Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 35


__ADS_3

Bella tiba di rumah sakit bersama Abizar, bayi itu sama sekali tidak rewel seakan mengerti dengan keadaan ibunya yang sedang sakit. Bella langsung menuju ruangan dimana Widya dirawat. Saat masuk ia melihat Widya sedang melamun, pikirannya terlihat kosong dan air matanya mengalir. Bella sungguh kasihan melihatnya, sementara ia ingat dengan perkataan Ari tadi. Bisa-bisanya Ari berkata seperti itu disaat istrinya sangat membutuhkan dukungan darinya.


"Selamat pagi, Mama!" ucap Bella menirukan suara anak kecil.


Widya menoleh ke arah pintu dan melihat Bella datang bersama anaknya, senyum tercetak di bibirnya yang masih pucat itu. Widya merentangkan tangannya menyambut kedatangan putranya, Widya terlihat sedikit bersemangat saat menyambut Abidzar.


"Wah anak mama gemoy! Kangen ya sama mama? Uh sayang..." Widya berulang kali mencium pipi Abizar dan bayi itu sedikit terkekeh karena merasa geli.


Bella senang melihat Widya bisa tersenyum seperti itu, Mungkin memang Widya terlihat egois saat ia lebih memilih tetap bekerja daripada mengurus anak tetapi dibalik itu Widya adalah seorang ibu yang masih memperhatikan dan memperdulikan bayinya meskipun melalui sambungan video call.


"Bagaimana keadaan Ibu? Sudah jauh lebih baik?" tanya Bella sambil mengeluarkan isi rantang yang ia bawa.


"Seperti yang kamu lihat, Bella.. aku divonis lumpuh dan tidak bisa berjalan lagi dan mungkin aku juga tidak bisa lagi melakukan pekerjaan-pekerjaan di rumah.. Aku sudah tidak berguna lagi sekarang," kata Widya.


"Ibu tidak boleh bicara seperti itu, Ibu harus semangat untuk sembuh setidaknya demi Abizar.. Dia masih membutuhkan Ibu," ucap Bella.


"Bagaimana bisa aku mengurus Abizar dengan kondisi kakiku yang tidak bisa berjalan seperti ini? Abizar pasti akan malu mempunyai ibu yang lumpuh sepertiku!" Widya menangis terisak memeluk sang anak.


"Jangan pesimis seperti itu, Bu.. Abizar akan tumbuh jadi anak yang baik, dia pasti akan menjadi pelindung untuk Ibu nanti.. Ibu harus semangat ya!" kata Bella.


Widya mengangguk mendengar perkataan Bella, setidaknya hatinya sedikit terhibur karena masih ada orang yang peduli padanya meskipun itu hanyalah Bella yang notabennya adalah babysitter anaknya. Widya tidak punya teman dekat lagi, bahkan setelah kondisinya seperti ini semua rekan dan teman kantornya memutuskan kontak dengannya. Terlebih ibu kandungnya sendiri pun sama sekali tidak menjenguknya padahal Widya seperti itu juga karena ulah ibunya.

__ADS_1


Bella menyuapi Widya supaya mau makan, Bella tahu pasti Widia tidak mau makan makanan rumah sakit maka dari itu ia membawakan bekal dari rumah. Untunglah Abizar bukan tipe bayi yang rewel Jadi ia masih bisa diberi susu formula saat Widya masih terbaring di rumah sakit.


"Bu, mungkin setelah Ibu pulang dari rumah sakit saya izin untuk pulang kampung.. Tapi nanti saya akan minta pihak lembaga untuk mencari pengganti saya," kata Bella setelah selesai menyuapi Widya.


"Kalau hanya pulang kampung kenapa harus cari pengganti, Bel? Memangnya berapa lama kamu mau pulang kampung?" tanya Widya.


"Saya belum bisa pastikan, Bu.. Makanya saya mau cari pengganti untuk bantu-bantu Ibu di rumah.. Di kampung orang tua saya lagi sakit, Bu.. Jadi saya harus pulang, " ucap Bella.


