Ayah Aku Rindu

Ayah Aku Rindu
Operasi Ayah


__ADS_3

Senin, 10 Juli 2003.


Kami semua sibuk dengan persiapan ayah yang akan dioperasi. Dari mencari pendonor untuk menambah pasokan darah sampai obat - obat yang tidak tersedia di rumah sakit.


Jam 10.00 pagi, kami semua sudah berkumpul di depan ruang operasi ayah, menunggu kapan operasinya ayah akan selesai.


Aku dan ibu begitu cemas, sesekali kami berdua duduk bersebelahan sambil berpelukan.


Walaupun aku begitu cemas tapi ku berusaha untuk menghibur ibu, begitu juga dengan sahabat - sahabat ku. Mereka selalu ada buat ku.


Sudah 30 menit, tapi lampu ruang operasi masih menyala. Ibuku semakin cemas, mondar - mandir di depan ruang operasi, berharap penuh jika operasi ayah cepat usai dan berjalan lancar.


"Bu..., sini!" Panggil ku.


"Iya tanta, duduk di sini saja." Kata Aby.


Vita merangkul ibu dan mengantarnya ke tempat duduk kami.


"Tanta di sini saja bersama kami." Kata Atan.


Lampu ruang opersipun mati. Kami berhamburan menuju dokter yang keluar dari ruang operasi.


"Dok, bagaimana operasi ayah saya?"


"Iya dok, bagaimana operasi suami saya?"


"Operasi suami anda berjalan dengan lancar dan sukses. Tapi sekarang pasiennya jangan dulu di ganggu ya, karena pasiennya belum siuman."


Mendengar ucapan dokter, air mata kebahagian keluar dari mata kami. Terasa legah batin ini. Tak lupa kami memanjatkan syukur atas rahmat dan berkat dari Yang Maha Esa.


"Terima kasih dokter." Aku dan ibu bergantian mengucapkan terima kasih kepada dokter.


Ayahpun di dorong oleh perawat ke ruang ICU, kadang menurut orang ruang ICU adalah ruang antara kematian dan kehidupan. Orang yang dirawat di ICU adalah orang yang sudah diambang kematian.


Tapi sebenarnya itu hanya anggapan orang saja, atau bahkan mitos bagi sekelompok orang.


Ruang ICU itu adalah tempat agar pasien bisa diawasi dan dikontrol secara rutin dan membantu pasien untuk cepat pulih.


Kami mengikuti ayah dari belakangnya.


"Maaf yang boleh masuk hanya satu orang, yang lainnya tunggu di luar."


Dengan berat hati, aku mengiklaskan ibu yang menemani ayah. Walaupun aku juga sebenarnya pingin sekali menemani ayah tapi apa daya ku, yang boleh masuk ke ruangan ICU hanya satu orang saja.


Ku mengamati ayah dari balik kaca. Tak ku sadari senyuman ku telah terukhir di bibir ku. Semangat hidup ayah, membuat ayah bertahan dan berjuang melawan penyakitnya.


Sesekali aku duduk di bangku kosong depan ruang ICU. Atan yang melihat ku seperti orang ling lung, datang menghampiri ku.


"Badai pasti berlalu, lihat ayah mu. Beliau berjuang melawan penyakit kronis yang dideritanya, kini operasinya berjalan dengan aman dan bahkan sukses."


"Bukan itu yang aku pikirkan."


"Lantas apa yang kamu risaukan?"


"Ayah belum siuman dan aku pingin berada di samping ayah."


"Lila ku sayang, semuanya butuh proses. Begitu juga dengan kesadaran ayah mu."


"Terima kasih ya."


"Untuk apa?"


"Untuk semuanya dan untuk selama ini. Kalian terutama kamu selalu ada buat ku dan keluarga ku."


Atan mengelus rambut ku dengan lembutnya.


"Apapun itu akan aku lakukan, karena ku ingin selalu melihat senyuman mu."


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


Kini ku mengganti ibu untuk menjaga ayah. Sedangkan ibu dan sahabat - sahabat ku menuju hotel yang kami nginap.


Ayah belum juga sadar. Ku meletakan hp di dekat telinga ayah dan ku membukakan lagu kesukaan ayah, yang berjudul "I Love You Because." Yang dinyanyikan oleh Jim Reeves, pada era 70an.


Di Hotel.


Ibu berbaring di tempat tidurnya, di kamar yang telah kami booking khusus buat ibu.

__ADS_1


Ibu berbaring tapi matanya tak kunjung redup. Pikirannya selalu tertuju ke ayah.


"Tok...tok...tok...," pintu kamar ibu di ketuk.


Ibu bergegas menuju pintu kamarnya dan membukanya.


Creaaaakkkk.


"Maaf tanta! Maaf kalau mengganggu istirahat siang tanta." Ucap Vita.


"Tidak apa - apa kok. Tanta juga hanya baring - baring saja. Ada apa ya?"


"Kami mau mengajak tanta, ke restoran. Restoran di hotel ini, makanannya di jamin kebersihannya." Ucap Aby.


"Benar tanta! Kami mau ajak tante untuk ngopi sore." Lanjut Margot.


"Baiklah,ayo!"


Ibu dan sahabat - sahabat ku menikmati ngopi sore dan disuguhkan dengan indahnya pemandangan sunset yang hampir tenggelam di balik lautan.


Di Rumah Sakit.


Ku tunduk berdoa, mengharapkan dan menanti agar ayah cepat sadar.


