Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 37


__ADS_3

Bella sudah mempersiapkan semua barang-barangnya, besok pagi dia akan segera berangkat naik kereta. Bella juga sudah bicara dengan Widya dan ia berat hati mengizinkan Bella pulang kampung. Saat sedang asik bermain dengan Abizar, tiba-tiba terdengar bel rumah berbunyi. Bella segera membukakan pintu. Saat pintu terbuka betapa terkejutnya Bella melihat siapa yang datang.


"Ibu.... Bapak... Kalian kok ada di sini? " tanya Bella saat melihat kedua orang tuanya ada di hadapannya.


"Ya Ampun, Bella... Apa kabar, Nak? Ternyata benar kamu kerja di sini, Ya Allah, Pak... lihat anak kita," ucap Ibu Bella.


"Ibu belum jawab pertanyaanku, kenapa Ibu sama Bapak bisa ada di sini? Dan tahu alamat rumah ini dari mana?" tanya Bella sekali lagi.


"Aku yang membawa mereka ke sini!" sahut Ari sambil membawa tas milik orang tua Bella.


Bella benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan Ari, pria itu benar-benar sudah kehilangan akal sehat. Ari sudah melewati batasannya, bukannya merasa senang justru Bella malah merasa muak dan benci dengan cara yang Ari gunakan untuk mendekatinya.


"Siapa yang datang, Bella?" tanya Widya yang menyusul ke depan.


"Orang tua saya, Bu.. Kenalin, Bu, ini Bapak dan Ibu saya..."


"Bu, Pak, kenalin ini Bu Widya yang kasih Bella kerjaan di sini!" Bella memperkenalkan orang tuanya pada Widya.


"Oh iya.. Selamat datang di rumah kami, Pak, Bu.. Bella, ayo ajak mereka masuk. Kenapa hanya berdiri di depan pintu?" ujar Widya.


Perasaan Bella campur aduk, Ari telah mengacaukan rencananya. Bella ingin protes tapi ia tidak mungkin bicara dihadapan orang tuanya apalagi ada Widya di sana.


Setelah mengobrol sebentar akhirnya kedua orang tua Bella diajak ke kamar Bella untuk beristirahat. Sekaligus Bella ingin bicarakan niatnya untuk pulang kampung.


"Bella, kamu baik-baik saja kan? Bos kamu kemarin bilang kalau kamu demam dan merindukan kami," tanyaIbu.

__ADS_1


"Bella sehat kok, Bu.. Justru itu Bella ingin bicarakan sesuatu pada kalian. Sebenarnya Bella besok mau pulang kampung dan berhenti kerja di sini, " kata Bella.


"Berhenti? Kenapa kamu mau berhenti? Bukankah mereka sangat baik?" tanya Bapak.


"Mereka berdua memang baik, Bu, apalagi Bu Widya. yang membuatku harus berhenti karena Pak Ari punya perasaan khusus padaku, dan dia ingin aku menjadi istri keduanya... Aku tidak mau itu!" ujar Bella.


"Astagfirullah.... Kok bisa ya dia berpikir seperti itu padahal istrinya cantik begitu? Jadi bagaimana sekarang? Apa yang bisa Bapak dan Ibu bantu? " tanya Bapak.


Bella pun menjelaskan tentang sebuah rencana pada kedua orang tuanya, jika Ari berhasil membawa ayah dan ibunya datang maka Bella akan membawa mereka pulang. Sementara Widya sedikit merasa janggal, kemarin Bella mengatakan orang tuanya sedang tidak sehat dan ingin merawat mereka. Tetapi hari ini kedua orang tuanya tiba-tiba datang dan terlihat baik-baik saja. Ada apa sebenarnya? Kenapa semua terasa seperti sebuah teka-teki?


...----------------...


"Iqbal, soal perasaan kamu padaku waktu itu... apakah sekarang masih berlaku?" tanya Nazwa saat sedang makan malam bersama Iqbal.


"Kenapa tanya seperti itu? Kalau kamu belum siap memberikan jawaban maka aku bisa menunggu, " kata Iqbal.


