Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 29


__ADS_3

Ari menunggu Widya di dalam kamarnya sambil berpikir dua kali untuk menanyakan hal yang baru ia lihat, Ari berpikir jika ia menanyakannya saat ini pasti Widya akan mengelak. Pada akhirnya Ari memutuskan untuk bertanya pada Nazwa dari mana ia dapatkan foto foto itu.


Widya yang baru saja menidurkan anaknya, langsung masuk ke kamar menyusul Ari. Saat di kamar rupanya Ari berkata jika ia lupa ingin bertanya tentang apa. Widya bingung karena tidak biasanya Ari bersikap seperti itu, pasti ada yang tidak beres.


.


.


Waktu terus berlalu dan hubungan Widya dan Ari semakin mengambang, Widya perhatian pada bayinya hanya bertahan dua hari saja. Setelah itu ia kembali sibuk dengan dunianya sendiri, alhasil Bella yang merawat Abizar. Keputusan Widya untuk menyewa jasa babysitter rupanya akan membawa malapetaka bagi rumah tangganya bersama Ari.


Setiap hari Ari selalu makan makanan yang sudah disiapkan oleh Bella, Widya tidak pernah lagi memasak untuknya bahkan ia lebih sering makan di luar daripada makan bersama Ari di rumah. Ari juga rupanya sering memperhatikan Bella diam-diam. Rupanya ada sedikit rasa kagum pada gadis yang berusia 20 tahun itu.


Meskipun umurnya masih terbilang muda, tetapi Bella sangat piawai dalam mengurus serta merawat bayi. Pernah suatu hari Abizar menangis rewel saat digendong oleh Widya, beberapa kali Widya mencoba menenangkannya tetapi Abizar masih menangis. Tapi saat Bella menggendongnya Abizar langsung diam.


Ari sering mencuri pandang saat Bella sedang sibuk mengurus Abidzar, wajah gadis itu cukup manis jika diperhatikan lebih dekat. Ari memandang Bella bukan lagi sebagai bawahan, melainkan sebagai seorang pria dewasa yang sedang memandang pada wanita yang ia suka.


"Bel, kamu sudah lama kerja sebagai babysitter?" tanya Ari.


"Saya kerja sejak umur 18 tahun, Pak.. Setelah lulus SMA, " jawab Bella.


"Kenapa mau jadi babysitter? Kan banyak pekerjaan lain yang mungkin bisa kamu kerjakan?" tanya Ari.


"Cari pekerjaan sekarang tuh susah, Pak. Apalagi saya hanya lulusan SMA, menjadi babysitter memang bukan cita-cita saya. Tetapi karena saya senang terhadap anak kecil, jadi ya saya coba daftar aja," jawab Bella.


Sambil mendengarkan jawaban dari Bella, Ari juga memperhatikan wajah Bella yang tampak polos dan lugu itu. Suaranya terdengar lemah lembut, pantas saja jika Abizar betah bersama Bella seharian.


"Oh ya, ngomong-ngomong kamu sudah punya pacar belum?" tanya Ari tiba-tiba.


"Eh kok Bapak tanya itu?"


"Hmm ya sekedar mau tahu aja, tapi kalau kamu nggak mau jawab ya nggak apa-apa.."

__ADS_1


"Saya belum memikirkan tentang hal itu, Pak.. Saya masih ingin menikmati masa muda saya dan ingin membahagiakan orang tua dulu," ucap Bella.


Jawaban yang diberikan Bella benar-benar jujur dari hatinya, hal itu dapat Ari lihat dari raut wajah Bella yang tampak sedih saat berbicara tentang kedua orang tuanya.


Rupanya Bella berasal dari kampung dan nekat merantau ke Jakarta untuk merubah nasibnya. Bella memiliki harapan yang besar dengan bekerja di kota besar ini.


Mereka berdua pun tanpa sadar mengobrol cukup lama sampai akhirnya Abizar tertidur pulas dalam pangkuan Bella.


"Abizar sudah tidur nih, Pak. Saya izin tidurkan dia dulu," ucap Bella.


Ari hanya mengangguk dan melihat Bella yang berjalan menuju kamar Abizar. Tiba-tiba senyum tercetak di bibir Ari saat mengingat wajah Bella.


"Cantik!" kata Ari tanpa sadar.


