Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 13


__ADS_3

Nazwa yang sudah mendapatkan persetujuan dari Ari untuk bekerja sudah siap dengan setelan kantornya. Hari ini adalah hari pertama ia bergabung dengan perusahaan yang sudah menerimanya.


"Kamu sudah mau berangkat, Na? " tanya Ari.


"Iya, Mas.. Doakan ya semoga hari pertamaku kerja berjalan lancar, " jawab Nazwa.


"Pasti akan kudoakan, atau mau ku antar saja?"


"Eh tidak perlu, Mas.. Aku naik taksi saja, berangkatlah dulu!"


Ari yang sudah siap langsung berangkat menuju kantor bersama Widya.


Nazwa tersenyum melihat suami dan madunya telah pergi, tak lama ia pun segera menyusul dengan taksi. Sesampainya di depan kantor seorang HRD menghampirinya dan mengatakan bahwa kedatangannya akan disambut serta diperkenalkan dengan seluruh staff karyawan.


"Selamat pagi, semua.. Perkenalkan saya Nazwa, Direktur Pemasaran baru di kantor ini. Karena saya baru bekerja hari ini, mohon kerjasamanya. Terima kasih, " ucap Nazwa dengan senyuman manisnya.


Seseorang yang berdiri di ujung tampak sangat terkejut melihat Nazwa, setelah berkenalan semua orang kembali bekerja dan Nazwa diantar menuju ruang kerjanya.


"Oh iya, Pak.. Siapa manager pemasaran di kantor ini? Mungkin saya bisa sedikit bertanya dengannya jika ada pekerjaan yang belum saya pahami, " tanya Nazwa.


"Oh kebetulan beliau sedang rapat di luar, Bu. Baru saja pergi, tapi ada sekretarisnya jika ibu mau saya panggilkan. "


"Boleh, Pak.. tolong panggil dia kemari ya! Terima kasih, " ucap Nazwa.


Setelah orang itu pergi tak lama kemudian pintu kembali diketuk,Nazwa mempersilakan masuk. Rupanya Widya yang datang dengan wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Apakah kamu sekretaris manager pemasaran di kantor ini? " tanya Nazwa.


"Ck! Ada apa? " tanya Widya ketus.


"Santai dong! Ingat lho, di sini saya atasan kamu.. jadi sebaiknya jangan macam-macam!"


"Kamu mengancam saya?"


"Tidak, lebih tepatnya ini adalah sebuah peringatan! " balas Nazwa sambil tersenyum.


Widya menggeram kesal, wajahnya terlihat merah menahan amarah. Tetapi ia juga tidak bisa melampiaskan emosinya sekarang, Widya juga tidak ingin kehilangan pekerjaannya.

__ADS_1


"Untuk sekarang itu saja dulu, kamu boleh pergi!"


"Awas kamu nanti di rumah, akan ku balas! " ucap Widya lalu meninggalkan ruangan Nazwa.


...****************...


Ari yang baru saja kembali dari rapat di luar belum mengetahui jika direktur baru yang dibicarakan sudah masuk bekerja hari ini, Ari juga belum mengetahui jika Nazwa adalah orang yang menempati posisi direktur tersebut. Seseorang menyampaikan pada Ari jika ia dipanggil ke ruang direktur. Ari segera bergegas menuju ruang direktur karena tak ingin membuat sang direktur menunggu lama.


Tok...tok...tok..


"Masuk! " sahut Nazwa dari dalam.


Ari membuka pintu dan masuk. "Selamat pagi, Bu. Saya manajer pemasaran di sini, " ucap Ari pada Nazwa yang duduk membelakangi nya.


Nazwa memutar kursinya dan Ari pun tampak terkejut melihat istrinya duduk di kursi direktur. Keduanya saling menatap dan Ari masih tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Selamat pagi, Pak Ari. Kedepannya saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik untuk kemajuan kantor ini. Saya Nazwa, Direktur Pemasaran baru di kantor ini," ujar Nazwa memperkenalkan dirinya.


"Na... kamu... "


"Pak Ari, tolong bersikap profesional dalam pekerjaan. Jadi saya mohon kerjasamanya!" kata Nazwa yang tahu maksud dari ucapan Ari.


"Baik, Bu. Saya akan bekerja dengan baik.."


