
15 menit berlalu, waktu istirahatpun telah usai.
Kami semua berkumpul lagi di pantai untuk mengikuti kegiatan selanjutnya, Voli Pantai.
Pertandingan berlangsung begitu sengit, dan suasananya sangat seru.
Terdengar sorak sorai di mana - mana untuk mendukung masing - masing tim.
Kini giliran tim kami untuk bertanding. Segala jurus dan taktik telah kami persiapkan untuk memenangkan pertandingan.
Untuk tim putra kami mengutus Neno dan Atan, sedangkan tim putri aku dan Aby yang mewakilinya.
Perlombaan didahului oleh tim putra, Atan dan Neno VS Niko dan Latif.
Pertandingan berjalan begitu sengitnya, tim Niko sempat menguasai permainan.
Skor sementara tim Niko 21 dan Tim kami 15.
Kejar mengejar angkapun terjadi tapi tim Niko lebih unggul
"Teeeerrrrrtttt."
Wasit meniup peluit panjang, bertanda pertandingannya telah usai.
Babak pertama dimenangkan oleh tim Niko.
Ku melihat ada rasa kecewa yang menyelimuti wajah Atan dan Neno.
"Ini," ku berikan dua botol air untuk Atan dan Neno.
Mereka berdua melap peluh yang bercucuran di tubuh mereka.
"Jangan putus asa masih ada dua set lagi." Lanjut ku.
"Benar itu! Kita harus menyusun strategi yang dapat mengalahkan Niko dan Latif." Kata aby penuh semangat.
"Kita harus menang, dan jagan pantang menyerah." Kata Neno yang telah terbakar api semangat.
Waktu istirahat telah usai, set kedua akan segera di mulai.
Sebelum memulai pertandingan, kami mengeluarkan jurus yel yel andalan kami sebagai penyemangat.
"***Go Neno...go Neno...go..."
"Go Atan...go Atan...go..."
"Faittiiiinnnngggg***..."
Atan dan Neno memasuki lapangan pertandingan, begitu juga Niko dan Latif.
Pertandingan begitu sengit, sorak sorai para pendukung kedua tim mengeluarkan jurus andalan mereka untuk menyemangati jagoan mereka.
Kini berbanding terbalik dengan set pertama. Pada set kedua permainan dikuasai oleh tim Atan dan Neno.
Mereka mulai membaca taktik lawan.
Para pendukung tim Atan dan Neno bersorak gembira ketika smash yaang dilakukan oleh Atan menutup pertandingan pada set kedua.
Tim Atan dan Neno pun nemenangkan set kedua.
Waktu istirahat 15 menit dimanfaatkan Atan dan Neno untuk membuat strategi dan serangan serangan untuk melawan tim lawan.
15 menit berlalu, set ketigapun dimulai.
Sorak sorai dan yel yel semakin ramai dikumandangkan.
__ADS_1
Tapi kali ini lagi - lagi tim Atan dan Neno menguasai permainan.
Mereka terlihat bersemangat.
Berlawanan dengan Atan dan Neno, tim Niko dan Latif nampak begitu kelelahan. Dan kadang - kadang mereka melakukan kesalahan yang membuat poin bertambah untuk tim Atan dan Neno.
Wasit meniup pluit panjang, mengakhiri pertandingan.
Tim Atan dan Neno memenangkan pertandingan dengan skor 25 - 18.
Kelompok kami begitu bahagia, sehingga berlari menghampiri Atan dan Neno dan memeluk mereka.
"Agggghhhh...pelan pelan dong peluknya, sakit tahu!" Kata Neno dengan ekspresi sok imutnya.
Tapi kami tak memperdulikannya.
Sekarang giliran tim putri yang bertanding. Aku dan Aby pun bersiap siap.
Kini tim kami melawan tim Laura dan Ana.
Pertandingan berjalan cukup sengit.
Tapi kami dapat mengalahkan tim Laura dan Ana dengan begitu mudahnya. Tiga set langsung.
Kebahagiaan kami bertambah karena kedua tim kami memenangkan pertandingan voli pantai.
Ku merebahkan tubuhku di kursi yang telah disediakan panitia.
Begitu lelah tetapi melegahkan, karena usaha dan kerja keras kami membuahkan hasil.
