Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 31


__ADS_3

"Aku akan bantu kamu, tapi kamu harus berhenti dari pekerjaan kamu!"


"Ya nggak bisa dong, Mas! Aku dapatkan pekerjaan itu dengan susah payah, aku nggak mau berhenti kerja gitu aja!" kata Widya menolak keras permintaan Ari.


"Bukankah kamu sendiri yang bilang akan menyetujui apapun syarat dariku?"


"Iya aku memang bilang begitu, tapi aku tidak mau berhenti kerja. Karir aku lagi bagus, Mas.."


"Alasan karir, bilang aja kamu nggak mau ninggalin Bos kamu itu kan? Jujur sama aku, pekerjaan ini kamu dapat dengan cara kotor kan?!" kata Ari.


"Lho,Mas..Kok Kamu malah jadi nuduh aku gini? Kalo ngomong jangan sembarangan gitu, Mas... Mana buktinya?"


"Oh kamu mau bukti?"


Ari membuka tas kerja miliknya dan mengeluarkan semua foto yang telah ia cetak, Widya terkejut melihat semua foto itu. Entah dari mana Ari mendapatkan semua foto itu.


Awalnya Ari merasa iba dan kasihan mendengar kisah Widya, tetapi setelah ia meminta Widya untuk berhenti dari pekerjaannya, Widya malah tidak mau dan tetap ingin kerja. Awal saat mereka diskusi mencari jalan keluar untuk masalah ibunya semua berjalan dengan lancar, tetapi keributan dimulai saat Widya masih tetap ingin kerja. Tidak ada titik temu diantara keduanya.


"Kamu tu jadi perempuan harusnya tahu diri! Aku sudah memilih kamu harusnya kamu bersyukur bukan malah menghianati aku seperti ini! Aku sudah mau membantu kamu tapi kamu malah tidak mau bekerja sama, Apa susahnya berhenti bekerja dan hanya menjadi ibu rumah tangga mengurus Abidzar di rumah? Kamu tidak berkaca dengan kehidupan kamu sendiri?" kata Ari.


"Kamu bilang tumbuh tanpa sosok ayah dan diabaikan oleh ibumu lalu dijadikan mesin pencetak uang, terus sekarang Apa bedanya kamu dengan ibumu yang menelantarkan Abidzar? Kamu abaikan dia, kamu tinggal dia saat dia masih sangat memerlukan kamu! Baru kali ini aku melihat ibu seegois dirimu! " kemarahan Ari mulai memuncak.


"Aku nggmau berhenti kerja, Mas! Aku nggak mau kalah dari Nazwa, kamu selalu melihat Nazwa dan tidak pernah melihatku.. apa yang aku lakuin semuanya salah di mata kamu! "


"Kenapa dengan Nazwa? Kamu iri melihat Nazwa? Untuk apa kamu merasa iri pada kehidupan orang lain? Seharusnya kamu bersyukur dengan hidup yang saat ini kamu jalani, dulu saat aku tidak ingin menceraikan Nazwa kamu malah mendesak ku untuk menceraikan dia. Dan sekarang setelah kami bercerai kamu pun masih merasa iri terhadapnya, mau kamu itu apa?"

__ADS_1


"Kalau kamu seperti ini terus dan susah diatur, lama-lama aku juga nggak tahan dengan sikap kamu! Silahkan kalau kamu masih tetap mau kerja, Pergi dari rumah ini dan biar Abizar aku yang urus!" kata Ari.


Widya terkejut mendengar ucapan Ari, ia tak menyangka jika ucapan itu akan keluar dari mulut suaminya.


"Kamu terlalu menganggapku remeh, kamu pikir aku tidak tahu apa saja yang kamu lakukan di belakangku selama ini? Sekarang kalau kamu masih tetap dengan pendirian kamu maka silakan pergi dari kehidupanku dan Abidzar akan kubawa. Satu lagi, Jangan pernah libatkan aku dalam urusan ibumu!!" kata Ari lalu ia pun keluar dari kamarnya meninggalkan Widya sendirian.


Widya terduduk di lantai setelah Ari keluar dari kamar, Widya tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Yang tadinya ia merasa lega karena Ari mau membantu permasalahannya kini keadaan malah semakin kacau. Widya frustasi karena ibunya terus membebani hidupnya.


