Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 19


__ADS_3

Setelah keadaannya sudah mulai membaik Nazwa sudah bersiap untuk kembali ke kantor, namun saat ia tiba di kantor para karyawan meliriknya dengan tatapan sinis. Nazwa heran, biasanya mereka akan menyapa dengan sangat ramah tetapi pagi ini tatapan sini menyambutnya saat tiba di kantor.


"Pagi, Pak... Ada apa ini ya? Kok pada lihatin saya seperti itu, ada apa?" tanya Nazwa pada sekretarisnya.


"Itu, Bu... Eeee... Ada gosip tentang Ibu. Katanya Ibu selingkuh.." jawab Pak Rinal.


"Gosip? Coba saya mau lihat?"


Pak Rinal memberikan ponselnya pada Nazwa untuk menunjukkan gosip yang tengah beredar di lingkungan kantor. Nazwa terkejut saat melihat video di mana ia bersama Ari bertengkar di restoran dan juga ada Iqbal di sana. Entah siapa yang merekam dan menyebarkannya, orang itu pasti ingin membuat citra Nazwa menjadi buruk.


"Aduh nggak nyangka ya, direktur baruyang terlihat ramah itu ternyata juga murah.. bisa-bisanya dia selingkuh dari Pak Ari.." bisik salah seorang karyawati.


"Orang kaya memang begitu, saat jabatannya lebih tinggi daripada suaminya ia pasti akan bertindak seperti itu.." sahut yang lain.


"Kalian sedang membicarakan tentang apa? " saya Najwa pada mereka membuat para karyawati itu terkejut dan menundukkan kepala.


"Daripada pagi-pagi sibuk bergosip seperti ini lebih baik kalian segera bekerja!" titah Nazwa.


Para karyawati itu pun membubarkan diri dan kembali ke meja masing-masing untuk bekerja. Tak lama kemudian Ari datang bersama Widya. Nazwa baru menyadari satu hal, mungkin saja yang menyebarkan rumor tersebut adalah Widya.


"Ohh sekarang aku tahu, pasti kamu dalang dibalik semua kekacauan ini!" kata Nazwa.


"Maksudnya apa? Aku baru saja sampai sudah dituduh seperti ini.." sahut Widya.


"Karena kamu sudah memulai, maka akan kulanjutkan permainan kamu! Mari kita bersenang-senang!" bisik Nazwa.


Nazwa pergi ke dalam ruang kerjanya, ia pun segera menghidupkan komputer serta memasukkan flashdisk. Kemudian ia pun segera mengirim sebuah file ke alamat email seluruh pegawai kantor.


Suasana kantor menjadi semakin riuh saat mereka telah melihat video yang baru saja Nazwa kirim. Mereka beralih membicarakan Widya yang ada dalam video tersebut.


Widya yang baru saja keluar dari toilet, heran saat seluruh karyawan menatapnya.


"Eh hati-hati, Guys! Di kantor ini ternyata ada pelakor!" teriak salah seorang teman.

__ADS_1


Widya melihat sekeliling dan tatapan mata semua karyawan tertuju padanya.


"Aku kira kamu ini perempuan baik-baik, tapi ternyata kamu lebih rendah dari pada wanita malam! Mau maunya kamu jadi selingkuhan suami orang! Dasar pelakor!!!" kata salah satu karyawan kantor pada Widya.


"Maksudnya apa? Mana buktinya kalau aku pelakor? Jangan sembarangan bicara jika tidak ada bukti!" bentak Widya.


"Justru kami bicara sesuai bukti yang ada! Dimana hati nurani kamu sebagai sesama perempuan, kamu mau menjadi selingkuhan dari seorang suami yang istrinya sedang sakit.. Kamu benar-benar tidak bermoral!!"


"Ya benar! Kamu tidak bermoral!!"


"Dasar pelakor!!"


Widya disoraki oleh seluruh karyawan kantor sehingga membuat suasana Kantor menjadi gaduh. Widya Tak Tahan Lagi Ia pun buru-buru masuk ke ruangan Ari untuk mengadukan kejadian yang baru saja ia alami.


Widya masuk dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya, hari ini ia telah dipermalukan di depan seluruh karyawan kantor.


"Mas... hiks" Widya menangis terisak memeluk Ari.


"Ada apa? Kenapa menangis?" tanya Ari bingung.


