BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
MERIDITH


__ADS_3

Ingatan itu terus berputar-putar diingatanku. Dia pria yang merusak hidup indahku bersama keluargaku semua hancur, semuanya hilang, semuanya...


Dan kini semua kejadian yang ku alami akan kembali terjadi tapi tidak aku sebagai tokoh utamanya tapi dia..


.


.


Aku menekan tubuhnya hingga milikinya menekan benda kebanggaanku, ku sambut bibirnya dengan ********** ganas tanpa ampun, juga kedua tanganku aktif meremas kedua gundukan kenyalnya.


Kubaringkan tubuh rampingnya, kukunci pergerakannya sambil terus melanjutkan lumatanku


“aaahhhhhh…..”desahnya kuat saat ku gigit bibirnya,kuambil sabuk yang sudah kubawa tadi lalu menarik kedua tangannya keatas mengikatnya  dengan kencang


”Apa yang ingin kau lakukan padaku..”


“Diamlah dan jangan bergerak!!” Ku buka lebar kedua kakinya “ku mohon …jaaa-ngaaann..


“ahhhhkkk…sakk-kiiitt”jeritnya saat batangku memasukkinya dengan kasar dengan airmatanya yang terus mengalir dia menberontak tak jelas


“DIAMLAH..malam ini…jadilah rubah yang jinak!!…kau akan menikmati permainanku NATASYA CLOSYI”gumamku dengan mendorong pantatnya hingga penyatuan kami semakin dalam


“ahhhh…saak-kiit tolooong”ku ***** lagi bibirnya kasar tanpa ampun, tanpa menggerakan tubuhku aku berbaring diatasnya tanpa berniat membuatnya puas, ku ingin melihat wajahnya menderita pada posisi ini.


Aku hanya meraba-raba sensual tubuh belakangnya dan terus menyesap bibir manisnya itu.


Lama aku tak bergerak, wanita itu bergerak maju mundur mungkin karena nyeri namun tanganku menahannya dan Kembali mendorong masuk kedalam,kurasakan darah sucinya keluar bercampur dengan cairan kental miliknya.


Wanita itu menggerakkan pelan pinggulnya, dia benar-benar tak nyaman jika milikku hanya diam lama didalamnya, itu sangat membuatnya tersiksa terlihat jelas pada raut wajahnya. Cukup puas aku melihat raut wajahnya yang menginginkan tubuhku lebih.


Ku lepas bibirku“siapa yang menyuruhmu bergerak?”tanyaku padanya dengan tajam


“ahhhahh….kau membuatku tersiksaaa.”


“itu memang tujuanku,dan kau akan merasakannya lebih”


Kuambil semua alat ampuh yang ada diatas meja samping tempat tidurku, Wanita itu menahan nafasnya saat kumasukkan benda itu kedalam goa belakangnya.


Dengan tatapan kejamku ku masukkan benda itu dan menekan tombol maksimal.


“aahhhhh….zayn…inii sangaat saak-kiit” wanita itu menjerit karena alat itu langsung bereaksi bagian belakangnya dengan cepat. Kurasakan batangku tersedot kedalam tubuh wanita itu.


Ku balikkan tubuhnya hingga posisinya berada dibawahku, aku bisa merasakan wanita itu sangat basah karena benda yang kutaruh itu, kucoba menggerakkan milikku perlahan dan menusuknya sangat dalam, Ketika kurasakan miliknya akan keluar lagi kucabut batangku juga benda itu yang ada dibelakang lubangnya dan memasukkannya kelubang depan.


Senyum licikku terbit tau bahwa wanita sialan itu tersiksa karena lubangnya terkocok bruntal, tangannya yang ku ikat dengan sabuk tak bisa melampiaskan hasratnya.


hanya pergerakan pinggulnya yang terus bergerak tak karuan juga mulut yang terus mendesah hebat


“ahhh…ssttttt….tol-loong cabuut iniii! Ini menyiksaakuuu ..ahhhh”


“Nikmati saja bermainku malam ini ku tau kau sangat menyukainya, ini hanya permainan awal …


Permainan sesungguhnya akan menunggumu dikemudian hari NATASYAA!”.

