Ayah Aku Rindu

Ayah Aku Rindu
Hari Yang Baru


__ADS_3

"Lila...Lila, ayo bangun nak." Terdengar suara lembut berbisik di telinga ku.


Ahmm..ku menarik nafas panjang sambil menggosok kedua mata ku. Ku berusaha membuka mata ku yang terasa begitu berat seperti di tempel dengan batu yang berukuran lima puluh kilo, walaupun berat ku berusaha untuk membuka mata ku.


"Ayo Lila...lekaslah bangun, awas nanti kamu terlambat loh!" Lanjut ibu ku sambil menggoncang - goncangkan tubuh ku.


 


"Bu...sudah jam berapa sekarang?" Tanya ku sambil beranjak dari tempat tidur ku.


"Sudah jam setengah tujuh sayang!" Sahut ibu,


"Apa!?" Aduh bu, mengapa dari tadi ibu tidak membangunkan Lila? Bisa - bisa lila terlambat ke sekolah."


"Sudah ibu bangunkan Lila dari tadi hanya, Lila yang berat bangunnya. Ayo lekas ke kamar mandi dan jangan lupa bereskan tempat tidur mu," kata ibu dengan lembutnya.


" Ok bu,"


Setelah merapikan tempat tidur, akupun bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri ku.


Aku berusaha bersiap secepat kilat, ku gunakan bedak, lip glos, deodoran dan tidak ketinggalan parfum andalan ku. Ku melihat diriku di cermin, sambil tersenyum ku memuji diri ku di dalam hati.


" Perfect! Kamu sudah rapih dan manis, kamu tampak sempurnah lila dengan balutan seragam barumu, putih abu - abu."


Setelah selesai bersiap akupun berlari kecil menuju ruang makan dan menghampiri kedua orang tua ku yang lagi asik bercengkrama sambil menikmati secangkir teh.


" Pagi yah...pagi bu...," sapa ku, "


" Wow...cantiknya anak ayah, selamat pagi."


"Pagi sayang" sambung ibu ku, "ini sarapan kamu" lanjut ibu.


"Nanti saja bu, lila takut terlambat."


Tiba - tiba ku memukul dahi ku sambil berkata


"Waduh...aku hampir lupa jam tangan keberuntungan ku."


Aku berlari kembali ke dalam kamar ku, ku acak - acak tempat penyimpanan pernak - pernik ku.


" Bu...ibu...," teriak ku.


"Ada apa Lila?" tanya ibu "Jam tangan lila di mana ya?"


"Lah bukannya kamu yang menyimpannya?" tanya ibu sambil menuju ke kamar ku.


"Lila!? apa yang kamu lakukan pada kamar mu, nak ?" Tanya ibu karena kaget melihat kondisi kamar ku yang super duper berantakan seperti kapal pecah.


Ibuku membantu ku mencari jam keberuntungan ku itu.


"Ini jamnya!" Ibu ku mengangkat jam tangan berwarnah coklat dan memberikannya kepadaku.


"Lain kali simpan jamnya di tempatnya biar tidak bigung mencarinya," kata ibu.


"Makasih bu, Lila berangkat dulu ya."


"Sarapan dulu nak.


"Sebentar bu sepulang sekolah.


"Anak ini dibilanggi tapi bawelnya minta ampun, nanti kamu sakit loh!" Lanjut ibu,


"Aman bu, Lila tidak mudah untuk sakit jadi ibu jangan terkalu khawatir ya."


"Dah...ibu" ku berlari ke luar kamar meninggalkan ibu ku yang sibuk membereskan kekacauan yang telah ku perbuat.


Aku melangkah menuju tempat duduknya ayah.


"Ayah, Lila berangkat ke sekolah dulu ya," sambil mencium tangan ayah.


"Iya sayang, hati - hati ya! ini uang jajan buat kamu."


Ayah mengeluarkan selembaran uang lima puluh ribu rupiah dan akupun menerimanya dengan senang hati.


" Makasih yah...dah ayah, Lila berangkat ke sekolah dulu ya!"


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


Ku melihat jam tangan ku, lagi lima menit jam 07.15.


"Syukurlah aku belum terlambat, untung sekolahnya dekat dengan rumah ku,"kata ku di dalam hati.


Ku berjalan menuju gerbang sekolah dengan semangatnya, tiba - tiba terdengar suara dari kejauhan memanggil - manggil nama ku menghentikan langkah kaki ku. Ku mencari dari mana arah itu berasal. Dari kejauhan ku melihat gadis mungil lari menghampiri ku.

__ADS_1


"Vita" pekik ku serasa tak percaya bertemu kembali dengan sahabat SMP ku.


Vita bukan hanya sahabat smpku tapi sahabat masa kecilku. Sambil melanjutkan perjalanan kami, aku membuka percakapan.