Ku mengamati ayah, keadaannya masih sama, terlelap dalam pengaruh bius.


Walaupun ayah masih dalam pengaruh bius, aku terus bercerita. Aku yakin walaupun ayah tak meresponnya tapi ayah pasti mendengarkannya.


Ku membersihkan tubuh ayah, dan ku begitu tersontak bahagia melihat tangan ayah bergerak.


"Ayah...ayah..., apa ayah mendengarjan Lila?" Tanya ku penasaran.


Ayah meresponnya dengan mengerakan cari telunjuknya.


Aku begitu bahagia dan berlari memanggil dokter untuk melihat ayah ku.


"Dokter..., dokter...," panggil ku.


"Ada apa?"


Dokter dan aku langsung menuju ruangan ICU, ruangan di mana tempat ayah ku di rawat.


Di Hotel


Setelah menikmati kopi dan sunset, ibu dan sahabat - sahabat ku langsung menuju rumah sakit.


Karena hari semakin gelap, mereka menuju rumah sakit menggunakan mobil. Apa lagi karena mereka bersama ibu ku.


Di Rumah Sakit.


"Pak thom...pak Thom," panggil dokter.


Ayah tak menunjukan responnya sama sekali.


"Dok, ayah saya baik - baikan?"


"Iya."


"Kenapa ayah ku sadarnya lama?"


"Itu karena efek bius. Sedikit lagi ayah mu pasti sudah sadar."


Ku mengantar dokter sampai di pintu ruangan ICU.


"Lila, ada apa dengan ayah mu?" Tanya ibu panik karena melihat dokter yang baru keliar dari ruangan ICU.


"Tadi ayah merespon Lila bu. Ayah mengangkat jari telunjuknya saat Lila memanggil ayah."


"Syukurlah," Wajah ibu yang nampak panik berubah seketika lebih tenang.


"Tanta, Lila..., Boleh kami menjenguk om?"


"Boleh!" Jawab ku.


"Tapi masuknya satu - satu ya."


"Baik tanta."Jawab sahabat - sahabat ku kompak.

__ADS_1


"Aku duluan ya!" Neno mengacungkan jempolnya.


Nenopun masuk ke dalam ruangan ICU, terus bergantian Aby, Vita, Margot dan Atan. Dari mereka berlima Atan yang paling lama keluarnya.


Di Dalam Ruangan ICU.


"Om..., cepat sadar ya! Kasian Lila sama tanta. Aku juga rindu candaan om. Atan akan selalu menanti sampai om sadar dan membuka mata om.


Mata ayah mulai bergerak - gerak. Mungkin ayah ingin membukanya tapi masih terasa berat karena efek bius.


"Lila...," panggil ayah dengan lemahnya.


"Om...ommmm," panggil Atan.


"Di mana istrrriii dan annnaakk ku?" Tanya ayah terbata - bata.


Atan yang begitu gembira memanggil ku dan ibu untuk masuk ke ruangan ICU.


"Tanta, Lila..., kalian dipanggil om."


"Apa? Ayah sudah sadar?"


Aku dan ibu langsung masuk tanpa menghiraukan aturan yang berlaku.


Tak lama kemudian Atan dan dokter masuk bersamaan ke dalam ruangan.


Dokter memeriksa ayah lagi.


"Suami ibu sudah baikan dan besok sudah bisa di pindahkan ke bangsal Mawar."


"Terima kasih dok."


"Makasih ya dok." Kata ku sambil mengantar dokter ke luar ruangan ICU.


"Oh ya, jangan terlalu banyak ya. Yang menjaga pasien cukup satu orang saja."


"Iya dok, maaf!" Kata ku sambil menggaruk - garuk kepala ku. Merasa bersalah karena telah melanggar aturan yang berlaku.


Sahabat - sahabat ku nampak bahagia karena ayah ku sudah sadar. Ayah kini di temani ibu, seperti biasa mereka melepas rindu, seakan sudah lama tak jumpa.


"Lila..., maaf ya kami tak bisa menemani sampai ayah mu pulang." Kata Aby


"Tapi kamu tenang saja ya, Atan akan menemani mu di sini." Lanjut Vita.


Ku melihat ke arah Atan, seakan mengerti dari tatapan ku, Atanpun berkata.


"Tak perlu kuatir, aku sudah menelpon kedua orang tua ku dan meminta ijin."


"Maaf ya Lila!" Lanjut Margot.


"Tidak apa - apa kok, terima kasih untuk selama ini dan kebersamaan kalian untuk selalu mendukung dan membantu ku."


"Oh ya Lila, hotelnya aku sudah bayar." Lanjut Neno.


"Terima Kasih."


Ke empat sahabat ku pergi setelah berpamitan dengan ayah dan ibu ku. Kini tinggal aku, ayah, ibu dan Atan.


✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨


**SALAM JUMPA BUAT PARA READERS KU YANG SETIA.


SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU DAN TAK BOSAN - BOSAN UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YA.😁😁


MOHON TETAP DUKUNG AUTHOR MU INI, BIAR SEMAKIN SEMANGAT UPNYA.🙏🙏🙏


DENGAN CARA :


BOOM LIKE


VOTE YANG SEBANYAK - BANYAKNYA.


RATE 5, DAN


FAVORITE, BIAR TIDAK KETINGGALAN CERITANYA.


⭐⭐⭐⭐TERIMA KASIH⭐⭐⭐⭐**

__ADS_1


__ADS_2