Balasan Pengkhianatan

Balasan Pengkhianatan
Episode 45


__ADS_3

Ari terkejut saat melihat beberapa polisi sudah berdiri di depan pintu kamarnya, salah seorang diantara mereka mengeluarkan borgol dan menarik tangannya. Hari itu Ari ditangkap atas tuduhan telah melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap Monica.


Ari tidak berkutik saat digelandang polisi, Iya masih belum tahu kenapa Iya diseret ke kantor polisi. Orang-orang yang berada di hotel pun melihat kejadian itu dan beberapa dari mereka merekamnya, Lagi Dan Lagi wajah Ari terpampang di sosial media dan menjadi viral.


Kabar tersebut sudah tersebar di kantor, para karyawan membicarakan Ari. Sementara Nazwa yang sedang dalam perjalanan menuju ke kantor bersama Iqbal, baru saja melihat beritanya.


"Astaga... Nggak nyangka dia akan begini!" ucap Nazwa.


"Ada apa? Siapa yang kamu maksud?" tanya Iqbal penasaran.


"Mas Ari, dia ditangkap polos karena telah melakukan kekerasan dan pelecehan terhadap wanita. Dan wanita itu tak lain adalah selingkuhannya sendiri!" kata Nazwa.


"Baguslah kalau dia ditangkap, sekarang dia sudah menerima balasan atas perbuatannya. Itu karma untuknya!" kata Iqbal.


Nazwa masih tidak menyangka dengan berita yang ia baca, selama ini ia mengenal Ari sebagai seseorang yang bahkan tidak pernah mengangkat tangan kepada seorang wanita. Entah apa yang membuatnya bisa melakukan hal itu, tetapi akhir-akhir ini memang banyak sekali yang mengatakan jika Ari sering pergi ke klub malam dan mabuk.


...----------------...


Setelah melalui perjalanan panjang Widya akhirnya tiba di sebuah pedesaan, ia disambut dengan gembira oleh Bella dan keluarga. Ya, Widya melarikan diri ke desa dan akan tinggal di kampung bersama Bella. Bi Romlah ikut mengantar karena ia kasihan jika membiarkan Widya harus pergi sendirian dengan keadaan seperti itu apalagi membawa bayi.


"Terima kasih banyak ya, Bella.. Kamu dan keluarga sudah mau membantu saya," kata Widya.


"Sama-sama, Bu.. Kami senang bisa membantu Ibu, ayo kami antar ke rumah, " ucap Bella.


Mereka mengantar Widya menuju rumah kontrakan yang sudah disediakan, sebelumnya Widya memang telah mengabari Bella tentang niatnya untuk tinggal di kampung. Bella dan keluarga menyambutnya dengan hati yang gembira. Widya ingin memulai hidup baru berdua dengan Abizar, walaupun kehidupannya setelah ini akan jauh dari kata mewah. Widya bersyukur masih memiliki kesempatan untuk hidup dan memperbaiki diri.


"Maaf ya, Bu.. Kontrakannya kecil nggak seperti rumah Ibu di kota," kata Bella.


"Iya, Bel... Nggak apa-apa, jangan panggil aku Ibu dong! Aku kan bukan lagi bos kamu, anggap aku ini sebagai kakak kamu!" kata Widya.

__ADS_1


Mereka lalu membantu Widya membereskan barang bawaannya, setelah itu makan bersama menikmati hidangan yang dimasak oleh ibunya Bella.


...----------------...


Nazwa membuka ponselnya yang baru saja berbunyi, ia melihat sebuah pesan chat masuk dari Widya.


'Aku sudah transfer uang yang kemarin kamu pinjamkan, terima kasih banyak.. Sekarang aku sudah pindah dan akan memulai hidup baru bersama putraku, aku minta maaf atas segala kesalahanku..'


Pesan Widya masuk bersamaan dengan bukti transfer uang senilai 20 juta. Nazwa turut senang karena Widya mau berubah. Sebenarnya Nazwa tidak ingin menagih, soal uang ia tidak ingin mempermasalahkannya tetapi karena mengingat apa yang pernah Widya lakukan padanya dulu memaksa Nazwa untuk menagihnya. Nazwa tidak menaruh dendam sama sekali pada Widya dan Ari, tetapi ia selalu ingat atas apa yang mereka perbuat. Apalagi perbuatan mereka dilakukan di rumahnya.


Untuk saat ini Nazwa akan fokus pada kehidupannya saat ini, hari pernikahannya bersama Iqbal akan segera tiba. Satu persatu orang yang mengkhianatinya telah mendapatkan karma dan balasan pengkhianatan yang mereka lakukan.