Ari memeluk Widya dengan erat dan mencoba menenangkannya, Ari tahu suatu saat hal ini pasti akan terjadi tapi Siapa yang melakukannya mungkinkah Nazwa?


Ari memberikan segelas air untuk Widya minum setelah keadaannya mulai tenang hari Permisi sebentar untuk berbicara dengan Nazwa.


Ari masuk ke dalam ruang kerja Nazwa begitu saja tanpa permisi. "Na, kita perlu bicara!" ucap Ari.


"Ada hal penting apa hingga kamu tidak lagi mengetuk pintu?" tanya Nazwa.


"Video itu... Kamu yang sebar ' kan?" tanya Ari.


"Video apa? Aku sama sekali tidak mengerti maksud kamu apa?" tanya Nazwa.


"Tidak usah pura-pura bodoh kamu, Nazwa! Aku tahu ini semua ulah kamu. Kamu sengaja membuat keributan dan mempermalukan aku di hadapan karyawan kantor!" suara Widya terdengar dari arah pintu.

__ADS_1


Nazwa tersenyum puas saat melihat wajah Widya yang sembab habis menangis.


"Iya, itu semua ulahku.. Tidak akan ada asap jika tidak ada api, Aku tidak akan bertindak jika istri muda kesayangan kamu ini tidak memulainya duluan!" ujar Nazwa.


"Maksudnya apa?" tanya Ari.


"Tanyakan saja padanya, tadi pagi video pertengkaran kita tersebar luas di kalangan kantor dengan judul Aku telah ketahuan berselingkuh oleh suamiku... Dan sekarang kubalas perbuatannya dengan judul suamiku berselingkuh saat aku sedang sakit. Balasan yang setimpal, bukan?" kata Nazwa.


"Nazwa, Kenapa kamu menjadi seperti ini? Apa yang kamu dapatkan dengan melakukan ini? Aku ini masih suami kamu."


"Jika ditanya apa yang aku dapat, tentu saja aku merasa puas. Sudah cukup lama aku diam, dan hari ini semua rasa sakit yang kualami kalian juga harus merasakan! Anggap saja ini sebagai sebuah hukuman!" kata Nazwa.


"Jika tidak ada lagi yang mau dibicarakan, silakan keluar! Saya mau bekerja. "


Ari dan Widya pun meninggalkan ruangan Nazwa. Saat keluar mereka melihat banyak karyawan yang melihat ke arah mereka. Widya tidak mampu lagi menunjukkan wajahnya.


"Widya, tadi kamu menyebarkan rumor bahwa bu Nazwa ketahuan selingkuh. Sekarang faktanya malah kamu yang jadi selingkuhan suami Bu Nazwa . Benar-benar tak punya hati!" ucap salah seorang karyawan.


Ari yang melihat keadaan semakin kacau langsung buru-buru membawa Widya pergi, ia mengantar Widya untuk pulang ke rumah. Ari tak menyangka akan seperti ini kejadiannya, Nazwa akan membalas semua perbuatannya.


"Untuk sementara kamu di rumah saja dulu, aku akan membereskan masalah ini secepatnya. Kamu tidak usah banyak pikiran, fokus saja pada bayi kita!" kata Ari saat mereka telah sampai di rumah.


Setelah mengantar Widya pulang, Ari kembali lagi ke kantor. Saat tiba di kantor ia dipanggil ke ruang direktur utama. Gosip begitu cepat menyebar, entah apa yang akan bosnya katakan nanti.


"Pak Ari, bisa anda jelaskan tentang video ini?" tanya Pak Dirut.


"Itu semua salah paham, Pak... Saya..."


"Laki-laki macam apa anda ini? Sudah berbuat salah tapi tidak mau mengakui. Benar-benar membuat malu perusahaan!"


"Tapi, Pak... Saya sudah minta maaf pada istri saya, dan dia menerima kehadiran Widya.. Ini masalah rumah tangga kami, saya rasa tidak perlu dibahas di sini!" kata Ari.


"Tapi video ini sudah menyebar ke seluruh kantor, bagaimana bisa saya menutup mata dengan skandal seperti ini terjadi di kantor saya!"

__ADS_1


"Maafkan saya atas keributan hari ini, Pak.. Tapi secepatnya saya akan menyelesaikan permasalahan saya dengan istri saya."


"Baiklah kalau begitu, selesaikan masalah ini. untuk sementara kamu saya Rumahkan dulu!" ucap Pak Dirut membuat Ari seketika lemas.


__ADS_2