"Vita, aku bahagiaaaa sekali, karena kamu di sini. Kenapa dari awal kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu bersekolah di sini juga."


" Ini namanya kejutan dan ini baru awal masih ada kejutan yang lain menanti mu," lanjut Vita.


"Kejutan apa Vita?" Tanya ku penuh dengan rasa penasaran.


" Sebentar istirahat ya!" lanjut Vita.


"Ihhhh...Vita buat Lila penasaran deh, beri tahu sekarang dong" kata ku sambil menggerutkan kening ku.


" Lila kalau di beritahu itu bukan namanya kejutan dong, tapi namanya pengumuman." Lanjut Vita sambil tertawa geli.


"Ihhh...Vita.." ku mencubit lengannya Vita.


Bel berbunyi dan semua siswa - siswi baru berkumpul di lapangan sekolah untuk mengikuti upacara pembukaan pengenalan lingkungan sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah. Aku sengaja memilih barisan yang dekat dengan Vita biar bisa bercerita ketika bosan.


"Lila...Lila" terdengar suara Vita berbisik memanggil nama ku.


"Ada apa Vit?" tanya ku.


"Ke toiket yuk; aku kebelet ni." Lanjut Vita.


"Ayo!" Kami berdua bergegas ke toilet.


"Hmmm...ngantuknya," Vita meguap lebar.


"Mulutnya jangan di buka terkalu lebar, awas mulut kamu di masuki lalat baru tahu rasa," kataku sambil menutup paksa mulutnya Vita.


Tapi Vita tidak perduli dengan apa yang ku lakukan pada dirinya.


" Lila, kita agak lama ya di sini," kata vita. lama - lama di sini? Mau mencium aroma yang tak sedap ya?" tanya ku menggoda Vita.


"Enak saja, aku boring saja," lanjut Vita. "Iya deh.." sahut ku.


"Hei...kalian berdua, apa yang kalian lakukan di situ." Seorang guru datang menghampiri kami.


"Sedang apa kalian?" tanya guru itu. "Kami baru dari toilet pak, perut saya mules" jawab Vita.


"Ayo cepat ke lapangan bergabung sama teman - teman kalian, jangan banyak alasan.


"Memang Vita, anak ini punya bakat jadi artis ni, pandai sekali dia beraktingnya." Akupun tertawa geli di dalam hati.


Kamipun beranjak pergi meninggalkan Pak Guru dan melanjutkan kegiatan kami.


Bel berbunyi tiga kali bertanda waktunya istirahat.


"Yes...istirahat, Vita ayo kita ke kantin. Aku sudah tidak sabar menanti kejutan dari kamu." Kata ku sambil merangkul tangannya Vita.


Saat perjalanan ke kantin, ku melihat sekelompok orang yang wajahnya tak asing bagi ku.


"Tara...suprise!" Kata Neno dengan suara khasnya.


Aku melonjak kegirangan melihat semua sahabat - sahabat ku bersekolah di sini dan aku tak memperdulikan walaupun banyak mata yang menatap ku karena suara ku.


"Ihhh...kenapa kalian dari awal tidak bilang kalau kalian bersekolah di sini juga?" Rengek ku.


"Kami ingin membuat kejutan untuk kamu Lila" sahut atan sambil mencubit kedua pipi ku.


"Sudah - sudah, yuk makan perut ku sudah keroncongan nih!" potong Aby.


"Ayo, biar aku yang teraktir" sambung Margot.


"Asyik..." jawab kami serentak seperti anak tkk yang di beri gulali.


Semua kegiatan pengenalan lingkungan sekolah kami ikuti bersama - sama sehingga tak terasa jenuh.


Bel panjang berbunyi dan jam tangan ku menunjukan pukul 13.55 siang, waktunya pulang.


"Dah...semuanya sampai bertemu besok."


"Lila tunggu dong," kata Atan.


Aku dan atan memang sejalur dari dulu sampai sekarang kami selalu pulang bersamaan.


"Iya, ini aku lagi menungguh kamu." kata ku. " Besok kita berangkat ke sekolah sama - sama ya!" kata atan.


"ok ok ok..." kata ku.


Tak terasa aku tiba di depan rumah ku, keasikan ngobrol jadi hampir kelewat rumah ku sendiri.

__ADS_1


"Dah...Atan sampai ketemu besok," " Dah...lila" jawab atan.


"Selamat siang..." teriak ku,"


"K**ok sepi?" Tanya ku dalam hati.


"Ayah...ibu...," panggil ku.


Ku mencari sekeliling rumah tapi tak ku temukan ayah dan ibu ku.


"Kemana ayah dan ibu ya?" ku bertanya - tanya dalam hati ku.


