
Hari ini aku bangun agak kesiangan karena hari ini adalah hari minggu jadi hari istirahat panjang buat ku dan lagian semalam tidur ku tidak begitu total karena aku tersadar karena mimpi yang sama yang selalu datang seperti hantu dalam tidur ku.
"Huaaaahhh...." ku menarik nafas panjang.
Ku benahi diri dan kamar ku lalu turun menghampiri ayah dan ibu yang sudah berada di ruang keluarga.
"Selamat pagi semua," aku menyapa ayah dan ibu.
"Selamat pagi menjelang siang sayang," goda ibu.
"Wah... anak ayah sudah bangun ya?" Goda ayah.
Aku tersipu malu dan menghampiri kedua orang tuaku yang sedang asyik menikmati teh dan beberapa cemilan yang dibuat oleh ibu.
"Ini punya mu," ibu menyodorkan secangkir teh buat ku.
"Makasih bu."
Ku meneguk minuman yang di berikan ibu.
"Hmmm...nikmat, rasanya seperti lemon tea" kata ku.
"Ya iya lah sayang, ini lemon tea made home buatan ibu mu," kata ayah.
"Tapi ada rasa mawarnya juga ya?" Tanya ku
"Iya sayang, teh ini ibu campurkan dengan serbuk mawar." Jawab ibu
"Wah ibu hebat!" Puji ku.
Tak lupa aku pun mengambil cemilan yang sudah disuguhkan ibu dan mengunyahnya dengan begitu lahap.
"Lila...selesai kelas XII, kamu mau melanjutkan kuliah di mana?" Tanya ayah.
"Hmmm, ayah. Kan lila masih kelas XI." Jawab ku.
"Maksud ayah, lila harus punya rencana dari sekarang biar bisa dipersiapkan secara matang jangan asal asal ataupun hanya turut ramai saja."
"Ambil jurusan yang sesuai dengan keahlian mu dan juga bakat mu, biar bisa menunjang masa depan mu."
"Iya yah..., nanti lila pikirkan. Setelah sudah fix, lila akan sampaikan pada ayah.
"Bu..., hari ini enaknya masak kolak biji salak ubi ungu ya?" Kata ku.
"Iya ya, ayo kita membuatnya!" Tapi ibu tidak tahu bahan bahannya nak.
"Gampang bu, serahkan ke lila."
Akupun mecari resep di google.
"Ketemu, ini bu resepnya, bahannya mudah dan tak susah untuk membuatnya."
"Mana ibu lihat!" Wah benar ya, bahannya mudah dan untungnya ada semua jadi tidak susah payah harus berbelanja lagi."
Ku siapkan bahan - bahan seperti yang tertera dalam om google :
1 kg ubi ungu
250 gr gula merah
200 gr tepung tapioka
6 lembar daun pandan
1 liter air
500 ml
__ADS_1
1 sdt garam
200 ml air (larutkan air + 3 sdt tepung tapioka)
Masak air dengan gula merah sampai mendidih dan masukan 3 lembar daun pandan, kemudian masukan adonan yang sudah di bulat bulatkan, setelah adonan mengapung aduk hingga rata dan siapkan air yang sudah di larutkan dengan tepung tapioka aduk kembali hingga mengental.
Dan masakan kolak biji salak ubi ungupun selesai.
"Ayah silakan dicoba" Ku memberikan semangkok kolak biji salak ubi ungu.
"Hmmm...hmmmm...,"
"Bagai mana rasanya yah?" tanya ku penasaran.
"Hmmm...enak sekali," kata ayah sambil mengacungkan jempolnya.
Aku dan ibu pun turut menikmati masakan kami kolak biji salak ubi ungu.
"Enak ya bu, kapan - kapan kita membuatnya lagi ya?" Ajak ku.
"Iya sayang,"
"Kapan kamu ujian lila?" Tanya ibu.
"Hari kamis bu."
"Jangan lupa belajar ya, jangan terlalu fokus sama sosmed." Nasihat ibu.
"Baik bu, soal nilai lila kan tak pernah mengecewakan ayah dan ibu.