"Kenapa senyum senyum sendiri? Apa yang membuat calon istriku ini begitu senang? " tanya Iqbal.


"Aku sedang bahagia... Aku bahagia disampingmu!"


"Oh benarkah? Apa itu artinya kamu sudah mencintaiku?" tanya Iqbal.


Iqbal yang mendapatkan serangan tiba-tiba dari Nazwa langsung mematung, hatinya terasa berbunga-bunga. Sepertinya ia sedang bermimpi saja. Iqbal berulang kali menepuk pipinya, dan rupanya ia sedang tidak bermimpi.


...****************...


Waktu begitu cepat berlalu hingga kini akhirnya Nazwa dan Widya akan melangsungkan pernikahan mereka. Nazwa kelihatan begitu cantik dengan balutan kebaya putihnya, sementara Iqbal terlihat gagah dengan baju pengantin pria dengan warna yang sama.


Iqbal sudah duduk di hadapan penghulu bersiap untuk memulai akad nikah. Dengan sekali tarikan nafas akhirnya semua berjalan lancar.


Wanita yang sejak dulu Iqbal impikan dan kagumi kini telah resmi menjadi istrinya. Nazwa keluar dari kamar untuk duduk bersanding dengan Iqbal. Tangan Iqbal sedikit gemetar saat akan bersalaman dengan istrinya itu.


"Masya Allah... betapa cantiknya istriku ini!" kata Iqbal membuat Nazwa tersipu malu.

__ADS_1


Semua proses acara berjalan lancar tanpa hambatan, semua orang turut bahagia dengan pernikahan mereka. Iqbal dan Nazwa duduk bersanding diatas pelaminan.


Sementara di sisi lain ada Ari yang sedang menunggu giliran untuk disidang di pengadilan. Tatapannya kosong dan terlihat pasrah, ia jadi lebih diam semenjak ditangkap oleh polisi. Ari tahu hari ini adalah hari pernikahan mantan istrinya, Ari sedih karena tidak bisa hadir dan melihat Nazwa. Wanita itu pasti sangat cantik hari ini.


Ditengah-tengah lamunan Ari merasakan seseorang duduk di sebelahnya. Tetapi ia memilih diam dan tidak ingin menoleh.


"Mas..."


Hati Ari berdetak mendengar suara Widya, wanita itu telah meninggalkannya dan hari ini secara tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Widya ..."


"Aku tahu hari ini kamu akan disidang, aku juga membawa Abizar. Semangat ya, Mas, semoga semuanya baik-baik saja! Aku selalu berdoa untuk kebaikan kamu," ucap Widya.


"Terima kasih..." tatapan Ari beralih menatap wajah mungil bayi yang sedang tidur pulas itu.


Sudah lama sekali rasanya Ari tidak menggendongnya.


"Oh iya, Mas, aku juga datang ingin memberikan surat ini. Dan tolong tanda tangan " Widya mengeluarkan amplop coklat dan surat di dalamnya lalu menyerahkannya kepada Ari.


Ari membaca kepala surat yang bertuliskan dari pengadilan agama, itu artinya adalah surat cerai. Widya telah menggugat cerai Ari.


"Kamu mau minta cerai dari aku?" tanya Ari.


"Iya, Mas.. Aku rasa kita sudah tidak bisa lagi untuk hidup bersama, tapi kita bisa berdamai untuk membesarkan Abidzar. Aku minta kamu mengabulkan permohonanku ini," kata Widya.


Wajah Ari seketika langsung tubuhnya terasa tak bertenaga, baru saja ia merasa senang karena rindu terhadap putranya Sudah terobati tetapi ia harus ditampar dengan kenyataan bahwa kini Widya telah menggugatnya untuk berpisah. Ari benar-benar merasa seorang diri, satu persatu orang yang ia cintai pergi meninggalkannya. Dengan tenaga yang tersisa akhirnya Ari menandatangani surat tersebut walau dengan berat hati. Tak lama kemudian gilirannya sudah tiba, Ari dibawa masuk ke ruang sidang sementara Widya dan Abidzar hanya melihatnya dari kejauhan.


...~****TAMAT~...

__ADS_1


Terima kasih banyak sudah membaca cerita ini, dan terima kasih karena sudah memberikan dukungan kalian.. Maaf jika ending nya tidak sesuai dengan ekspektasi.


Sampai jumpa di karya berikutnya 🙏🏻😊****


__ADS_2