kami ke rumahmu ya," kata aby.


"Iya, akukan menunggu kalian." Kataku.


"Yuk lila kita barengan pulang, ajak atan.


"Aku dan atan duluan ya," pamitku sambil melambaikan tanganku.


"Terima kasih atan, mampir yuk!" Ajakku.


"Aku balik dulu ya karena kan soreh aku ke sini lagi," kata atan.


"Ok deh...oh ya thanx ya!" Kataku.


Sekarang sudah jam tiga, sahabat - sahabatku sudah pada datang. Rumah akhir - akhir ini terasa ramai dengan kehadiran mereka.


"Kalian tunggu di sini ya, aku panggilkan ayahku."


"Ayah..., ayo bangun. Kita jalan - jalan ke luar yuk, ada sahabat - sahabatku diluar." Ajak ku.


"Selamat soreh!" Ayah menyapa sahabat - sahabatku.


"Selamat soreh om," jawab mereka.


Hari ini aku begitu bahagia, karena melihat wajah ayah begitu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2