"Tentu, Na... Apapun akan aku lakukan agar kamu bisa mencintaiku, tapi sebaiknya jangan terburu-buru sebab aku tidak ingin nanti kamu malah merasa terpaksa. "


Nazwa menggenggam tangan Iqbal dan keduanya saling menatap lama. Nazwa telah memikirkan semuanya dengan matang, tidak ada yang lebih mengerti dirinya sebaik Iqbal. Dan ibu pun sudah sangat mendukung dan merestui hubungan mereka.


Dimulai sejak saat itu hubungan diantara Iqbal dan Nazwa mulai serius ke tahap yang lebih lanjut.


...----------------...


Saat Bella akan membuatkan kopi untuk ayahnya, tiba-tiba Ari muncul dari belakang dan mengejutkannya. Bella terkejut dan untung saja air panas yang ia masak tidak mengenai tangannya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan kejutan dariku? Kamu senang kan? Kamu tidak jadi pulang kampung kan?" tanya Ari.


"Saya tetap akan pulang ke kampung. Lagi pula saya tidak pernah meminta bapak untuk membawa orang tua saya kemari. Dengar ya,Pak! Apapun yang sudah Bapak lakukan, tidak akan membuat saya merubah keputusan. Saya tetap tidak akan mau jadi istri Bapak!" ujar Bella.


"Tapi kenapa? Saya mampu kok menghidupi kamu dan keluarga kamu, uang saya cukup. Kamu mau minta mahar berapa dariku?" tanya Ari.


"Ini bukan soal mahar, Pak. Walaupun Bapak memberi saya rumah tau harta yang banyak, saya tetap tidak mau. Saya masih punya otak untuk tidak menjadi pengkhianat bagi orang yang sudah menolong saya. "


"Dan satu lagi, Pak... tidak perlu menyombongkan diri atas apa yang sekarang anda punya, karena semua itu hanyalah titipan Tuhan yang suatu saat pasti akan Tuhan ambil kembali.. Sadarlah, Pak!" kata Bella.


Bukannya sadar Ari justru merasa Bella sok jual mahal, ini bukan pertama kalinya Ari ditolak. Semakin Bella menolak justru Ari semakin menggebu untuk mendapatkannya. Tanpa Ari sadari tenyata diam-diam Widya menguping pembicaraan mereka. Hati Widya terasa sakit mendengarnya, jadi kecurigaan dia benar. Alasan Bella ingin pulang kampung karena Ari ingin menikahinya, tapi untungnya Bella menolak tawaran Ari.


Widya benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Ari, disaat kondisinya sekarang Ari malah berpikir untuk menikah lagi dengan wanita lain. Apakah itu yang dulu Nazwa rasakan saat dirinya diam-diam menjalin hubungan dengan Ari? Bedanya Bella menolak ajakan Ari.


Widya merenungkan semua yang terjadi, ternyata benar Ari tidak cukup dengan satu wanita. Widya sedikit menyesal telah berbuat seperti itu. Widya segera pergi dari tempatnya agar tidak dilihat oleh Ari, hatinya benar-benar sakit saat ini. Widya menangis terisak di kamar Abizar.


"Ibu di sini? Saya cari ibu kemana-mana tadi?" tanya Bella sambil membawa obat untuk Widya.


"Bel, apa menurut kamu suami saya akan meninggalkan saya dengan keadaan saya yang seperti ini? " tanya Widya.


"Ibu kenapa tanya seperti itu? Pak Ari pasti akan selalu ada untuk Ibu, dia kan sangat mencintai Ibu."


"Sepertinya tidak begitu, Bel.. Dulu aku merebutnya dari istrinya, dan sekarang mungkin karma akan terjadi padaku..."


Widya menangis dihadapan Bella, ia tak mampu lagi menahan air matanya. Begitu cepat rasanya balasan yang ia dapat karena perbuatannya dulu.

__ADS_1


"Bu, apapun yang akan terjadi ke depannya, Ibu harus kuat! Ibu tidak boleh lemah, Abizar adalah sumber kekuatan Ibu sekarang... Nanti setelah saya pergi, Ibu masih bisa kok cerita sama saya.. Ibu tidak sendirian, " ucap Bella.


Widya terharu mendengar ucapan Bella, gadis itu meski umurnya masih muda tetapi seakan mampu memahaminya. Disaat seperti ini Widya sangat membutuhkan seseorang untuk tempatnya bercerita, bahkan ibunya sendiri tidak mau mengerti keadaannya.


__ADS_2