
"Lila...lila,"
Terdengar suara memanggil nama ku dari luar rumah
"Lila siapa yang memanggil mu, nak?" Tanya ibu.
"Sepertinya atan bu!" Jawab ku.
"Kalau begitu ajak atan sarapan sama kita." Lanjut ibu.
"Baik bu."
"Eee...atan, ayo masuk." Ajak ku.
"Ayo sarapan," ajak ku lagi.
"Thanks lila, aku uda kenyang kok. Tadi aku sudah sarapan di rumah."
"Hmmm...jangan ditolak loh, nanti rejekinya jauh."
"Hmmm, ada - ada saja!"
Aku dan atan menuju ruang makan.
"Selamat pagi om, pagi tanta." Sapa atan.
"Selamat pagi, ayo atan silakan diambil." Kata ayah.
"Iya om, terima kasih."
"Cie...cie...yang takut rejekinya hilang," goda ku.
Wajah atan berubah merah padam, maklum atankan putih.
ATAN POV
Atan Rialdy, anak pengusaha kaya dan terpandang di kota kami.
Gayanya begitu perfect.
Para gadis akan terpesona melihat ketampanannya, cowok putih dan tampan juga cool.
Walaupun atan dari keluarga kaya, atan tidak sombong dan tidak suka memamerkan kekayaannya.
Menurutnya kekayaan itu milik kedua orang tuanya.
Selain tampan dan pintar, atan juga jago basket loh.
Setiap gadis yang melihat dia bereaksi akan gelepek gelepek.😁😁
Salah satunya aku, 🤫🤫 (ini rahasia kita ya).
Aksinya benar benar memukau, bagai sihir.
Back To Stories
"Lila..., jangan begitu sayang. Nanti atan tidak jadi makan," ibu menegur ku.
Aku dan atan saling memandang dan tersenyum setelah aku mendapat teguran dari ibu.
Selesai sarapan aku dan atan pamitan ke sekolah.
"Yah...bu, lila dan atan pamit dulu ya."
"Om...tanta, kami pamit dulu," kata atan.
"Hati - hati di jalan ya," kata ayah.
"Bawa kendaraannya pelan - pelan ya atan," kata ibu.
Aku dan atan bergantian mencium tangan ayah dan ibu.
Atan mengambil kunci motornya dan menstarter meticnya. Atan melaju dengan pelannya.
"Cek...cek...kamu memang anak yang penurut ya?" Goda ku.
"Kamu ini," atan menanggapinya dengan singkat.
Perjalanan dari rumah ke sekolah ku tidak begitu jauh, hanya membutuhkan 10 menit saja jika menggunakan kendaraan dan 25 menit jika berjalan kaki.
Laju kendaraan di kota kami juga tidak begitu padat seperti kota kota yang ada di indonesia, jadi tidak akan terjadi kemacetan.
Setibanya di sekolah, seperti biasanya atan memarkirkan motor meticnya di parkiran roda dua dan aku langsung menuju ruangan kelas ku.
"Thanks ya atan! Aku langsung ke kelas ya," kata ku.
"Ok, sampai ketemu di lapangan upacara ya," kata atan.
__ADS_1
Aku berlari kecil menuju ke kelas ku.
Kelasku begitu ribut gaduh.
"Pagi semuanya," sapa ku.
"Syukurlah maleikat kita sudah datang," kata dewi teman sekelas ku.
"Maleikat? Mana?" Tanya ku begitu polosnya.
"Kamu lila," lanjut lita.
"Kok aku sih," aku semakin bingung.
"Hari ini kelas kita mendapat tanggungan untuk upacara bendera, dan kamu jadi pemimpin upacaranya." Vita menjelaskan.
"Apa? Aku? Aku kan belum siap. Mengapa kalian mengambil keputusan sendiri sih," omel ku.
"Habis ini semua serba dadakan, please mau ya." Lanjut vita.
"Hmmm...aku pikir pikir dulu ya," jawab ku.
"Jangan kelamaan mikirnya ya, karena lima menit lagi upacara akan di mulai, please lila." Bujuk mita.
"Baiklah, ayo kita kelapangan. Yang lainnya bagaimana?" Tanya ku
"Sudah kami persiapkan." Jawab vita.
"Hmmm...ok, ayo!" Ajak ku begitu semangat seperti akan mengikuti perang.
Upacara berjalan begitu hikmat. Walaupun kami tidak ada persiapan tapi kami bisa menyelesaikan tugas kami dengan baik.
"Huff...legahnya! Akhirnya selesai juga," kata ku.
"Iya, akhirnya selesai juga ya. Untung kamu datang," Kata vita.
"Huuu...lain kali jangan seperti itu ya, suka kasih tugas dadakan."
"Maaf...maaf..., intinya upacaranya sudah selesai dan berjalan dengan baik," Kata vita sambil tertawa.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Bel istirahat berbunyi, semua siswa siswi kelas XI Bahasa berhamburan ke luar menuju kantin atau mencari sahabat - sahabat mereka untuk mengobrol ataupun bercanda bersama.
