Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 44


__ADS_3

Ari tidak terima dengan keputusan yang diberikan oleh direktur utama padanya, Ari merasa keputusan itu tidak adil baginya. Ari juga tidak tahu siapa yang telah menyebarkan foto-fotonya bersama Monica.


"Tolong, beri saya kesempatan untuk menyelidiki hal ini. Saya yakin pasti ada yang sengaja menjebak saya!" kata Ari bersikeras.


"Kami sudah pernah memberimu kesempatan satu kali dan kali ini kami tidak bisa lagi, bahkan sebelum ini kamu sudah membuat nama perusahaan menjadi jelek! Jadi lebih baik untuk saat ini anda berhenti dari sini! " sahut Nazwa.


"Diam kamu! Semua ini pasti ulah kamu kan? Kamu sengaja menyuruh orang untuk memata-mataiku dan menyebarkan gosip tentangku, kamu itu hanya Direktur Pemasaran di sini tidak berhak memecat orang sembarangan!" ujar Ari menunjuk Nazwa.


Semua yang hadir dalam ruang rapat itu pun terheran-heran melihat tingkah Ari yang seperti itu. "Jaga bicara anda! Jangan berani menghina Nazwa di sini! Perkataan Nazwa adalah perkataanku dan keputusan Nazwa juga keputusanku, kamu tidak berhak mendikte seseorang seperti itu! segera ke masih bareng-bareng MU dan keluar dari perusahaan ini sekarang juga atau aku akan Panggil satpam untuk menyeretmu keluar! " sahut Pak Dirut yang tak lain adalah Om-nya Nazwa.


Ari tidak bisa berkata apapun lagi Ia pun segera keluar dari ruang rapat dan menuju ruang kerjanya. Ari benar-benar merasa marah dan emosi saat itu, semua berkas yang ada di meja ia lempar ke sembarangan tempat dan segera membereskan barang-barang miliknya. Saat keluar dari ruang kerjanya ia ditatap dengan tatapan sinis dan penuh kebencian oleh para karyawan lain, ia yang sebelumnya dihormati dan disegani hari ini ditatap dengan tatapan sinis.


"Aduh ada-ada saja ya tingkah orang kalau jabatannya sudah tinggi, bosan sama istri jadi jajan di luaran. Amit-amit deh, semoga aku nggak ketemu laki-laki yang kayak gitu!" karyawan wanita.


Ari hanya diam saja mengabaikan mereka dan terus berjalan keluar hingga sampai di dalam mobil. Ari segera pulang menuju rumahnya akan tetapi Setibanya di rumah ia melihat beberapa orang berpenampilan rapi sedang mengecek rumah. Ari pun turun dari mobil dan menghampiri mereka.


"Ada apa ini, Pak? Ada keperluan apa di rumah saya? " tanya Ari.


"Rumah kamu? Rumah ini baru saja saya beli, jangan ngaku-ngaku ya!" sahut pria itu sambil berkacak pinggang.


"Lho.. tapi ini memang rumah saya dan di dalam juga ada anak dan istri saya, kalau tidak percaya Ayo kita masuk!" ucap Ari.

__ADS_1


"Maaf ya, Pak... sebelumnya mungkin memang rumah ini adalah rumah anda tetapi Hari ini aku baru saja membelinya dari seorang wanita, jadi rumah ini sah milik saya!" kata pria itu.


Ari terkejut mendengar jawaban pria yang ada di hadapannya itu, Bagaimana bisa rumah itu sudah berpindah tangan ke orang lain sementara ia tidak menjualnya sama sekali. Pasti ada yang tidak beres di sini.


Ari langsung masuk ke dalam rumah untuk mencari Widya serta Abidzar, Ari mengelilingi rumah untuk mencari mereka dan hasilnya nihil. Widya dan Abidzar tidak ada di rumah itu.


"Apa anda bisa menunjukkan bukti pembelian dari rumah ini?" tanya Ari.


