BANDING Bastard Specialist

BANDING Bastard Specialist
MELEPAS RINDU


__ADS_3

Sudah 1 bulan Raka Zayn berada di luar negeri lebih tepatnya di Singapura untuk mengurus bisnisnya ada masalah.


Sungguh penat yang dirasakannya disini,tanpa ada wanitanya yang menemaninya. Begitu banyak pekerjaan yang menuntutnya untuk di selesaikan.


Zayn harus menahannya untuk bertemu dengan wanita itu, Natasya. Disaat-saat sulit yang dihadapi Nana, Zayn memilih meninggalkan Nana untuk sekedar mengurangi rasa bersalahnya terhadapnya. Tapi meskipun dirinya jauh dari gadis itu, Nana masih pada pengawasannya.


Zayn pun tahu tentang keadaan Nana jika gadis itu lupa ingatan dan sudah pulang 2 minggu yang lalu.


Pekerjaan yang sangat banyak menahan dirinya untuk pulang ke mansionnya.


Di lain tempat ada seorang wanita yang terlihat bosan. 2 minggu sudah, seorang wanita yang merasa di panggil dengan nama Nana itu tinggal di sebuah mansion yang sangat megah.


Dan gadis itu belum juga bertemu dengan seseorang yang sering di panggil Raka Zayn, tuan pemilik mansion ini.


Kata para pelayan ini, pria bernama Zayn sedang dalam perjalanan bisnis.


Nana sudah mengelilingi mansion ini sudah puluhan kali, gadis itu merasa sangat bosan disini tidak ada teman berbagi perasaan.


Di lain negara yang berbeda, seorang pria sedang sibuk dengan pikirannya sambil melihat pemandangan gedung di luar sana.


"Tuan" Ronald tunduk hormat meskipun tuan-nya tak melihatnya.


"Saya ingin melaporkan semua pengiriman senjata, narkoba, dan wanita berjalan dengan lancar."


"Bagus. Jangan buat kesalahan. Apa kau sudah urus polisi tidak berguna itu?"


"Sudah tuan. Dan tuan... kemarin musuh mulai mencoba menggagalkan pengiriman barang. Sepertinya mereka sudah mulai bergerak."


Zayn pun membalikkan tubuhnya menghadap Ronald.


"Ternyata mereka mulai bergerak sejauh ini untuk membalas dendam. Siapkan pasukan yang sangat banyak dan handal, siapkan diri kalian jika mereka bergerak tiba-tiba dan... tambahkan penjagaan di mansion. Aku tak mau wanita-ku terluka." Titah Zayn.


"Dan Ronald. Kau sudah mendapat informasi terbaru dari Alan?"


"Sesuai rencana kita awal tuan. Alan Steinbergh tak berdaya dinegara kita"


"Aku tak ingin ada kesalahan Ronald!!"


"Anda bisa mempercayai saya tuan.


Baik tuan. Saya undur diri tuan" Ronald menunduk hormat.


Zayn hanya mengangguk.


Ronald selalu berada disamping Zayn sekarang. Karena tindakan Herry saat itu Zayn sudah tak memperdulikan dirinya, Herry diberi tugas menjaga mansionnya saja, selebihnya Zayn menjadikan ronald sebagai tangan kanannya sekarang.


Ronaldpun keluar dari ruangannya. Yang tersisa hanya dirinya yang menatap pemandangan sekitar di hadapannya. Meskipun hanya kegiatan masyarakat kota dan gedung menjulang.


Zayn merasa aneh dengan dirinya belakangan ini. Seperti ada sesuatu yang ingin di rasakan dan di keluarkan tapi apa.


Zayn seperti merasa merindukan sentuhan seseorang. Jal*ngnya? Entah kenapa belakangan ini ia sudak tak ada gairah kepada para jal*ngnya. Apa ia merindukan Nana? Entah.


Tok.


Tok.


Tok.


Pintu terbuka dan masuklah seseorang. Zayn tahu, itu sekretarisnya.


"Tuan ada meeting dengan Axton Company membahas proyek."


Zayn mengangguk mengerti dan langsung menuju ruang rapat untuk tender yang besar.


__________________


Sudah 1 bulan 20 hari pria itu tidak pulang. Nana menghitungnya? Tentu saja.