Ku mengeringkan peluh yang mengalir deras seperti hujan, membasahi seluruh tubuh ku.
"Ini," Atan menyodorkan sebotol air. Sambil mengipas ngipas ku.
"Thanks ya!" Ucap ku.
"Hmmm...ini, biar kamu puas!" Kata atan sambil mengipas Aby.
ABY POV
Aby Abriyanti gadis berambut panjang yang memiliki wajah khas oriental tapi tomboi, dia gadis yang pemberani dan cerewet.
Lahir dari keluarga yang mampu, ayahnya Kepala Cabang PLN di kota kami dan ibunya seorang guru SMK.
Kadang kadang dia bisa bersikap manis jika moodnya lagi membaik.
Aby Jago dalam bela diri, dia pernah memenangkan medali emas pertandingan karate antar sekolah.
Tak ada cowok yang berani usil dengan kami, karena Aby akan membabat mereka.
Ceplas ceplos dan sangat menyayangi kami sahabat sahabatnya.
Back To Stories
Aku hanya bisa menahan tawa saat mendengar perkataan atan.
"Perhatian teman teman sekalian. Sekarang kalian bisa menikmati coffie Break di alun alun, setelah itu silakan kalian beristirahat atau mau bersantai santai di pantai. Jam 06.00 sore kita berkumpul lagi di sini untuk mengikuti acara selanjutnya. Acaranya sudah tercantum dalam jadwal yang telah di bagi teman teman panitia pagi tadi. Sekian dan terma kasih." Aris ketua panitia darmawisata memberi pengumuman singkat.
Kami semua berbondong bondong menuju alun alun dan meningkmati minuman dan cemilan yang telah disiaokan oleh pihak penginapan.
"Aku duluaan ya ke kamar," aku berpamitan kepada teman teman ku.
Aku langsung menuju ke kamar, langkah ku terhenti saat Atan memanggil ku.
__ADS_1
"Lila tunggu!"
"Ada apa, Atan?"
"Kita ke pantai yuk!" Ajaknya.
"Hmmm...boleh tapi biarkan aku beristirahat sejenak ya, aku merasa lelah."
"Baik lah!" Atanpun berlalu dengan senyum penuh arti.
"Jadi utang ku lunas ya!" Teriak ku.
Atanpun mengacungkan jempolnya tanda setuju.
Flash Back
"Ayo lila!" Ajak atan yang sudah menunggu ku dengan motor meticnya.
Atan menstater motornya dan melaju cukup kencang.
Karena cukup kencang laju motornya tak terasa telah sampai di depan rumah ku.
"Makasih atan!" Kata ku.
"Bagaimana kalau terima kasihnya diganti dengan traktiran." Kata atan sambil tersenyum.
"Ok deh," jawab ku.
Back To Stories.
Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku yang sudah lengket seperti permen karet karena keringat yang berlebihan.
Aku pingin berlama lama di kamar mandi menikmati segarnya air. Tapi aku teringat ayah.
Ku sudahi mandiku dan menganti handuk dengan baju yang sebelumnya telah kusiapkan. Tank top biru dan jins sobek berwarnah biru tentunya.
Ku ambil hp ku dan menelpon ayah.
*Aku :"Hallo! Ayah...," panggilku
Ayah: : "Iya sayang, kegiatannya sudah selesai ya?"
Aku : " Belum yah."
Ayah : "Kok telepon ayah sih?"
Aku : "Sekarang waktu istirahat yah...jadi Lila telepon ayah."
Aku : "Ayah sedang apa?"
Ayah : "Biasa, membuat pusing dan menggangu ibu mu!"
Aku : "Hahaha...ayah ada - ada saja. Kasian ibu, yah..."
Terdengar suara tawa ayah dari seberang sana.
Ayah : "Kalau pulang bawakan ayah oleh oleh ya?"
Aku : "Oleh oleh apa yah?
Ayah : "Apa saja, yang penting dibeli oleh Lila."
Ayah : "Ok, sampai ketemu besok*!"
Ayahpun menutup telepon sebelum aku melanjutkan ucapan ku.
__ADS_1
Ku berbaring sejenak di tempat tidur, mata ku hampir terpejam. Tapi ku mengingat janji ku yang telah ku buat bersama atan.
Akupun merapikan diriku dan menuju pantai.