Pria itupun segera menunjukkan map berisi berkas dan kuitansi pembayaran rumah, Betapa terkejutnya Ari saat melihat rumah itu memang telah dijual oleh Widya. tapi ke mana Wanita itu pergi? Apakah dia tidak membawa pakaiannya sama sekali?.


Ari mencoba untuk menghubungi Widya Namun ternyata ponsel wanita itu tidak aktif, beberapa pesan chat di whatsapp-nya hanya centang satu. Widya telah meninggalkannya tanpa memberitahu lagi. Dengan langkah terburu-buru akhirnya Ari langsung mencari keberadaan di mana anak pertama dan putranya itu bersembunyi.


Tidak ada lagi rumah untuk pulang hari terpaksa pergi menuju sebuah hotel.


Kejadian hari ini benar-benar menguras tenaganya, Oleh sebab itu ia pun berinisiatif untuk menghubungi Monica. Setengah jam menunggu akhirnya Monica datang menemuinya.


"Kamu nggak kerja? Tumben jam segini ngajakin ketemuan?" tanya Monica.


"Aku dipecat dari perusahaan, ada yang menyebarluaskan foto kita berdua!" ucap Ari.


"Apa? Kok bisa sih? Jadi sekarang kamu pengangguran dong?" tanya Monica.

__ADS_1


"Memang kenapa kalau sekarang aku pengangguran? Apakah kamu tidak mau lagi?" Ari bertanya balik..


"Aku ini perempuan yang realistis, yang aku butuhkan hanyalah uang. Kalau sekarang kamu pengangguran itu artinya kamu sudah tidak punya uang lagi dong? Jadi untuk apa aku datang ke sini!" kata Monica.


Ari menggertakkan giginya mendengar perkataan Monika. Wanita itu ternyata hanya menginginkan uangnya saja, setelah mendengar ia dipecat Monica langsung berubah sikap.


"Kurang ajar kamu! Setelah semua yang aku berikan untuk kamu, sekarang kamu mau meninggalkan aku? Jangan harap!" Ari tersulut emosi dan menarik tangan Monika dan melemparkan tubuh wanita itu ke atas ranjang.


"Kamu mau apa? Lepaskan aku!" teriak Monika.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu! rasakan ini!"


Ari menampar pipi Monica kanan kiri berulang kali sampai pipi wanita itu terlihat memerah. Monica menjerit kesakitan tetapi Ari malah semakin menjadi, Ia pun melucuti pakaian Monica dan memaksanya untuk berhubungan badan. Monica tak berdaya untuk melawan tenaganya kalah melawan Ari yang saat itu sudah tersulut emosi.


Setelah selesai dengan aksinya Ari merebahkan tubuhnya disebelah Monika. Wanita itu terlihat sangat menyedihkan dengan beberapa bekas kemerahan di bagian tubuhnya. Ari tak hanya memaksanya untuk berhubungan tetapi juga memukulinya, Monika tidak menyangka jika Ari akan berbuat seperti itu.


Dengan sisa tenaga yang ia punya, Monika perlahan bangkit dan memakai pakaiannya lagi. Melihat Ari yang tertidur membuat Monica berpikir bahwa itu adalah kesempatan yang baik untuknya melarikan diri, dengan langkah gontai Monica berhasil keluar dari kamar yang telah menyiksanya itu. Monica meminta bantuan seseorang untuk mengantarkannya sampai ke lobi hotel, Lalu setelah itu ia langsung pergi ke kantor Polisi untuk melaporkan kejadian yang baru saja ia alami.


Ari dilaporkan ke polisi oleh Monica, setelah membuat laporan Monika pun diminta untuk segera melakukan visum di rumah sakit. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, tetapi yang jelas Monica tidak terima atas perlakuan yang baru saja hari perbuat terhadap dirinya. Polisi segera memproses laporan Monica dan melakukan penyelidikan lebih dalam.


Apakah setelah ini Ari akan ditangkap oleh polisi?

__ADS_1


__ADS_2