Bella sebenarnya berbohong pada Widya, bukan itu sebenarnya alasan Bella untuk pergi dari rumah itu. Tak bisa dipungkiri Widya memang memperlakukannya dengan sangat baik meski baru bekerja beberapa bulan, tetapi pernyataan Ari dan sikapnya belakangan membuat Bella tidak nyaman. Bella juga tidak mungkin memberitahu alasan yang sebenarnya, ia tidak mau menyakiti hati Widya. Biarlah ia saja yang pergi dari pada nantinya Pak Ari terus mengejarnya.


"Aku pasti akan kangen kalau kamu nggak ada, Bel.. Apalagi Abizar, dia pasti akan mencari kamu.." kata Widya.


"Kita kan masih bisa video call nanti, Bu.. Hehehe.."


...----------------...


Ari masuk ke dalam ruang rawat Widya membuat kedua wanita yang sedang asyik berbincang itu mendadak diam dan menoleh ke arah pintu. Bella yang melihat Ari langsung mengalihkan pandangannya, Bella sudah kehilangan simpati pada majikan prianya itu.


Melihat Ari sudah datang ke rumah sakit membuat Bella langsung Segera membereskan rantang yang ia bawa dan berpamitan untuk pulang.


"Mau saya antar, Bel?" tanya Ari.

__ADS_1


"Tidak usah, Pak.. Bapak di sini saja temani Ibu. Ibu juga mau mandi tadi, saya harus bawa Abizar pulang karena kasihan kalau lama-lama di sini, " kata Bella.


Bella langsung buru-buru keluar membawa Abizar pulang, sebisa mungkin ia harus menghindar dari situasi yang mengharuskan ia berduaan dengan Ari.


"Kamu belum mandi, Mas?" tanya Widya yang melihat Ari masih memakai kemeja yang sama.


"Belum, tadi mau mandi tapi karena aku lupa kamu juga belum mandi jadi aku balik lagi ke sini."


Ari memberikan alasan yang membuat Widya sedikit terharu, rupanya masih ada rasa kepedulian dalam hati suaminya. Padahal yang sebenarnya adalah Ari takut jika Bella mengatakan apa yang tadi Ari katakan padanya. Ari langsung membantu Widya untuk ke kamar mandi.


...----------------...


"Istri anda sudah boleh pulang, Pak.. Untuk Ibu, jangan terlalu stres memikirkan kondisi Ibu yang sekarang.. Pikiran yang positif sangat mempengaruhi kesehatan, " ucap Dokter setelah selesai memeriksa keadaan Widya.


Widya merasa lega karena ia sudah bisa kembali ke rumah dan akan bertemu dengan Abizar. Sementara Ari terlihat tidak bersemangat mendengar hal itu, ia jadi tidak leluasa untuk mengambil kesempatan agar bisa dekat dengan Bella.


Ari sudah mengurus berkas kepulangan Widya, dirawat selama satu bulan ternyata menguras cukup banyak biaya. Ari sedikit mengeluh tentang itu, tetapi ia tidak bisa mengeluh dihadapan Widya. Karena bagaimanapun Widya adalah istrinya dan ia berkewajiban untuk menanggung segala biaya pengobatan Widya.


Saat mereka berdua akan masuk ke dalam mobil, langkah mereka terhenti saat Ibu Widya datang menghampiri mereka.


"Untuk apa Ibu datang menemui kami?" tanya Widya.

__ADS_1


"Widya, tolong Ibu! Saat ini Ibu sangat membutuhkan uang, tolong bantu ibu ya!" ucap Ibunya tanpa bertanya tentang keadaan Widya.


"Ibu! Ibu nggak lihat keadaan aku sekarang? Sebenarnya aku ini anak Ibu atau bukan sih?Aku baru saja kecelakaan dan sekarang lumpuh, Ibu sama sekali tidak menanyakan tentang keadaan aku? Ibu datang cuma mau minta duit?" bentak Widya yang sudah terlanjur kesal pada ibunya.


__ADS_2