Ayah Aku Rindu

Ayah Aku Rindu
Mulai Berangsur Pulih


__ADS_3

Setiap hari sepulang sekolah kelima sahabatku itu selalu datang ke rumahku. Mereka selalu menemaniku dan ayahku. Melatih dan merenggangkan semua otot - otot ayah yang kaku karena terlalu lama beristirahat (sakit).


"Maaf ya!" Sudah merepotkan kalian, kata ibuku sambil menyuguhkan kami teh hangat dan beberapa cemilan.


"Kok tanta minta maaf?" Tanya aby.


"Iya, karena kalian tiap hari di sini menemani om sama lila," lanjut ibu.


"Tanta..., om sama tanta itu sudah kami anggap sebagai orang tua kami sendiri. Jadi om sama tanta jangan sungkan sama kami," kata atan.


"Terima kasih ya, kalian selalu ada buat lila." Kata ayah.


"Eee...hampir lupa, terlalu asyik ngobrol sampai lupa tawarin kalian minum.


Ayo silakan diminum dan dimakan cemilannya, jangan malu - malu ya," kata ibu.


"Terima kasih tanta,"


"Terima kasih sayang," kata ayah menggoda ibu.


"Ekmm...ekmmm..."


"Suit ..suit..."


"Cie...cie"


Suasana seketika berubah menjadi ramai karena tingkah ayah.


"Ayah...ibukan jadi malu," kata ibu tersipu - sipu.


Kamipun kompak tertawa.


Setiap hari ayah mulai menunjukan kemajuan. Ayah mulai pulih, kami semua merasa bahagia, karena apa yang kami lakukan berbuah hasil.


"Selamat pagi yah, selamat pagi bu." Sapaku.


"Pagi sayang," jawab ayah dan ibu bersamaan.


"Wah...ayah hari ini segar sekali," godaku bercampur bahagia.


Ayah tersenyum.


"Iya, ayah sudah merasa fit. Ini semua berkat cinta dan perhatian kalian," kata ayah.


Selesai sarapan aku menyiapkan segala keperluanku untuk berangkat ke sekolah. Sebelum berangkat aku mencium tangan ayah dan ibu.


"Yah...bu...lila berangkat ya, pamitku.


"Oh ya lila...sebentar malam ajak sahabat - sahabatmu ya. Makan malam di sini," kata ayah.


"Baik yah...lila akan sampaikan kepada mereka," jawabku.


"Lila berangkat dulu ya."


"Hati - hati ya nak, kata ibu.


Ku menuju arah pintu dan ku buka.


Cekrek...


"Eee...atan, sudah dari tadi ya? Kok tidak di ketuk pintunya?" Tanya ku.


"Aku juga barusan tiba, saat ku mau ketuk eee...pintunya sudah keduluan terbuka oleh kamu," kata atan.


Ku tersenyum.


"Ayo berangkat!" Ajak ku.


Atan menstater motor meticnya dan kamipun melaju menuju sekolah.


"Thanks atan, aku langsung ke kelas ya, sebentar jam istirahat baru kita ngumpul lagi."


"Ok deh."


Atanpun pergi memarkirkan motornya di parkiran sekolah dan aku menuju ke kelasku, kelas XI Bahasa A


"Lila... kamu sudah mengerjakan tugas bahasa jepang?" Tanya vita.


"Mmm...aku baru tiba dan belum duduk, kamu sudah tanya tugas segala. Ya sudah lah, lila tak akan lupa tugas Bahasa Jepang."


"Aku pinjam ya tugas kamu?" pinta vita memelas.


"Enak saja, emangnya semalam kamu ke mana sampai tidak mengerjakan PR."


"Aku ketiduran, tolonglah sebelum ibu irna datang."


"Ini," ku berikan pekerjaanku.


"Dan jangan lupa di hafalkan!" Lanjutku.

__ADS_1


"Apa?" Vita tersentak kaget.


"Itu perkenalan saja jadi mudah di hafalkan," lanjutku.


"Ohhh...Okok."


Ibu irna memasuki kelas dan kami semua bangun dan memberi salam sambil membukukkan badan ( ojigi ) kepada beliau.


"Ohayou Gozaimasu sensei,"


"Ohayou," jawab ibu irna.


"Ogenki desu ka?" lanjut ibu irna.


"Genki desu," kami menjawabnya.


"O suwari kudasai," ibu irna mempersilakan kami duduk.


"Arigatau gozaimasu," jawab kami.


Pelajaranpun di mulai. Setiap siswa bergiliran maju ke depan dan memperaktekkan pengenalan diri menggunakan bahasa jepang, dan kini giliranku.


"Ohayou, Jiko sookai shimasu. Watashi no namae wa RiRa desu. Hajimemashite."


Aku menarik nafas panjang karena merasa legah dan semuanya bertepuk tangan.


"Wah lila kamu hebat, bisa begitu lancarnya." Vita mengagumiku.


"Ah kamu, bisa - bisa aku terbang karena pujianmu," jawabku.


Kami berduapun tertawa tampa mengeluarkan suara.