__ADS_1


Banyak pertanyaan yang ada diotaknya untuk bisa menjawab semua pertanyaan yang selalu mengganggunya. Percuma jika bertanya kepada Meridith atau para pelayan itu. Karna jawabannya hanya satu. Ia tidak mengetahui apa-apa dan menyuruhku bertanya kepada pria yang bernama Raka Zayn.


"Raka Zayn??seperti apa orangnya?apa dia tampan??ahh..kenapa aku tak bisa mengingatnya!!" Nana mencoba mengingatnya tapi selalu gagal, ia tak mengingat sedikitpun pria itu, pria yang menjadi suaminya selama ini.


Nana sedang berdiri di balkon kamarnya menikmati terpaan angin yang membuatnya rilex.


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Tapi Nana tak melihat siapa yang datang tapi masih tetap mandang pemandangan disekitat mansionnya.


"Bibi!!...aku sudah bilang padamu jangan ganggu aku. Saat makan siang nanti aku akan turun." Ucap Nana tanpa memandang siapa yang datang.


Sampai sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.


"Aku begitu merindukanmu, sayang." Ucap seseorang pria di telinganya.


Tubuh Nana menegang saat suara yang serak itu terdengar dekat di telinganya. Terdengar seperti berbisik.


"Kau pasti merindukanku juga? Itu membuatku senang. Saat aku tak ada di samping mu, kau selalu mencariku. Sampai kau selalu bertanya tentangku kepada para pelayan?" Bisik pria itu.


Merindukkannya? Siapa pria ini? Apa jangan-jangan pria jahat. Tapi aku selalu bertanya tentang dia kepada para pelayan? Jangan-jangan dia Zayn.


"Z-ayn. Kau pria yang bernama


Raka Zayn?" Gumamnya gugup.


"Ada apa sayang?" Tanyanya dengan tertawa renyah. Suaranya terdengar dingin membuat badan Nana merasa takut. Tapi ia tak tahu kenapa tubuhnya seperti ini.


Nana langsung melepas tangan itu dan berbalik.


Pria yang selalu dibayangkannya kini hadir dihadapan Nana, pria tampan sesuai bayangannya.


"Apa kau suamiku?" Tanya nya ragu.


"Ya, kau tak mengingatku sayang?" Tanyanya dengan suara dingin.


Nana bingung dan menggeleng sebagai jawabannya. Nana terus melihat mata pria itu yang terlihat tak asing. Seperti ada sesuatu yang tak ia ketahui.


"Ingin menanyakan sesuatu padaku?" Nana hanya mengangguk.


"Aku akan menjawab semua pertanyaanmu tapi dengan 2 syarat." Bisik Zayn di telinga Nana.


Zayn tahu tubuh gadis itu kaku saat ia memeluknya.


"Aku merindukan bibirmu dan permainan panas kita." Bisiknya lagi Zayn dengan suara serak seperti menahan sesuatu. Tiba-tiba Nana merasa takut pada situasi ini, entah ada apa Dengan semua ini. Nana pun bingung.


Entah kenapa Zayn merasa dirinya seperti kembali kerumahnya. Dan gairahnya tiba-tiba menuncak.


"A-apa?" Tanya gadis itu gugup.


Tiba-tiba di tariknya Nana agar masuk ke dalam dan Zayn menutup pintu balkon dan mendorong Nana ke atas ranjang. Zayn langsung mengunci pergerakkannya.


Nana seketika gemetar takut dan gugup. Tapi Nana tetap menutupinya.


"Aku sangat merindukan bibir sexy mu." Zayn langsung mencium Nana. Awalnya ciuman itu lembut tapi makin menuntut untuk di balas. Nana tak membalas ciuman Zayn. Ketakutannya masih menghantui tubuh dan pikirannya.


Zayn mulai mengarahkan bibirnya menuju leher jenjang milik Nana dan meninggalkan jejak disana.


Nana yang di perlakukan seperti itu hanya diam tak membalas perlakuan pria itu.


Zayn semakin bingung dengan sikap Nana. Tapi Zayn tak memperdulikkannya. Ia bisa tanya nanti. Yang terpenting gairahnya yang harus tersalurkan.


Zayn mulai membuka pakaian Nana menyisakan pakaian dalamnya saja.


Wajah Nana memerah,saat Zayn mulai membuka ikatan bra nya. Entah kenapa membuat takut Nana semakin menjadi.


