Ayah Aku Rindu

Ayah Aku Rindu
Mau Tapi Malu


__ADS_3

**Maaf ya para readers ku yang setia, aku baru up lagi karena keadaan ku yang kurang fit ( sakit ).


Dan sekarang aku up lagi, demi kalian semua.


Happy reading**.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


"**Ternyata cowok secool Atan bisa seromantis ini?"


"Dan cowok setampan Atan, menginginkan ku sebagai pacarnya? OMG." Teriak hati ku**.


Hati ku berbunga - bunga, seperti bunga di taman ini, tapi entah mengapa logika ku menentang hati ku.


"Atan, please jangan seperti ini. Malu dong sama orang - orang."


"Aku tak perduli apa yang orang - orang pikirkan tentang ku. Yang ku perduli hanya apa yang kamu pikirkan Lila."


Aku benar - benar ingin terbang ke langit ke tujuh setelah mendengarkan kata - kata Atan tapi lagi - lagi ego ku menolaknya.


"Apakah kamu menerimanya Lila?"


"Akuu...akuu..., bisakah kamu memberikan aku waktu?"


"Jangankan waktu Lila, hati ku siap berikan untuk mu."


Ku tersenyum kecut, ada rasa bahagia yang tersembunyi dalam senyuman ku tapi ego ku menghalangi ku, prisip ku dan logika yang tak sejalan dengan hati ku.


"Tapi bisakah kamu menerima bunga ini?" Tanya Atan sambil memberikan ku bunga.


"Tapppiiii..."


"Tidak apa Lila, biar nanti jawabnya tapi aku mohon terima lah bunga ini."


Aku tak kuasa menolak pemberian Atan, apa lagi sinar matanya begitu tulus.


"Baik lah, terima kasih ya!" Ucap ku.


Mata ku berbinar - binar karena rasa bahagia, tapi aku tetap menyembunyikannya.


Atan memegang tangan ku dan kami berjalan menelusuri taman bunga, tak lupa Atan mengebadikan beberapa moment.


"Kamu nampak manis!" Atan melihat fotoku di hpnya. Dan dia tersenyum.


Aku hanya bisa tersipu malu karena perkataannya.


"Kemana kita selanjutnya?" Tanya Atan.


Aku mengangkat kedua bahu ku, karena aku bingung mau melanjutkan perjalanan kami ke mana.


"Bagaimana kalau kita ke....."


Perkataan Atan terhenti.


Atan menarik tangan ku, dan membawa ku kembali ke mobil sportnya.


Dia mengemudikan mobilnya dengan cukup laju, sambil mendengarkan lagu " A Thousand Years."


Kadang - kadang aku tersenyum mendengarkan Atan bernyanyi.


Walaupun suaranya sedikit fals tapi dia begitu percaya diri untuk bernyanyi.


******I have died everyday, waiting for you


Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a thousand more


And all along I believed, I would find you


Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years


I'll love you for a******…


Dia bernyanyi sambil kadang - kadang melirik ku.


Mungkin dia sengaja membuka lagunya Christina Perri. Mungkin juga Atan ingin mengungkapkan perasaannya lewat lagu.

__ADS_1


"So sweet," gumam ku.


"Ada apa Lila, kau berbicara pada ku?"


"Tidak," kata ku sambil menggelangkan kepala ku.


"Jangan bilang Atan punya telepati, sehingga apa yang aku pikirkan dan aku ungkapkan di dalam hati dapat dia ketahui."


"Tapi aku merasa kalau kamu mengatakan aku begitu manis."


Muka ku berubah seketika menjadi merah.


"Tidak kok!" Jawab ku berbohong.


"Ayo turun, kita sudah sampai!" Ajak atan sambil membukakan pintu mobil buat ku.


Kamipun tiba di restoran mewah di kota kami. Ketika perjalanan kami aku tak begitu memperhatikan ke mana tujuan kami. Karena aku sibuk memperhatikan Atan.


Aku mengikuti langkah Atan.


"Kenapa di belakang ku, sini di samping ku." Atan menarik tangan ku dan merangkulkan tangan ku di lengannya.


"Selamat sore tuan, selamat datang di Kenzo Restoran. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya waiter restoran dengan begitu sopannya.


"Selamat sore, saya ingin makan malam. Bisakah saya memesan meja untuk dua orang?" Tanya Atan.