Ibu tersenyum dan mengelus rambut ku.
"Iya bu, lila akan seperti ini sampai kapan pun." Jawab ku sambil menyelesaikan semangkok kolak biji salak ubi ungu.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Besok ujian jadi sore ini aku tak keluar kamar karena aku sibuk belajar.
Ujian penentuan naik kelas, aku harus fokus. Biar aku dapat mempertahankan nilai ku.
Aku tak mau nilai ku anjlok dan membuat kedua orang tua ku kecewa.
"Tok...tok...tok..."
Pintu kamar ku di ketuk.
Ku buka pintu kamar ku.
Creeeeeaaaaakkkk....
"Ini, biar kamu semangat."
Ibu membawakan segelas susu dan beberapa cemilan favorite ku.
"Makasih bu."
"Bisa bisa habis ujian badan lila melar semua nih."
Aku dan ibu sontak tertawa, tawa kami membuat ayah datang menghampiri kami.
"Sepertinya seru nih, boleh ayah gabung?"
"Boleh yah," jawabku.
__ADS_1
Aku, ayah dan ibu bercengkrama, kami bercanda bersama. Kami begitu bahagia.
Kami sibuk bercengkrama sampai lupa waktu, kalau sudah malam.
"Bu kita tidak makan ya? Ayah lapar nih!"
"Aduh..., sampai lupa." Ibu memukul keningnya.
"Ayo lila," Ajak ayah dan ibu barengan.
"Lila sedikit lagi baru makan ya bu, yah. Lila masih kenyang nih."
"Lila tak mau temani ayah dan ibu makan ya?" Tanya ayah.
"Hmmm...bukan begitu yah,"
Aku berdiam diri seaaat.
"Ayo," ajak ku.
"Begitu dong," kata ayah.
Kami semua menuju ruang makan.
Aku dan ibu menyiapakan makanan di meja, dan ayah menunggu kami sampai selesai menyiapkan makan malam.
"Ayo yah, makanan sudah siap." Kata ibu.
"Masakan anak dan istriku benar benar sedap, kayaknya kita bisa buka usaha ni. Usaha kuliner."
"Ayah ada ada saja, masakan ibu belum begitu sempurnah kok."
"Wah...belum sempurnah saja sudah seenak ini, apa lagi kalau sempurnah ya." Puji ayah.
"Iya ibu, ini selalu merendahkan diri." Lanjut ku.
Aku ingin seperti ini terus, bersama kedua orang tua ku. Orang yang paling ku cintai dan paling berharga dalam hidup ku.
Moment yang paling berharga dalam hidup ku adalah kebersamaan dengan kedua orang tua ku.
Tak akan tergantikan.
Aku tersenyum melihat ayah dan ibu ku yang saling menggoda, ku begitu bahagia.
Ku ingin melihat mereka bahagia seperti ini terus, sampai rambut mereka memutih, sampai aku menikah, sampai mereka menimang cucu mereka. Sampai maut memisahkan mereka.
Aku begitu berharap, bahkan sangat berharap.
Tiba tiba air mata ku menetes membasahi pipi ku, air mata bahagia. Bahagia karena melihat ayah dan ibu ku.
Ku cepat cepat menghapus air mata ku, aku takut ayah dan ibu ku akan salah paham dengan tangis ku.
Selesai makan aku dan ibu membereskan perkakas dan ayah menunggu aku dan ibu di ruang TV.
Setelah aku dan ibu selesai membersihkan perkakas, kami bergabung bersama ayah untuk menonton acara TV dan mengobrol.
"Lila sudah jam 09.30, kamu istirahat ya." Perintah ibu.
"Iya, nanti besok kamu bangun kesiangan seperti tadi." Kata ayah sambil menahan tawa.
"Hmmm...ayah, lila istirahat dulu ya. Selamat malam yah, selamat malam bu."
Aku menuju kamar ku.
Sebelum beristirahat, aku menyempatkan diri untuk berdoa sejenak. Karena aku takut mimpi itu akan datang menghantui ku terus menerus.
Akupun terlelap dalam tidur ku.
__ADS_1