
Desas-desus pertunangan Nazwa sudah tersebar di kalangan kantor bahkan beberapa karyawan memuji Najwa yang beruntung mendapatkan pasangan yang sangat terlihat serasi dengannya. Begitu Ari masuk ke kantor biarpun mendengar kabar itu, Ari jadi penasaran siapa yang akan menjadi tunangan Nazwa. Selama ini Nazwa terlihat tidak menjalin hubungan spesial dengan siapapun kecuali satu orang yaitu dokter Iqbal.
"Kamu mau tunangan sama siapa, Na?" tanya Ari.
"Memangnya kenapa? Apa itu penting buat kamu ketahui? " Nazwa bertanya balik.
Ari sedikit kesal mendengar jawaban Nazwa tetapi ia berusaha sebisa mungkin untuk menahan kekesalannya, para karyawan dan staf lain sudah mendapat undangan sementara ia sama sekali tidak menerima undangan.
"Oh selamat atas pertunangannya ya, Na.. Semoga selalu bahagia dan berjodoh sampai akhir hayat," kata Ari.
"Terima kasih banyak atas doanya, permisi. "
Nazwa berlalu pergi begitu saja meninggalkan Ari, sikapnya susah berubah 180 derajat. Nazwa tidak lagi menatap wajah Ari seperti dulu, bahkan wanita menunjukkan jarak diantara mereka.
..............
Sore hari saat Nazwa mampir ke toko hendak membeli kue, ia melihat Ari sedang bersama seorang wanita lain. Nazwa tahu itu bukan Widya, kabar terakhir yang ia dengar Widya sedang lumpuh. Sementara wanita yang saat itu bersama Ari berjalan sehat. Nazwa menyeringai melihat tontonan seru di hadapannya, tak lupa pula ia mengabadikan momen itu.
__ADS_1
"Penyakit lamamu sepertinya tidak pernah berubah, lihat saja nanti seperti apa Aku akan memberimu pelajaran..." kata Nazwa.
Nazwa membeli dua kotak kue, sebelum pulang ia memutar mobilnya menuju arah yang berbeda dengan rumahnya. Nazwa menuju ke rumah Widya, dari jauh terlihat wanita itu sedang berjemur bersama bayi lucunya. Nazwa turun dari mobil dan menghampiri Widya.
"Uh manis sekali, dia sangat lucu!" puji Nazwa saat sudah berada di dekat Widya.
Widya menoleh melihat Nazwa di hadapannya wajahnya langsung terlihat memerah, Widya hendak marah.
"Mau apa kamu ke sini? Mau menertawakan keadaanku?" tanya Widya dengan nada emosi.
"Santai dong, di sini ada anak kamu.. Kasihan dia terkejut mendengar teriakanmu, " ucap Nazwa.
Widya terdiam mendengar perkataan Nazwa, ia pun menyuruh babysitter yang baru untuk membawa Abizar masuk ke dalam rumah. Tak lupa Nazwa juga memberikan kue yang tadi ia beli.
"Aku tidak ada uang untuk sekarang ini, aku lumpuh dan tidak bisa cari uang untuk bayar hutang padamu!" kata Widya.
"Hahaha.. Lucu sekali, kalau dipikir-pikir Tuhan itu memang adil ya? Lihat kondisimu saat ini sama dengan posisiku waktu dulu kamu masuk ke dalam Rumah tanggaku bersama Mas Ari, dan keadaannya pun juga sama kamu juga diselingkuhi olehnya," kata Nazwa.
__ADS_1
"Maksudnya apa?"
"Widya ... Widya ... Bagaimana rasanya menjadi istri lumpuh dan mengetahui kenyataan bahwa suami sedang selingkuh? Sakit?" tanya Nazwa.
"Coba kamu lihat ini!"
Nazwa menunjukkan hasil rekamannya tadi pada Widya dan memberikan beberapa foto yang ia cetak dari kemarin-kemarin. Di sana ada Ari sedang asyik merangkul wanita lain bahkan ada beberapa wanita yang berbeda wajahnya.
Widya melihat foto tersebut satu persatu dan ia sedikit tak percaya jika itu benar-benar Ari suaminya.
"Kamu pasti bohong, foto ini editan! Kamu sengaja melakukan itu supaya rumah tangga kami retak kan?" ujar Widya.
Nazwa tersenyum melihat reaksi Widya dan memutarkan video dari ponselnya, di sana terlihat Ari sedang merangkul mesra seorang wanita.
"Tidak apa-apa Kalau kamu masih tidak percaya dengan bukti yang aku bawa, silakan kamu selidiki saja sendiri. Dan ya, Jangan lupa untuk membayar hutang ku! Tapi kalau kamu belum bisa membayarnya Aku punya penawaran khusus untuk kamu," kata Nazwa.
Widya berpikir sejenak kemudian ia penasaran penawaran apa yang Nazwa akan berikan padanya. Nazwa mendekat pada telinga Widya dan membisikkan sesuatu padanya.
__ADS_1
"Itu sih kalau kamu mau, kalau tidak... silahkan siapkan uang 20 juta secepatnya dan lunasi hutangmu!" ujar Nazwa.
Karena belum ada jawaban apapun dari Widya, Nazwa pun memberikan wanita itu waktu untuk berpikir.