"Baiklah kalau begitu, silakan lanjutkan pekerjaan nya! "


Ari permisi dan keluar dari ruangan itu dengan ekspresi wajah yang masih bingung sekaligus heran. Widya yang sejak tadi menunggu di depan ruangan segera menghampiri Ari.


"Mas, Kamu sudah tahu siapa direktur baru kita? " tanya Widya.


"Iya.. Nazwa. Tapi bagaimana ini bisa terjadi? Dia tidak bilang apapun padaku, " ucap Ari yang masih heran.


"Karena ia sengaja, Mas! Tadi dia mengancamku dan mengatakan jika kita berbuat macam-macam padanya maka dia akan menghancurkan karirku. "


"Tidak mungkin, Nazwa tidak akan seperti itu. "


"Nggak percaya banget sih, Mas! Atau kamu mulai mencintainya lagi karena dia sekarang sudah menjadi seorang direktur? " tanya Widya.

__ADS_1


"Kamu ngomong apa sih? Sudahlah jangan buat keributan di kantor! Aku mau lanjut kerja," Ari meninggalkan Widya begitu saja dan kembali ke ruangannya.


Sementara Nazwa terkikik geli Mendengar pembicaraan antara suami dan madunya. Minggu lalu saat Najwa menyiapkan surat lamaran pekerjaan, ibunya mengatakan jika ada satu posisi yang kosong di kantor Ari dan perusahaan tempat Ari bekerja ternyata masih punya hubungan keluarga dengan Nazwa.


Yang membuat Ari heran adalah bagaimana bisa Nazwa begitu mudahnya menempati posisi direktur sementara ia harus bersusah payah terlebih dahulu agar bisa menempati posisi manajer yang ia duduki sekarang.


...----------------...


Jam pulang kantor tiba, semua karyawan sudah bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing begitu pula dengan Nazwa, Ari dan Widya. Ari menunggu Nazwa keluar dari ruangannya untuk mengajaknya pulang bersama.


"Na, kamu pulang naik apa? " tanya Ari.


"Aku naik taksi saja kebetulan sudah kupesan dari 5 menit yang lalu, itu taksinya " Nazwa menunjuk sebuah taksi online yang baru saja tiba di depan perusahaan.


" kalau begitu aku pulang dulu ya, Mas. Sampai jumpa di rumah."


Nazwa naik ke dalam mobil dan meninggalkan Ari begitu saja tak lama Widya menghampiri Ari dan mengajaknya pulang. Sepanjang jalan Ari hanya dia memikirkan kejadian hari ini yang benar-benar membuatnya bingung.


Hari ini Nazwa terlihat sangat berbeda, ia terlihat sangat cantik hari ini. Ditambah dengan Aura kewibawaannya membuat Nazwa tampak sangat anggun. Ari berpikir setelah sampai di rumah nanti ia akan berbicara berdua dengan Nazwa.


Sesampainya di rumah Ari langsung segera turun dan masuk ke dalam rumah tanpa memperdulikan Widya lagi. Widya sangat kesal pada hari yang biasanya membukakan pintu untuknya sekarang malah meninggalkannya begitu saja.


"Kenapa sih kok buru-buru banget? Aku ditinggal lagi! " rutuk Widya.


Ari masuk ke dalam rumah dan segera menuju kamar Nazwa, Kebetulan sekali wanita itu sedang mandi dan Ari menunggunya dengan duduk di atas ranjang. Nazwa yang baru saja selesai mandi terkejut melihat Ari sudah duduk di dalam kamar.


"Lho Mas.. Sudah pulang? " tanya Nazwa.


Bukannya menjawab Ari Malah berdiri dan berjalan mendekatinya, Ari sudah berdiri di hadapan Najwa hampir tidak ada jarak. Matanya memandangi Nazwa dari ujung kepala sampai ujung kaki, Ari menatapnya dengan sedikit nafsu sebab Najwa hanya mengenakan handuk.


"Na... Kamu sangat cantik hari ini, " puji Ari sambil mendekati Nazwa.


Nazwa berjalan mundur menghindar dari Ari.


"Mas, kamu mau apa? Tunggu di luar, aku mau pakai baju! " kata Nazwa.


"Kenapa aku harus menunggu di luar? Dulu bahkan kamu sering memakai baju di depanku.."

__ADS_1


"Nazwa.. Aku merindukan kamu.."


Ari memeluk tubuh Nazwa dengan sangat erat dan Nazwa pun tidak dapat lagi menghindarinya.


__ADS_2