__ADS_1


gemas dengan ekspresi wajah wanita itu ku naik keatas ranjang dan merangkak keatas tubuhnya, aku langsung menggigit benda hitam merah muda didadanya yang menggoda itu.


tak lupa aku menambah kacepatan penuh benda itu yang tertanam pada lubangnya, ku terus bermain-main pada tubuh seksinya dan meninggalkan tanda merah diarea lehernya.


"ughhhhh.."


Wanita itu melengkuh saat benda itu terus menekan titik sensitifnya. nafasnya semakin menderu dan hasratnya semakin menggila .


"ssttt...tolong lepaas kan bendaa ini..ku mooh ahhh hoon"


"kau yang sudah membuat hidupku hancuur kau...KAU!! KAU HARUS MERASAKAN INI SEMUA!!"teriak ku dengan amarah.


"Waah aku tak menyangka kau begitu menikmati malam pertama kita...


Cukup untuk hari ini bersenang-senanglah dengan benda itu baby"


Sudah cukup malam ini ...aku sudah puas melihatnya tersiksa malam ini, Kulangkahkan kakiku menjauh darinya dan ku ambil pakaian baru dilemari. Saat ini nafasku turun naik antara lelah dengan semuanya juga rasa puas atas apa yang sudah ku lakukan padanya.


Pandanganku melirik singkat jam tangan yang ku kenakan ditangan kiriku pukul 3 pagi, pikiranku kacau aku butuh kesenangan lagi. Kejadian itu berputar-putar lagi dibenakku, wanita sialan itu menambah rasa sakit diotakku, kuputuskan pergi ke club, itu akan meringankan beban hidupku, malam ini...


*********


AUTHOR POV


Setelah apa yang dilakukan Zayn malam tadi tubuh Nana seakan remuk menerima penyiksaan yang belum pernah ia rasakan selama hidupnya.


Dia tak mengira bahwa Zayn menikahinya karena dendam, lantas apa hubungannya dengan dirinya, Nana hanya seorang anak pembantu yang bertarung nasib pada seorang majikannya, juga seorang ayah yang sudah tiada, tinggalah dia dengan ibu dan kakaknya di rumah sederhana bahkan terbilang tidak layak dihuni, tapi kini hidupnya semakin buruk tak seperti perkiraannya sejak awal, kini sifat suaminya kepadanya berbanding terbalik saat mereka belum menikah kemarin.


Nana terbangun saat siang telah datang, ia yakin dirinya hanya tidur beberapa jam dan sekarang ia terbangun karena perutnya yang tak dapat dipungkir begitu lapar, tubuhnya yang sudah menggenaskan dengan rambut yang berantakan, mata yang membengkak, bibir yang membiru juga sakit di sekitar lubangnya.


Air matanya kini hadir Kembali mengingat apa yang telah terjadi malam tadi, hanya air mata yang mampu membuatnya lega kali ini. Suara pintu menghentikan lamunannya, zayn membuka pintu kamarnya dengan membawakan makanan juga beberapa obat-obatan ditangannya.


“Selamat siang baby”sapanya dengan senyuman liciknya mendekati Nana.


“Lepaskankan ikatannku!”


“Ssttt..tenanglah baby aku akan melepaskannya.”


“kau tau baby… tadi malam kau seperti seorang penghibur kau mendesah cukup hebat…dan aku menyukainya”ucapnya dengan membuka sabuk yang mengikat tanganku.


Mendengar ucapan Zayn kali ini membuat tubuhnya kaku seketika apa yang ucapkan suaminya itu memang benar. Tubuhnya menerima sentuhan yang diberikan Zayn padahal bukan sentuhan lembut tapi sentuhan yang begitu kasar.


