
Ku merapikan beberapa pakian dan beberapa barang yang menurutku penting .
"Sudah beres?" Tanya ibu mengagetkan ku.
"Sedikit lagi bu."
Sambil mengamati ku yang sibuk mengatur pakian dan beberapa barang untuk ku bawa esok ibu pun menghampiri ku.
"Ibu bantu ya!" Ibu mengambil pakian ku dan memasukanya di ransel ku.
"Sampai di sana bersenang senanglah, jangan memikirkan yang aneh aneh atau menguatirkan ayah. Karena ibu akan menjaga dan merawat ayah mu dengan baik."
Ku mentap ibu sesaat dan ku merangkulnya.
"Terima kasih bu."
"Sudah kewajiban ibu sebagai seorang istri."
Hari ini aku bangun lebih awal, karena jam 06.30 pagi kami semua harus sudah stand by di sekolah.
Jam menujukan pukul 05.00 pagi, aku bergegas bangun dan langsung menuju kamar mandi.
Karena cuaca di daerah kami begitu dingin, aku menyiram air dari kaki ku terlebih dahulu agar tidak terkena hipotermia.
Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC), fungsi sistem saraf dan organ tubuh lainnya akan mengalami gangguan. Jika tidak segera ditangani, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung, gangguan sistem pernapasan, dan bahkan dapat menyebabkan .kematian.
Dan setelah itu ku mulai menguyur seluruh badan ku dengan air dingin.
Airnya terasa menusuk tulang tulang ku, tapi terasa segar.
Ku segera mengeringkan tubuhku yang basah kuyup.
Ku memakai baju berwarna biru, warna kesukaan ku, jins biru dan sepatu sneakers berwarna putih.
Ku memakai bedak tipis dan lip glos berwarnah cream.
Dan ku kuncir rambutku dan ku berikan sedikit sentuhan ponis di dahi ku.
Tak lupa parfum agar tampak segar dan harum.
Jam keberuntungan ku tak ketinggalan.
Ku berlari kecil menuju ruang makan, sarapan telah di hidangkan.
"Lila, ayo buruan sarapan! Nanti kamu ketunggalan loh!"
"Ayah?"
"Ayah masih beristirahat, kamu duluan sarapan saja."
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
Bus sekolah sudah terpakir rapi di depan sekolah kami.
Siswa siswi SMA NEGRI 01, berbaris sesuai dengan tingkatan kelasnya masing - masing.
Tiap kelas dikoordinasikan oleh masing masing wali kelas dan di bantu oleh ketua kelas.
Untuk mencapai pantai, kami harus melakukan perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan, kurang lebih satu jam perjalanan dari kota kami.
Agar tidak boring, Dika teman sekelasku memainkan gitar sambil bernyanyi. Atraksinya memukau mata para cewek khususnya Vita.
Dika yang begitu pendiam dan suka menyendiri ternyata mempunyai talenta yang begitu hebatnya.
__ADS_1
Suaranya Dika mampu menghipnotis siapa saja yang mendengarnya dan membuat semua orang ikut bernyanyi bersamanya.
******Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu mengekang rasa
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Jangan kau berulah sa trakan mendua
Cukup jaga hati biar tambah cinta
Karna kalau sa su bilang
Sa trakan berpindah karna su sayang
Dan ini semua tentang hati
Jadi coba pikir kembali
Janji tra mungkin sa ingkari
Karna alasan tra kabari
Kasih ko begitu curiga
Berubah kini ko berbeda
Ikat sa kuat atas nama cinta
Sa tra suka ko paksa, itu masalahnya
Biarkan cinta tumbuh sebisanya
Jang hanya datang dan tinggalkan lara
Sa tetap cinta walo tra bersuara
Biasa sa cinta coba ko pahami
Sa su bilang sayang jaga sap hati
Tra mendua sa berhenti mencari
Cukup ko dalam mimpi, kini dan nanti
Biasa sa cinta satu sa pinta
Jang terlalu******…
Tak ku sadari akupun terhipnotis dan ikut bernyanyi Karna Su Sayang.