...****************...


Karena mendengar suara keributan dari kedua orang tuanya, Abizar menangis karena terkejut. Bella segera menggendong bayi mungil itu ke teras rumah untuk mendiamkannya. Bella sedikit heran dengan kedua majikannya, hampir setiap hari selalu ada keributan di rumah dan itu berimbas pada Abizar yang terganggu saat tidur.


Ari yang mendengar suara tangis Abizar langsung keluar dari kamar untuk melihat, ia menyusul Bella yang berada di teras rumah sambil menggendong Abizar.


"Tadi sedikit terkejut, Pak, makanya saya bawa keluar biar bisa tidur lagi," jawab Bella.


Ari mengelus pipi Abizar dan menciumnya. "Terima kasih ya, Bel.. Abizar sangat nyaman dengan kamu, maaf kamu harus menyaksikan pertengkaran kami setiap hari."


"Iya, Pak.. Itu sudah tugas saya merawat Abizar, " kata Bella.


Ari beralih menatap wajah Bella yang juga menatapnya, pandangan mata mereka bertemu dan entah mengapa Bella sedikit gugup saat Ari menatapnya seperti itu. Tangan Ari terulur menyisihkan anak rambut ke telinga Bella, hal itu tentu saja membuat Bella salah tingkah.


"Pak, Abizar sudah tidur.. Sa-saya mau ajak dia masuk."

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya Widya sudah tidak ada di rumah, wanita itu benar-benar tidak mau mendengarkan apa yang Ari ucapkan. Ari sudah tidak lagi peduli jika sekarang ia bangun tidur tanpa melihat Widya. Hari itu Ari memutuskan untuk tidak pergi ke kantor, Ari punya rencana akan mengajak Abizar dan Bella untuk jalan-jalan.


"Selamat pagi, Bella.. Abizar sudah bangun?" sapa Ari saat melihat Bella sedang beres-beres dapur.


"Pagi, Pak.. Abizar masih tidur. "


Sejak kejadian semalam membuat Bella merasa sedikit tidak enak, saat ini mereka hanya berdua. Bella langsung buru-buru ingin keluar dari dapur karena tidak ingin berlama-lama dengan Ari.


"Tunggu, Bel! Kamu mau kemana?" Ari menahan tangan Bella.


"Saya mau lihat Abizar, Pak."


"Kata kamu dia masih tidur, duduk di sini dulu temani aku sarapan!"


Ari menarik tangan Bella dan menyuruhnya duduk di kursi sebelah. Bella sedikit gugup menghadapi Ari, ada yang aneh dengan majikannya itu.


Ari meminta Bella untuk sarapan bersama, sambil sarapan Ari sedikit curhat pada Bella dan tentunya ada beberapa cerita yang ia ubah tidak sesuai fakta. Ari ingin mengambil simpati dari Bella.


"Kamu lihat sendiri kan kelakuan Widya? Abizar sudah tidak lagi diurus, bahkan sebulan setelah lahir Abizar tidak lagi menyusu pada ibunya.. Widya itu sangat egois padahal ia seorang ibu, " kata Ari.


Bella hanya menyimak semua cerita yang Ari katakan, awalnya Bella tak tertarik untuk mendengar tetapi ada sedikit rasa iba juga saat ia mengingat Abizar yang tiap kali menangis tanpa ibunya. Widya memang jarang menggendong Abizar, tetapi ia juga sering video call dengan Bella untuk melihat Abizar.


"Kamu lihat sendiri setiap pagi dia selalu sudah pergi duluan, padahal sebenarnya mungkin dia masih sempat untuk menyiapkan sarapan.. Widya benar-benar sudah berubah, dia sudah sangat jauh dariku.. Ditambah lagi kemarin aku melihatnya sendiri dia berduaan dengan pria lain. Aku bingung harus apa, Bel?" kata Ari.

__ADS_1


Bella terkejut karena Ari menceritakan semua permasalahan rumah tangganya. Bella terpaksa mendengar curhatan majikannya itu hingga selesai dan berharap Abidzar cepat bangun.


Tak lama kemudian suara tangis Abizar terdengar, Bella merasa lega karena bayi itu sudah bangun. ia tidak ingin masuk lebih jauh dalam permasalahan kedua majikannya.


__ADS_2