“Simpan air matamu itu.. dan makanlah, aku tau kau sangat lapar!” Zayn memberikan makanan itu padanya.


“Dan jangan lupakan obatmu itu, minumlah setelah kau makan makananmu itu akan membantu mengobati luka di lubangmu.”ucap terakhirnya setelah ia keluar meninggalkankan Nana dikamarnya.


Nana menyantap makanan yang diberikan Zayn dengan lahap, sampai suara ketukan pintu terdengar di telinganya kembali, Nana mengambil cepat selimut di bawah samping ranjangnya untuk menutupi tubuh polosnya.


Tak lama pintu itu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya datang membawa baskom juga sebuah handuk kecil ditangannya.


“Kau siapa?”tanya Nana dengan enggan pada wanita paruh baya itu.


“Kau tak perlu takut nyonya.. saya Meridith ketua pelayan dimasion ini.” Jawab meridith dengan lembut padanya

__ADS_1


“Tua muda menyuruhku membantu nyonya untuk membersihkan diri, dengan keadaan seperti ini saya yakin nyonya tak mampu berdiri” lanjutnya dengan memandang intens kearahku.


“Tidak perlu, aku bisa melakannya sendiri. Kembalilah bekerja!”ucap kesal padanya dan bangkit dari ranjang, tapi..


Ahhh..


“Nyonya.. anda tidak apa-apa..


Anda tak perlu sungkan padaku nyonya saya kan melayani nyonya dengan baik.” Ujarnya dengan membantu Nana naik keatas ranjang Kembali, dan mencoba membuka selimut yang menutup tubuhnya.


“JANGAN!!..”ucap Nana dengan menggelengkan kepalanya juga memegang selimut itu dengan erat.


“Tak apa nyonya..saya akan membantu membersihkan tubuh nyonya”Meridith menyakinkan nana.


Dengan telaten Meridith mengelap setiap bagian tubuh nana dengan lembut, ia menatap kasian kearah majikannya ini, dia begitu menggenaskan tuannya tidak pernah sekalipun berbuat senekat ini pada seorang wanita, terlebih ini seorang istri yang sudah sah menjadi pendamping hidup tuannya tapi maridith juga tau apa sebab tuannya melakukan ini pada wanita ini.


“Selesai nyonya..”


“Terima kasih bi”ucap nana dengan lembut kepadanya dan hanya di balas dengan anggukan


“Saya akan bantu mengolaskan obat ini pada....


“Tidak bi aku akan mengoleskannya sendiri, bibi bisa pergi dari sini!” belum sempat meridith menyempurnakan kalimatnya nana sudah memotongnya trlebih dahulu.


“Baiklah nyonya..anda bisa menanggil saya kalau anda membutuhkan sesuatu.”


“Iya..sekali lagi terima kasih banyak Bi.”Meridith keluar dari kamar dengan sopan.


Nana melihat banyak obat-obatnya yang diberikan Zayn padanya ada salep juga beberapa obat kapsul, Nana tidak pernah mengonsumsi obat-obatan selama ini bahwa kalaupun ia sakit.


Nana hanya mengambil salep itu yang mengoleskannya di area kewanitaannya yang penuh luka sebab ulah Zayn juga benda yang membuatnya mendesah tak karuan, ia juga tak tau benda apa itu yang jelas benda itu sangat menyiksanya.


“ahhh…ini sangat perih.”teriaknya dengan mata terpejam saat ia mengoleskan salep itu.


.


.


.


🌹TBC🌹


Thank's yang sudah coment kapan up kapan up ...


Sekarang sudah gua up niih ...


Makasih juga yang sudah like coment n jangan lupa vote ya genk..


Ditunggu next chapter nyaa...



Raka Zayn_-

__ADS_1



Natàsya Closyi


__ADS_2