Sedangkan kami berenam akan mojok di kantin, seperti biasanya. Itu sudah menjadi rutinitas dan hal yang wajib buat kami ketika istirahat.
"Lila mengapa WA kamu tidak aktif sih?" Tanya aby.
"Ooo... maaf ya, aku lupa memberitahu kalian. Hp ku, di sita oleh ibu."
"Ha? Mengapa?" Tanya margot bingung
"Aku yang memintanya sih biar hpku disita karena aku mau fokus belajar untuk persiapan ujian hari kamis ini."
"Wah hebat ya, kalau aku tak sanggup terpisah dari hp ku. Aku bisa terpisah dari kekasih ku asal jangan hp ku," kata neno.
Kami semua tertawa dengan kelakuannya neno.
"Oh ya, bagaimana kalau mulai sebentar soreh kita belajar bersama," ajak atan.
"Boleh tu," lanjut vita.
"Hmmm...tapi sepertinya aku keberatan." Kata ku.
"Kenapa lila?" Tanya neno.
"Ayah ku masih dalam masa pemulihan jadi aku harus membantu ibu di rumah."
"Kalau begitu, kita belajar setiap harinya di rumah kamu saja lila, bagaimana?" Lanjut atan.
"Setuju, biar tidak mengganggu aktivitas mu," kata aby.
"Aku juga setuju..." kata margot
"Setuju," kata neno.
"Setujuh deh," kata vita.
"Jam 03.30 sore ya, ingat jangan jam karet," kata atan.
"Sip deh," kata kami.
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Sahabat sahabatku datang lima belas menit lebih awal dari waktu yang telah kami sepakati.
"Wah tumben ya!?" Kata ku.
__ADS_1
"Iya lah lila, soal belajar kami tidak akan main main," kata neno begitu antusias.
Aku hanya tersenyum mendengar ucapan neno.
"Cah...cah neno," atan menggoda neno.
"Ingat ya, saat belajar harus serius," kata margot.
"Bercanda sekali - kalikan boleh dong," kata aby.
"Boleh sih, asal jangan keterusan." Jawab margot.
"Oke sekarang kita bahas pelajaran bahasa inggris." Kata ku.
"Ahhhh...apa? Bahasa inggris? Ahhh tidak! Kepala ku pusing, apa lagi soal tensesnya. Serasa kepala ku mau meledak saja," kata neno.
"Kita bahas soalnya saja dulu neno, jika ada yang belum dimengerti bisa di jelaskan oleh mereka yang lebih pamam atau kita bisa mencarinya di google," jelas ku.
"Huffff," neno menarik nafas panjang.
Lagi - lagi kami semua dibuat tersenyum, karena melihat tingkah neno.
Kami begitu seru memperdebatkan dan mempertahankan argument kami tentang soal bahasa inggris.
Saking seriusnya, kami tidak menyadari kalau ibu menghampiri kami.
"Selamat sore," Sapa ibu.
"Selamat sore tanta," jawab sahabat - sahabat ku bergantian.
"Ayo minum dulu,"
"Iya tanta, sedikit lagi." Kata atan
"Terima kasih tanta," jawab vita.
"Masih seru nih tanta, sebentar baru kami minum." Kata aby.
"Baiklah, tanta tingal ya," ibu pun pamit meninggalkan kami.
Kami pun melanjutkan kegiatan kami. Belajar.
Banyak hal yang kami bahas, dari materi kelas X, ulangan, tugas - tugas dan materi kelas XI.
Hari semakin gelap, kelima sahabat ku telah kembali ke rumah mereka.
Aku pun membantu ibu untuk menyiapkan makan malam.
"Bu...kok ayah tak kelihatan ya?" Tanya ku membuka keheningan.
"Oh ayah mu lagi malas mau keluar dari kamar tuh, katanya sih dingin."
"Atau ayah sakit lagi ya bu?"
"Tidak kok sayang, ayah hanya merasa dingin kok."
"Kamu harus tetap fokus dengan ujian kamu jangan memikirkan yang lain - lain ya!" Lanjut ibu.
"Baik bu,"
Selesai masak aku dan ibu menghidangkan makanan di meja makan.
"Lila ayo panggil ayah kamu!"
"Baik bu."
Akupun menuju kamar ayah.
"Tok...tok...tok," aku mengetuk pintu.
"Ayah...ayah...ayo makan!" Panggil ku.
"Iya, lila duluan ya, nanti ayah nyusul.
"Baik yah," lila duluan.
"Mana ayah kamu lila?" Tanya ibu.
"Ayah nanti nyusul bu,"
Tak lama kemudian ayahpun datang menghampiri aku dan ibu di meja makan.
"Maaf ya, buat kalian menunggu." Kata ayah
"Tidak apa kok yah," jawab ku.
Seperti biasa saat makan, suasananya akan sangat seru.
Ada canda, tawa dan ada curhatannya juga. Suasananya selalu hangat.
__ADS_1