
Ari merasa diremehkan oleh Nazwa, belakangan ini perasaannya mudah sekali tersinggung. Menurutnya baru sekali ini Ari membuat kesalahan tetapi Nazwa bereaksi terlalu berlebihan.
"Aku nggak buat perusahaan bangkrut lho, Na. Tapi kamu marahin aku kayak gini, mentang-mentang jabatan kamu diatas aku.. Jangan semena-mena dong!" kata Ari.
"Saya tidak semena-mena, anda sendiri tahu jika bekerja dibawahku harus siap dengan peraturanku dan juga disiplin. Tugas ini saya kasih sejak sebulan yang lalu, dan hari ini semua jadi kacau karena kamu! Perusahaan memang tidak bangkrut tapi nama baiknya jadi tercoreng!" sahut Nazwa.
"Iya terserah kamu saja! Kalau sampai aku bisa mendapatkan proyek ini, perusahaan harus memberikan bonus besar untukku!" kata Ari.
"Sombong sekali nada bicaramu itu, saya mau lihat kemampuan anda.. Silakan dibuktikan! Aku kasih kamu waktu 2 hari, lewat dari itu maka kamu harus angkat kaki dari perusahaan ini! " balas Nazwa menantang Ari.
Ari berlalu pergi meninggalkan ruangan Nazwa, ia segera mengurus pekerjaan itu dan mencoba menghubungi klien tadi namun teleponnya tidak dijawab. Waktu yang diberikan Nazwa cukup singkat dan klien tersebut termasuk orang yang sulit untuk ditemui oleh sembarangan orang.
...
Saat jam pulang tiba, Ari memilih untuk tidak pulang terlebih dahulu. Selain karena malas melihat Widya, di rumah pun tidak ada lagi Bella. Ari jadi tidak bersemangat untuk pulang ke rumah.
Saat jam menunjukkan pukul 7 malam, Ari mulai beranjak dari kursinya. Ia mengendarai mobil menuju tempat hiburan malam. Pikirannya sedang kacau dan rasanya Ari butuh ketenangan. Masalah hari ini cukup menguras tenaga.
Gemerlap lampu kelap-kelip di Bar dan alunan musik yang memekakkan telinga menyambut kedatangan Ari. Pria itu langsung duduk di depan meja bartender dan memesan segelas minuman. Malam ini Ari ingin menghilangkan segala pikiran yang membebaninya. Ini kali pertama Ari menginjakkan kakinya di tempat hiburan seperti itu, selama ini ia bahkan tidak pernah berpikiran untuk masuk ke dalam situ Tetapi entah kenapa hari ini kakinya membawa dia melangkah ke tempat hiburan malam.
Dulu saat ia masih bersama dengan Nazwa pikirannya tidak pernah sekacau itu, Nazwa selalu memberikan dukungan yang positif untuknya hingga ia berhasil sampai pada titik kesuksesan. Tetapi setelah tidak lagi bersama dengan Nazwa hatinya menjadi kacau dan seringkali merasa tidak tenang.
Dari kejauhan ada seorang wanita cantik dengan balutan dress mini sedang menatap ke arah Ari, wanita itu berjalan mendekati Ari dan duduk di sebelahnya.
"Sendirian aja nih?" tanya wanita itu.
"Iya."
Ari hanya menjawab singkat tanpa menoleh ke arah wanita itu karena Iya sedang asyik menikmati tiap teguhkan minuman yang ia pesan.
__ADS_1
"Jangan minum lagi, kamu sudah mabuk!" ucap wanita itu menghentikan tangan Ari yang akan menenggak minuman lagi.
"Lepaskan! Aku mau minum sampai puas malam ini! Dunia ini benar-benar kejam!" ujar Ari yang sudah kehilangan kesadarannya.
Wanita itu iba melihat Ari, pria itu tampak kacau dan terlihat tidak bisa minum terlalu banyak.
"Bagaimana kalau kita joged saja supaya pikiran kamu tidak kacau?" tawar wanita itu.
Ari menyetujuinya dan mulai bangkit dari kursinya, ia berjalan ke tengah dibantu oleh wanita tadi dan mulai berjoget. Keduanya saling merangkul dan Ari tidak menepis sentuhan tangan dari wanita itu.