"Iya tuan. Silahkan lewat sini." Waiter menunjukan arah kepada kami.


Aku dan atanpun mengikuti waiter itu dari belakang.


"Silahkan duduk tuan. Ini menunya. Saya akan kembali sebentar lagi."                                        


"Oh, oke."


Atan menarik kursi dan mempersilakan ku duduk.


"Silakan duduk, tuan putri."


Aku tersenyum bahagia dan malu karena semua wanita di restoran itu memandangi ku dengan rasa iri.


Setelah 15 menit waiter itu datang dan menghampiri aku dan Atan.


"Iya tentu," jawab Atan sambil melihat menu yang ajan dipilihnya.


"Apa yang ingin anda pesan Pak?"


"Saya ingin memesan lumpia dan steak ayam dengan saus jamur."


"Bagaimana dengan mu Lila?" Tanya Atan yang membuat ku kaget karena ku sibuk membolak balikan buku yang berisikan menu, dan belum memutuskan ingin menyantap apa.


"Sama seperti mu Atan." Jawab ku.


"Baik,tuan. Dan minumannya?"


"Hmm...Saya ingin segelas jus jeruk."


"Kamu, Lila?"


"Aku jus sirsak saja."


"Baik tuan, mohon tunggu sebentar


"Oke!"


Setelah 20 menit, waiter membawa pesanan kami, lumpia dan steak ayam dengan saus jamur. Tak ketinggalan jus jeruk dan jus sirsak.


"Terima kasih." Kata ku dan Atan hampir bersamaan kepada waiter yang membawakan pesanan kami.




Kamipun menyantap hidangan kami.


Tak banyak kata yang keluar dari mulut kami.


Ku menatap Atan, dia begitu menikmati hidangannya.

__ADS_1


"Apakah ini makan kesukaan mu?"


Atan tersenyum.


"Tidak!"


"Tapi...kamu begitu menikmatinya."


"Itu karena ada kamu di samping ku."


Lagi - lagi Atan membuat ku serasa melayang karena perkataannya.


Setelah menyelesaikan makanan dan minuman kami, Atan mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan dan memberikan kepada waiter.


"Terima kasih, kembalianya buat anda karena hari ini aku begitu bahagia." Kata Atan sambil melirik ku.


Terima kasih kembali tuan dan terima kasih karena sudah mengunjungi restoran kami.


Sebelum kami pulang Atan membelikan steak ayam krispi untuk dibawa pulang.


Atan melihat ke jam tangannya, jam telah menunjukan pukul 08.30 malam. Aku dan Atan menanjutkan perjalanan kami, pulang ke rumah ku.


Atan mengantarkan ku pulang.


"Tok...tok...tok...," aku mengetuk pintu rumah ku.


"Ayo masuk," ajak ibu.


"Ini sedikit oleh - oleh buat om dan tanta."


Atan memberikan dua kantong yang berisi steak ayam krispi.


"Kok repot - repot? Terima kasih ya Atan," kata ibu sambil menerima pemberian Atan.


"Tidak apa - apa kok tanta, ini juga hanya sedikit."


"Tanta buatkan minuman ya?"


"Terima kasih tanta, perut Atan sudah tidak bisa menampung minuman lagi."


"Ada - ada saja."


Aku dan ibu tertawa karena perkataan Atan.


"Sudah malam ni, Atan pamit ya!"


"Iya hati - hati ya." Kata ibu.


Aku mengantarkan Atan ke depan rumah.


"Lila Atan pulang ya, semoga kita bertemu lagi dalam mimpi."


Aku hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada Atan.


"Cie...cie...yang baru jadian," goda ibu ku.


"Siapa yang jadian? Lila sama Atan belum jadian kok."


"Masa?"


"Iya bu, Lila masih pertimbangkan."


"Atan anak yang baik dan sopan lagian kamu sudah sangat mengenalnya. Trrus apa yang membuat mu harus berpikir lagi."


"Masa depan bu."


Akupun berlalu menuju kamar ku dan meninggalkan ibu ku yang kebingungan dengan tindakan ku.


***Note to my readers :


Tetap dukung Author ya, dengan cara :


Like


Vote


Rate 5

__ADS_1


Dan coment yang membangun Author agar menjadi lebih baik.


Love you all my readers***.


__ADS_2