Bel tiga kali berbunyi, waktunya istirahat.


"Ayo kita bergegas ke kantin," ajakku sambil menarik tangan munggilnya vita.


"Pelan - pelan lila," kata vita.


Aku tak perduli dengan apa yang dikatakan vita, ku terus menarik tangannya.


"Hay"...ku menyapa margot, aby, atan dan neno.


"Lila...vita, ayo duduk di sini. Sudah ku siapkan tempat khusus buat kalian berdua," kata neno.


Aku dan vita menuju arah neno dan duduk persis di sampingnya.


Penjaga kantin membawakan kami enam mangkok bakso dan enam gelas teh.


"Asyik," aby dan margot melonjak kegirangan.


"Thanks atan," kata vita.


"Terima kasih," kataku.


"Thanks bro, sering - sering ya, kata neno.


"Ohya...sebentar malam kalian sibuk ya?" tanya ku.


"Tidak tu, memangnya ada apa?" Tanya aby penasaran.


"Ayahku mengajak kalian makan malam di rumahku," kataku.


"Wah...hari ini benar - benar hari rejeki," kata margot.


"Iya, rejeki anak soleh." kata vita.


"Ok deh sebentar jam 06.00 soreh kami merapat ke rumah mu," kata atan.


"Ring...ring...ring...." bunyi bel masuk.


Kami berebam bergegas meninggalkan kantin dan menuju ke kelas masing - masing.


Waktu menunjukan pukul 13.45, dan bunyi bel panjang menandakan jam pelajaran telah usai. Dan atan bersama sahabat - sahabatku yang lain telah menungguku dan vita di parkiran.


"Dah..." aby dan margot melambaikan tangannya.


"Lila, atan kami duluan ya," kata neno dan vita.


"ok! dah...sampai ketemu sebentar malam ya," teriakku.


🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀


"Thanks ya," kataku.


"Iya sama - sama," jawab atan


"Aku balik dulu ya," kata atan.


"Hati - hati," kataku.

__ADS_1


"Selamat siang semuanya," sapaku.


"Selamat siang sayang," jawab ayah dan ibu.


"Bagaimana hari mu?" Tanya ayah.


"Sangat luar biasa ayah," jawabku sambil tersenyum.


"Cerita dong, ayah jadi penasaran." Kata ayah.


Akupun bercerita kepada ayah, apa yang ku alami sepanjang hari tadi di sekolah.


Aku dan ayah sibuk mengobrol sampai aku lupa mengganti seragamku.


"Lila...ayo ganti seragammu dulu," kata ibu.


"Sedikit lagi bu," jawabku.


"Kan besok seragamnya masih di pakai," kata ibu.


"Baik bu, jawabku.


"Yah...,lila ganti seragam dulu ya, nanti kita lanjut mengobrol."


Saat keluar dari kamarku, ku cium arima masakan ibu, membuatku lapar lagi.


"Wah harumnya, jadi pingin makan lagi." Kataku dalam hati.


Aku langsung menuju dapur.


"Wah...harumnya bu, ibu memang master chef.


"Kamu, ada - ada saja. Lila bisa tolong ibu?"


"Bisa dong bu, mau tolong apa bu?"


"Tolong rapikan dan tatah meja makan ya!"


"Sip deh bu,"


Tok...tok..tok...


"Lila tolong bukakan pintunya," pinta ibu.


Aku menuju ke arah pintu dan ku buka.


creeekkk...


"Silakan masuk," aku mempersilakan ke lima sahabatku masuk.


"Selamat malam om, selamat malam tanta." mereka menyapa.


"Ayo...ayo, silakan duduk!" ayah mempersilakan mereka duduk.


"Wah om...semakin segar ya," kata vita.


"Iya om sudah merasa fit," jawab ayahku.


"Ini semua berkat doa dan usaha dari kalian semua," lanjut ayah.


"Itu juga karena kemauan untuk sembuh dari om," kata atan.


Ayahku tersenyum dan berkata.


"Iya ini semua karena cinta dan doa yang tulus."


"Ayo, kita semua menuju meja makan." Ajak ibuku.


Sebelum kami menyantap makanan yang telah dihidangkan, kami berdoa dan mengucapkan syukur kepada Tuhan atas berkat dan rahmatnya.


Malam ini suasa rumah kami begitu hidup. Ramai penuh dengan canda dan tawa. Kebahagiaan kembali menyelimuti rumahku. Rumahku kembali hidup, karenah ayah mulai berangsur pulih.


Foot Note :


Ohayou Gozaimasu sensei : Selamat pagi guru.


Ohayou : Selamat pagi


Ogenki desu ka : Apa kabar?


Genki desu : Baik


O suwari kudasai : Silakan duduk


Arigatau gozaimasu : Terima Kasih


7.Jiko sookai shimasu : Ijinkan saya memperkenalkan diri.


Watashi no namae wa RiRa desu : Nama saya lila ( dalam bahasa jepang tidak mengenal huruf "L" makanya diganti menggunakan huruf "R")

__ADS_1


Hajimemashite : Senang bertemu denganmu.


__ADS_2