Tak lama tubuh Ari mulai oleng dan ia akan jatuh namun segera ditahan oleh wanita tadi.
"Kamu terlalu banyak minum, aku akan bawa kamu ke kamar!"
Ari dipapah menuju bilik yang tersedia di Bar itu, Ia hanya berjalan menuruti langkah wanita itu tanpa banyak protes. kepalanya sudah terasa berat dan pandangannya mulai mengabur. Ari sudah mabuk berat.
.
"Siapa namamu, Tuan?" tanya wanita itu.
"Ari.. Dan kau siapa?"
"Panggil saja aku Monica, malam ini kita akan bersenang-senang. Aku akan membuat mu melupakan sejenak masalahmu!" ucap wanita yang bernama Monica itu.
Monica naik ke atas pangkuan Ari yang bersandar pada tempat tidur, Monica memulai aksinya dengan menggoda Ari. Karena sudah terpengaruh oleh minuman Ari hanya bisa diam dan menikmati tiap gerakan dari Monica yang mulai menggodanya.
...----------------...
Sudah pukul 12 malam tetapi Ari masih belum juga pulang membuat Widya sedikit khawatir, suaminya itu tidak menjawab teleponnya dari tadi. Yang Widya takutkan adalah Ari akan nekat menyusul Bella ke kampung. Tetapi Widya sudah menelepon Bella tadi dan Gadis itu mengatakan jika Bella tidak pulang ke kampungnya melainkan mengungsi ke Kampung Sebelah agar Ari tidak menemuinya.
__ADS_1
"Sebenarnya kamu dimana sih, Mas?" tanya Widya.
Widya menunggu Ari di ruang tamu hingga ia tertidur di sofa hingga menjelang pagi, saat Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi Widya mendengar suara pintu terbuka. Ternyata Ari baru pulang tapi dalam kondisi mabuk berat.
"Jam segini baru pulang kamu, Mas?" tanya Widya.
Ari yang mendengar suara Widya menghentikan langkahnya dan menghampiri Widya yang masih duduk di sofa.
"Kamu belum tidur? Kenapa menunggu aku di sini, hmm? " tanya Ari.
Widya mencium aroma alkohol dari mulut Ari, selama ia mengenal Ari Baru kali ini Widya melihat pria itu mabuk.
"Kamu mabuk? Kenapa kamu minum, Mas? Tadi pulang sama siapa? Mobil kamu mana?"
"Monica... Dia yang mengantar aku pulang, dia cantik dan sangat baik.. Dia mengerti kondisiku, dia sexy!" ucap Ari tanpa sadar.
Widya terkejut mendengar Ari memuji wanita lain yang namanya terasa begitu asing di telinganya. Widya menampar Ari tetapi pria itu tidak bergeming sama sekali.
"Kurang ajar! Beraninya kamu memuji wanita lain di depanku!"
"Hahaha kenapa kamu marah? Kamu cemburu? Kamu tidak perlu cemburu begitu, lagian kamu juga tidak bisa apa-apa sekarang.. Aku hanya mencari hiburan kok!" ujar Ari.
"Keterlaluan kamu, Mas! Tega kamu berbuat seperti itu!"
"Aku tega? Lalu kenapa kamu tidak bisa melayani aku ha? Dan Bella... Dia sudah pergi, aku mau menikahinya tapi kamu malah mengusirnya! Sadar dirilah kamu itu lumpuh!"
"Wanita lumpuh sama sekali tidak berguna! Hanya menyusahkan aku saja! Hahaha... Kmu ingat, dulu kamu pernah menggodaku saat Nazwa lumpuh? Dan sekarang saat kamu lumpuh ada wanita lain yang menggodaku! Itu karma, Sayangku " kata Ari.
Widya merasa sakit hati mendengar perkataan Ari barusan, disaat mabuk seperti itu Ari bukan hanya menghinanya tetapi juga telah mengingatkannya pada kesalahannya dulu.
__ADS_1
"Tapi kamu juga tergoda waktu itu! Kalau kamu tidak tergoda, kita tidak akan seperti ini dan aku tidak akan lumpuh! Sungguh aku menyesal telah merebut kamu!"