Suasanya dalam bis terasa hangat dan bersahabat.
Kami semua terlarut dalam alunan gitar yang dimainkan Dika, hingga tak menyadari kalau kami telah tiba di tempat tujuan kami.
"Anak - anak silakan turun dan berbaris di samping bus agar ibu dapat mengabsen kalian!" Perintah ibu Iin.
Setelah selesai diabsen kami semua dipersilakan masuk ke kamar kami.
Aku sangat bahagia karena mendapat teman sekamar dengan sahabag - sahabatku, Vita, Margot dan Aby.
"Wah sepertinya kegiatan ini akan menarik," Kata Aby sambil melihat kertas yang berisi jadwal kegiatan selama dua hari satu malam.
__ADS_1
"Mana?" Tanya Vita sambil menarik kertas dari pengangan Aby.
"Iya nih, pasti menarik."
"Ayo bersiap kegiatannya akan di mulai."
"Waoww..." Kami semua terpana dengan keindahan pantai di depan kami, pasir putih terbentang luas dan begitu bersih.
Benar benar menyegarkan mata yang memandangnya. Dan kegundaan ku pun hilang sejenak.
Kami semua bergegas menuju pantai.
"Oke teman - teman kita bagi kebeberapa kelompok. Dan kelompoknya terdiri dari beberapa kelas ya." Kata Aris ketua panitia.
Kami pun dibagi kedalam beberapa kelompok.
Aku sekelompok dengan keenam sahabatku dan ditambah Dika, Vika, Rilin dan Irna.
Kegiatan pertama adalah tarik tambang, dan bagi pemenang akan melawan tim guru - guru.
Kini giliran kami melawan timnya Alexs, aba abapun di mulai, kami berusaha sekuat tenaga agar dapat memenangkannya.
Kelompok kami sempat hampir kalah, setelah yel yel penyemangat dikumandangkan, semangat kamipun muncul kembali dan kamipin memenagkan lomba tarik tambang.
"Hore...horeeeeee....hoooorrrreeee..." Teriak kami bahagia sambil berpelukan.
Kelompok kami diberi waktu untuk beristirahat 15 menit, setelah itu kami akan melawan tim guru.
Kelompok kami kini melawan tim guru, ada rasa gugup di wajah kami tapi kami berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan rasa gugup itu.
"Ayo...ayo...ayo..." Teriak teman teman kami mendukung kelompok kami.
Hampir setengah jam, belum ada kelompok yang tumbah. Masih imbang.
"Ayo...ayoooo...ayyoooo," teman teman kami memberi semangat lagi kepada kami.
Akhirnya dengan perjuangan yang panjang kamipun memenangkan perlombaan itu.
Bahagia rasannya.
"Silakan ke alun alun untuk makan siang, dan beristirahat selama 15 nenit, setelah itu kita lanjutkan dengan kegiatan yang ke dua, Volly pantai." Kata Aris.
"Melelahkan tapi menyenangkan," Kata neno sambil mengeringkan peluh yang bercucuran di tubuhnya.
"Iya ya, mana panas lagi. Tapi ini pengelaman yang menyenangkan." Atan tersenyum sambil mengipas wajahnya yang memerah seperti udang yang baru habis direbus.
Segala jenis hidangan ala See Food di atur rapi di meja.
Benar benar menggugah selerah.
Kantung tegah ku sudah merengek rengek ingin segera di isi.
"Yuk ambil makan!" Ajak ku.
"Lapar nih!" Kata ku sambil memegang perut ku.
Kamipun berbaris mengambil makanan.
Akupun menyantap makanan ku dengan lahapnya.
"Lila...!" Panggil Vita yang kaget melihat ku makan dengan lahapnya.
"Tumben nih?" Tanya Margot.
__ADS_1
"Energi ku telah habis terkuras saat tarik tambang tadi, jadi sekarang aku menggantinya agar sebentar bisa memenangkan pertandingan volly pantai."
Aku begitu antusias apa lagi soal pertandingan, aku akan melakukannya dengan sunguh sungguh.