"Siapa yang kau maksud?" tanya Widya yang baru saja pulang.


"Jam segini baru pulang? Memang pekerjaan seperti apa sih yang kamu lakukan hingga terus pulang larut begini?" tanya Ari sambil melihat jam di tangannya.


Widya hanya menjawab sekenanya lalu masuk ke dalam kamar untuk mandi. Setiap hari komunikasi antara mereka hanya seperti itu, tidak ada pembicaraan lebih lanjut.


...----------------...


Suatu ketika saat Ari sedang berada di luar untuk melakukan survei, ia tak sengaja melihat Widya di toko baju bersama seorang pria. Ari tidak mengenal siapa pria yang bersama Widya itu. Karena rasa penasaran Ari memutuskan untuk mengikuti Widya dari belakang, namun sialnya saat di persimpangan jalan ia kehilangan jejak.


"Aarggghhh... Sial! Kenapa harus kehilangan jejak sih!" umpat Ari.


Akhirnya Ari memutuskan untuk kembali lagi ke kantor dan bertanya pada Nazwa dari mana ia dapatkan foto foto itu.


"Na, aku mau tanya sesuatu sama kamu. Tolong jawab aku dengan jujur!" kata Ari saat ia sudah berada di ruang kerja Nazwa.


"Mau bertanya soal apa?" tanya Nazwa.

__ADS_1


"Ini! Dari mana kamu dapatkan semua foto ini? Apa benar dalam foto itu adalah Widya?" tanya Ari.


Ekspresi Nazwa pura-pura terkejut, " Kamu buka-buka file aku yang lain ya? Lancang banget sih!" kata Nazwa.


"Maaf aku nggak sengaja, tapi tolong beri jawaban atas pertanyaanku tadi!"


"Hmm.... soal itu, aku melihat mereka di Restoran setelah pulang dari meeting. Awalnya aku mau kasih tau kamu soal ini, tapi karena aku nggak mau terlibat jadi ya udah aku diemin aja," kata Nazwa.


"Harusnya kamu ngomong langsung ke aku, Na! Kenapa kamu tahan?" tanya Ari.


"Untuk apa? Tidak ada untungnya juga aku ngomong sama kamu, toh itu urusan rumah tangga kalian. Ya kalau kamu sekarang sudah tahu, tanyakan langsung saja pada istri mu!" kata Nazwa.


Ari terduduk di sofa ruang kerja Nazwa, ia memijat pangkal hidungnya. Tiba-tiba kepalanya terasa berat. Nazwa yang melihat Ari seperti itu merasa sedikit kasihan, tapi rasa kasihan itu cepat ia usir. Nazwa ingin memberikan pelajaran kepada mereka yang telah menyakitinya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Nazwa yang masih duduk di tempatnya.


"Nggak ada yang baik-baik saja setelah kamu meninggalkan aku, Na.. Semua berantakan!" sahut Ari dengan suara terdengar lemah.


"Ya sudah kalau begitu istirahat saja di sini sebentar, aku mau ada pertemuan di luar."


Nazwa meninggalkan Ari begitu saja di ruangannya, ia membiarkan Ari merenungkan fakta yang baru saja ia terima.


...----------------...


Saat sedang merasa pusing, tiba-tiba saja terbersit dalam benak Ari untuk menghubungi Bella. Entah kenapa hatinya tergerak untuk menelepon gadis itu. Dengan alasan ingin melihat Abizar, Ari pun melakukan panggilan video pada Bella.


Ari merasa senang saat Bella menjawab panggilan videonya, yang pertama kali ia lihat adalah wajah cantik tanpa polesan make up milik Bella. Hatinya yang tadi risau seakan menemukan obat dari wajah itu.


"Kamu sudah makan, Bel?" tanya Ari.


"Sudah, Pak." jawab Bella singkat.

__ADS_1


Sebenarnya Bella sedikit risih saat Ari bertanya tentang dirinya, Bella menjawab panggilan itu karena sebelumnya Ari mengirim pesan jika ia ingin melihat Abizar. Belakangan ini Bella merasa ada yang sedikit berbeda dari sikap Ari, pria itu bahkan lebih sering bertanya tentang kehidupannya dibandingkan dengan tumbuh kembang Abizar.


__ADS_2