Zayn mencium bibir yang amat ia rindukan. Saat tangan kekarnya mencoba membuka underwearnya.


Nana tersadar. Ia tak mengenal pria itu. Dan Nana langsung menjauhkan badan Zayn dari badannya dan menutup rapat selangkangannya dan menyilangkan tangannya di dadanya.

__ADS_1


"Aku tak mengenalmu. Tak seharusnya kita melakukan ini."


Nana bangun dari tempat tidur menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Zayn hanya melihat gelagat wanita-nya dengan alis terangkat.


Zayn membenarkan posisinya duduk di tempat duduk sambil melihat apa yang akan di lakukan wanitanya.


Nana menjadi gugup saat melihat pahatan tubuh pria dihadapannya yang begitu sexy.


"Aku tak mengenalmu, dan semua ini begitu asing. Aku tak tahu kau siapa. Dan kau tidak bisa seenaknya menyentuh tubuhku. Aku bukan jal*ng." Ucapnya sedikit marah.


"Siapa bilang kau jal*ng? Kau istriku Natasya Closyi, milik Raka Zayn. Tak akan ada yang bisa memilikimu atau menyentuhmu, kecuali aku." Ucap Zayn dengan dingin.


Zayn bangun, berjalan mendekat kearah Nana. Zayn mengusap lembut rambut Nana lalu mengusap lembut wajah cantik Nana dengan ibu jarinya.


"Apa yang kau mau sayang?" Tanya nya sedikit mengintimidasi.


"Siapa kau? Dan aku tak mengenalmu sama sekali. Bukankah kita seharusnya saling mengenal satu sama lain agar aku tahu siapa kau." Tanya balik Nana dengan lantang.


Zayn hanya mengangguk.


"Baiklah, jika itu mau mu. Kita mulai dari awal." Zayn langsung mencium lembut bibir Nana secara tiba-tiba.


"Aku tak bisa menahan diri untuk tidak mencium bibir sexy-mu yang mulai menjadi candu ku." Zayn mencium bibir Nana lagi.


Entah kenapa Zayn merasa sangat merindukan gadis ini terutama bibirnya.


Zayn melepaskan menyatuannya dan tersenyum lembut.


Zayn mengelus rambut Nana.


"Kau masih mencintaiku kan??Jangan takut padaku sayang. Aku tak akan melakukan kesalahan lagi. Dan aku tak akan menyakiti yang sudah menjadi milik-ku, tapi jika kau melanggar aturanku lagi...Entah apa yang bisa ku lakukan!!." Setelah mengatakan itu,Zayn pun masuk ke kamar mandi.


Nana hanya mematung di tempat dengan perlakuan Zayn padanya. Zayn yang asing dan perlakuannya terasa sedikit tidak asing.


Nana makin bingung dengan semua ini, tak mau ambil pusing karena tetus memikirkannya Nana mulai memakai pakaiannya dan turun menuju ruang makan.


"Kita tidur bersama." Ucap Zayn tenang sambil memakan makan malamnya.


"A-apa? Tidur bersama?" Jangan-jangan.


"Hilangkan pikiran mu. Jika kau menginginkan itu aku tidak masalah." Goda Zayn sambil melirik Nana yang duduk di hadapannya.


Nana hanya membulatkan matanya tak percaya. Pria mesum. Jangan mimpi kau tuan.


"Dalam mimpimu tuan." Ucap Nana sinis.


Zayn hanya tertawa renyah melihat sikap Nana padanya.


"Ayo, aku sudah tidak tahan" Zayn terus menggodanya.


"Ti-tidak tahan apa?" Mata Nana membulat saat mendengar perkataan Zayn.


"Tidak tahan, kau tahu badanku sangat lelah setelah penerbangan hari ini yang sangat jauh." Zayn langsung tertawa kencang, sukses membuat Nana panik.


"Ish, menyebalkan!" Teriak Nana. Dan Zayn hanya tertawa melihat begitu lucunya sikap istrinya itu.


.


.


.


๐ŸŒนTBC๐ŸŒน


Jangan lupa Vote Like Coment๐Ÿค—๐Ÿ™†โ€โ™€๏ธ๐Ÿ‘๐Ÿ’Ÿ

__ADS_1




__ADS_2