Aku merebahkan tubuh ku di tempat tidur, ku pejamkan mata ku yang terasa lelah, tiba - tiba terdengar nada dering hpku. Akupun bergegas membuka hpku,


"Li**la jangan lupa makan ya! Tadi lila tidak sarapan kan? Ayah dan ibu ke rumah sakit sebentar. Maaf kalo lila pulang, ayah dan ibu tidak di rumah. Jangan lupa ganti baju seragamnya biar jangan cepat kotor. Oh...ya...smsnya tidak perluh di balas" Ibu.


Banyak pertanyaan muncul dalam benak ku, tapi tak bisa ku ungkapkan karena ibu ku melarang ku untuk membalas smsnya. Ku beranjak dari tempat tidur ku dan menuju ke ruang makan.


Hari semakin gelap tapi ayah dan ibuku tak kunjung datang.


"Ayah dan ibu kok lama ya? tanya ku dalam hati dengan penuh rada kuatir.


Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan.


"Tok...tok...tok."


"Lila buka pintu dong," ibu memanggil ku.


Akupun bergegas membuka pintu.


Creaaaakkkk.


"Buat apa ayah dan ibu ke rumah sakit? Siapa yang sakit yah...bu...? Kenapa pulangnya lama sekali?" Tanya ku bertubi - tubi.


"Lila..., biarkan ayah dan ibu beristirahat sejenak. Hari ini, hari yang melelahkan buat ayah dan ibu jadi biarkan kami beristirahat sejenak ya, sayang. Lanjut ibu.


"Tolong ambilkan air buat ayah dan ibu ya" sambung ayah.


Ku urungkan niat dan rasa penasaran ku dan aku menuju dapur dan mengambil air. Aku membawakan dua gelas besar berisi air untuk kedua orang tua ku, wajah mereka tampak lelah.


" Ayah... ibu...ini air minum kalian." kata ku sambil menyerahkan gelas yang berisi air.


"Kalau ayah dan ibu sudah fit kembali, kita makan yuk. Lila sudah masak buat ayah dan ibu, walaupun masakan lila tak seenak masakan ibu sih...," kata ku.


"Cie...cie anak ayah sudah bisa masak ni?" kata ayah menggoda ku.


"Ibu...ayo cepat habiskan airnya, biar kita bisa mencoba masakan anak kesayangan ayah."


"Hmmm...enak juga masakan kamu Lila, iyakan bu" kata ayah.


"Iya ayah, Lila sudah bisa masak, ibu bangga sama kamu Lila." Aku tersipu malu mendapatkan pujian dari kedua orang tua ku.


"Yah...bu...! Sebentar Lila tidur sama ayah dan ibu ya?" kataku.


"Lila sudah besar dan sudah SMA kok masih mau tidur sama ayah dan ibu?" Sambung ibu.


"Bu...Lila pingin malam ini tidur sama ayah dan ibu," sambung ku. " Iya, Lila boleh ko tidur sama ayah dan ibu." Sambung ayah.


"Ayah...Lila sudah besar loh, bukan anak kecil lagi;" bantah ibu ."Tidak apa - apa ko bu...ini hanya sekali - kali, Lilakan tidak tiap hari tidur dengan kita?" Kata ayah.


Ibuku pun mengalah dan hanya bisa menarik nafas panjang.


"Hore!" teriak ku bahagia.


"Sayang ayah, sayang ibu" ku mencium ke dua pipi ayah dan ibu ku.


Aku berlari menuju kamar tidur kedua orang tua ku. Entah mengapa malam ini ku ingin sekali bersama ayah dan ibu.


"Ayah...jangan begitu dong, kita tidak mungkin bersama terus dengan lila; ayah harus bisa membiarkan lila menjadi anak yang mandiri," protes ibu.


"Sudah...sudah bu, sudah malam nanti kedengaran lila, kasihan lila besok dia harus bangun pagi."


"Hmmm ayah kalau di bilanggi selalu saja mengalihkan pembicaraan." Ibu mengomeli ayah.


"Ayo kita beristirahat bu," kata ayah.


Terdengar pintu kamar terbuka, ayah dan ibu berbisik " estt...pelan - pelan bu, awas nanti Lila terbangun."


"Iya yah..." sebelum ayah dan ibu beristirahat ku mendengar mereka berdoa dan dalam doa mereka selalu menyebut nama ku. Air mata ku mengalir dan sesegera mungkin ku usap tampa di sadari ayah dan ibu ku, ku tak mau mereka melihat air mataku.


Selesai berdoa ayah dan ibu bergantian mencium kening ku dan mengucapkan selamat tidur.


"Selamat tidur sayang, semoga mimpi indah." kata ayah dan ibu.

__ADS_1


__ADS_2